Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31 rencana busuk Shahnaz
Udara terasa sedikit panas,
Ketika Biel baru saja sampai di halaman rumahnya,
namun ia sudah di kejutkan dengan keberadaan sebuah mobil mewah di halaman rumahnya itu.
Rumah yang merupakan peninggalan orang tua angkatnya.
Kemaren ia mendapat cuti dari Jokey, dan kesempatan itu ia gunakan untuk menemui Cryssy.
Seharian kemaren ia berada di sana menemani Cryssy, dan pagi tadi ia baru memutuskan pulang.
Dan sekarang ia malah di kejutkan dengan sebuah mobil mewah yang sudah terparkir rapi di halaman rumahnya itu.
Ia merasa tak membuat janji dengan siapapun,
Ia juga tak merasa pernah kenal dengan seseorang yang memiliki mobil seperti itu.
Apakah itu Erick ?!
Cicitnya di dalam hati,
pasalnya sejak malam itu, sudah lama ia tak lagi bertemu dengan laki laki itu.
Erick pun tak lagi pernah terlihat di club.
Biel turun dari motornya dan kemudian melepas helmnya.
Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan berat ketika ia menyadari sesuatu.
Pintu rumahnya terbuka...
Padahal,
Kunci rumah itu ada padanya.
Biel melangkah tegap dengan langkah berat menuju pintu rumahnya.
Jujur ia sedikit merasa takut ketika ia memikirkan siapa sosok yang bisa masuk ke dalam rumahnya tanpa kunci itu.
Jika masuk ke dalam rumah seseorang tanpa kunci saja orang itu mampu,
entah hal gila apalagi yang mampu orang itu lakukan.
Hati Biel diam diam bergidik membayangkan siapa orang itu.
Sampai di ambang pintu, Biel melihat seorang wanita sedang berdiri membelakanginya.
Wanita itu berdiri tepat di hadapan bingkai foto yang berada di atas meja yang menempel di dinding.
Foto yang menampilkan dirinya bersama keluarga angkatnya.
" siapa kau ?! kenapa kau bisa masuk kedalam rumahku ?! " ucap Biel.
Dan suaranya itu mampu membuat wanita itu memutar tubuhnya dan menghadapnya dengan tepat.
Tubuh Biel seketika terasa membeku ketika ia melihat siapa sosok wanita itu.
perlahan tapi pasti, tubuhnya mulai gemetar pelan tanpa bisa ia kendalikan.
Wanita di hadapannya itu....
Dia adalah wanita yang paling bertanggung jawab atas kehidupannya yang hancur dan berantakan seperti sekarang ini.
Bayang bayang perlakuan buruk wanita itu yang ia terima sejak kecil dulu di rumah besar keluarga Lee,
Hingga kejadian kejadian buruk yang hampir merenggut nyawanya kembali berputar indah di kepalanya.
Dan ia tahu...
Itu karena sosok wanita yang kini berada di tengah tengah ruangan itu.
( nyonya Shahnaz.....) desis Biel di dalam hati.
" kenapa diam saja ?! Kau tidak berniat menyapaku anak haram ?! " ucap Shahnaz dengan nada penuh ejekan dan tatapan yang begitu merendahkan.
Ya.....
Wanita itu memang Shahnaz,
Setelah memikirkan banyak hal termasuk nasehat yang di ucapkan oleh Erea kepadanya tentang ancaman yang akan mengancam keberlangsungan bisnisnya.
Shahnaz akhirnya memutuskan untuk menemui Biel.
Ia tak mau kehilangan pabrik uangnya, dan satu satunya cara adalah menggenggam Biel dalam genggamannya.
" ada tujuan apa nyonya datang kemari ?! aku tak lagi tinggal di rumah besar itu dan aku tak lagi berurusan dengan rumah besar itu " ucap Biel berusaha setenang mungkin.
Ia tak mau Shahnaz mengetahui ketakutannya.
Shahnaz tersenyum licik,
Ia menoleh kembali ke arah bingkai foto yang terpampang di atas meja di belakang tubuhnya.
Tangannya terulur meraih bingkai foto itu,
Nafas Biel seolah tertahan melihat hal itu.
" keluarga yang bahagia.....
sungguh ini seperti potret keluarga bahagia " ucap Shahnaz sambil mengusap kaca dari bingkai foto itu.
" di mana mereka sekarang ?! Kenapa kau sendirian dan rumah ini nampak kosong ?! " cicit Shahnaz dengan wajah bodohnya.
Biel diam tak menjawab.
Ia hanya menatap tak berkedip ke arah Shahnaz.
" aw....aku lupa...
tentu sekarang mereka sudah berada di kuburan kan ?! " lanjut Shahnaz lagi masih dengan memasang wajah bodohnya dan masih dengan menatap Biel.
" dan kini hanya tinggal pemuda cacat itu yang bersamamu...
aku benarkan ?! " imbuh Shahnaz lagi.
Biel terhenyak,
Ucapan terakhir Shahnaz sungguh membuatnya kian takut.
Shahnaz meletakkan bungkai foto yang ia pegang kemudian ia melangkah mendekat kepada Biel sambil mengambil sesuatu dari tasnya.
Ponsel,
Shahnaz mengutak Atik sejenak ponselnya sebelum ia kembali melangkah mendekat kepada Biel.
Setelah dekat, wanita itu menunjukkan ponselnya kepada Biel.
Wajah Biel seketika berubah pias dan tubuhnya terasa membeku tiba tiba ketika ia menatap pada layar ponsel yang Shahnaz tunjukkan padanya.
Layar ponsel yang menunjukkan seseorang sedang terbaring lemah tak berdaya di atas brangkar rumah sakit dengan berbagai selang medis di hampir seluruh tubuhnya.
Tubuh Biel berubah menegang,
Jemarinya meremas kuat di kedua sisi tubuhnya.
Cryssy.....ia tahu itu adalah Cryssy,
Biel menarik nafas pelan,
ternyata benar dugaannya, orang yang mampu masuk ke dalam rumahnya tanpa kunci dan ternyata itu adalah Shahnaz memang sangat mengerikan,
Wanita itu bahkan bisa tahu tentang Cryssy yang sebenarnya selama ini sudah ia sembunyikan jauh jauh.
" apa yang sebenarnya kau inginkan....nyonya ?!
aku tak mengambil sepeserpun uang dari rumah besar Lee " ucap Biel dengan suara bergetar.
Ia sedang mati matian menahan rasa takut sekaligus cemas.
Jujur....
Sosok di hadapannya itu benar benar mampu membuatnya takut,
Jiwanya meremang.....
Dan baru kali ini ia merasakan rasa takut yang begitu mencekam jiwanya seperti ini.
Entah sosok seperti apa sekarang wanita itu, namun yang jelas....
Biel yang selama Ini telah berubah menjadi sosok berjiwa keras tanpa rasa takut.
Tiba tiba merasa keder ketika berhadapan dengan Shahnaz.
Apalagi ia sangat mengkhawatirkan Cryssy.
" kau bertanya tentang apa yang aku inginkan ?! " tanya Shahnaz balik dengan kembali menarik tangannya yang masih memegang ponsel.
Biel diam tak menjawab.
" turuti semua kata kataku,
jangan berani kau membantah apalagi melawanku jika kau masih ingin laki laki itu bernafas " ucap Shahnaz dengan menatap Biel tajam.
" jangan sentuh dia " Biel berucap dingin, netranya membalas tatapan Shahnaz.
Walau gentar....
tapi ia tak mau Shahnaz menyadari itu.
" ha ha ha .....luar biasa " Shahnaz tertawa mendengar ucapan Biel yang bernada ancaman di telinganya.
" sepertinya sekarang kau sudah berubah menjadi seorang pemberani,
kau lupa siapa aku hah ?!
hingga kau berani mengangkat wajahmu seperti itu di hadapanku ?!!! " sentak Shahnaz.
Biel masih diam tak menjawab.
" jangan sentuh dia....." hanya itu kata yang keluar dari bibir Biel.
Seringai di wajah Shahnaz perlahan menghilang dan berganti dengan wajah gelap yang memberikan.
Kedua netranya menatap Biel dengan tajam dan dingin.
Wanita itu kian melangkah begitu dekat kehadapan Biel.
kemudian ia menjulurkan kepalanya tepat di telinga Biel.
" kalau begitu,
lakukan semua yang aku perintahkan.....karna jika tidak....
Kau tahu apa yang bisa aku lakukan, jangankan menghabisi manusia sekarat itu....
Menghabisimu sekarang juga aku mampu " ucapan Shahnaz begitu sarat ancaman menyapa gendang telinga Biel.