NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 — Undangan yang Ditolak

Xu Ming menatap pria yang pingsan di bawah pohon.

Ia menghela napas lega setelah memastikan pria itu masih bernapas.

"Untung tidak mati."

Di Bumi, ia sering membaca berita tentang perkelahian yang berujung kematian.

Ia tidak ingin hal seperti itu terjadi karena dirinya.

Xu Ming kemudian mengambil kendi air dari keranjang bambunya dan menyiram wajah pemimpin perampok.

"Cepat sadar."

Pria itu perlahan membuka mata.

Begitu melihat Xu Ming berdiri di depannya, wajahnya langsung memucat.

"A-ampun..."

"Ampuni kami, Senior!"

Xu Ming mengernyit.

"Lagi?"

"Kenapa dipanggil Senior lagi?"

Ia menggeleng pelan.

"Aku bukan Senior."

"Aku cuma orang desa."

Pemimpin perampok tidak berani mengangkat kepala.

'Orang desa?'

'Kalau orang desa saja sekuat ini... lalu kami ini apa?'

Xu Ming mengambil kantong koinnya yang sempat terjatuh.

"Kalau mau mencari uang..."

"Lebih baik bekerja."

"Merampok itu tidak baik."

Pemimpin perampok buru-buru mengangguk.

"Kami mengerti!"

"Kami tidak akan mengulanginya lagi!"

Xu Ming tersenyum puas.

"Nah, begitu lebih baik."

Baginya, masalah sudah selesai.

Ia memanggul kembali keranjang bambunya dan melanjutkan perjalanan.

Tidak sekali pun ia menoleh ke belakang.

Beberapa saat setelah Xu Ming menghilang dari pandangan...

Tetua Mu dan Li Qingxue akhirnya keluar dari balik pepohonan.

Pemimpin perampok yang masih berlutut langsung membeku.

"K-kultivator..."

Tetua Mu menatapnya dengan dingin.

"Siapa kalian?"

Pria itu tidak berani berbohong.

"K-kami hanya bandit kecil dari Kelompok Serigala Hitam."

"Kelompok Serigala Hitam?"

Li Qingxue mengernyit.

Ia pernah mendengar nama itu.

Kelompok bandit yang sering merampok pedagang di sekitar Kota Qingyun.

Namun mereka selalu berhasil lolos.

Konon, ada seseorang di belakang mereka.

Tetua Mu mengibaskan lengan bajunya.

"Pergilah."

Pria itu membelalakkan mata.

"A-aku... dilepaskan?"

Tetua Mu berkata datar.

"Senior Xu sudah mengampunimu."

"Kalau kami membunuhmu sekarang..."

"Itu sama saja tidak menghormati keputusan beliau."

Pria itu langsung bersujud berkali-kali.

"Terima kasih!"

"Terima kasih!"

Ia segera melarikan diri.

Di sisi lain.

Xu Ming sudah hampir tiba di Desa Qinghe.

Langit mulai berubah jingga.

Asap tipis terlihat mengepul dari rumah-rumah penduduk.

Beberapa anak desa berlarian sambil tertawa.

"Saudara Ming!"

"Kau pulang!"

Xu Ming tersenyum.

"Iya."

"Daganganku habis."

"Wah!"

"Hebat!"

Xu Ming hanya tertawa kecil.

"Untung ada yang mau beli."

Penduduk desa memang menganggap Xu Ming sebagai tetangga yang baik.

Rajin membantu.

Tidak pernah mencari masalah.

Dan selalu murah senyum.

Tidak ada yang menyangka bahwa di mata dunia luar, pemuda itu baru saja dianggap sebagai seorang pertapa agung.

Malam itu.

Xu Ming sedang memasak makan malam.

Sup ayam.

Sayur tumis.

Dan semangkuk nasi.

Sederhana.

Namun aroma masakannya menyebar hingga keluar rumah.

Di atas pohon besar tidak jauh dari sana...

Tetua Mu dan Li Qingxue diam-diam memperhatikan.

Li Qingxue menelan ludah.

"Guru..."

"Apakah kita benar-benar..."

"...mengintip orang makan?"

Tetua Mu terlihat sedikit malu.

"Diam."

"Aku hanya ingin memastikan sesuatu."

Tak lama kemudian...

Xu Ming selesai memasak.

Ia mengambil satu mangkuk.

Lalu meletakkannya di depan Xiao Hei.

"Nih."

"Makan yang banyak."

Anjing hitam itu mengendus sup tersebut.

Lalu mulai makan dengan tenang.

Detik berikutnya...

Boom!

Gelombang energi spiritual meledak dari tubuh Xiao Hei.

Li Qingxue hampir berteriak.

"Guru!"

"Itu..."

Tetua Mu buru-buru menutup mulut muridnya.

"Jangan bersuara."

Matanya dipenuhi keterkejutan.

'Hanya karena memakan semangkuk sup...'

'Binatang itu langsung mengalami peningkatan darah spiritual?'

Ia menatap Xiao Hei dengan saksama.

Selama ini ia mengira anjing itu hanyalah hewan peliharaan Senior.

Kini ia sadar.

Tidak.

Anjing itu kemungkinan besar adalah makhluk roh yang bahkan dirinya tidak mampu kenali.

Dan Senior Xu...

Memberinya makanan yang mengandung Dao setiap hari.

Selesai makan.

Xu Ming duduk di kursi bambu sambil memandangi langit malam.

Bintang-bintang tampak begitu jelas.

Ia menghela napas pelan.

"Hidup begini juga tidak buruk."

"Walaupun sistem sudah pergi..."

"...setidaknya aku masih bisa hidup tenang."

Di atas pohon.

Tetua Mu akhirnya mengambil keputusan.

"Besok."

"Aku akan menemui Senior secara resmi."

Li Qingxue sedikit gugup.

"Bagaimana kalau beliau marah?"

Tetua Mu tersenyum pahit.

"Kalau beliau ingin marah..."

"...kita bahkan tidak akan sempat menyadarinya."

Malam itu berlalu dengan tenang.

Xu Ming tidak tahu bahwa besok pagi akan ada tamu pertama yang datang ke rumahnya.

Dan sejak pertemuan itu, kehidupan damainya perlahan mulai berubah.

Bersambung...

1
Ilham Yono
/Determined//Hammer//Hammer//Hammer//Determined/
Ilham Yono
/Facepalm//Slight//Slight//Slight/
Ilham Yono
🤣🤭
Ilham Yono
keren abis
Ilham Yono
hihihi🤭
Ilham Yono
salah faham yang positif
Ilham Yono
gambatheeeee
Ilham Yono
tepuk jidat gw
Ilham Yono
🤣🤣🤣🤣🤣
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ilham Yono
hihihi🤭
Ilham Yono
terbaik/Determined/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
/Curse//Curse//Curse//Curse//Joyful/
Ilham Yono
beuh/Facepalm/
Ilham Yono
hihihi ..gak nyadar juga
Ilham Yono
sederhana penuh makna
Ilham Yono
beuh..master kita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!