NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseharian

     Embun pagi masih setia menggantung di ujung dedaunan, memantulkan bias cahaya matahari yang baru saja bangkit dari peraduannya. Langit di ufuk timur membentang luas dengan gradasi warna jingga dan biru muda yang lembut. Udara yang dihirup terasa begitu segar, seolah menyapu bersih segala penat yang tersisa dari hari kemarin.

Suara burung berkicau bersahut-sahutan memberikan senandung nada lembut menyapa sinar mentari, Bejo belum terbangun, ia masih dalam tidur lelapnya.

Hingga pukul 08.00, 'Bejo baru membuka mata, ia melihat jam sebelum bangkit dari tempat tidurnya.

Kemudian Bejo bangkit dari tempat tidurnya.

"Huh.. dingin banget," seru Bejo.

Setelah selesai mencuci muka, Bejo membuka jendela setiap kamarnya dan ruang tengah. Kemudian ia pergi keluar, Bejo melangkah meninggalkan rumahnya menuju waduk.

Saat sampai waduk ringin, Bejo bertemu dengan beberapa teman yang beda sekolah.

"Mau kemana Jo?," tanya Riski.

"Mau beli nasi bungkus,"

"Hmm.. aku kira mau jalan-jalan disini,"

"Itu juga termasuk, tapi mau beli nasi bungkus dulu,"

Bejo melanjutkan langkah kakinya, ia meninggalkan Riski teman yang beda sekolah.

Riski bersama beberapa teman-temannya terus memandangi kepergian Bejo, mereka duduk beristirahat sejenak sambil menunggu Bejo yang akan kembali lewat sini.

"Itu beneran temenmu Ris?," tanya Ratna.

"Iya,"

"Ganteng juga,"

"Dasar buaya betina, lihat yang bersih dikit dah minat aja lu," seru Lela.

Tawa renyah para gadis muda terdengar pelan, Riski terdiam sejenak ia tau bagaimana kehidupan Bejo sehari-hari. Terbilang serba kekurangan tapi tidak pernah mengeluh akan takdirnya, hal itulah yang membuat Riski sangat menyukai Bejo.

"Mbah, nasi bungkus satu," ucap Bejo.

"Iya nak, kamu duduk dulu," balas Mbah Suminah.

Bejo duduk tidak jauh dari Mbah Suminah, ia memandang jalanan pagi ini sangat ramai orang berlalu lalang.

"Tumben jam segini nak Bejo?," tanya Mbah Suminah.

"Kesiangan saya Mbah." Jawab Bejo.

Bejo berdiri untuk membeli kerupuk udang di toko depan, tidak terlalu jauh hanya beberapa langkah saja.

"Ini Mbah uangnya," ucap Bejo.

"Bawa aja nak, ini Mbah kasih aja,"

"Tapi Mbah,-udah kamu bawa aja nak,"

"Terima kasih ya Mbah."

Mbah Suminah tersenyum, beliau melihat kepergian Bejo dengan senyum merekah.

Bejo menyebrang jalan, ia melangkah kembali melewati waduk ringin dengan jalan yang sama seperti sebelumnya.

Matahari pagi begitu sejuk menemani perjalanan pulang Bejo, ia berjalan santai sambil melihat air waduk yang jernih pagi ini.

Saat sampai rumah Bejo di kejutkan dengan Riski dan beberapa temannya, mereka duduk di teras depan rumah Bejo.

"Sejak kapan kalian disini?," tanya Bejo.

"Baru Jo,"

"Aku mau makan nasi bungkus dulu ya Ris, masuk aja kedalam,"

"Makasih Jo."

Bejo berjalan kebelakang, ia mengambil piring dan sendok. Bejo makan terlebih dahulu di belakang setelah selesai dia kembali kedepan.

"Huhh.. kenyang," seru Bejo.

"Tumben kamu siang baru beli nasi bungkus Jo?,"

"Kesiangan aku tadi,"

"Ohh begitu."

"Ada perlu apa kamu kerumah?,"

"Main aja Jo, emang gak boleh?,"

"Boleh aja, tapi kalian semua perempuan aku laki-laki sendiri jangan apa-apakan aku,"

Bejo menutupi tubuhnya, dengan tawa yang di tahan.

Riski yang melihat itu sangat kesal.

"Sialan kamu Jo. Kamu kira kita mau ngapain!!,"

"Bercanda."

Bejo tertawa kecil, lalu berdiri untuk mengambil air minum untuk Riski dan teman-temannya.

Satu jam lebih mereka berada di rumah Bejo, lalu pamit pulang karena hari semakin siang dan mereka belum makan juga. Sedangkan Bejo kebelakang rumah.

Bejo memperbaiki kandang ayam yang sudah rapuh, ia sudah menyiapkan bambu sudah lama. Rencana Bejo akan membeli ayam kampung seperti sebelumnya, agar bisa berkembang banyak lalu di jual untuk kebutuhan.

Tidak berhenti di situ juga, Bejo minggu ini sangat sibuk. Dari memperbaiki kandang ayam lalu membuat kolam ikan lele di samping rumah yang belum jadi sejak lama.

Untungnya Jarot dan Dirga datang pada siang hari, mereka membantu Bejo membuat kolam ikan lele sederhana. Bejo melanjutkan memperbaiki kandang ayam, hingga sore hari tiba mereka semua baru selesai.

"Mau ke sumber mata air lagi gak?," tanya Bejo.

"TIDAK."

Dengan kompak dan pandangan bersamaan, Jarot dan Dirga memandang kearah Bejo.

Bejo tersenyum kecil, dia tau kalau teman-temannya takut sama juga dengan dirinya.

"Mandi di rumahmu aja Jo, gantian," ucap Jarot.

"Terserah kalian aja," balas Bejo.

Dirga pergi dahulu, karena dia sudah tak tahan dengan lengket di seluruh tubuhnya.

"Kok kemarin bisa lu ketemu tuh cewek Jo?," tanya Jarot.

"Gua ketemu di minimarket," jawab Bejo.

"Terus, kenapa kalian berduaan di cafe pojok?,"

"Adalah pokoknya,"

Jarot menyipitkan mata, ia merasa curiga dengan jawaban Bejo.

"Kenapa lu liat gua seperti itu?,"

"Curiga gua sama lu,"

"Gua ada apa-apa sama dia, cuman dia cerita aja kemarin dan suruh ambil barang di rumahnya," jelas Bejo.

"Hmm.. di suruh kerumahnya, apa jangan-jangan!!."

Jarot senyum menyeringai, ia menatap ke Bejo penuh arti dan tebakan dalam pikirannya.

Bejo menghela napasnya, ia tidak bisa lagi menjelaskan sepenuhnya apalagi dengan sikap Jarot yang seperti itu.

"Terserah lu lah Rot,"

"Bercanda Jo, jangan marah lah.. xixixixi..."

Jarot tertawa kecil melihat Bejo sepertinya kesal dengannya.

Tok...

"Aduh.. sakit Jo,"

Bejo meninggalkan Jarot setelah melihat Dirga telah selesai mandi, setelah Bejo selesai mandi kini giliran Jarot.

Bejo dan Dirga duduk di ruang tengah, kopi di tambah singkong goreng begitu nikmatnya. Apalagi hujan rintik-rintik sore ini, namun ketenangan mereka terganggu oleh teriakan Jarot.

"ARGHHHH... JURIKKK..."

Jarot lari tanpa memakai handuk, membuat Bejo dan Dirga yang menghampirinya tertawa terbahak-bahak.

"Lu kenapa Rot?," tanya Dirga.

"Di-di-disitu ada setan perempuan," jawab Jarot, terbata-bata.

Bejo melihat kedalam kamar mandi, tidak ada apa-apa hanya ada handuk yang menggantung.

"Mana sih Rot?, gak ada apa-apa disini," seru Bejo.

Jarot melangkah mendekati Bejo, lalu ia melihat kamar mandi yang kosong tanpa ada sosok yang di ucapkan.

"Beneran Jo tadi ada wajah perempuan," ucap Jarot.

"Halu aja lu Rot, dah sana lanjutin mandimu. Belalaimu di makan setan kalau gak sadar-sadar," balas Bejo.

Kemudian dia tertawa bersama Dirga.

Jarot menggaruk kepalanya, merasa malu walaupun mereka juga sering mandi di sumber bersama.

Setelah selesai Jarot kembali kedepan dengan wajah sedikit pucat. Bejo yang melihat itu, memegang dahinya.

"Anterin tuh Jarot Dir, panas tuh dia," ucap Bejo.

"Wah ketempelan itu Jo,"

"Dah sana bawa kemana saja, kasihan tuh Jarot pucat seperti itu," ujar Bejo.

"Oke Jo."

Dirga membawa Jarot pergi, sedangkan Bejo bersiap-siap menuju rumah Intan. Dalam perjalanan menuju rumah Intan, Bejo merasakan hawa yang sangat aneh, entah apa itu perasaannya sangat tidak nyaman.

Hingga sampai rumah Intan, Bejo terdiam tanpa bergerak melihat rumah yang sangat besar seperti istana. Rumah berwarna putih bersih, dan ada beberapa mobil di depan rumah.

Akan tetapi perasaan aneh Bejo terus menggerus pikirannya, bisikan seseorang lalu sentuhan lembut entah darimana membuat Bejo semakin tidak begitu nyaman di depan rumah Intan.

1
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
Eliermswati
wah cerita nya mkn seru thor q suka bngt😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
wah thor bkin penasaran nih jngn2 d rmh bejo ad tamu tak d undang yg nm nya geser laki sm mb kunti😂😂😂smngt thor up nya
D.P. Auzora.
Kalau itu sudah ada nanti, kemungkinan sama akhir bulan depan Aldi akan kembali juga. ada kejutan pokoknya tunggu saja 😊🙏
Eliermswati
g klh seru sm cerita aldi y thor, tp bnran kn thor nnti d cerita in ad aldi nya jg soalnya dah kangen nih😍smngt thor up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!