NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:220.7k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Drap

Drap

Drap

Suara langkah kaki menghantam lantai lorong kantor. Bastian membuka pintu dengan napas terengah.

"Gawat!"

"Apa sih? Kek dikejar setan aja lu," ucap Yuda setengah tertawa melihat sahabatnya ini tampak tegang.

"Mama lu!"

"Apa?"

"Mama lu ke kontrakan!"

"Apa?"

Seketika Yuda berdiri sampai kursi terjengkang.

“Orang suruhan sudah di sana. Mama lu sendiri yang datang.”

Darah Yuda seolah turun ke kaki. “Sial.”

Ia langsung menelepon Ning. Nada sambung. Satu kali. Dua kali. Tak diangkat.

“Ning, angkat…” gumamnya, jantung berdebar.

Ia meraih jas. “Bastian, kita berangkat sekarang.”

Mobil meluncur. Jalanan terasa terlalu panjang. Ponsel Yuda kembali diangkat—tetap tak ada jawaban.

“Yud, tenang dulu,” Bastian mencoba menahan. “Gantian lu yang malah kayak kesetanan sekarang.”

“Njir! Gimana mau tenang?” Yuda mengusap wajahnya kasar. “Mama ke sana. Ning sendirian.”

Mobil hampir sampai. Bastian melirik Yuda dari kaca spion. “Yud…”

“Apa lagi?”

“Lu masih pakai formal.”

Yuda terdiam setengah detik. “Astaga.”

Ia langsung membuka jas, melemparnya ke jok belakang, melepas dasi, membuka sepatu. “Barang-barang ngrepotin banget,” gerutunya.

“Lu serius nglepas sepatu juga?!”

"Lu mau dia curiga kenapa gua pakai sepatu mahal gini?"

"Emangnya dia tau barang mahal?"

Mobil berhenti tak jauh dari kontrakan. Yuda turun sebelum benar-benar berhenti, berlari menyusuri gang sempit—napasnya terengah, kaki telanjang menghantam aspal kasar.

Tepat saat itu, pintu kontrakan terbuka lebih lebar.

Ning berdiri di sana.

Dan Anggun di depannya.

"Ning?"

"Bu Anggun?"

Keduanya tampak terkejut.

"Ning!" seru Yuda dari halaman dengan panik.

Ning menoleh refleks. “Mas...?”

Yuda langsung berdiri di depan Ning, tubuhnya menjadi tameng.

Anggun terkejut setengah mati. “Kamu?!”

Pandangan Anggun turun—ke kaki Yuda yang telanjang. Ke kemeja yang kusut. Ke napas yang masih tersengal.

Ning memperhatikan Yuda lebih saksama. “Mas… kok napas Mas ngos-ngosan? Terus… sendalnya?”

Yuda cepat-cepat mengarang. “Mas baru ingat tadi, kamu pasti kesulitan kalau jalan pake kruk itu ke tempat kerja. Jadi, Mas mau anter kamu kerja. Tadi Mas buru-buru sampai lupa enggak pakai sendal.”

“Ya ampun, Mas. kamu ini ada-ada saja,” Ning menerima tanpa curiga. “Ning bisa sendiri kok.”

“Mas yang mau,” jawab Yuda cepat.

Anggun memandang Ning lagi. Ning yang menunduk sopan, tangannya satu memegang kruk dan satu di daun pintu.

“Kamu tinggal… di sini, Ning?” tanya Anggun, suaranya turun satu oktaf.

“Iya, Bu Anggun,” jawab Ning jujur.

Yuda melirik Ning, lalu kembali ke Anggun. “Apa ini? Kalian saling kenal?”

Anggun menyipitkan mata. “Aku ingat kamu,” katanya pada Ning, nada suaranya berubah lebih halus. “Kerjaan kamu bagus banget. Ibu suka.”

Ning tersenyum malu, “Ah, terima kasih, Bu.”

Yuda kini giliran bingung. Ia menoleh bolak-balik, mencoba menyusun kepingan yang tak ia sangka akan bertemu.

Ning lalu menoleh ke Anggun. “Bu Anggun… ada perlu apa bertamu ke sini?”

Yuda menahan napas. Ia melirik mamanya, memberi kode dengan tatapan memohon.

Anggun menangkapnya. Ia menarik senyum tipis. “Saya… nyasar,” katanya akhirnya. “Dan kehausan.”

“Oh, masuk dulu, Bu,” Ning langsung membuka pintu lebih lebar. “Ning ambilin minum.”

Ning memberi isyarat Yuda agar mempersilahkan Anggun masuk. Yuda menurut saja.

“Aduh, maaf, ya Ning. Saya malah ngrepotin,” jawab Anggun, tapi kakinya tetap melangkah masuk.

"Ah, enggak kok, Bu. Ning malah senang, enggak nyangka bisa kedatangan Ibu di rumah kami."

Begitu Ning ke dapur, Anggun langsung menyenggol Yuda keras. “Apa ini?!”

“Mama kenal sama Ning?”

Anggun menjewer telinga Yuda pelan tapi menyakitkan. “Kamu serumah sama perempuan?”

“Ma, tolong,” bisik Yuda. “Nanti Yuda jelasin. Di rumah oke?”

Ning muncul membawa dua gelas air. “Silakan, Bu.”

Dalam sekejap, wajah Anggun kembali netral. “Terima kasih.”

Ia meneguk air itu, matanya tetap mengawasi Yuda dengan peringatan jelas. “Saya pamit. Ada urusan.”

“Baik, Bu,” jawab Ning ramah. “Hati-hati.”

Anggun berdiri. Sebelum keluar, ia menoleh ke Yuda. Tatapannya tajam—janji bahwa ini belum selesai.

Begitu pintu tertutup, Yuda menghembuskan napas panjang.

"Kenapa mas Yuda kayak tegang gitu?"

"Eh, masa sih?" Yuda mengusap belakang rambutnya. "Ini pasti karena Mas habis lari-lari tadi..."

"Mas pulang enggak bawa motor?" tanya Ning yang semakin bingung.

Mulut Yuda terbuka, baru menyadari telah melupakan hal penting karena terlalu panik tadi.

"Aahh, iya. Tadi... Motornya habis bensin," ujarnya memberi alasan.

"Terus... motornya Mas tinggal di mana?"

"Aahh, itu..." Yuda memutar otak nyari alasan. "Di depan, tadi Mas minta Bastian buat isiin. Mas terlalu kepikiran sama kamu, jadi... Enggak bisa nunggu bensin datang..."

Ning tersenyum, ucapan Yuda memang terdengar gombal banget.

"Ning belum selesai berberes, Mas."

"Ya udah, kamu beresin... Mas mau ambil motor dulu," kata Yuda ambil kesempatan.

"Iya, hati-hati, Mas."

Yuda pergi baru sampai ujung gang, Bastian sudah menunggu dengan motor Yuda.

"Lu! Lu... Penyelamat gua!"

Bastian terkekeh pelan, "Gua tau... Lu terlalu panik sampai lupa barang penting ini!" katanya sambil mengetok dasbor motor.

Yuda mengantar Ning ke salon setelanya. Di perjalanan, Ning bercerita ringan, tak menyadari badai yang sedang menunggu.

Setelah menurunkan Ning, Yuda berbelok arah. Dia harus ke kantor dulu menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.

"Huufftt! Hari ini capek banget," keluhnya sambil melonggarkan dasinya.

"Lu enggak jadi ke rumah utama?" tanya Bastian yang berjalan di sisi kanannya.

"Nanti... Gua bakal cari waktu..."

Bastian hanya menggeleng pelan. Pintu ruangannya dibuka, dan Yuda langsung terlonjak.

"Mama!?"

Anggun sudah menunggu di sofa tamu. Duduk tegak. Tangan terlipat.

“Enggak ada gunanya Mama nunggu di rumah. Sekarang jelaskan,” kata Anggun dingin. “Kenapa kamu tinggal serumah sama Ning.”

Yuda menarik napas panjang. Ia memang tak bisa lari, tak ada maksud lari juga. “Karena Ning istri Yuda.”

Sunyi menghantam ruangan.

“Apa?”

1
Ariany Sudjana
katanya keluarga konglomerat, tapi buat terapi Ranu, kok harus sama Ning? kan bisa bawa ke rumah sakit, dan terapi sama dokter. kalau gini jangan salah kalau Yuda bercerai dengan Ning, karena kehadiran Ranu
Yensi Juniarti
caba tor sesekali kasih paham ranunya biar GK selalu bergantung sama bini orang...
jengkelin saya bacanya 🙏🙏🙏
Yensi Juniarti
hati hati yud...
sipat egois itu bisa menghancurkan segalanya...
hanya karena kakak mu Ranu km mengorbankan kebahagiaan km sendiri dan istrimu...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ceritanya kok smakin gak asik gini, knp hrs ning yg terapis kan banyak d9kter dkk nya, kok kesanya ning yg hrs dikorbankan, cerita apa ini, kok rmh tangga yuda dan ning yg hrs dirahasiakan in knp, aneh in cerita, mulek udh mulai gak asik, mau hapus ae
muthia
ibunya egois😭
nunik rahyuni
knp smasih saja di jadikan umpan...kasiankau ning...
klo tentang yuda apkh bukan ank kandung ya kok katanya pewaris sesungguhnya sdh sadar🤔🤔🤔🤔
dan apa yg di lakukan ortunya seolah2 g terlalu memikirkan perasaan kening dan yuda...🤔🤔🤔jd seolah olah yuda balas budi betul g ya
Arin
Nah kan semangat Ranu buat sembuh makin besar itu bagus.....
Tapi semangat dia itu karena jatuh cinta ke Ning yang mendorong untuk segera bangkit lagi. Mending kasih tau sekarang, daripada semakin dalam dia jatuh cinta ke Ning....
Sri Rahayu
wah gawat kl Ranu jatuh cinta sama Ning...nanti bisa berantem sama Yuda 🤩🤩🤩...tp cinta nya Ning kan buat Yuda😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kasian yuda
nunik rahyuni
rasa rasanya kok sebel aq sm yuda sekelg..
ning ayo pulang kermh q saja jgn mqu sam yuda lg kli yuda g bisa tegas dan jujur
Agunk Setyawan
anggun ini orang tua egois
mama
sumpah,..aq berharap setengah kebohongan terungkapkan ning pergi jauh biar anggun dan Yuda kelimpungan nyari.. klu perlu yg jauuuh sekalian ning..biar Yuda kepook,greget sm author ny juga dari kmrin gantung ajj ni cerita gk ndang sat set,.kmrin aj soal pk tio sat set sekarang makin kesini mkin greget
Sri Rahayu
kamu hrs ngomong ma mama mu Yuda...Ning istri mu tdk bisa terus menerus mengurus Ranu....mama nya jg gitu....uda saatnya kshtau Ranu kl Ning istrinya Yuda 🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mama Anggun juga Yuda lbh baik bilang terus terang sama Ranu bahwa Ning adalah salah strinya Yuda ,daripada ditutupi malah nanti Nanti malah jadi ribet .
sutiasih kasih
mm anggun... gmn sih... kn ning sdh mnikah... dan suami ning jg ankmu...
jujurlah mulai skrg mm anghun n yuda... jgn lah kalian jdikn ning umpan...
ranu jga jdi manusia kok g tau diri... klo mau smbuh kn g harus sll ning yg mndampingi terapi...🙄🙄
Nana Geulise
mama anggun salah kalau tetap menyembunyikan semuanya terhadap ning..jgn muntang2 ranu br bangun dr koma yuda dan ning yg menderita.yuda juga harus jujur kalau g mau kehilangan ning..
Arin
Mama Anggun-Yuda cobalah jujur. Apa perlu Ning yang kasih tau Ranu tentang status Ning dan Yuda. Ranu dulu cuma kasih pesan cari orang yang telah di tabrak karena merasa bersalah. Kalau sekarang Yuda menikahi Ning apa salahnya???
bibuk Hannan & Afnan: iya ih gregettttt gemesh banget sama mama Anggun dan Yudha knp gak jujur aja sedari awal Ranu sadar dr koma wkt ngenalin Ning dgn status yg sebenarnya klo Ning istrinya Yudha,
ini kak othornya pinter banget dah ahhhh bikin para reader penasaran gregettttt,
total 1 replies
Asiu Asiu
bikin ning nya pergi ninggalin yuda .
setelah ning tahu ning hamil anak yuda.
ning kecewa sama yuda karna tidak bisa tegas sama ranu juga mama nya...
sunaryati jarum
Jadi males baca
sunaryati jarum
Sekali lagi jika rumah tangga Ning dan Yuda hancur emak kecewa , padahal Ning sudah memberi signal tidak suka pada Ranu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!