NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:546.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Yvaine, ratu es yang legendaris di pasukan khusus, mengalami pengkhianatan dalam misinya. Dua tembakan menghantam tubuhnya, dan dia jatuh tak bernyawa di tempat.

Namun, ketika Yvaine membuka matanya lagi, dunia telah berubah. Kini dia menjadi nyonya rumah dari keluarga besar yang menyepelekan dirinya, seorang istri yang marah tapi diabaikan suaminya, dan seorang ibu yang anaknya juga tak pernah memperhatikannya.

“Kalau aku tidak salah, kita sudah bercerai. Sekarang kamu malah masuk ke rumahku, mantanku tercinta,” suara dingin sang mantan terdengar.

Yvaine mengangkat dagu, duduk di ujung sofa dengan kaki terlipat, menebarkan aura sombong yang tak terbantahkan. “Kalau begitu… kita bisa menikah lagi,” ujarnya dengan tenang tapi penuh tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

“Kak..” katanya gugup, “meskipun aku genit, tapi aku ini tipe yang ingin menikah, bukan jadi selingkuhan..”

Tatapan Yvaine berubah dingin.

“Hah?” katanya pelan.

Hal itu membuat Louis langsung menyadari kesalahannya dan berdiri tegak.

“Aku bersedia!” katanya cepat. “Ini kehormatan besar! Aku siap menjalankan tugas sampai mati!”

Yvaine tersenyum puas.

“Bagus,” katanya.

Yvaine pun berdiri, ia merapikan pakaiannya.

“Aku sudah membuat janji dengan mantan suamiku,” lanjutnya tenang, “setengah jam lalu. Dia pasti sudah menunggu di kafe sebelah.”

Dia melirik Louis.

“Sekarang,” katanya ringan, “mainkan peranmu dengan baik.”

Louis menelan ludah, hatinya mendadak menegang, seolah ada sesuatu yang baru saja terlintas di benaknya.

Ia menelan ludah, lalu menatap Yvaine dengan hati-hati.

“Kak..” suaranya turun satu oktaf, penuh kehati-hatian, “yang kamu maksud setengah jam itu.. sebenarnya dihitung dari kapan?”

Pertanyaan itu tidak muncul tanpa alasan.

Sejak mereka masuk ke tempat ini, mulai dari duduk, memesan teh, berbicara panjang lebar, waktu sudah berlalu cukup lama. Bahkan, jika dihitung secara kasar, jelas sudah melewati satu jam penuh.

Namun selama itu, Louis tidak pernah melihat Yvaine menelepon siapa pun untuk membuat janji baru.

Artinya janji itu sudah dibuat sebelumnya.

Dan mereka pastilah sudah terlambat.

Yvaine yang duduk santai di kursinya tampak sama sekali tidak terpengaruh oleh pertanyaan itu. Ia hanya mengangkat kepalanya sedikit, melirik ke arah jam dinding di belakangnya, seolah baru sadar akan waktu.

“Oh..” gumamnya ringan, “ternyata sudah lewat satu jam.”

Nada suaranya begitu santai, seolah itu bukan masalah sama sekali.

Ia kembali menyesap tehnya, lalu menambahkan dengan acuh tak acuh, “Tidak apa-apa. Orang seperti dia sudah terbiasa membuat orang lain menunggu. Sesekali ia harus merasakan bagaimana rasanya menunggu, bukan?"

Louis terdiam, perlahan, ia menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap Yvaine dengan ekspresi campur aduk.

'Seperti biasanya, Kak Yvaine benar-benar tidak takut mati..'

Mereka bahkan belum bertemu secara langsung, tetapi Louis sudah bisa merasakan “aroma perang” di udara.

Ia bisa membayangkan dengan jelas bagaimana dua orang itu akanbbertatap muka nanti, pasti situasinya tidak akan sesederhana percakapan biasa.

Dan dia akan terjebak di tengah-tengahnya.

Louis menelan ludah.

'Apa aku masih sempat kabur sekarang?'

Namun, sebelum ia sempat benar-benar mempertimbangkan rencana pelarian, sudut pandangnya beralih ke sisi lain dari kafe..

Di dalam Direct Sun Cafe, dekat jendela besar yang menghadap ke jalan, seorang pria duduk dengan postur tegap di kursinya.

Aura yang mengelilinginya tidak biasa.

Ia tampak masih muda, sekitar awal dua puluhan, namun kehadirannya mampu menekan suasana di sekitarnya.

Setelan jas mahal yang dikenakannya pas sempurna, menegaskan garis tubuhnya yang proporsional. Setiap detail dari penampilannya mencerminkan status dan selera kelas atas.

Wajahnya sangat sempurna.

Garis rahangnya tegas, hidungnya tinggi, dan sepasang mata biru gelap, ciri khas darah campuran itu memberikan kesan dingin sekaligus memikat.

Tatapannya dalam, seolah mampu menembus siapa pun yang berani menatap balik.

Tak heran jika sejak ia duduk di sana, banyak wanita diam-diam melirik ke arahnya.

Beberapa bahkan tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka.

Namun, tidak satu pun dari mereka berani mendekat, bukan hanya karena aura dingin yang menyelimuti pria itu, tapi juga karena wanita yang duduk di hadapannya.

Di seberangnya, Sofia duduk dengan elegan, memegang majalah di tangannya. Ia tampak santai, tetapi matanya sesekali mengintip ke arah pria di depannya.

Saat ini, aura dingin yang memancar dari sepupunya itu semakin terasa jelas seiring berjalannya waktu.

Detik demi detik berlalu dan kesabaran Tobias semakin menipis.

Sudah satu jam penuh berlalu dari janji temu mereka, menyadari bahwa dirinya dipermainkan membuat rahangnya mengeras.

'Beraninya dia…'

Sofia, yang duduk di seberangnya, merasakan perubahan itu dengan jelas. Ia perlahan mengangkat majalahnya lebih tinggi, menutupi setengah wajahnya.

Dalam hati, ia menghela napas.

'Aura dingin sepupuku ini… makin lama makin mengerikan saja.'

Namun di balik itu, ada sedikit rasa penasaran yang tidak bisa ia sembunyikan.

'Seperti apa sih wanita ini? Ia berani menutup telepon Tobias, memaksanya datang kemari dan sekarang malah membuatnya menunggu selama satu jam.. Benar-benar nekat!'

Sofia bahkan tidak bisa menahan sedikit rasa kagum.

'Sayangnya mereka akan segera bercerai.. kalau tidak, ini pasti akan jadi tontonan yang sangat menarik ke depannya.'

1
Erni andi arifuddin
lalu apa gunanya semua pengawal dr mantan suaminya kl cuma melihat tampa membantu
Anonim
kok lama2 jadi bosen dh baca’a ya
awesome moment
gotcha
awesome moment
yvaine jd mak yg baik buat bocil
lestari budirahayu
yah Thor kok udahan sih
tobias dg cintanya blm kelar
nasib fania dan Yosep gimana blm ada kisah lanjutan ?

ayo Thor semangat /Pray/
Evi Goenharto
kok tamat
Evi Goenharto
bener kata org, benci ama cinta itu beda tipis ya thor
Rossa Miati
yahhh sdh selesai, padahal belum liat sepak terjangnya vaine diperusahaan ...😊, perjuangan tobias utk kembali dng mantan istrinya 😁
Ds Phone
ada lagi musuh meraka
Ds Phone
tak bolih buat apa kena turut
Ds Phone
bagus macam tu dari pad didenki selalu
falea sezi
kata katanya bkin q pusing thor
Ds Phone
dia sebab ada wanita itu
falea sezi
kebanyakan tokoh nya thor😒
Ds Phone
orang tua nya tak ada guna nya
falea sezi
nunggu kau nyesel🤣🤣 ini Sofia kayak jalang aja ya
Ds Phone
fikiran nya lagi laju
Ds Phone
atok nya lebih memahami
Ds Phone
datok nya datang
Ds Phone
ada apa yang jadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!