zoeya, dia adalah mahasiswa miskin yg berkuliah di universitas empire state. suatu hari ia pergi ke perpustakaan terkenal dan terbesar di kotanya, yaitu CENTRAL INTERNATIONAL LIBRARY.
ia membaca buku catatan dan satu buku novel romansa yg bercerita tentang seorang bos terkaya yg dijodohkan dengan seorang wanita miskin yg cantik dan lumayan pintar, berprestasi dan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai perlombaan antar negara, antar universitas, nasional maupun internasional, tapi karna dia dilahirkan dari keluarga miskin, orang yg berada disekitar nya sedikit tidak nyaman, bahkan keluarga suami, keluarga nya dan suami nya sendiri pun bersikap sama seperti orang luar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelnut_krim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#bab 26
Saat elvina melihat wajah wanita itu, betapa terkejut nya dia ketika tau bahwa orang itu adalah cecilia, orang yg dulu membully nya di kampus
'hah cecilia, kok dia bisa ada di sini? Apa dia juga masuk ya ke dalam novel ini? Kalau iya berarti dia masuk di tubuh orang juga donk seharusnya, tapi kok ini...?' tanya nya dalam hati, ia terus mempertanyakan hal itu karna saking penasaran nya
"cecilia, kok lo ada di sini?" tanya elvina pada wanita itu, bi siti, irene, varo dan vano pun langsung menoleh ke arah elvina, mereka mengira kalau elvina mengenali wanita itu jadi membiarkan wanita itu mendekat ke arah elvina, wanita menatap elvina cukup lama, bahkan mengamati elvina dengan teliti seperti orang kebingungan
"cecilia? Siapa dia? Aku?" ucap wanita itu yg membuka suara, elvina sedikit terkejut ketika mendengar itu, ia melihat wanita itu dari atas hingga bawah sebelum menjawab
'kalau di liat emang sedikit beda si dari yg gw liat sebelum pindah ke buku novel ini. Apa setelah dia pindah ke novel langsung jadi miskin gara gara sombong sama banyak orang?' pikir nya dalam hati, ia terus mengamati wanita itu tanpa henti, ia lalu mendekatkan diri nya pada wanita itu agar bisa melihat lebih jelas wajah wanita itu
"nona kenal sama orang ini?" tanya irene pada elvina yg mulai mendekat, elvina tak menjawab
"nama lo cecilia kan?" tanya elvina pada wanita itu lagi, wanita itu lagi lagi diam sejenak sebelum menjawab
"siapa cecilia? Nama gw cilia bukan cecilia" jelas wanita itu, elvina lalu kembali menjauh sedikit
'gw kira tadi dia itu cecilia, emang muka nya mirip si, selain muka nya yg mirip, nama nya juga sedikit mirip. Apa mungkin dia itu cecilia tapi versi miskin?' pikir elvina dalam hati, ia kembali mengamati cilia dengan cermat dan menyamakan nya dengan cecilia yg asli
"nona. Nona kenapa? Apa nona kenal sama dia? Atau mungkin dia kenal sama nona?" tanya bi siti yg sambil memegang lengan elvina
"saya ga kenal sama dia, dia bukan siapa siapa saya, saya aja ga tau dia siapa" ucap elvina yg lalu berjalan menuju mobil dan masuk ke dalam mobil lalu di ikuti irene juga bi siti
"lah terus ni cewe gimana cuyy?" tanya varo, wanita itu masih tetap berdiri di tempat yg sama juga masih belum bergerak
"lah ya mana gw tau, coba lo tanya sama nona sono" ucap vano yg menyuruh varo untuk menanyakan hal itu pada elvina, varo pun menuruti perkataan kakak nya lalu menghampiri elvina yg sudah berada di dalam mobil
"eeee non, tu cewe mau di gimana in?" tanya varo pada elvina lewat jendela mobil, elvina memandang wanita itu dengan tatapan tajam pekat dan penuh kebencian
"terserah kalian, urus aja! Kita masih ada waktu 1 jam buat sampe rumah, saya kasih waktu kalian 10 menit buat urus perempuan itu sebelum lanjut perjalanan buat sampe di rumah" jelas elvina dengan penuh penekanan, bi siti, irene begitu pula varo seketika terkejut mendengar ucapan elvina itu, tapi tanpa pikir panjang varo langsung mengiyakan perkataan elvina lalu memghampiri vano lalu memberitahukan nya dan langsung mengalihkan wanita itu dari jalan
Lalu setelah selesai mereka kembali ke mobil dan kali ini vano yg menyetir mobil itu. Tak ada percakapan di antara mereka berlima, bi siti dan irene yg sedari tadi melihat sekilas ke arah elvina merasa kalau elvina sebenarnya mengenal nya tapi entah kenapa elvina bersikap seolah tidak mengenal nya, mereka juga merasa kalau elvina dan wanita tadi itu mungkin ada masalah yg serius sehingga mengakibatkan elvina jadi semarah itu dan sebenci itu, rasa benci itu memang terlihat jelas di mata elvina
Setelah sampai di rumah, tetap tak ada percakapan di antara mereka, mereka juga sedikit tak berani untuk menanyakan hal tadi, mereka sampai di rumah dalam waktu kurang dari 40 menit
"mmmm non" panggil bi siti
"iya? Kenapa bi?" tanya ramah elvina, bi siti dan irene menatap satu sama lain sebelum menjawab pertanyaan elvina
"i-ini belanjaan nya mau di taro mana?"
"ooohh. Mmmm, tolong taro di kamar saya aja ya, nanti biar saya yg natain"
"oh iya non, kalau gitu kami permisi ya non" ucap irene, elvina hanya mengangguk lalu menghela nafas berat
'kok bisa ya ada orang yg mirip banget di dunia ini? Emang kebetulan apa emang udah takdir si?' bingung elvina dalam hati, ia terus memikirkan hal yg sepele sampai tak terasa dia tertidur di sofa ruang keluarga
**************
Tak terasa malam pun tiba, lyra, richard dan lucas sudah pulang dari kantor, begitu mereka masuk ke dalam ruang keluarga untuk beristirahat sebentar, mereka melihat elvina yg sudah tergeletak tertidur di sofa itu
"loh, kok vina tidur di sini?" lyra yg langsung menghampiri elvina
"bi siti, bi siti" panggil lyra, bi siti yg berada di dapur pun segera menghampiri lyra yg berada di ruang keluarga
"iya ada apa nyonya? Nyonya ternyata sudah pulang, ada perlu apa nya?" tanya bi siti sambil menundukkan kepala nya
"kok vina bisa tidur di sini? Kenapa ga di suruh pindah ke kamar?" lyra yg terlihat sedikit kesal
"eeeeh i-itu.... Nona sendiri yg ga mau nya, nona bilang kalau nona mau nungguin kalian pulang, mangkanya nona sampe ketiduran di sini" jawab bi siti, jelas alasan itu bohong, demi agar tak dimarahi oleh lyra ia terpaksa berbohong pada lyra, lyra pun percaya dengan alasan itu, begitu pula lucas dan richard
"aahhh ternyata begitu, yaudah kalau gitu kamu boleh kembali ke dapur" bi siti langsung kembali ke dapur setelah menundukkan kepala nya pada ketiga majikan nya
lyra menatap elvina pekat, ia merasa kasihan, sayang, cemas, bingung, dan perasaan lain nya semua bercampur jadi satu, ia tak tau harus mengatakan nya bagaimana, tapi yg jelas di dalam hati nya, lyra sudah menganggap elvina itu sebagai putri kandung nya, juga sudah ada benih benih sayang sebagaimana mertua dan menantu nya, tapi perasaan lyra pada elvina itu tak bisa dijelaskan dengan rinci, hanya ia yg tau perasaan itu seperti apa dan bagaimana
"lucas, kamu bawa elvina ke kamar ya" ucap lyra yg menyuruh putra nya menggendong calon istri nya ke dalam kamar dan meletakkan nya di kasur
"hah kok lucas?" lucas yg terkejut, ia sama sekali belum pernah memeluk perempuan apa lagi menggendong nya, ia jadi merasa keberatan menerima suruhan dari ibu nya itu
"ya terus mau siapa lagi? Mau kamu suruh papa yg angkat dan bawa dia ke dalam kamar? Kamu itu kan calon suami nya, jadi mau gimana pun kamu yg harus bawa dia ke dalam kamar, mau gimana pun juga nanti nya kalian itu kan satu kamar kalau udah sah, jadi belajar aja mulai dari sekarang" tegas lyra, lucas seperti kehabisan kata kata, ia tak bisa menolak ibu nya lagi kalau ibu nya sudah tegas seperti itu, jadi mau tidak mau ia harus menggendong elvina dan membawa nya ke dalam kamar
Lucas dengan berat hati menggendong elvina ala bridal style, ia terkejut karna baru pertama kali memegang tubuh ramping elvina itu
'pinggang nya ramping juga, kecil lagi, kalau dia tidur bibir nya jadi keliatan imut, tulang tengkuk nya juga keliatan jelas, kalau gw gigit bibir nya, reaksi dia gimana ya? Kalau gw gigit di bagian tengkuk nya juga gimana ya reaksi nya? Apa dia bakal teriak?' pikir nya dalam hati, ia terus mengamati elvina sepanjang jalan menuju kamar
"ahkkk sial, mikir apa si gw? Inget dia itu masih bocah" ucap nya yg menyadarkan diri dari pikiran yg mesum itu, lalu tak lama lucas sampai di kamar elvina, ia membuka pintu kamar elvina lalu berjalan ke arah kasur dan membaringkan tubuh elvina disana, setelah selesai ia pun kembali ke kamar nya yg berada tepat di samping kamar elvina, begitu ia masuk ke dalam kamar nya ia langsung menuju kamar mandi lalu mandi tanpa melepas pakaian yg ia kenakan
'sialan, kok gw malah kepikiran terus si sama tubuh tu bocah? Sadar cas dia itu masih bocah, dia juga belum sah sama lo' ucap nya dalam hati berusaha menghilangkan pikiran kotor yg ada di dalam pikiran nya, ia menampar wajah nya cukup keras demi memghilangkan pikiran mesum nya, tapi sayang nya tubuh elvina begitu menggoda bagi lucas, ia tak juga bisa menghilangkan pikiran kotor nya dari pikiran, demi untuk melupakan pikiran nya yg kotor, begitu selesai mandi ia langsung berganti pakaian lalu berbaring di kasur nya, dan tak lama ia tertidur terlelap dalam mimpi