NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26 Amplop Putih

Ruangan itu menjadi saksi bisu kehancuran seorang ibu. Tangis histeris Kirana akhirnya perlahan mereda, menyisakan isak-isak kecil yang menyayat hati. Bahu ringkihnya masih naik turun dengan ritme yang tak beraturan. Di atas pangkuannya, kedua tangannya yang bergetar hebat terus meremas gumpalan tisu yang telah basah dan hancur oleh air mata.

Dokter Laras, psikolog paruh baya yang duduk di seberangnya, tidak buru-buru memotong atau berbicara. Wanita itu memiliki sorot mata keibuan yang sangat teduh. Ia membiarkan Kirana mengeluarkan seluruh sesak, amarah, dan rasa sakit yang selama berhari-hari ini dipendamnya sendirian di balik topeng kesombongannya.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang hanya diisi oleh embusan napas berat. Setelah bahu Kirana mulai sedikit tenang, wanita itu baru membuka suara.

“Kirana.”

Kirana perlahan mengangkat wajahnya yang sembap dan memerah. Tatapannya kosong, seolah sebagian jiwanya masih tertinggal di jalanan aspal tempat kecelakaan maut itu terjadi.

“Apa saya boleh bertanya satu hal sama kamu?” tanya Dokter Laras pelan.

Kirana mengusap sudut matanya yang kembali basah, lalu mengangguk pelan. “Silakan, Dok.”

Dokter Laras mencondongkan tubuhnya sedikit. “Kalau hari ini bayi kamu masih ada di sini, melihat ibunya menangis seperti ini. Menurut kamu, apa yang dia inginkan dari ibunya?”

Pertanyaan sederhana nan mematikan itu membuat seluruh tubuh Kirana membeku. Udara di sekitarnya seakan tersedot habis. Air matanya yang tadi sempat reda, kembali menetes deras tanpa bisa dicegah.

“Dia...” Bibir Kirana bergetar hebat. Ia mencengkeram dadanya yang terasa seolah ditusuk ribuan jarum. “Dia... pasti ingin saya bahagia, Dok.”

“Benar.” Dokter Laras tersenyum sangat lembut.

“Seorang anak, sekecil apa pun jiwanya, tidak pernah ingin melihat ibunya hancur. Dan dia pasti tidak ingin melihat ibunya terus-menerus menyalahkan diri sendiri atas kepergiannya.”

Kirana menunduk dalam-dalam. Tangisnya kembali menguat.

“Tapi semua ini murni salah saya, Dok! Ini salah saya!” jeritnya tertahan, meremas gaunnya.

“Kalau saja waktu itu saya menurut dan tidak keluar rumah. Kalau saja saya lebih hati-hati saat menyeberang. Kalau saja saya bisa melindungi perut saya., anak saya pasti masih hidup sekarang!”

Dokter Laras menggeleng pelan. Ia menyodorkan kotak tisu yang baru ke hadapan Kirana.

“Namanya trauma yang mendalam, Kirana, selalu membuat otak kita mencari seseorang untuk disalahkan. Dan biasanya orang pertama yang paling mudah untuk disalahkan adalah diri kita sendiri,” jelas Dokter Laras dengan nada menenangkan.

“Padahal, belum tentu itu kesalahan kamu. Kecelakaan itu terjadi murni di luar kendali kamu.”

“Tapi saya gagal, Dok! Saya gagal menjaganya!” Kirana meraung pilu. “Ibu macam apa saya ini? Saya gagal melindungi darah daging saya sendiri....”

“Bukan.” Dokter Laras memotong dengan nada yang jauh lebih tegas, menatap lurus ke dalam sepasang mata Kirana yang hancur.

“Kamu tidak gagal, Kirana. Kamu kehilangan seorang anak. Itu adalah sebuah tragedi, sebuah musibah yang luar biasa berat. Tapi ingat ini baik-baik, kehilangan anak itu sangat berbeda dengan gagal menjadi seorang ibu.”

Kalimat itu bagaikan pelukan hangat yang langsung meruntuhkan seluruh sisa benteng pertahanan Kirana. Ia menangis semakin keras, menumpahkan segala luka yang bernanah di dadanya. Selama ini, tak ada satu orang pun yang pernah mengatakan kalimat melegakan itu kepadanya.

Dokter Laras membiarkan tangisan memilukan itu memenuhi ruangan selama beberapa saat, sebelum kembali bersuara.

“Kirana. Sebagai langkah awal penyembuhanmu, saya ingin kamu mulai melakukan tiga hal untuk saya. Kamu bersedia?”

Kirana mengusap air matanya dengan kasar. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya. “Apa itu, Dok?” tanyanya.

“Pertama. Berhenti berpura-pura kuat setiap saat. Tolong lepaskan topengmu. Kalau kamu ingin menangis, menangislah sekeras yang kamu mau. Menangis bukanlah tanda kelemahan, Kirana. Itu justru tanda bahwa hati kamu sedang berusaha menyembuhkan dirinya sendiri.”

Kirana menggigit bibir bawahnya, mengangguk kecil.

“Kedua. Jangan membuat balas dendam menjadi tujuan utama hidupmu. Saya tahu kamu marah karena pengkhianatan suamimu, saya tahu kamu ingin menghancurkan orang-orang yang menyakitimu. Balas dendam memang bisa memberi kepuasan sesaat. Tapi percayalah, kebahagiaan sejati tidak akan pernah lahir dari rahim kebencian. Jangan biarkan hatimu ikut menghitam bersama mereka.”

Kirana terdiam kaku. Ia merasa tertampar. Ia tahu betul, selama beberapa hari terakhir ini, ia memaksakan diri untuk berdiri tegak hanya karena digerakkan oleh api dendam pada Ardy, Siska, dan ibu mertuanya yang kejam.

“Lalu yang ketiga, Dok?” tanya Kirana dengan bibir bergetar.

Psikolog paruh baya itu tersenyum dengan mata berkaca-kaca. “Hiduplah untuk dirimu sendiri. Bukan demi Ardy. Bukan demi keluarga suamimu yang menuntut kesempurnaan. Bahkan, bukan demi membuktikan kehebatanmu kepada siapa pun yang telah merendahkanmu.”

Dokter Laras menggenggam tangan Kirana yang sedingin es.

“Hiduplah karena hidup kamu sendiri masih sangat berharga. Kamu berhak bahagia demi dirimu sendiri.”

Kirana memejamkan mata rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya setelah terbangun dari maut, dadanya yang selalu terasa dihimpit batu raksasa, kini terasa sedikit lebih ringan. Udara segar seolah kembali menemukan jalan masuk ke paru-parunya.

Kirana memang belum sembuh sepenuhnya. Bayangan suaminya yang berkhianat dan suara tangis bayi dalam mimpinya pasti masih akan sering datang menghantui. Tangisnya mungkin masih akan pecah setiap malam di sudut kamar mandi yang sepi.

Namun setidaknya, hari ini ia belajar satu hal berharga.

Bahwa menjadi kuat bukan berarti harus memiliki hati sekeras baja dan tidak pernah menangis. Melainkan tetap memilih untuk bangkit perlahan, merangkai kembali hidupnya yang hancur, meskipun hati ini masih dipenuhi oleh ribuan bekas luka.

“Akan saya usahakan, Dok.” meski dalam hatinya, Kirana tidak pernah berdiam diri melihat Siska dan Ardy bahagia diatas penderitaannya.

*

*

“Sudah selesai, Nona?” tanya Tristan yang sejak tadi menunggu di luar.

Kirana mengangguk. “Antar aku pulang,” pintanya.

“Tunggu,” ucap Tristan menahan tangan Kirana. “Ada yang harus saya sampaikan pada anda.” Tristan mengeluarkan sebuah amplop putih bercap rumah sakit yang baru saja ia dapatkan dari seseorang beberapa saat lalu.

Dan ya, Tristan memang sempat membukanya. Awalnya ingin di buang, tapi Tristan urungkan niatnya itu. Siapa tahu setelah melihat itu pikiran Kirana akan semakin jernih.

“Apa ini Tristan? Jangan membuatku penasaran.” tanya Kirana, dahinya mengernyit bingung melihat amplop tersebut.

“Silahkan buka saja, Nona. Saya tidak yakin apakah anda akan bahagia atau justru sebaliknya,” jawab Tristan membuat Kirana semakin penasaran.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cakep jgn lm x satu bln
Nice1808
tuh Ardy krna kau mulaimencintai kirana tp kau gk mengakui perasaanmu🤣🤣🤣
Sri Rahayu
apa mungkin Siska hanya pura2 hamil agar Ardi selekasnya menikahinya 😇😇😇.... semoga Tristan mendpt kan bukti2 kejahatan dan kebohongan Siska...lanjut Thorr😘😘😘
stela aza
jangan lama2 donk Thor bikin Ardi jadi gembel ,,, q udh g sabar liatnya 🤭
Senja: Hehehe sabar y kak🤣
total 1 replies
Esther
Nanti kalau sakit beneran, gak akan ada orang yang percaya Siska, terlalu banyak berbohong sih.
Heni Fitoria
g sabar lihat kehancuran nya Ardy, perusahaan bangkrut, tahu kenyataan klu anak yg dikandung Siska BKN anaknya 🤭🤭🤭
Heni Fitoria
doa mu tak aamiin kan Kirana
Deasy Suryandari
lanjoooot
mau lihat gimana si siska setelah ardy bangkrut dan pasti itu bukan anaknya ardy
Nice1808
tuh org diam di ganggu dia akn melebihi singa ngamuk🤣🤣kirana akan bertindak dan kalian akn jd gembel ardy, sarah dan kau siska🤭🤣
Nice1808
gak sadar kau ardy, kau yg berkhianat malah nuduh kirana selingkuh, bagus kirana lawan aja tuh ardy yg sok berkuasa🤣
Sri Rahayu
ayo cepet bantu Kirana bikin Ardi bangkrut, kahilangan segalanya Tristan... dan buka kedok sprt apa Siska sebenarnya...lanjut Thorr😘😘😘
sunaryati jarum
Ah emak tidak sabar melihat kemiskinan Ardy dan runtuhnya kesombongannya ibunya dan Siska.Emak juga ingin tahu reaksi Ardy jika terbongkar anak yang dikandung Siska bukan anaknya.
sunaryati jarum
Benar balikan tuduhan padamu ke Ardy yang tidak berkaca pada dirinya sendiri, semoga dalang terjadinya kecelakaan padamu segera terungkap dan pelakunya ditangkap bersama bukti yang tidak bisa dibantah
stela aza
ceritanya keren, karakter toko utama perempuan nya hebat ,,, g cengeng kaya di novel lain ,,, yg bisanya cuma nangis,,, pokoknya best bgt ceritanya ❤️❤️❤️❤️
stela aza
good job Kirana ,, q suka gayamu ❤️❤️❤️
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yes😀
Elina thea
benar Kirana buat si Ardy bangkrut...dgn dia bangkrut maka selingkuhannya juga pergi karna gak tahan hidup miskin
Margaretha Indrayani
ardy tidak berkaca dirinya lebih parah karena malah membawa pulang siska
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bntr lg jd suami tan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!