NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siluman Laba-Laba

Baru saja Elysa menyelesaikan kalimatnya, tanah di bawah kaki mereka tiba-tiba melunak. Aroma wangi yang sangat pekat—seperti wangi bunga melati—menyeruak di udara.

Sreeettt!

Akar-akar pohon di sekitar mereka mendadak bergerak hidup, mencambuk dan melilit dengan kecepatan kilat. Mu bereaksi paling cepat, menebas akar yang mengarah ke Elysa dengan belatinya. Namun, dari balik rimbunnya semak-semak, muncul sesosok makhluk dengan tubuh bagian atas menyerupai wanita cantik berpakaian dedaunan, namun bagian bawahnya berbentuk laba-laba raksasa berbulu tajam.

"Kalian memasuki wilayah berburu ku, Peri-peri kecil... dan seorang Manusia yang wangi," sesosok Siluman Laba-Laba Berwajah Manusia mendesis, matanya yang berjumlah delapan berkilat penuh kelaparan. Itu adalah siluman tingkat tinggi yang menguasai bagian luar Hutan Kematian.

Huang bangkit berdiri, merasakan sisa-sisa energi ungu di tubuhnya telah pulih sepenuhnya akibat tekanan bahaya yang baru. Dia mengepalkan tinjunya kembali, merasakan kekuatan yang merayap di sela jarinya.

"Rintangan lain," bisik Huang dengan mata yang menyala tajam. "Bagus. Memang begini seharusnya dunia luar menyambutku."

Siluman Laba-laba itu bergerak secepat kilat, delapan kaki panjangnya menancap ke tanah dan batu dengan presisi yang menakutkan, meluncurkan tubuhnya yang besar ke arah Elysa.

"Putri, mundur!" teriak Mu. Dia melompat ke depan, menebaskan belatInya ke udara, menciptakan bilah-bilah angin puyuh yang tajam untuk menahan laju sang siluman.

Namun, Siluman Laba-laba itu hanya mendengus meremehkan. Dia menyemburkan jaring sutra tebal berwarna hijau tua dari mulutnya. Jaring itu tidak hanya lengket, tetapi juga memancarkan uap korosif yang langsung melarutkan bilah angin Mu dan memaksanya melompat mundur untuk menghindari percikan racun.

"Hehehe... peri kecil yang menyedihkan," desis siluman itu. "Darah peri akan membuat kulitku semakin awet muda!"

Sementara Mu sibuk menghindari serangan jaring beracun, Siluman Laba-laba itu menggunakan dua kaki depannya yang berbentuk sabit tajam untuk menyerang Mu secara bertubi-tubi. Mu, meskipun gesit, mulai terdesak oleh kombinasi serangan fisik dan racun yang menghambat pergerakannya.

Elysa tidak tinggal diam. Dia menarik busur peraknya, melepaskan serangkaian panah cahaya hijau ke arah mata sang siluman. "Lin Huang, bantu Kakak Senior Mu! Aku akan mencoba membutakannya!"

Huang, yang baru saja pulih, tahu dia tidak bisa membiarkan Mu bertarung sendirian. Dia memfokuskan energi ungu gelapnya, merasakan aliran kekuatan kuno itu kembali membakar meridiannya. Dia melesat maju, menggunakan kecepatan barunya untuk memutari Siluman Laba-laba itu, mencari celah di antara kaki-kakinya yang bergerak cepat.

"Tinjuan Pembalik Takdir!" pekik Huang, menghantamkan tinjunya ke salah satu persendian kaki belakang sang siluman.

PRAAKK!

Cangkang keras kaki siluman itu retak, dan dia menjerit kesakitan, terhuyung sejenak. Namun, rasa sakit itu justru memicu amarahnya. Siluman itu memutar tubuhnya dengan cepat, mengibaskan tubuh bawah laba-labanya yang besar, menghantam Huang hingga terpental ke dinding tebing batu.

"Ugh!" Huang mengerang, dadanya kembali terasa sesak, namun dia memaksakan diri untuk berdiri. Energi ungu di tubuhnya mendidih, menuntut lebih banyak Qi untuk penyembuhan. Di bawah tekanan pertarungan hidup dan mati ini, dia bisa merasakan meridiannya semakin kokoh, menyerap energi hutan dengan lebih rakus.

Di sisi lain, Mu berhasil memanfaatkan pengalihan perhatian dari Huang untuk mendekat dan menebaskan belatinya ke salah satu kaki depan sang siluman yang sibuk menyerangnya.

Sreeett!

Darah hitam kental menyembur dari luka tersebut, dan Siluman Laba-laba itu kembali melolong. "Kalian... cacing-cacing sialan! Aku akan memakan kalian hidup-hidup!"

Dia menyemburkan jaring sutra dalam jumlah besar, mencoba membungkus Mu dan Huang sekaligus. Elysa dengan cepat menembakkan panah cahaya untuk membakar jaring-jaring tersebut sebelum mencapai mereka, namun jumlah jaring yang dikeluarkan siluman itu terlalu banyak.

"Kita harus menghancurkan tubuh utamanya!" teriak Elysa, matanya berkilat penuh tekad. "Mu, gunakan 'Angin Puyuh Pemotong'! Lin Huang, serang dadanya saat aku membuka celah!"

Mu mengangguk, lalu mulai memutar belatinya dengan kecepatan ekstrim, menciptakan tornado angin yang kuat di sekelilingnya. Tornado itu perlahan bergerak maju, menggulung dan merobek jaring-jaring sutra yang menghalanginya, serta memberikan tekanan fisik pada Siluman Laba-laba itu.

Siluman itu mencoba menahan tornado Mu dengan kaki-kakinya, namun gerakannya terhambat oleh luka-lukanya. Di saat yang sama, Elysa mengumpulkan seluruh Qi-nya, membentuk sebuah panah cahaya raksasa yang berkilauan dengan energi hijau murni.

Wuuush!

Panah cahaya itu melesat lurus, menghantam tepat di antara delapan mata Siluman Laba-laba, membutakannya seketika.

"Sekarang, Lin Huang!" teriak Elysa.

Huang tidak membuang waktu. Dia mengumpulkan seluruh energi ungu gelapnya, mengalirkan semuanya ke tinju kanannya hingga tangannya tampak bersinar dengan cahaya ungu yang pekat. Dia melompat tinggi, menggunakan tornado Mu sebagai batu loncatan, dan menghantamkan tinjunya tepat ke dada Siluman Laba-laba yang terbuka.

BUMMM!

Ledakan energi kuno Ras Iblis itu begitu dahsyat, menembus cangkang keras dada siluman itu dan menghancurkan organ dalamnya seketika. Siluman Laba-laba Berwajah Manusia itu menjerit mengerikan untuk terakhir kalinya sebelum tubuhnya ambruk ke tanah, tidak bergerak lagi.

Gua itu kembali dilingkupi kesunyian, hanya menyisakan deru napas ketiganya yang terengah-engah dan aroma anyir darah hitam sang siluman. Huang bersandar pada dinding tebing, tubuhnya terasa lemas, namun dia bisa merasakan kekuatannya telah meningkat sekali lagi setelah pertempuran ini.

"Kau... benar-benar memiliki potensi yang menakutkan, Lin Huang," ujar Mu, menatap Huang dengan tatapan yang kini lebih penuh hormat, meskipun masih ada sedikit kewaspadaan. "Mampu bertahan dan bahkan memberikan serangan mematikan pada siluman tingkat tinggi... garis keturunan Iblis Kuno itu memang luar biasa."

Elysa mendekati Huang, meletakkan tangannya di bahu remaja itu. "Ini baru permulaan, Lin Huang. Hutan Kematian masih menyimpan banyak bahaya. Tapi dengan kekuatanmu, dan kerja sama kita, aku yakin kita bisa melewati ini semua."

Huang menatap bangkai Siluman Laba-laba di depannya, lalu menoleh ke arah Elysa dan Mu. Di dunia kultivasi yang kejam ini, dia tidak lagi sendirian. Pertarungan demi pertarungan akan menantinya, namun dia siap menghadapi segalanya demi menjadi kuat dan membalas dendam pada mereka yang telah meremehkannya. Perjalanannya menuju puncak baru saja dimulai.

Setelah membersihkan sisa-sisa darah hitam sang siluman dari pakaian mereka, ketiganya segera meninggalkan tempat itu. Bau darah Siluman Laba-laba yang menyengat pasti akan segera mengundang predator lain yang lebih mengerikan di dalam Hutan Kematian.

Mereka bergerak dalam keheningan selama beberapa jam, menembus kedalaman hutan yang semakin rapat dan udara yang kian mendingin. Di bawah bimbingan kompas pusaka milik Elysa, mereka terus berjalan ke arah barat daya, menjauhi perbatasan manusia dan mendekati zona peralihan menuju wilayah Ras Peri.

Namun, di tengah perjalanan, langkah Huang mendadak terhenti. Telinganya yang tajam menangkap suara kepakan sayap yang ganjil dari arah belakang. Bukan kepakan sayap burung, melainkan suara membran tipis yang bergetar cepat di udara.

"Mereka menemukan kita," desis Huang, matanya menyipit menatap kabut di belakang mereka.

Mu langsung berbalik, belatinya kembali siaga. "Sial! Bagaimana bisa mereka melacak kita secepat ini di tengah kabut Hutan Kematian?"

Dari balik kabut tebal, sesosok makhluk terbang meluncur rendah. Itu adalah pemimpin Ras Iblis berambut perak dari Sekte Gagak Darah yang mereka hadapi di kota sebelumnya. Tangan kanannya tampak dibalut kain hitam, sisa luka akibat benturan dengan tinju Huang.

Di belakangnya, melayang lima ekor makhluk berbentuk mirip kelelawar raksasa dengan kepala manusia tanpa mata—Kelelawar Pelacak Jiwa, makhluk terkutuk dari ranah Iblis yang mampu mengendus sisa-sisa Qi seseorang bahkan dari jarak puluhan mil.

"Kalian pikir bisa lari dari cengkeraman Gagak Darah?" pemuda Iblis itu menyeringai kejam, mendarat di atas akar pohon raksasa di depan mereka. "Terutama kau, bocah manusia sialan. Energi Iblis di tubuhmu... Tuanku akan sangat senang membedah jasadmu dan mengekstrak sisa-sisa warisan kuno itu dari sumsum tulangmu!"

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!