NovelToon NovelToon
Aku, Kamu, Dan Setan

Aku, Kamu, Dan Setan

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Nikahmuda / Mata Batin / Dendam Kesumat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Setan itu banyak bentuknya. Tak kasat mata. Mengalir dalam setiap aliran darah manusia-manusia yang penuh dengan amarah, benci dan dendam. Dan inilah yang dialami oleh Marni. Pernikahan yang membuat kehidupannya hancur dan terjun ke dalam lubang penderitaan. Bukan hanya karena kemiskinan yang tak berkesudahan namun perlakuan suami yang tidak beradab. Akankah Marni tetap bertahan ataukah lari mencari kebahagiaan yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Arwah Leluhur

Jagat tiba-tiba berguling ke kanan dan pisau tadi menancap ke tanah.

Marni berbalik dan mengejar Jagat yang menjaga jarak dengannya.

"Kemarilah!"

Srekkk!

Marni merobek lengan bajunya.

"Hey apa yang kamu lakukan?!" Jagat tiba mendekat berusaha mencegah Marni melakukan hal yang lebih.

Dan seringai tersungging di bibir Marni.

Sreettt!

Dia menyabetkan pisau lipat ke arah perut Jagat.

"Kkkh!" Jagat merasakan sabetan perih ke perutnya.

"Hahahahahahahahaha! Dasar laki-laki busuk!"

"Kemarilah, Sayang? Bukankah kamu ingin melihat yang lebih dari ini?"

Marni mengarahkan pisau lipatnya ke pakaian yang menutupi salah satu bahunya.

"Rrghhh!" Jagat yang terluka mengerang dia berlari dan mendorong badan Marni ke sebuah pohon.

"Apa yang sebenarnya kamu inginkan dari wanita ini?!"

"Aku leluhurnya! Hahah, " Marni tertawa seperti orang gila, tatapannya penuh ambisi.

"Tidak mungkin!" Jagat mencengkram tangan Marni sampai akhirnya pisau itu jatuh ke tanah.

"Jika kamu leluhurnya, tidak mungkin kamu merendahkannya seperti ini!" Jagat menatap wanita yang di depannya.

Namun yang ditatap malah tertawa.

Kaki Marni kemudian menekuk dan menendang perut bawah pria yang mencengkram keras tangannya.

"Argghh!" Jagat mengaduh kesakitan, cengkramannya kini melonggar.

Dan itu kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Marni yang sedang dimasuki energi lain.

Marni tiba-tiba saja ahli dalam memanjat pohon hanya dengan cengkraman tangan dan kakinya. Sedangkan Jagat berusaha untuk bangun, meskipun astnya terasa sakit tidak karuan.

Bruk!

Tiba-tiba saja Marni menjatuhkan dirinya. Dia mendarat tepat di kedua pundak Jagat.

"Rrrgh!" Jagat yang kaget pun memekik.

"Hahahahahah, " suara tawa yang melengking seperti suara yang sangat familiar.

'Seperti tidak asing!"

Tawanya yang keras memecah keheningan malam itu.

Krekk!

Tangan Marni memelintir kepala Jagat sampai pria itu kesakitan dan mulai kehilangan keseimbangannya.

Bruk!

Jagat terjatuh, dia memegang lehernya.

"Arrghhh!"

Marni tersenyum penuh kemenangan dia mendekati mangsanya dengan menyembunyikan sebuah pisau yang terjatuh di tanah.

"Jangan salahkan aku. Karena kamu yang mengajakku bermain,"

"Rhkkk!"

Jagat terlentang sambil memegang lehernya yang kesakitan.

Lalu Marni mendekat...

"Aku akan mengakhiri rasa sakitmu sekarang juga... " bisiknya.

Tangannya terangkat, memperlihatkan apa yang ada di tangannya.

Dan ketika dia akan menghujam kan benda itu pada Jagat

Namun tiba-tiba....

Ciut cit cit!

Suara burung yang berterbangan yang hinggap dari satu pohon ke pohon yang lain.

Marni yang siap menusuk Jagat dengan senjatanya tiba-tiba tersadar...

"Hhhh!"

Matanya terbelalak saat melihat Jagat terkapar di sampingnya. Dia melihat tangannya yang memegang pisau. Dijatuhkannya pisau itu.

"Astaga! Apa? Aku? Kenapa?" Marni ketakutan melihat Jagat yang mengeluarkan banyak darah.

"Hhhh!"

Matahari mulai terbit. Langit yang gelap perlahan mulai terang.

Marni mendekat pada sosok pria yang sudah sangat lemas.

"Aku.... "

"Aku tidak mungkin... " Marni tidak mampu berkata-kata.

Melihat banyak darah di tangannya lantas Marni melihat keadaan Jagat yang beberapa kali mengerang kesakitan.

Yang dia ingat, dia sedang bersama Jagat sedang mengintai sekelompok orang yang membawa Jenar pergi.

"Mar---"

"Ya...." Marni kemudian mendekat dan mengecek keadaan Jagat.

"Tolong kembalikan posisi leherku, Mar!" Jagat menyuruh Marni.

"Kembalikan?"

Jagat mengangkat tangannya dan mempraktekkan apa yang harus dilakukan Marni. Menarik kepalanya ke arah samping, berkebalikan dengan arah saat dipelintir oleh Marni yang kerasukan arwah lain.

"Cepat!"

"Maaf... " Marni kemudian melakukan sesuai dengan arahan Jagat tadi.

Krekkk!

"Arrghhh!!!" Jagat pun mengaduh, tapi sesaat kemudian dia bisa menggerakkan lehernya lagi.

"Rrrgh!" Jagat mencoba untuk duduk.

"Siapa nama kamu? " tanya Jagat pada orang di depannya.

"Marni,"

"Syukurlah kamu sudah kembali... " ucap Jagat.

"Apa aku menyakitimu? Aku tidak sadar, kenapa pisau itu ada di tanganku. Aku sama sekali tidak melakukan itu---"

"Hhhmmm" Jagat mengangguk.

"Aku tahu, " sambungnya lagi.

Marni tetap menjaga jarak dengan pria yang sudah terlihat acak-acakan itu, namun tetap tidak bisa menyembunyikan ketampanan dan sorot mata yang bisa mengalihkan dunia siapa saja.

"Ada yang masuk ke dalam tubuhmu dan mengendalikan semuanya... " Jagat melihat langit yang mulai terang.

"Namun sekarang sepertinya aku menjadi tahu sesuatu... " ucap Jagat.

"Sesuatu?"

Jagat mengulum senyumnya.

.

.

.

"Pelan-pelan. Apa kita tidak sebaiknya berhenti dulu? " tanya Marni, dia sedang merapat Jagat.

Yang ditanya pun langsung memasang wajah kesakitan.

"Kamu masih kuat? Atau ingin istirahat?" tanya Marni.

"Hem... " Jagat hanya berdehem sebagai jawabannya.

Marni yang baju sebelahnya compang camping pun segera menurunkan Jagat. Dia sendirian pria itu di sebuah pohon besar.

"Biar aku lihat lukanya, " ucap Marni yang dengan ragu menyingkirkan satu tangan Jagat yang memegang perutnya.

"Tidak perlu. Nanti lukanya juga menutup sendiri, "

"Luka ini pasti berasal dari sabetan tanganku. Biar aku lihat, aku tidak akan memaafkan diri jika sesuatu terjadi dengan kamu, " ucap Marni.

"Hem? Jadi sekarang sudah mulai khawatir? "

"Maksudnya?" Marni mengerutkan keningnya.

Jagat menggeleng. Lagi-lagi dia menahan senyumnya.

"Boleh aku lihat?" tanya Marni sekali lagi.

Jagat lalu menyingkirkan tangannya.

"Astaga!" sontak Marni membelalakkkan matanya.

"Pasti ini sangat sakit. Biar aku obati... " Marni yang semula duduk di samping Jagat, kini hendak bangkit.

Dan Jagat pun mencegah Marni untuk pergi. Kepalnya sudah pening, tapi dia takut kalau wanita ini akan benar-benar pergi meninggalkannya sendirian.

"Luka mu harus segera diobati sebelum terjadi pembusukan, " ucap Marni.

"Bawa aku pulang. Aku akan mendapatkan perawatan di rumah, " Jagat hendak berdiri namun terjatuh lagi.

"Badanmu belum kuat. Sudah, biar aku yang mencarikan ramuan obat, " kata Marni yang menyenderkan punggung Jagat ke pohon, lalu dia bangkit.

"Tunggu disini, " ucapan Marni sebelum pergi.

"Kamu akan segera kembali, kan? " Jagat setengah berteriak dengan sisa tenaganya.

Marni berbalik sesaat sebelum akhirnya melangkah pergi menjauh dari tempat Jagat berada.

Langkah nya tidak terarah. Dia hanya menandai jalan yang sudah dilewatinya.

"Mana, ya?" ucapnya sambil memperhatikan dedaunan.

Matahari semakin naik, membuat segalanya mudah terlihat.

Dia terdiam sesaat.

"Apa aku kabur saja?" ucap Marni yang kemudian melihat jalan menuju sungai.

Sedetik kemudian kepalanya menggeleng.

"Kalau aku pergi, bisa-bisa dia m*ati! "

"Tapi aku juga tidak tahu. Apa yang sudah terjadi, sehingga penampilanku begitu acak-acakan seperti ini. Apakah arwah itu menguasaiku karena dia tahu kalau aku sedang dalam bahaya? Kenapa aku menyerangnya? " Marni berbicara sendiri.

"Sshhhh! Marni! Bukankah nyawa manusia diatas segalanya? Kamu bisa pergi setelah memberikan pertolongan! Kamu masih punya kesempatan pergi setelah ini," Marni mengingatkan dirinya yang sekarang sedang bimbang.

"Aku harus bagaimana? " ucap Marni yang kemudian menyentuh satu dedaunan yang ada di dekatnya.

"Astga.... " Marni menarik nafas dan menghembuskannya kemudian, sebelum akhirnya memutuskan sesuatu.

"Baiklah.... " ucapnya mantap.

1
Ayuk Witanto
masa udah tamat thor
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: nggk ada pembaca kak
total 1 replies
Ayuk Witanto
marni salah paham
Ayuk Witanto
siapa tuh
Ayuk Witanto
apa juragan Rara itu si jagat ya
Ayuk Witanto
apa kira2 si Rara bisa di percaya
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: semoga ya...
total 1 replies
Ayuk Witanto
kukira jenar
Ayuk Witanto
apa ini Jenar...pasti nikah sama joko
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
emang minta di musnahkan
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
ya gak semudah itu jagat
Ayuk Witanto
jangan bukain
Ayuk Witanto
ada apa nih
Ayuk Witanto
salah bawa nih
Ayuk Witanto
ngenes si marni
Ayuk Witanto
pantesan gak mau minum
Ayuk Witanto
kok jagat buru2
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
ternyata jahat punya perawangan/khodam
Ayuk Witanto
berarti pantangan untuk Bu konasih itu jarum...jadi susuknya malah menyelakainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!