NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

Angin dingin dari dasar jurang berembus kencang, membawa aroma tanah basah dan gemuruh arus sungai yang membentur batuan hitam di bawah sana. Di tepi tebing yang curam itu, perwira polisi senior melangkah mendekati Ameer, menatap nanar ke arah dasar jurang yang tampak begitu mematikan.

"Komandan Ameer..." panggil perwira itu pelan, suaranya sarat akan rasa simpati yang mendalam. "Melihat ketinggian tebing ini, ditambah arus sungai yang sangat deras dan hamparan bebatuan tajam di bawah sana... secara medis dan logis, mustahil ada manusia yang bisa selamat setelah jatuh dari titik ini. Kemungkinan besar... gadis itu sudah meninggal dunia saat tubuhnya menghantam batu."

JLEB!...

Kata mustahil dan meninggal dunia menghantam dada Ameer bagaikan bilah belati yang ditancapkan tanpa ampun. Ameer membeku. Langkah kakinya menyurut satu pijakan, wajahnya yang tegas mendadak pucat pasi. Lengannya yang tertembak dan diperban berdarah terasa kaku, namun rasa sakit itu sama sekali tidak ada artinya dibanding kehancuran yang meremukkan dadanya.

Bayangan senyum lembut Tania, suara cicitannya saat memanggil namanya, serta mata sucinya yang selalu berprasangka baik pada dunia... kini terbayang jelas di pelupuk mata Ameer.

"Tidak..." bisik Ameer parau, suaranya bergetar hebat. Air mata yang selama ini tak pernah menetes dari mata sang agen tangguh, kini meluncur deras membasahi pipinya. "Tidak mungkin... Tania..."

"Komandan, kita harus realistis...."

"DIAM!" bentak Ameer histeris, berbalik dengan mata merah padam menyala oleh rasa frustrasi dan duka yang luar biasa. Suaranya menggema hebat di sepanjang lembah. "Saya tidak peduli seberapa tajam batu di bawah sana! Saya tidak peduli seberapa deras air sungai itu!"

Ameer maju hingga ke ujung bibir tebing, menunjuk ke arah aliran sungai di bawah dengan tangan kerjanya yang gemetar hebat.

"Dengarkan perintah saya!" seru Ameer dengan nada komando yang pecah oleh tangis. "Panggil seluruh tim SAR! Panggil tim penyelam dan sebar ratusan personel di sepanjang aliran hilir sungai ini! Dari ujung perbukitan ini sampai ke muara terakhir... telusuri setiap inci batu dan semak belukar!"

Napas Ameer memburu kasar, dadanya naik turun menahan beban yang teramat sangat.

"Hidup atau mati... temukan jasadnya!" bisik Ameer parau, suaranya merendah menjadi rintihan yang amat memilukan. "Bawa Tania-ku kembali... Saya harus membawanya pulang..."

Seluruh petugas polisi dan tim keamanan yang berdiri di sekitar tempat itu hanya bisa menunduk dalam diam. Mereka merasakan ketakutan dan duka yang mendalam dari sosok pria yang biasanya berdiri tegar bagaikan dinding karang tersebut.

Beberapa jam kemudian, kabar mengenai ditemukannya titik jatuhnya Tania di tepi jurang sampai ke Mansion Hasanuddin.

Suasana mansion seketika pecah oleh ratapan. Kakek Hamzah langsung pingsan di atas kursi rodanya begitu mendengar laporan bahwa cucu angkat kesayangannya diduga kuat telah tewas tenggelam di sungai berbatu. Dokter keluarga terpaksa dipanggil secara darurat untuk memasangkan selang infus dan memantau kondisi jantung Kakek Hamzah yang kritis.

Di dalam kamar atas, Filio dan Chana berdiri di balik pintu yang terkunci rapat.

Filio menggigit jarinya, matanya berbinar gembira di balik sisa air mata buatannya. "Ma... dengar kan? Polisi bilang mustahil dia masih hidup! Tubuhnya pasti hancur dihantam batu sungai!"

Chana tersenyum amat tipis, membelai rambut putrinya dengan penuh kemenangan. "Sudah Mama katakan, Filio. Rencana kita sempurna. Ameer boleh saja punya pasukan dan pengaruh besar, tapi dia tidak akan pernah bisa menghidupkan orang mati. Sekarang, harta dan posisi di rumah ini sepenuhnya milik kita."

Mereka berdua tertawa pelan tanpa suara, merayakan kejahatan mereka yang mereka kira telah terkubur sempurna di dasar sungai...

____

Sinar matahari sore yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden ruang perawatan Klinik Mulia Utama. Di atas ranjang periksa, jari-jari jemari Taniza yang kurus dan pucat mulai bergerak pelan. Kelopak matanya bergetar halus sebelum akhirnya perlahan-lahan terbuka.

Penglihatannya yang samar dan buram bertahap menjadi jelas. Hal pertama yang tertangkap oleh manik matanya adalah sesosok gadis yang duduk di sisi ranjang, menatapnya dengan sepasang mata yang dibasahi air mata.

Taniza tertegun. Ia mengedipkan matanya berulang kali, mengira dirinya sedang bermimpi di ambang kematian. Gadis di depannya memiliki struktur tulang pipi, garis bibir, dan paras yang sama persis dengan dirinya.

"Kamu..." bisik Taniza sangat parau, tenggorokannya terasa kering dan sakit bagaikan tergores kaca.

Perlahan, kenangan masa kecil yang terpisah puluhan tahun lalu mendadak berputar cepat di kepala Taniza. Potongan memori tentang saudara kembar yang selalu melindunginya sewaktu kecil kini pecah dan menyatu utuh.

"Tania...?" cicit Taniza dengan air mata yang meleleh membasahi pelipisnya. "Kamu... Tania... saudara kembarku...?"

"hiks....Iya... Ini Tania... Ini tamengmu, Taniza..." sahut Tania yang asli dengan suara pecah.

Tanpa membuang waktu lagi, Tania merengkuh tubuh kurus Taniza ke dalam pelukannya. Ia mendekap saudara kembarnya itu dengan sangat erat namun penuh kehati-hatian, seolah takut tubuh rapuh Taniza akan hancur. Isak tangis haru menyelimuti ruangan hening itu. Taniza menyandarkan kepalanya di bahu Tania, membalas pelukan itu dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya, merasakan kehangatan keluarga yang telah lama hilang.

Setelah suasana haru perlahan mereda dan tangisan mereka menyusut menjadi bisikan lembut, Tania mendudukkan kembali tubuh Taniza dengan pelan . Ia menggenggam erat kedua tangan kembarannya yang membiru lebam.

Wajah Tania yang semula penuh kelembutan kini berubah menjadi sangat serius.

"Taniza....Dimana orang tua kita?" Tanya Tania penasaran sekaligus penuh harapan.

Taniza menggeleng, menceritakan saat kecelakaan itu terjadi, orang tuanya meninggal di tempat,dan ia di adopsi oleh orang kaya, karena dari pihak keluarga ayah maupun ibunya tidak ada yang mau mengurus nya. Tania tinggal di luar negri, lalu memutuskan kuliah di jakarta, namun naas,baru 6 bulan orang tua angkatnya meninggal.

Tania menghela nafas nya kasar, ia sudah menduganya... apalagi ia sering bermimpi melihat wajah sepasang suami istri yang bahagia di tempat yang sangat indah,namun beberapa bulan lalu mimpi itu berubah menjadi wajah muram...

Kini...Wajah sedih Tania mulai serius.

"Taniza... dengarkan aku," tutur Tania dengan nada suara yang dalam. "Dokter sudah memeriksa seluruh tubuhmu saat kamu pingsan tadi. Aku... aku sudah melihat semuanya."

Taniza seketika menunduk dalam-dalam, mencoba menarik jemarinya dari genggaman Tania karena malu dan takut.

"Jelaskan padaku, Taniza... Siapa yang melakukan semua ini padamu?" tanya Tania pelan, namun sarat akan penekanan. "Siapa yang membuat tubuhmu penuh lebam? Dan... siapa iblis yang tega mencetak bekas setrika panas di punggungmu?!"

Taniza menggigit bibir bawahnya yang pucat. Sifat dasarnya yang merupakan Taniza, yang terlalu baik, selalu berserah diri, ikhlas menghadapi cobaan dan tidak ingin menjadi beban atau memicu permusuhan, membuatnya menggelengkan kepala secara perlahan. Air mata kembali menetes dari matanya.

"Tidak apa-apa, Tania..." bisik Taniza parau, berusaha tersenyum tipis di balik dukanya. "Ini... ini hanya musibah dan ujian untukku. Tidak ada yang perlu disalahkan. Aku sudah tidak apa-apa, yang penting aku bisa bertemu denganmu lagi..."

Mendengar jawaban pasrah itu, lahar amarah yang tertahan di dalam dada Tania seketika meledak. Ia melepaskan genggaman tangannya dan berdiri tegak di samping ranjang, menatap Taniza dengan pandangan mata yang sangat tajam dan menyala.

"Musibah kamu bilang?!" bentak Tania dengan suara rendah yang bergetar hebat oleh amarah. "Kulitmu terkelupas dibakar setrika panas dan kamu menyebutnya musibah?!"

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!