Anindita mengklaim dirinya seorang yatim piatu,dia di letakan oleh ibunya di sebuah panti asuhan karena ibunya melahirkan nya tanpa seorang ayah,beruntung setelah tamat pesantren gadis ini bekerja di sebuah perusahaan besar menjadi OB,gaji dari hasilnya bekerja dikumpul nya untuk kuliah...
Dita adalah panggilan akrab Anindita saat dia kuliah berkenalan dengan lelaki bernama Gilang wicaksana dan mereka menjalin hubungan selama dua tahun lalu memutuskan untuk menikah
tetapi pernikahan mereka tidak di setujui oleh ibu Gilang
akan kah pernikahan mereka bahagia?
ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertengkaran
hari ini Anindita tidak konsentrasi untuk bekerja pikirannya terus tertuju pada sikap Gilang,dia sudah biasa kalau mertuanya yang mengatainya tetapi kalau Gilang yang sudah mencuekan nya terasa sesak di dada nya.
" kenapa Dit,aku perhatikan dari tadi kamu banyak melamun?" tanya Rita
" iya...kenapa dit?" timpal Arnett
" Anindita,kamu di panggil pak Wira" ucap bu Lusi
" kenapa buk?" tanya Anindita
" desain yang kamu berikan berbeda dengan. desain yang di rapat kan" jawab Bu Lusi
" kamu sakit Dit?" tanya Rita memegang kepala Anindita
Anindita menggeleng lemah
" cepat keruangan nya,nanti keburu marah dia" ujar Bu Lusi mengingatkan
Anindita melangkahkan kaki nya,terasa berat..mungkin karena dia merasa salah,pekerjaannya hari ini benar-benar berantakan..
" assalamualaikum..." ucap Anindita masuk
" waalaikumsalam" jawab Wira dalam hati dan menatap tajam kearah anindita
" coba kamu cek ulang desain kamu,kita akan mengeluarkan produk apa?"
" astaga" Anindita membekap mulutnya menggunakan tangan
produk yang akan dikeluarkan minggu depan adalah krem wajah terbaru sedangkan desain yang diberikan adalah serum wajah yang jelas sudah kalau desain ini sudah di keluarkan bulan lalu berarti dia memberikan salinan yang lama....
" maaf pak,saya kurang enak badan jadi tidak fokus" kilah Anindita
" kalau tidak enak badan kenapa tidak izin saja,atau berikan pekerjaan mu pada yang lain,kalau begini saya yang malu,sudah mau persentasi berkas yang di bawa berbeda" ucap Wira dengan suara meninggi
" maaf kan saya pak,,saya benar-benar minta maaf,akan saya print desain yang bapak minta"
" silahkan keluar jika merasa tidak enak badan pergi ke dokter saya tidak mau terjadi apa-apa pada karyawan saya" ujar Wira mulai lembut
Anindita keluar dari ruangan Wira
" kenapa bro?" tanya Riko saat masuk ruangan Wira sudah di suguhkan oleh muka masam dari pemilik ruangan
" biasa,,salah desain"
" kenapa musti marah,mungkin dia lagi nggak fokus"
" alasannya sakit"
" ngerti lah bro,beberapa minggu ini semua karyawan di kejar deadline untuk peluncuran produk baru" jelas Riko
" hmmm" Wira hanya berdehem dan duduk kembali ke kursi kebesarannya
*****
Anindita pulang sesudah magrib,hari ini dia benar-benar sibuk an dengan lembur karena menyelesaikan desain yang salah print dan menambah kekurangan nya..
" sudah pulang Ratu" tanya Sarah saat Anindita masuk kedalam rumah
" istri macam apa itu pergi pagi pulang malam,tidak mengurus suami..." Oceh Sarah
Anindita langsung masuk kedalam kamar tanpa memperdulikan Sarah yang mengoceh di ruang keluarga
" itu tuh pa menantu kesayangan kamu,mana mungkin staff biasa pulang sampai selarut ini" ucap Sarah
" sudah lah ma,mungkin dita lagi banyak kerjaan di kantor kamu nya saja yang tidak tau dunia perkantoran itu seperti apa" bela Harun
" bela aja terus pa,bela terus ..." Sarah berjalan masuk kedalam dan membanting pintu kamarnya
di dalam kamar
" dari mana kamu,pulang selarut ini,jangan kira aku memberimu kebebasan untuk bekerja malah kamu salah artikan" ujar Gilang
" aku lembur mas,bukan keluyuran tidak jelas" jawab Anindita masih dengan nada lembut berusaha menenangkan suaminya
" dita,,,jangan buat lembur menjadi alasan kamu bisa berhura-hura di rumah,kamu harus mengerti dengan kondisi ku sekarang" nada suara Gilang naik satu oktaf
" aku selalu mengerti kamu mas,akhir-akhir ini malah kamu yang tidak mengerti aku,sikap kamu berubah,bukan seperti Gilang yang aku kenal"Anindita mulai terpancing emosi
" aku banyak masalah,,jadi kamu tolong mengerti,dan bersikaplah dengan baik,jangan memperkeruh suasana" pekik Gilang
" dimana letak nya aku tidak mengerti,selama ini aku selalu memperhatikan mu,mulai dari kebutuhanmu aku penuhi biarpun aku bekerja"
" jadi kamu sekarang mulai membanggakan pekerjaanmu?" Gilang menatap tajam Anindita"
" bukan begitu,aku menghargai mu sebagai suami pekerjaan ini hanya sebagai cita-citaku semata,pengabdian ku hanya untuk dirimu,tetapi jika kamu ingin aku mengerti coba mengerti aku,aku lelah mas,lelah..." pekik Anindita
" aku tidak menyuruh kamu bekerja bila terasa lelah kamu bisa resign"
" aku bukan lelah bekerja mas,aku lelah menghadapi mama kamu,mengahadapi sikap kamu akhir-akhir ini"batin Anindita
" sudah lah mas,,aku tidak ingin bertengkar" Anindita masuk kedalam kamar mandi menyalakan shower mandi dan menangis di bawah guyuran air
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
skrg kan dita bahagia
kasian