Namanya Ruhy Regina, cinta yang membuat Ruhy seperti ini. Kepribadian yang Ruhy miliki sangat bertolak belakang dengan hati dan pikirannya. Sisi lain keluar dari dalam dirinya karena satu kata yaitu cinta.
Entah kenapa kata itu sangatlah Ruhy benci, hingga dia pernah berpikir tidak ingin merasakan cinta lagi.
Cinta hanya akan membuang waktu saja, dan membuat hati sakit. Pikir Ruhy seperti itu.
Namun, bukan hanya cinta yang membuat Ruhy memiliki kepribadian ganda.
Apakah ada seseorang yang akan membuat Ruhy bisa merasakan cinta lagi?
Apa hal lain yang membuat Ruhy memiliki kepribadian ganda?
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN. ^_^
Mampir ke Novelku yang lain:
1. Takdir Cinta Putih Abu-Abu (End)
2. Takdir Cinta Putih Abu-Abu 2 (End)
3. Arjuan Milikku (Up)
4. Cinta Suci Shasya (Up)
5. Genggaman Mafia (Up)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinta Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Akhirnya balapan dimulai, dengan kekhawatiran yang dirasakan Triano dan Nika, mereka tidak sadar jika seluruh tubuh mereka tiba-tiba gemetar, padahal Triano sudah sering melihat Ruhy balapan, tapi..
"Gue khawatir banget sama Ruhy, sampai gemetar nggak jelas begini. Dan gue punya firasat kalau.. Ah semoga aja nggak terjadi." Batin Triano
"Duh, gue tiba-tiba gemetar iya lihat Ruhy balapan." Ucap Nika
"Sama gue juga, nggak kayak biasanya." Ucap Triano
Ruhy balapan karena dia ingin melampiaskan kesenangannya, tanpa balapan juga Ruhy sudah sering memberi uang ke Panti walaupun jumlahnya tidak sebanyak uang yang dia kasih waktu menang balapan.
Ruhy menjadi yang terdepan dari semua pembalap tapi..
BRAK..
Ruhy terjatuh karena dia tiba-tiba pingsan.
"RUHY.." Teriak Triano dan Nika yang berlari menghampiri Ruhy yang sudah tidak sadarkan diri.
"Ayo kita bawa ke Rumah Sakit." Ucap Triano
"Ayo, biar gue yang bawa motornya, lo pakai mobil gue aja." Ucap Nika
"Oke," Ucap Triano yang melangkah pergi dengan menggendong Ruhy.
Diperjalanan.
"Ruhy bangun, gue mohon Ruhy. Gue sedih lihat kondisi lo kayak gini." Ucap Triano dengan meneteskan air mata.
"Gue nggak akan maafin diri gue sendiri kalau lo sampai kenapa-napa." Lanjutnya.
Di Rumah Sakit..
"Gimana keadaan, Ruhy?" Tanya Nika yang baru datang.
"Nggak tau gue. Dokter belum keluar." Ucap Triano dengan lesu.
"Segitu sedihnya lo sama Ruhy?" Batin Nika
"Oya, maaf tadi gue kasih tau Juno soal ini." Ucap Nika
"Iya, nggak apa-apa. Gue sudah siap menanggung risikonya." Ucap Triano.
5 menit kemudian.
"Nika, Ano gimana keadaan Kakak gue?" Tanya Juno yang panik. Juno memang memanggil Triano dengan sebutan Ano.
"Dokter belum keluar, lo tenang iya." Ucap Nika
"Gimana gue bisa tenang?" Bentak Juno
"Maaf, Jun semua ini salah gue. Gue sudah membiarkan Ruhy balapan." Ucap Triano
"Apa? Balapan?.." Ucap Juno yang kaget.
Ceklek..
"Dok, gimana keadaan Kakak saya?" Tanya Juno pada Dokter yang baru keluar ruangan.
"Dia kelelahan dan banyak pikiran yang membuat dia stress sehingga tidak sadarkan diri." Ucap Dokter
"Tapi Ruhy nggak apa-apa kan Dok?" Tanya Nika
"Dia hanya butuh istirahat, dia juga sudah sadar. Tapi saya mohon jangan buat dia tambah stress." Ucap Dokter.
"Baik, Dok." Ucap Juno
"Apa kami semua boleh masuk, Dok?" Tanya Triano
"Boleh, tapi jangan buat dia kepikiran akan hal-hal yang membuat dia sedih dan stress. Kalau gitu saya permisi," Ucap Dokter
"Iya, baik Dok. Terimakasih." Ucap Nika dan mendapat anggukan dari Dokter yang melangkah pergi.
"Lo utang penjelasan sama gue." Ucap Juno yang menahan amarah sebelum memasuki ruangan Ruhy dan Triano pun hanya mengangguk lesu.
"Kakak.." Ucap Juno yang langsung memeluk Ruhy
"Kakak nggak apa-apa, kan?" Tanya Juno sambil melepas pelukan.
"Kakak nggak apa-apa, kamu tenang aja." Ucap Ruhy
"Ruhy maafin gue iya." Ucap Triano
"Ini bukan salah lo." Ucap Ruhy
"Tapi kan, Kak. Dia sudah biarin Kakak balapan." Ucap Juno
"Jadi, kamu tau kalau Kakak balapan?"
"Iya, aku dikasih tau sama Nika dan Ano. Tapi aku masih ingin mendengar penjelasannya dari Ano." Ucap Juno
"Nggak usah, biar Kakak aja yang jelasin. Nanti kamu marah-marah lagi sama Triano." Ucap Ruhy
"Nggak Kak. Kakak nggak boleh banyak pikiran." Ucap Juno
"Kakak yang ingin kamu tau dari Kakak." Ucap Ruhy
"Baiklah."
Ruhy pun menceritakan semuanya dari awal perubahan sikapnya. Ruhy sudah tau bahwa Juno dan Aditya sudah tau penyebab perubahan sikapnya. Ruhy menceritakan semuanya secara detail. Juno, Nika dan Triano hanya terdiam mendengar cerita Ruhy.
"Maaf, Ano. Tadi gue marah sama lo." Ucap Juno dengan menepuk bahu Triano.
"Nggak apa-apa kok, wajar kalau lo marah." Ucap Triano dengan tersenyum.
"Juno, Kakak pengen makan martabak manis isi coklat." Rengek Ruhy mencairkan suasana.
"Iya sudah, Juno beli martabaknya sekarang." Ucap Juno
"Tapi inikan sudah larut malam?." Ucap Nika
"Demi Kakak gue, gue akan cari martabaknya sampai dapat." Ucap Juno yang melangkah pergi.
Nika, Triano dan Ruhy yang melihat tingkah Juno hanya tersenyum.
1. Takdir Cinta Putih Abu-Abu season 1 dan 2
2. Different Love Story
Terimakasih🤗🤗🤗😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
"MAHMUD I LOVE U" mampir bawa like dan vote yaa biar makin semangat nulisnya 😘💕
sudah ninggalin jejak dengan boom like dan juga rate 5 bintang nih, biar authornya makin semangat nulisnya 😉
salam dari"1314", kalau berkenan silakan mampir kembali ^ ^
mampir dong kak di cerita aku,"Mengejar cinta sang idola kampus
semoga menarik ya kak ceritanya 😊😊😊
Aku sudah mampir bawa like dan 5 rate loh untuk karyamu. Jangan lupa mampir dikaryaku ya😄
Kutunggu kehadiranmu dikaryaku