NovelToon NovelToon
Penantian Cinta Ustadz Riza

Penantian Cinta Ustadz Riza

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ist

"Aku suamimu. Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku." Kata Riza membuat Sang Istri menghentikan langkahnya.

Gadis itu membalikkan badan menatap Riza dengan wajah datar. "Jangan terlalu berharap banyak dalam pernikahan ini. Aku tidak mencintaimu." Kata Jihan penuh penekanan dan segera pergi.

"Ku mohon cintailah aku." Lirihnya menatap sendu kepergian Sang Istri. Cintanya tak terbalas. Namun Ia akan selalu berusaha untuk mendapatkan hati gadis yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Wasiat

Sebuah mobil terparkir mulus di halaman rumah minimalis dua lantai yang terlihat sejuk dan terawat. Sosok laki laki berusia 30 tahunan turun kemudian membuka bagasi sambil menurunkan beberapa koper dan segera membawanya untuk masuk ke dalam.

"Assalamualaikum." Ucapnya sembari membuka pintu. Riza membeli rumah ini sebulan yang lalu. Ia akan mulai tinggal disini sendiri dan bekerja sebagai dosen sekaligus ikut mengajar di pondok pesantren teman Ayahnya. Ia mendapat panggilan beberapa hari yang lalu dan Senin nanti Riza sudah akan mulai bekerja. Pikiran laki kali itu melayang memperhatikan amplop yang sedaritadi di pegang nya. Sebuah wasiat dari Sang Ayah sebelum tutup usia karena penyakit jantung yang diderita dari lama.

Rumah keluarga Al Rasyid.

Sebuah keluarga sedang berkumpul di ruang tengah. Tiga orang duduk cemas sembari memperhatikan sang kepala keluarga yang modar mandir karena sedaritadi menelpon seseorang tidak di jawab. "Bagaimana Yah?" Tanya Jena yang merupakan putri keduanya. "Belum di angkat. Tidak ada kabar juga." Keluhnya sembari mendudukkan diri di sofa. "Jaafar sudah coba hubungi. Tapi tidak diangkat juga Yah. Kemana anak itu?" Gumamnya bertanya tanya. "Bunda kan sudah suruh dia pulang tapi tidak mau. Semenjak Neneknya meninggal dia semakin jauh dengan kita." Kata Bunda begitu cemas. "Ayah sudah suruh orang mengecek di sana Bun. Jihan baik baik saja. Memang dia tidak mau berkomunikasi dengan kita." keluh pria itu sembari menghela napasnya. "Semenjak kecil dia tidak mendapat kasih sayang dari kita. Hidup belasan tahun hanya dengan neneknya." Kata Bunda sembari menangis. "Maafkan Jena Bun." Ia memeluk Bundanya merasa sangat bersalah. Karena ingin fokus merawatnya yang sakit sakitan membuat Bunda menitipkan jihan pada Sang Nenek yang bermukim di Inggris.

Setelah beberapa puluh kali mencoba panggilan video akhirnya terhubung. Layar besar itu kini menampilkan sosok gadis cantik yang mereka nantikan sedaritadi. "Ada apa?" Tanyanya. "Kamu sedang dimana dek?" Bunda yang paling dulu menyahut. "Sedang di pantai. Mau surfing. Ada apa? Aku sibuk." Jaafar menghela napas mendengar jawaban adiknya yang terlihat kesal. "Bisakah bicara lebih sopan pada Bunda?" Tanya pemuda itu. "Aku disini tidak ada yang mendidik jadi tidak tau sopan santun." Jawab Jihan menohok. "Pulanglah Nak. Tidak ada yang menemanimu di rumah Nenek." Ayah yang sedaritadi diam kini angkat bicara. "Memang dari dulu juga begitu. Aku biasa sendiri. So, don't worry." Bunda menangis mendengar jawaban putrinya. "Kamu tidak kasihan sama Bunda?" Tanya Jena. "Apa Bunda kasihan padaku? Apa kalian peduli padaku saat aku sekarat di rumah sakit karna kecelakaan? tidak ada satupun dari kalian yang datang. So, jangan bertanya aku kasihan atau tidak. Aku mengasihani seseorang versiku sendiri. Ah sudah dulu. Aku tutup." Jawabnya. Bunda menangis pilu saat panggilan video itu berakhir. Semuanya hanya bisa diam. Tak mengelak apa yang dikatakan Jihan karena semua itu adalah kenyataan.

Malam hari.

"Assalamualaikum." Riza memasuki sebuah rumah mewah milik sahabat Ayahnya. "Waalaikumsalam. Riza. Lama tidak bertemu." Kata sosok pria kemudian memeluk tubuh Riza dengan hangat. "Perkenalkan. Ini Jaafar, Jena. Anak Om." Ayah memperkenalkan kedua putra putrinya. Riza segera menyalami Jaafar dan menangkupkan kedua tangannya untuk Jena.

"Ayo segera makan. Ngobrolnya di lanjut nanti saja." Bunda menyuruh mereka untuk segera pergi ke ruang makan.

Apa gadis ini yang di jodohkan dengan ku? Namun namanya berbeda dengan yang ada di wasiat. Riza mulai hanyut dalam pemikirannya. "Sebenarnya kami masih ada satu putri. Dia sedang berada di Inggris. Namanya Jihan." Kata Ayah. Riza mengangguk paham. Naman itu yang tertulis di wasiat Ayahnya. Namun gadis yang dimaksud tidak berada disini. "Mungkin akan pulang dalam waktu dekat." Lanjut Bunda tampak bahagia akan kabar kepulangan anak bungsunya.

Selesai makan malam mereka mengobrol di ruang keluarga. "Om. Sebenarnya...." Riza tampak bingung bagaimana menyampaikannya. "Tentang surat perjodohan itu?" Tanya Ayah membuat Riza dan kedua anaknya terkejut. "Ya. Ayah kamu telah menjodohkan kamu dengan putri bungsu kami Jihan." Kata pria itu. "Yah." Jena dan Jaafar meminta penjelasan. "Ini sudah kesepakatan kami untuk mempererat silaturahmi." Jena menggeleng. Ia takut adiknya nanti akan marah jika mengetahui semua ini. "Jadi Ayah suruh Jihan pulang untuk perjodohan ini?" Tanya Jaafar. "Bukan. Ayah sudah menyuruhnya pulang sejak lama. Namun adik kalian tidak mau." Jawabnya. "Riza. Jihan itu sedikit berbeda dengan kedua kakaknya. Hidup tanpa kasih sayang kami membuatnya bebas di luar sana. Namun dia anak baik sebenarnya." Buda memberikan pengertian pada Riza tentang anak bungsunya.

"Jihan benar akan pulang kan Yah?" Tanya Bunda memastikan. "Iya. Dia akan pulang." Jawab pria itu sembari tersenyum. "Memangnya Ayah mengatakan apa sehingga adik mau pulang?" Tanya Jena heran. "Tidak mengatakan apapun. Katanya dia mau liburan ke Bali. Sekaligus Ayah bilang kalau kamu mau menikah." Gadis itu mengangguk dengan jawaban sang Ayah. Ia senang Jihan akan hadir dalam pernikahannya nanti.

1
Nur Hasanah
Sehebat apapun yg menggoda istri km, klo istri km ga bangga punya, knp harus pusing sich
Ratna Rahayu
/Sob//Sob//Sob/
Ratna Rahayu
Lumayan bagus
Nur Hasanah
ya iyalah, dia yg syg dn jagain jihan
Nur Hasanah
dulu diserahkan ke neneknya tuk diasuh, skrg dipaksa dinikahkan biar ada yg mendidik.. haduhhh
Nur Hasanah
knp baru skrg, mengkhawatirkan jihan
Nur Hasanah
makanya di didik pak, jgn dititipin ke orang lain, wlopun neneknya sendiri
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
Qaisaa Nazarudin
Selalu kata2 itu yg keluar dari awal pernikahan sampe sekarang,Udah muak aku mendengarnya,Udah basi..🙄🙄
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya othor bikin komplik Jihan di kejar2 pria lain,Biar Riza ketar ketir sendiri,Jangan selalu Jihan yg mengalah mulu..
Qaisaa Nazarudin
Terus kamu pengen MENJADAKAN istri mu demi JANDA lain,Katanya ustad tapi kok bisa keluar berdua yg bukan muhrim,Munafik semuanya,gak keluarga Jihan gak Riza,Semuanya bulshit..EGOIS..BERTOPENGKAN AGAMA,MEMALUKAN SEKALI..Jihan juga bodoh,gampang banget memaafkan,Makanya setiap kali bikin kesalahan minta maaf dgn air mata buayanya,ogeb si Jihan..
Qaisaa Nazarudin
Udah tau kan dari dulu kan Jihan kek hitu,Bulannya belajar dari pengalaman lalu,Tapi masih aja diulang2,Apa lagi keadaan Jihan saat ini lagi hamil,pasti mood nya buruk,di tambah lg dituduh gitu,Siapa juga yg gak marah,
Qaisaa Nazarudin
Aku setuju dgn kata-kata Jihan 10000%👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Heran aku kok Reza jadi berubah gitu..Dulu saat Jihan ingin pisah dia yg hak mau..tapi sekarang dia yg berulah..gila aja..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Ini nih alesan yg ku bilang gak masuk akal,Dimana2 novel alurnya semua sama,Disakiti dan di lukai gimana pun,Pasti hujung2 nya alesannya kek gini,Heran deh aku,..
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget Jihan,,Kenapa harus dia yg mendapatkan penderitaan yg bertubi-tubi sih,Tega banget outhor nya,Huuuaaaa😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini cuman mimpi Riza doang kan?? gak mungkin peran utamanya meninggoi..
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Riza bikin ulah lagi nih,Udah tau isteri nya gak suka,Kenapa Riza ngenyel banget sih..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sesuai banget thor,Visualnya Riza aja yg gak cocok,Kayak bukan ustad,gak keurus gitu penampilannya,Harusnya seorang ustazd itu mukanya bersih,Tapi maaf ini mukanya kayak Mafia giti..🙏🙏😄😄
Qaisaa Nazarudin
Cantik bangeett..Pantesan Riza.klepek-klepek..😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!