5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prolog
Di antara lipatan dimensi yang tidak terjamah oleh kompas manusia, terhampar sebuah negeri yang keberadaannya dianggap sebagai mitos paling tua: Euthopia. Di sinilah, hukum fisika hanyalah saran, dan keajaiban adalah napas kehidupan.
Negeri yang menggambarkan kemegahan, kesempurnaan, dan rahasia kelam.
Gema di Balik Cakrawala Euthopia
Langit Euthopia tidak pernah benar-benar gelap. Ketika matahari kembar, Helios dan Nyx, bersembunyi di balik cakrawala, angkasa berubah menjadi hamparan samudera ungu yang ditaburi debu bintang yang bisa menari. Di pusat negeri yang diberkati ini, berdiri sebuah monumen keagungan yang telah menantang waktu selama ribuan tahun: The Mageía Academy.
Kemegahan yang Tak Terlukiskan
Dilihat dari kejauhan, The Mageía tampak seperti mahkota kristal yang tumbuh dari puncak gunung tertinggi. Menara-menaranya yang ramping terbuat dari marmer putih tak bercela yang konon dipahat oleh tangan para dewa. Setiap jendela kaca patrinya mampu membiaskan cahaya menjadi pelangi yang abadi, menciptakan aura suci yang menyelimuti seluruh kompleks sekolah.
Di sini, air mancur tidak mengalirkan air biasa, melainkan Liquid yang murni, memberikan energi kehidupan bagi flora ajaib yang bisa bernyanyi mengikuti suasana hati para penghuninya. Semuanya tampak sempurna—sebuah utopia bagi mereka yang terpilih.
Kesempurnaan yang Menipu
Bagi para pewaris yang baru menginjakkan kaki di atas lantai mosaik emasnya, The Mageía adalah lambang kejayaan. Di koridor-koridor yang aromanya seperti hujan dan buku lama, sejarah para penyihir agung terpahat di dinding yang bisa berbicara. Kehidupan di sini adalah tentang simfoni mantra, latihan terbang di atas awan, dan perjamuan yang tak pernah habis.
Namun, kesempurnaan ini memiliki harga. Euthopia hanya menerima mereka yang murni dalam kekuatan, menciptakan standar yang begitu tinggi hingga kegagalan dianggap sebagai aib yang tak termaafkan.
Hal yang Tersembunyi: Sisi Gelap Sang Cahaya
Namun, di balik dinding-dinding yang berkilau dan tawa para murid, The Mageía menyimpan rahasia yang terkunci rapat di Lantai Bawah Tanah Ketujuh
Bayangan yang Hidup:Ada desas-desus bahwa setiap mantra cahaya yang dirapalkan di sekolah ini menghasilkan "ampas" kegelapan yang dikumpulkan di sebuah tempat tanpa dasar.
Ruang Terlarang:Sebuah pintu dengan gembok ajaib yang hanya bisa dibuka dengan 5 kekuatan murni, konon menyimpan daftar nama para pewaris yang "menghilang" karena kekuatan mereka terlalu besar untuk dikendalikan.
Harga Keabadian: Agar The Mageía tetap berdiri kokoh selama ratusan tahun, sekolah ini memerlukan kontrak darah dengan tanah Euthopia—sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh Kepala Sekolah dan para tetua.
Klan Iblis : Keberadaan Klan Iblis di Euthopia mengubah dinamika dunia ini dari sekadar sekolah sihir yang megah menjadi medan perang dingin yang penuh intrik. Mereka bukan sekadar makhluk jahat, melainkan entitas kuno yang merasa memiliki hak atas energi Mageía jauh sebelum manusia terpilih datang.
"Selamat datang di The Mageía Academy, wahai para pewaris. Masuklah ke dalam cahaya kami, namun berhati-hatilah agar bayanganmu tidak menelanmu sendiri."
Bagi para pewaris yang baru datang, mereka akan segera menyadari bahwa musuh mereka bukan hanya ujian sihir yang sulit, melainkan godaan dari kegelapan.
"Terkadang, bisikan dari arah hutan hitam terdengar lebih jujur daripada khotbah para guru besar di aula emas."
"Dunia ini terlalu sempit untuk kekuatanmu. Euthopia adalah satu-satunya panggung yang pantas untukmu."