Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Tok, tok, tok.
Pintu rumah bu Rima di ketuk dari luar, bu Rima heran siapa kira nya yang sudi datang bertemu ke tempat kumuh seperti ini.
"Yun, kamu bukain pintu. Ada yang ketuk - ketuk pintu sejak tadi!" Perintah bu Rima pada anak nya.
"Siapa sih yang datang siang - siang begini? Gangguin orang istirahat saja!" Omel Yuni dengan kesal.
Tak ingin terganggu lagi dengan suara ketukan di pintu, Yuni pun bergegas berjalan ke arah pintu. Dia segera membuka pintu rumah nya, dan betapa terkejut nya dia melihat seorang dengan perut buncit berdiri di depan pintu rumah nya.
"Cari siapa?" Tanya Yuni dengan ketus.
"Cari mas Alan!" Jawab Wanita itu dengan suara yang tak kalah ketus nya.
"Cari mas Alan? Ngapain kamu cari suami saya?" Tanya Yuni lagi dengan kesal.
"Aku ingin minta pertanggung jawaban dari nya, aku sedang hamil anak nya!" Jelas wanita itu tanpa basa - basi.
"Apa? Tidak mungkin? Kau pasti bohong!" Yuni tidak percaya dengan ucapan wanita itu.
"Aku tidak bohong, terserah kau mau percaya atau tidak. Yang pasti, aku sedang tidak membohongi mu!" Jawab Wanita yang bernama Ana itu.
"Pergi kau dari sini, jangan membuat keributan di sini!" Yuni mengusir wanita itu.
"Aku tidak akan pergi dari sini, sebelum aku mendapatkan hak ku. Asal kau tahu satu hal, suami mu itu bermain dengan banyak wanita di luar sana!" Ana berkata dengan berani nya.
"Tutup mulut mu, jangan fitnah suami ku!" Yuni terpancing emosi mendengar ucapan Ana.
Bu Rima yang mendengar keributan di luar, bergegas pergi ke luar. Dia pun tak kalah terkejut nya saat melihat seorang wanita hamil sedang berdebat dengan Yuni.
"Ada apa ini?" Tanya bu Rima dengan heran.
"Ini bu, ada wanita yang mengaku selingkuhan nya mas Alan. Dan dia meminta pertanggung jawaban dari nya!" Yuni menjelaskan pada sang ibu.
"Benarkah itu?" Tanya bu Rima pada Ana.
"Benar bu, aku hamil anak nya Mas Alan!" Jawab Ana.
"Apakah kau punya bukti nya?" Tanya Bu Rima lagi.
"Ada, kalian bisa lihat sendiri!" Ana lalu menyodorkan ponsel nya.
Di sana ada banyak foto - foto kebersamaan nya dengan Alan, bahkan bukti chat antara kedua nya pun ada di sana.
"Ibu jangan percaya dengan apa yang di katakan oleh wanita ini, dia pasti bohong!" Yuni merebut ponsel itu dari tangan sang ibu.
"Aku tidak bohong mbak, terserah mbak mau percaya atau tidak. Tapi di sini aku juga tertipu oleh mas Alan, rupa nya di punya banyak wanita selingkuhan di luar sana!" Ana membeberkan kebusukan Alan di depan istri sah nya.
"Hentikan omong kosong mu, jika tidak akan ku hajar kau!" Yuni semakin terpancing emosi mendengar suami nya di fitnah.
"Yuni sudah, kau bisa di penjara jika menghajar wanita hamil!" Bisik bu Rima di telinga putri nya.
"Aku tidak pernah berbohong, kau bisa lihat sendiri aku punya banyak video dan foto mas Alan bersama wanita lain!" Ujar Yuni lagi.
Yuni menutup mulut nya saking kaget nya dia, setelah melihat ada banyak foto - foto dan video kebersamaan suami nya dengan wanita - wanita di luar sana. Selama ini dia menganggap Alan adalah laki -laki setia, bahkan Yuni selalu membela nya di hadapan keluarga nya.
"Jadi apa yang kau ingin kan sekarang?" Tanya bu Rima pada Ana.
"Aku ingin minta pertanggung jawaban dari mas Alan, saat ini aku sedang mengandung anak nya. Sedangkan dia malah asyik bersenang - senang dengan wanita lain di luar!" Jawab Ana lagi.
Bu Rima memijit pelipis nya, dia merasakan kepala nya yang berdenyut nyeri. Masalah yang menimpa Rivan sangat pelik dan belum selesai, kini harus di tambah lagi dengan masalah ini. Bu Rima stres saat mendapat masalah bertubi- tubi seperti ini di usia nya yang tidak lagi muda.
"Yuni, cepat telepon suami mu dan minta dia pulang dengan segera. Dia harus menyelesaikan kekacauan yang telah dia buat!" Bu Rima memberi perintah pada Yuni.
Mau tidak mau Yuni harus menelepon sang suami, dia harus mendengar sendiri semuanya dari mulut Alan. Yuni tidak akan mengampuni Alan, jika semua itu memang benar ada nya.
"Hallo mas, kau di mana sekarang? Cepat pulang!" Bentak Yuni melalui sambungan telepon
"Ada apa Yuni? Aku sedang sibuk bekerja!" Jawab Alan dari seberang sana.
"Pulang sekarang, atau aku akan mengusir dan membuang semua barang- barang mu ke jalan!" Ancam Yuni dengan geram.
Klik.
Setelah bicara seperti itu, Yuni pun langsung mematikan sambungan telepon dengan sang suami.
Yuni, Ana dan bu Rima menunggu Alan pulang ke rumah. Yuni menahan emosi nya, sebelum mendengar langsung semua dari suami nya sendiri.
Tidak berselang lama, terdengar suara deru mesin motor Alan. Bergegas Yuni menyambut kedatangan suami nya tersebut, Alan sendiri heran tidak biasa nya Yuni meminta nya pulang. Apalagi sampai mengancam akan mengusir nya segala.
"Ada apa Yuni? Kenapa meminta ku pulang? Aku kan sedang be,,,,!" Alan langsung menghentikan ucapan nya ketika dia melihat Ana.
"Ana, kenapa kau ada di sini?" Tanya Alan dengan gugup.
"Aku mau minta pertanggung jawaban dari mu, jangan berfikir kau bisa bebas begitu saja!" Jawab Ana dengan tatapan tajam.
"Mas, siapa dia? Benarkah itu anak mu?" Tanya Yuni.
"Yun, ini,,,,!" Alan tampak gugup.
Dia bingung mau bicara apa, sebab yang di kandung oleh Ana memang benar anak nya.
"Jawab aku mas!!!" Bentak Yuni dengan suara lantang.
"Yuni, kamu dengarkan penjelasan aku dulu. Ini tidak seperti yang kau lihat!" Alan mendekati Yuni.
"Tidak perlu menjelaskan apapun lagi, Mas. Istri mu sudah tahu kebenaran nya, kau harus bertanggung jawab dengan anak ini. Jika tidak, maka aku akan melaporkan mu ke polisi!" Ancam Ana.
"Alan, apa kurang nya Yuni di mata mu. Sebesar apapun kesalahan mu, dia selalu membela mu di hadapan kami semua. Tapi kau begitu tega menyakiti putri ku!" Bu Rima berkata sambil menangis.
"Yuni, maafkan aku Yun. Aku khilaf!" Alan meraih tangan Yuni.
"Mas, hari ini juga kau harus menikahi Ana. Dia sedang hamil anak mu, dan setelah itu kau pergi dari sini!" Yuni berkata pada suami nya.
"Tidak Yun, jangan lakukan ini pada ku Yun!" Alan memohon pada Yuni.
Tapi hati Yuni terasa sakit dan kecewa, suami yang selama ini dia kira setia, tapi nyata nya telah menusuk nya dari belakang. Alan tidak hanya selingkuh dengan satu wanita, tapi dengan banyak wanita di belakang Yuni.
Yuni kamu harus bangkit demi Aira dan dirimu sendiri, jangan sampai kamu terseret hukum kasihan Aira,cari kerja atau usaha kecil"an dulu, minta modal sama Rivan sebelum dia bangkrut, atau tabungan mu buat buka usaha sendiri jadi gak harus ningalin Aira sama orang,