NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipermalukan

Keesokan paginya, suasana di ruang rapat utama tampak sangat formal. Liztha datang lebih awal dengan penampilan yang sangat memukau. Ia mengenakan kemeja sutra yang pas di badan dan rok span yang menonjolkan bentuk tubuhnya. Riasan wajahnya pun dibuat sangat sempurna, namun tetap terlihat profesional. Ia sengaja memilih kursi yang posisinya paling pas untuk bisa menatap langsung ke arah kursi CEO.

Tepat jam delapan, pintu terbuka. Zavian masuk dengan langkah tegap, didampingi asistennya. Auranya begitu mendominasi hingga ruangan yang tadinya berisik mendadak sunyi senyap.

Zavian langsung duduk dan membuka berkasnya tanpa basa-basi.

"Kita mulai," ucapnya dingin, suaranya berat dan berwibawa.

Liztha mencoba mencari celah. Saat tiba gilirannya memberikan laporan singkat dari departemen keuangan, ia sengaja berdiri dengan anggun dan memberikan senyuman paling manis yang ia miliki.

"Selamat pagi, Pak Zavian. Saya Liztha, perwakilan dari departemen keuangan. Untuk laporan kuartal ini..."

"Langsung ke intinya saja, jangan bertele-tele. Saya tidak punya banyak waktu untuk pembukaan yang terlalu lama," potong Zavian tanpa sedikit pun mengangkat wajahnya dari berkas di depan meja.

Senyum Liztha membeku seketika. Wajahnya terasa panas karena merasa malu di depan manajer lainnya. Alih-alih mendapatkan tatapan kagum, ia justru hanya dianggap seperti angin lalu oleh bos barunya itu. Zavian benar-benar pria yang kaku dan hanya peduli pada efisiensi kerja.

Rapat baru berjalan lima belas menit, tapi Liztha merasa seakan satu abad lamanya. Ternyata pesonanya yang selama ini selalu berhasil meluluhkan hati banyak pria, sama sekali tidak mempan untuk seorang Zavian Zovano Adiwilaga.

Selang satu jam kemudian, rapat pun sudah selesai.

"Rapai selesai. Selamat bekerja kembali" ucap Zavian, lalu berdiri dari duduknya, diikuti sang asisten.

***

Sepanjang hari itu, suasana hati Liztha benar-benar buruk. Rasa kesal menyelimuti hatinya karena dipermalukan secara halus oleh Zavian di ruang rapat tadi pagi. Baginya, diabaikan seperti itu adalah penghinaan besar bagi harga dirinya. Semua pekerjaan terasa salah di matanya, dan siapapun yang berpapasan dengannya seolah menjadi sasaran kekesalannya.

Saat Liztha berjalan menuju pantry, ia tidak sengaja mendengar dua orang staf dari departemen lain sedang berbisik sambil melirik ke arahnya.

"Iya, tadi di ruang rapat katanya dia dicuekin habis-habisan sama Pak Zavian. Padahal dandanannya sudah niat banget," bisik salah satu dari mereka sambil menahan tawa.

Langkah Liztha terhenti. Matanya berkilat marah. Ia langsung berbalik dan menghampiri kedua wanita itu.

"Kalian nggak punya pekerjaan lain sampai harus mengurusi penampilan orang?" bentak Liztha ketus.

"Kalau mau gosip, sana ke pasar! Ini kantor, jangan sampai mulut kalian bikin saya lapor ke HRD!"

Kedua staf itu langsung terdiam dan mendelik pada Liztha.

"Nggak usah dok ngebos. Diantara kita nggak ada jabatannya yang lebih tinggi." Kata salah satu dari mereka.

"Lagian kege-eran banget. Kita tuh lagi ngomongin orang yang lagi coba cari perhatian ke Pak Zavian, tapi nggak ditanggapi sedikitpun. Kan kasihan..." Kedua orang itu terkekeh, lalu buru-buru pergi. Liztha mengembuskan napas kasar. Tangannya mengepal kuat menahan geram.

"Mereka sudah berani terang-terangan menyindirku. Hari ini semua orang sangat menyebalkan. Lihat saja, jangan panggil aku Liztha kalau tidak bisa menaklukan Zavian yang sok jual mahal itu." Sungutnya. Mata wanita itu menatap tajam punggun kedua temannya itu, seakan ingin melubanginya.

Tak lama setelah ia kembali ke meja kerjanya, sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya dari Rayyan:

"Masuk ke ruangan saya sekarang!"

Liztha mendengus, namun ia tetap bangkit dan berjalan menuju ruangan Rayyan. Di depan staf lain, ia tampak seperti bawahan yang dipanggil atasannya. Begitu masuk, ia langsung menutup pintu rapat-rapat.

Rayyan berdiri di balik mejanya, menatap Liztha dengan pandangan menyelidik yang sangat tidak nyaman.

"Ada apa, Pak manajer? Ada pekerjaan tambahan?" tanya Liztha dengan nada menyindir.

"Ada apa denganmu hari ini, Liztha?" tanya Rayyan dengan suara rendah yang ditekan agar tidak terdengar ke luar ruangan. "Penampilanmu berlebihan. Lebih rapi, dandanannya jauh lebih cantik, bahkan parfummu sangat menyengat. Kamu sedang berusaha memikat Pak Zavian sepeeti cewek-cewek lain di luaran sana? Ingat, kamu itu punya aku!"

Liztha melipat tangannya di dada.

"Aku hanya ingin tampil profesional di depan CEO baru. Memangnya salah?"

"Jangan bohong. Aku melihat cara kamu menatapnya di rapat tadi, Liz," bisik Rayyan dengan nada cemburu yang kental.

"Jangan sampai kamu mempermalukan diri sendiri dengan mengejar laki-laki seperti dia. Ingat, dia itu bos besar."

Liztha maju selangkah, menatap Rayyan dengan berani.

"Dan jangan lupa, Ray, statusmu itu masih suami wanita lain. Jadi jangan bersikap seolah-olah kamu punya hak untuk mengatur hidupku atau kepada siapa aku harus menaruh hati. Aku bukan milikmu!"

Rayyan terdiam, wajahnya mengeras menahan amarah sekaligus malu. Kata-kata Liztha benar-benar memukul egonya sebagai seorang pria dan sebagai atasan.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Liztha berbalik dan keluar dari ruangan itu dengan langkah angkuh, meninggalkan Rayyan yang hanya bisa mengepalkan tangan di balik mejanya.

***

"Pak, jadi kapan Rayyan dan Ayra bercerai? Ibu rasanya udah gak sabar pengen punya menantu baru yang lebih cantik, lebih pintar, dan kaya. Biar gak usah jadi beban keluarga seperti si Ayra itu," ujar Elly setengah mengumpat menantunya. Ia meletakkan cangkir tehnya dengan gerakan kasar ke atas meja.

"Bu! Punya rasa empati sedikit, tidak? Bapak itu sangat merasa berdosa sama dia. Tidak bisa memenuhi amanat terakhir ibunya. Apalagi Ayra itu anak yatim piatu dan Rayyan malah sudah menyakitinya lahir batin!" sahut Herman dengan suara berat dan bergetar, menatap istrinya dengan sorot mata penuh kekecewaan.

"Amanat apa, Pak? Menjaga anak yang cuma bisa menyusahkan?" Elly mencibir, matanya menyipit.

"Sejak awal si Ayra masuk ke keluarga ini, apa yang dia bawa? Tidak ada! Malah Rayyan yang harus banting tulang sendiri. Sekarang mumpung mereka sudah pisah rumah, ini waktu yang pas buat Rayyan cari yang sepadan. Yang bisa bantu kariernya, bukan yang cuma bisa diam di rumah nunggu gaji bulanan suami!"

Herman hanya bisa menarik napas kasar dan menghembuskannya sekaligus. Sebenarnya dia pun tengah merasa gundah. Tadi pagi di kantor, dia mendapat teror dari orang tak dikenal yang mengiriminya foto saat ia dan Ayra tengah berpelukan di pertemuan terakhir mereka di Jakarta. Saat Ayra meminta izin untuk melepaskan Rayyan. Padahal itu murni pelukan seorang ayah pada putrinya. Entah siapa orang itu dan dari mana dia mendapatkan foto tersebut.

Herman berdiri dari kursinya, napasnya memburu.

"Uang dan jabatan hanya bersifat sementara, Bu. Jika Allah berkehendak, dalam sekejap semua itu bisa diambil-Nya kembali dengan mudah. Sementara Ayra itu menantu yang berbakti! Selalu sopan dan perhatian sama kita. Dia juga sudah kehilangan bayinya, dan sekarang harus kehilangan suaminya karena tingkah bajingan putramu itu. Apa Ibu tidak takut kena kualat?"

"Kualat itu kalau kita membiarkan anak kita hidup susah, Pak!" balas Elly tidak mau kalah, ia ikut berdiri dan menantang tatapan suaminya.

"Pokoknya Ibu akan terus desak Rayyan. untuk secepatnya bawa surat cerai itu ke hadapan Ayra!"

Herman hanya bisa mengelus dada, tidak sanggup lagi berkata-kata menghadapi kerasnya hati sang istri. Ia memalingkan wajah, menatap ke arah luar jendela dengan perasaan bersalah yang semakin menghimpit. Ditambah teror fitnah yang akan menjadi masalah baru sebelum masalah yang satu terselesaikan.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nurlisa
cerita nya bagus Thor, sempet ke hapus aplikasi ini jadi baca dr awal🤭
antha mom
judul novel "aku menyerah" tapi yang dibaca serasa film action yang pemeran utama nya Marissa 🤣🤣
Brilliante Brillia: itu berarti anda tidak memahami isinya. 🤣🤣
total 1 replies
Suhadi
thor, jangan bikin nama sama thor, kirain Marissa si pengacara sama orangnya sama adik ipar zavian..
Suhadi
nggak apa lah jdi janda muda, toh udah dapat duit..buat cari laki baru, kamu yg bodoh Rayyan...😄😄😄🤭🤭
Suhadi
suka perempuan pintar kayak gini, drpd yg meninggalkan rumah tanpa bawa apa2, cuma bawa daster rombeng karna harga diri, bravo ayra...💪💪
Lendra
ceritanya bagus, tapi tidak semua tokoh ahirnya diceritakan. seperti rayyan dan anindya ahirnya seperti apa, ibu, ayah serta adik2nya rayyan, tapi keseluruhannya aku suka
Inooy
ini cerita bagus banget klo menurut aq, kenapa?? karena ini novel perdana bagi ka othor tp udh bagus bangeeett...👍👍
kebanyakan nya novel perdana yg pernah aq baca, hampir 75% amburadul, selain alur nya loncat2 banyak bertebaran typo yg bikin kepala puyeng..d tambah terkadang cerita nya suka kluar jalur....
tp yg iniiii,,bintang 5 rasa nya kurang utk sekelas novel perdana..cerita nya bagus, alur nya jelas minim typo lg pokok nya totalitas bgt cerita nya,,dn yg bikin aq suka bangeeett..cerita generasi selanjut nya d bikin satu novel, g kaya novel2 lain yg suka bikin cerita tersendiri..yg terkadang bikin aq males baca nya....😁
dengan cerita sebagus ini, aq curiga nih kaka othor nya lulusan bahasa ato penulis prof...🤭

makasih banyak2 kaka udh bikin karya sebagus ini, aq benar2 terhibur walaupun d bikin tegang dengan kesadisan nya 😁
sukses teroos y kaa dn semangat teroos bikin cerita2 indah nya 💪🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Inooy
akhir nya tamat jg!!!
aq suka banget cerita nya, d awal aq pernah mengatakan klo nih cerita baru aq temuin karena tokoh utama nya seorang praktisi hukum..ternyata ini novel kedua


aq yg cerita nya beda dengan novel kebanyakan, yg pertama aq baca yg punya nya ka Icha..maaf y ka Ichaaa 🙏🤭
Brilliante Brillia: kl itu gak tau
total 3 replies
Inooy
koq aq ngebayangin Kenzie itu bocil imut yg jatuh hati ama mama Ayra 🤭..aq selalu gagal fokus d saat Kenzie panas2an ama Alara 😁

sumpah ka othor..otak aq g bisa d ajak kerjasama niih klo urusan nya ama Kenzie yg skarang 😂
Inooy
baru kemarin Kenzie manggil Ayra tante cantik,,skarang udh sah jd suami wanita cantik....
hidup g ada yg tau, kemarin Kenzie masih manja2an ama mama Ayra..masih suka ngintilin mama Ayra, skarang udh harus bertanggung jawab akan hidup seorang wanita cantik yg berpredikat istri.....
sebelum predikat mu berubah jd seorang suami,,tingkah mu terkadang nyeleneh..skarang jadilah seorang suami yg penuh tanggung jawab, contohlah papa Zavian,,skalipun banyak wanita cantik yg menggoda..tp hati papa Zavian hanya utk mama Ayra....

seneng nya aq, akhir nya Kenzie mendapatkan wanita selevel mama Ayra 🥰
Inooy
devinisi wanita g bersyukur kamu mah Sheer, hidup harus selalu d atas, kerjaan nongkrong d kafe dn shooping, tiap hari foya2 g mo ngebantu kerjaan suami...🤦‍♀️
sejelek jelek nya celengan semaaar, uups!!! dia itu suami mu Sher..kamu bisa hidup enak jg karena Gagah walaupun d jadiin istri yg k-3,,tp setidak nya kamu g terlunta lunta d jalanan..apalagi kamu jg udh d pecat ama Kenzie, lagian biarpun celengan semar dia g perhitungan lhoo,,yg penting kamu jd istri penurut!!

emg y klo dasar nya sombong dn suka ngerendahin orang, d kasih celengan semar jg g bersyukur,,padahal dia bisa memenuhi smua kebutuhan mu Sher..apalagi klo kamu nya penurut, kamu bisa jd kesayangan nya celengan semar lhoo 🤭
Inooy
gitu dong Aal,,jangan pernah menolak pria yg benar2 tulus terhadap qta..apalagi kluarga nya menyambut qta dengan tangan terbuka tanpa meliat dr mana qta berasal...dengan kamu menerima Kenzie, k depan nya kamu bakalan bahagia 🥺

inilah buah dr kesabaran mu Al,,Kenzie yg jatuh cinta ama kamu tanpa syarat..kluarga nya pun mo menerima kamu tanpa melihat status kamu...bonus nyaaa, Kenzie bukan pria sembarangan!!!
Ds Phone
akhir nya dapat jumpa ibu nya
Ds Phone
muking betul itu anak nya
Ds Phone
berlagak lagi dalam hidup
Yunita Sophi
klo dulu jujur apa kamu masih mau manerima Ayra...
Ds Phone
kena lah terima
Ds Phone
semua nya jadi tongan terbalik
Ds Phone
dia betul betul buat apa yang di acakap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!