NovelToon NovelToon
TEROR LEAK (Jiwa Yang Tergadai)

TEROR LEAK (Jiwa Yang Tergadai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Mata Batin / Tumbal
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Putu Saraswati, seorang gadis yang tidak pernah percaya dengan mistis, harus dihadapkan pada sebuah kenyataan menyakitkan, dimana sepupunya Kadek Dwi, harus mengalami sakit keras setelah acara Metatah dan pernikahan yang dilaksanakan secara bersamaan.

Segala upaya di lakukan, dari dokter dan juga dukun, tetapi tidak ada yang sanggup mengobatinya...

Bagaiamana kondisi Kadek Dwi, dan perjuangan Putu Saraswati dalam mengungkap teror yang menimpa keluarga dan juga warga desanya...

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan

Saras... Kali ini aku serius... Kamu adalah yang terpilih," sosok itu menggenggam jemari tangan sang gadis. Aroma tanah basah saat hujan turun di tanah yang kering dan bercampur dengan dupa menguar dari tubuh Kalandra.

"Kenapa kamu memilih aku? Aku hanya gadis biasa, dan juga lemah," sahut Saras, sembari membuang muka, sebab sejujurnya ia tak sanggup saat menatap kedua mata milik sosok di hadapannya.

"Karena darah kamu sama dengan darah yang sudah menyegelku. Kamu adalah generasi terakhir dari leluhurmu," Kalandra menarik dagu Saras, agar menatapnya.

"Apaan, sih!" Saras menepis tangan Kalandra, dan entah mengapa ia benar tak sanggup jika terus beradu pandang. Ketampanannya sangat sulit di gambarkan.

"Leak yang kau hadapi saat di Pura desa kemarin bukan yang terakhir, sebab itu hanya Leak magang, kemampuannya belum sempurna," Kalandra menimpali ucapannya. "Ada sosok lain yang mengirimkannya. Ia sudah menggadaikan jiwanya selama tiga puluh tahun untuk menjadi Leak Agung, dan dia juga sudah mengetahui tentang dirimu,"

Mendadak Saraswati merasakan jantungnya berdegup lebih kencang. Rasa dingin langsung menjalar ke punggungnya.

Aku tidak sanggup! Ambil saja kembali trisula ini dan kau tidur di dalamnya. Aku tidak ingin terlibat dalam urusan seperti ini!" Saras bergidik ngeri, sebab ia tidak mau terlibat dalam urusan ghaib, ia hanya ingin hidup normal dan juga tenang.

"Aku akan membantu kamu. Kamu harus kuatkan hatimu,"

"Lepasin! Aku sudah pusing dengan pekerjaan di puskesmas! Maka jangan tambah lagi pekerjaanku!" Saras menghentak tangannya, sehingga membuat genggaman Kalandra terlepas

Akan tetapi, saat ia akan melangkah masuk ke pintu belakang, terdengar suara tangisan yang cukup menyayat hati, dan membuat ia menghentikan niatnya

Telinganya semakin menangkap jelas suara jeritan kesakitan dan meminta tolong dari seorang bocah perempuan.

"Lihatlah, aku sudah mengatakannya, kau sangat di butuhkan," Kalandra mengingatkan.

"Lalu aku harus apa? Bahkan aku tidak tahu cara menggunakan trisula ini!" akhirnya Saras luluh juga.

Kalandra mengulurkan tangannya. Dar telapak tangannya muncul sebuah gambar berupa titik tiga cahaya yang berputar.

"Belajar. Trisula ini punya tiga bentuk. Setiap bentuk memiliki makna untuk menahan, untuk memurnikan, dan juga untuk memutus," Kalandra menatapnya dengan sangat dalam.

"Akan tetapi... Kamu belum siap. Tubuhmu masih manusia biasa. Kalau kau memakai kekuatan penuh sekarang, maka kau akan hancur dari dalam,"

Saras memejamkan kedua matanya, mencoba mengambil keputusan, apakah ia akan tetap melanjutkan, atau melepaskan tawaran itu.

Akan tetapi, baru saja ia terpejam, ia melihat sosok anak perempuan yang berasal dari sawah di balik tembok Pura tua, dan berteriak histeris.

"Hah!" Saras tersentak kaget. Lalu membuka matanya, dan nafasnya tersengal.

Ia menganggukkan kepalanya dengan pelan.

"Baiklah. Jadi... Kamu akan mengajariku?

Kalandra tersenyum tipis. "Aku tidak punya pilihan lain. Karena kalau kamu mati, aku akan ikut terkubur lagi disini, selama seratus tahun,"

Saat bersamaan, suara tangisan bocah tersebut kembali terdengar dari kejauhan, dan membuat Saras menatap Kalandra yang menyipitkan matanya.

"Dia sudah mulai, Leak magang. Jiwanya lebih licik, dan tidak menyerang malam ini. Ia hanya menanamkan ketakutan,"

"Anak siapa?" Saras merasakan dadanya berdegup kencang.

"Anak warga biasa, dari kasta Sudra, dan ayahnya seorang petani," sahut Kalandra. "Tetapi, kalau kamu tidak datang malam ini, maka esok pagi desa ini akan kehilangan satu anak lagi,"

Trisula di tangan Saraswati kembali bergetar, memintanya agar melakukan tindakan.

"Putuskan sekarang, Saraa. Kamu memilih untuk sembunyi dan biarkan mereka mati, atau kamu ikut aku malam ini, dan mulai mencicil bayar sumpah trisula itu,"

"Apaan, sih? Emang paylater pakai bayar cicilan," sahut Saras dengan kesal.

"Kita tidak punya waktu, nyawanya sudah terancam,"

"Baiklah, aku ikut!" ucapnya tanpa ragu.

Sementara itu, satu sosok wanita tua yang berada di luar gubuk reot sedang menatap langit kelam.

Bibirnya kembali retak, dan darah mengalir dengan perlahan. Ia kembali masuk ke dalam gubuk reotnya, dan menatap cermin kusam yang hampir pudar.

Sesaat ia tertawa dengan suara yang sangat pelan, dan tawanya membuat cermin itu retak.

Perlahan sang wanita menyeringai, dan memperlihatkan dua taring runcing yang mencuat dari sudut mulutnya.

"Bagus... Garis keturunan terakhir Mangku Wijaya sudah kembali," gumamnya dengan nada licik. Ia menghela nafasnya yang terasa berat dan berbau jigong.

"Kamu sudah bertemu penjaganya. Sekarang mari kita lihat... Apakah Kalandra lebih kuat dari rasa takutmu sendiri..."

Perlahan ia meniup cermin. Dalam hitungan detik. Tiba-tiba saja muncul bayangan wajah Saras si dalamnya.

Gadis berambut panjang sepunggung itu sedang berlari menuju persawahan dan tepatnya ke arah Pura tua.

Di tangannya terdapat trisula yang ia genggam dengan erat.

Wayan Ratri kembali menjilat bibirnya, darah segar masuk melalaui tenggorokannya.

"Malam ini... Aku akan membuatmu untuk memilih melindungi satu anak sebagai penebus, atau menyelamatkan desa!" nada suaranya terdengar sangat mengancam.

Mendadak langit menjadi gelap. Awan hitam menyembunyikan rembulan, dan begitu juga dengan bintang.

Saras berlari dengan cukup kencang. Rambutnya terombang-ambing mengikuti gerakan tubuhnya.

Jarak dari rumahnya ke Pura tua adalah sejauh sepuluh kilo meter, dan ia dapat mencapainya hanya dalam waktu lima menit saja.

Saras berhenti tepat di pematang sawah. Tampak bangunan Pura tua yang tak lagi pernah dapat sesaji berdiri dengan masih cukup kokoh.

Suasana sangat gelap, sebab tak ad penerangan di dalamnya.

Di dinding Pura, terdapat lukisan Dewa Yama (Dewa Kematian).

Sosok itu sedang menaiki kerbau jantan berwana hitam berukuran besar.

Kulitnya berwarna gelap, dan memiliki mata merah, serta taring yang tajam.

Di tangannya terdapat sebuah gada dan juga tali pengikat atau jerat yang ia gunakan untuk membawa roh orang yang sudah meninggal.

Saraswati menatap lukisan tersebut. Ia melihatnya seolah hidup, dan tampaknya sedang bersiap untuk mencabut nyawa malam ini.

"Dewa Yama... Jangan ambil jiwa anak itu, tangguhkan lah. Ia belum waktunya untuk pergi," Saras mengatupkan kedua tangannya di bawah dagu, dan memohon agar Dewa Yama tak mencabut nyawa malam ini.

Wuuuuussh!

Angin bertiup cukup kencang dan menghantamnya dari belakang. Sehingga membuat rambut Saras berkibar menutup wajahnya.

Saat ia berhasil menyibak rambutnya, ia di kejutkan oleh sosok wanita tua yang sudah berdiri di depannya, tepat di depan pintu Pura.

"Putu Saraswati... Kau berani datang malam ini? Apakah kau sudah siap meanggung resikonya?" suara wanita itu pecah, bagaikan dua orang yang sedang berbicara.

Saraswati tersentak kaget. Ia menatap sosok di hadapannya.

"Apa maksudmu?" tanyanya dengan rasa penasaran.

"Kau lepaskan, satu, dan selamat seluruh warga desa. Begitu juga sebaliknya, tentukan pilihanmu!" ucap sosok wanita tua dengan rambut putih memanjang hingga menyapu jalan, dan wajah hancur mengerikan.

1
Desyi Alawiyah
Semoga hati Kadek Arya terketuk, dan mau menerima Chandra sebagai menantu serta memaafkan Saraswati.. 😌

Karena bagaimanapun Saraswati anaknya.. 🤧
Desyi Alawiyah
Tuyul? 😯😯😯
neni nuraeni
semoga Kadek Arya cepat luluh hati nya agar merestui pernikhn Saras dan chandra
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
edan ini si arya
hadeh punya bapak kok bisa ya memlilih kasta dr anak
aq bgg deh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh aq mau si arya menyesal dengan sangat2
gila ya hany kasta yg di pandang nya gemblung

kyk keturunan ningrat ya kek gtu
tp skrg udah g sih hehehehe
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ggo opo kk 🤣🤣🤣
total 4 replies
Desyi Alawiyah
Udah deh Arya, jangan keras kepala... Gimanapun juga Saras kan anakmu.. masa kamu tega membenci anakmu sendiri.. 😥
Desyi Alawiyah
Kadek Dharma kali Kak 😄
neni nuraeni
iihhh seruuu lnjuttt
Anggita.🤗
mampir thor, lama gak baca jd kangen othor q. 🤭🤭
kmaren akun yg dulu khapus. 😌
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, Kak
total 1 replies
neni nuraeni
hadeeh si Komang Sinta mlh nylhin anak dan menantunya,,, pdhl mereka mati"an ingin menyelamatkan Kadek darma, kalau memang benci knp DTG,,, kalau sayang restui aja,,, toh anakmu ga knp",,, ih aku ya kasian ma Ketut Chandra ma saras
kinoy
emh..alamat alamat ni mah..Komang sints yg td y baik dah ni mah slh paham ke Saras JD nyalahin dah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh malah jadi incaran saras jadi sasaran kemarahan sang ibu pula
hadeh smownkapan itu akan berkahir kasiham saras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: hooh g cuma repot tp kuuues tenan
total 7 replies
Desyi Alawiyah
Wayan Ratri yah? 😫😫

Kayaknya Wayan Ratri nggak akan berhenti, sebelum mendapatkan apa yang ia mau.. 😌
Desyi Alawiyah
Waduh 🤣
kinoy
ea..ea..ea
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ini dadong nua si candra g abis2 bikin onar saja kapan matinya ya 🤣🤣
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: enak nya makan dong2 mbk ning kro di lutis
total 2 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
gas pol ndangak can alah cemen kau 🤭🤭🤭
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: wehhh jadi harus pa dlu inu
total 2 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apakah ayah nya saras g akan menoleh ke anak nya
masa iya air lebih kental dr darah
weeh piye iki
ada ya pepatah mantan anak

ini gila deh
neni nuraeni
weeh udah MLM pertamanya nih,, semoga mereka bisa mngtasi setiap mslh termasuk mslh si leak
neni nuraeni: 💪💪💪 kak thor😁😁😁lnjut
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Bilang aja sih ngga papa. Wayan Ratri juga tega kan, membunuh anaknya sendiri, istrinya pak Gantari.. 🤧
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: syok bapake😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!