NovelToon NovelToon
Cerpen Misteri Dan Horor

Cerpen Misteri Dan Horor

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu
Popularitas:109
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

cerita pendek misteri dan horor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2_Sosok menyerupai ibuku part2

Tok...

Tok...

Tok...

Ketukan di pintu semakin keras. Suara itu menggema ke seluruh kamar, membuat dinding tua bergetar pelan.

"Nisa..." panggil suara dari luar. Kali ini terdengar lembut, sama persis seperti suara ibunya. "Sayang... buka pintunya. Ibu kedinginan."

Tubuh Nisa membeku. Air matanya terus mengalir tanpa mampu ia bendung. Tangannya gemetar hebat, sementara napasnya memburu.

Di dalam lemari...

Ibunya masih meringkuk sambil menutup mulut dengan kedua tangan. Seluruh tubuh wanita itu bergetar hebat.

"Jangan dibuka..." bisiknya lirih. Wajahnya pucat pasi, matanya dipenuhi ketakutan yang begitu dalam. "Apa pun yang terjadi... jangan pernah buka pintunya."

"Ibu..." isak Nisa. Bibirnya bergetar hebat. "Sebenarnya... siapa yang di luar itu?"

Sang ibu memejamkan mata. Air mata menetes satu per satu di pipinya.

"Itu bukan manusia..." ucapnya lirih. Suaranya tercekat oleh rasa takut yang selama ini ia pendam. "Dia sudah mengikutiku... sejak aku masih seusiamu."

Nisa menatap ibunya dengan mata membelalak.

"Mengikuti Ibu?" tanyanya pelan. Dadanya terasa sesak.

Sang ibu mengangguk perlahan.

"Dulu... Ibu pernah tersesat di sebuah hutan saat pulang dari rumah nenekmu." Napasnya memburu. "Saat itu hari sudah malam. Aku mendengar seseorang memanggil namaku... memakai suara nenekmu."

"Ibu percaya?" tanya Nisa.

"Aku percaya..." jawab sang ibu sambil menangis. Bahunya bergetar hebat. "Aku mengikuti suara itu... sampai akhirnya aku melihat seseorang yang wajahnya persis seperti nenekmu."

Nisa menelan ludah.

"Lalu?" tanya Nisa makin penasaran.

"Waktu itu... nenekmu yang asli datang sambil berteriak memanggilku dari arah belakang." lanjutnya.

Suara ketukan di pintu kembali terdengar.

DUK!

DUK!

DUK!

"Nisa..." panggil sosok itu lagi. Nada suaranya mulai berubah serak. "Kenapa kau lama sekali? Bukakan pintunya..."

Sang ibu menutup telinga.

"Dia suka meniru suara orang yang kita cintai..." bisiknya sambil menangis. "Kalau kita percaya... dia akan mengikuti kita seumur hidup."

"Kenapa dia mengikuti Ibu?" tanya Nisa. Wajahnya dipenuhi ketakutan.

"Aku sempat menjawab panggilannya..." jawab sang ibu lirih. "Sejak malam itu... dia tidak pernah benar-benar pergi."

Tiba-tiba...

Brakkk!

Seluruh rumah berguncang. Lampu kamar berkedip-kedip. Cahaya kuning redup menyala lalu padam berkali-kali.

Di luar terdengar suara tawa.

"Hehehehehe..."

Tawanya lirih.

Namun perlahan berubah menjadi suara yang berat dan mengerikan.

"Hahahahaha...!"

Nisa spontan memeluk ibunya.

"Aku takut, Bu..." ucapnya sambil menangis tersedu-sedu. Tubuhnya gemetar hebat.

Sang ibu memeluk putrinya erat.

"Maafkan Ibu..." bisiknya. Air mata mengalir tanpa henti. "Seharusnya Ibu tidak pernah membawamu tinggal di rumah ini."

Tiba-tiba...

Suara dari luar kembali terdengar.

"Nisa..." panggil suara itu lagi.

Kali ini bukan hanya suara ibunya. Suara itu berubah menjadi suara mendiang ayahnya.

"Nak..." panggilnya lembut. "Ayah pulang..."

Nisa membeku. Air matanya mengalir semakin deras.

"Itu... suara Ayah..." bisiknya lirih.

Sang ibu langsung menggenggam tangan Nisa erat.

"Jangan dengarkan!" bentaknya dengan wajah panik. Matanya memerah dipenuhi ketakutan. "Dia bisa menjadi siapa saja!"

Di luar...

Suara itu kembali berubah. Kini terdengar seperti suara sahabat Nisa. Lalu berubah lagi menjadi suara guru sekolahnya.

Kemudian menjadi suara anak kecil yang menangis memilukan. Semua bercampur menjadi satu.

"Nisa..."

"Bukakan..."

"Tolong..."

"Kami kedinginan..."

Suara-suara itu menggema dari segala arah.

Nisa menutup kedua telinganya sambil menangis histeris.

"Tolong berhenti!" teriaknya. Wajahnya basah oleh air mata.

Mendadak...

Seluruh suara itu menghilang. Rumah menjadi sangat sunyi. Tapi kesunyian yang justru terasa lebih menyeramkan.

Beberapa detik kemudian...

Terdengar suara langkah kaki dari atas plafon.

Duk...

Duk...

Duk...

Langkah itu berhenti tepat di atas kamar mereka.

Lalu...

Terdengar suara cakaran panjang.

Kreeeet...

Kreeeet...

Seolah kuku yang sangat panjang sedang menggores kayu langit-langit.

Sang ibu mendongak perlahan. Wajahnya langsung kehilangan warna.

"Dia..." bisiknya dengan bibir bergetar. "Dia sudah masuk ke loteng."

Belum sempat mereka bergerak...

Terdengar suara benda berat merangkak di atas kepala mereka.

Bruk...

Bruk...

Bruk...

Debu-debu halus berjatuhan dari plafon.

Kemudian...

Muncul retakan panjang.

Krak...

Krak...

Krak...

Nisa memeluk ibunya semakin erat.

"Ibu..." tangisnya pecah. "Apa yang harus kita lakukan?"

Sang ibu menatap putrinya dengan mata berkaca-kaca.

"Hanya ada satu cara..." ucapnya lirih. Senyumnya tipis, tetapi dipenuhi kepasrahan.

"Cara apa?" tanya Nisa dengan napas memburu.

"Aku harus menghadapinya..." jawab sang ibu. Tatapannya berubah tegas meski air mata masih mengalir.

"Tidak!" teriak Nisa sambil menggeleng keras. "Aku tidak akan membiarkan Ibu pergi!"

Sang ibu mengusap pipi putrinya dengan tangan yang dingin.

"Dengarkan Ibu..." katanya lembut. Senyum penuh kasih tersungging di wajahnya. "Kalau nanti apa pun yang terjadi... jangan pernah melihat wajah makhluk itu."

Air mata Nisa mengalir semakin deras.

"Ibu..."

Belum sempat kalimatnya selesai...

BRAAAKK!!

Plafon kamar jebol. Serpihan kayu berjatuhan ke lantai.

Di tengah debu yang mengepul...

Sesuatu merangkak turun dengan gerakan patah-patah. Rambutnya panjang menutupi wajah.

Namun tubuhnya... Persis seperti tubuh ibunya.

Lalu perlahan... Makhluk itu mengangkat kepalanya.

Di balik helaian rambutnya...

Terlihat sepasang mata putih tanpa bola mata... Dan sebuah senyuman yang robek hingga ke kedua telinga.

"Akhirnya..." bisiknya dengan suara yang sama persis seperti suara sang ibu.

"Aku menemukan kalian..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!