NovelToon NovelToon
DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:133.1k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Pernikahan kami sempurna. Harta, takhta, dan sepasang anak kembar yang rupawan telah kami miliki. Sebagai sesama pemilik perusahaan, aku dan Mas Hanif adalah definisi pasangan ideal di mata dunia.

​Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Mas Hanif meminta izin untuk menikah lagi. Didukung oleh ibu mertuaku, seorang wanita polos datang dan mengaku siap berjuang dari bawah bersamanya.

​Dunia mengira aku akan mengamuk. Nyatanya, di balik anggunnya hijabku, aku justru tersenyum tenang. Aku mengiyakan, bahkan mengantarnya langsung ke pelaminan maduku.

​Mereka pikir aku pasrah? Salah besar.

​Sebelum melepasnya, sebuah perjanjian gono-gini rahasia telah kutandatangani bersama Mas Hanif. Lewat strategi bisnis yang rapi, perlahan akan kutarik semua aset dan kejayaan yang menyokongnya selama ini.

​Katanya siap berjuang dari bawah? Silakan nikmati perjuangan itu tanpa sepeser pun sisa hartaku. Selamat datang di skenario dendam manisku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Suara gedoran kasar di pintu gerbang luar terdengar semakin menjadi-jadi, bersahut-sahutan dengan dering telepon genggam Hanum yang menampilkan nomor dari pos satpam kompleks. Dengan tenang, Hanum mengangkat panggilan tersebut. Di seberang sana, suara petugas keamanan terdengar sangat panik, mengabarkan bahwa Hanif nekat menabrak palang pintu pos dengan motor pinjamannya dan mengancam akan membuat keributan besar di depan rumah warga jika Hanum tidak mau keluar menemuinya.

​Hanum mengembuskan napas panjang. Menghadapi manusia yang sudah kehilangan akal sehat dan urat malunya seperti Hanif memang tidak bisa dengan cara bersembunyi.

​"Bik Sumi," panggil Hanum lembut namun tegas, menoleh ke arah asisten rumah tangganya. "Tolong jaga Kayla dan Kenzie di kamar atas. Kunci pintunya dari dalam, dan jangan biarkan mereka turun atau melihat ke luar jendela."

​"Baik, Nyonya," sahut Bik Sumi dengan wajah cemas, segera menggandeng kedua anak kembar yang beruntung masih tampak tenang dan penurut itu menuju lantai dua.

​Setelah memastikan anak-anaknya aman, Hanum melangkah menuju cermin besar di dekat lobi. Sebagai seorang wanita karier kelas atas dan putri dari keluarga terpandang, Hanum tidak akan membiarkan dirinya terlihat menyedihkan atau berantakan di depan orang-orang yang telah mengkhianatinya. Dia merapikan tunik premiumnya, membetulkan letak jilbab segi empatnya yang dimodel menutup dada dengan sangat anggun dan modis khas wanita urban berkelas, lalu menyemprotkan sedikit parfum. Penampilannya malam ini begitu memukau, anggun, dan memancarkan aura seorang nyonya besar yang tidak tertandingi oleh kerikil jalanan.

​Dengan langkah kaki yang konstan dan tenang, Hanum membuka pintu utama. Dia memilih berjalan kaki melintasi halaman rumahnya yang sangat luas, melewati deretan lampu taman yang berpijar keemasan, menuju ke arah gerbang depan di mana Hanif dan Sarah sedang ditahan oleh tiga orang petugas keamanan kompleks.

​Begitu sosok Hanum yang anggun berjalan mendekat, Hanif yang penampilannya malam ini sangat kontras kusut, berantakan, dan dipenuhi peluh langsung melangkah maju dengan gusar. Di tangan kanannya, dia mencengkeram erat selembar amplop besar berlogo Pengadilan Agama yang baru saja dia terima sore tadi melalui kurir ekspres bentukan Tian.

​"Hanum! Apa-apaan surat ini?!" bentak Hanif berapi-api, menyodorkan kertas gugatan cerai itu tepat di depan wajah Hanum. "Kamu benar-benar keterlaluan! Kamu mau menceraikan aku secara sepihak dan memblokir seluruh hak asuh anak?!"

​Hanum berdiri tegak dengan melipat tangannya di depan dada, menatap Hanif dengan pandangan mata yang sangat dingin dan kosong. "Surat itu sudah sangat jelas, Hanif. Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi."

​"Jelas bagaimana?!" potong Hanif dengan suara meninggi, dadanya naik turun menahan amarah bercampur kepanikan. "Aku tidak terima dengan isi tuntutan masalah harta gono-gini di draf ini! Kamu memasukkan pasal audit finansial dan mau mengambil kembali mobil dan semua fasilitas! Kita harus mengubah isinya, Hanum! Aku ini suamimu selama bertahun-tahun, setidaknya berikan aku uang pesangon yang layak untuk kelangsungan hidupku, Sarah, dan Ibu saat ini! Kami sekarang tinggal di rumah kumuh yang tidak layak!"

​Mendengar kata pesangon keluar dari mulut pria yang dulu berjanji akan menafkahinya itu, Hanum seketika mengeluarkan senyuman sarkas yang sangat menohok.

​"Pesangon?" tanya Hanum, suaranya terdengar sangat tenang namun setiap katanya menancap bagai paku bumi. "Hanif, tolong gunakan sisa logika yang kamu miliki. Di dalam hukum negara maupun perusahaan, pesangon itu hanya diberikan oleh atasan kepada karyawannya yang diberhentikan kerja secara sah. Pertanyaannya, sejak kapan kamu bekerja denganku? Kamu itu statusnya adalah suami yang menumpang hidup di atas fasilitas milik perusahaanku, bukan karyawanku. Jadi untuk apa aku memberikanmu sepeser pun uang pesangon atas pengkhianatan yang kamu lakukan?"

​Wajah Hanif seketika memerah padam, bungkam seribu bahasa mendengar skakmat yang begitu rapi dari Hanum. Sementara itu, Sarah yang sejak tadi berdiri di belakang Hanif sambil memegangi tas murahnya, kini melangkah maju. Wajah Sarah yang dulu selalu dicitrakan lembut, polos, dan saleha di depan Hanif, malam ini tampak kusam dan mulai menunjukkan riak-riak kedengkian.

​Hanum tidak membiarkan Sarah membuka mulut lebih dulu. Pandangan mata Hanum beralih tajam menatap madunya tersebut.

​"Dan kamu, Sarah..." ucap Hanum dengan nada sinis yang tertata rapi.

"Bukankah dulu, sebelum kamu dinikahi siri oleh Hanif, kamu selalu merengek dan berkata di depan saya dan mantan ibu mertua saya bahwa kamu adalah wanita tulus yang siap menemani Mas Hanif dari nol? Kamu bilang cinta kalian murni tanpa memandang harta. Lalu sekarang, setelah impianmu mengabdi dari nol itu dikabulkan oleh Tuhan, kenapa kamu malah mendukung suamimu untuk datang mengemis harta dan pesangon kepada mantan istrinya? Di mana letak ketulusan yang kamu agung-agungkan dulu?"

​Ditembak dengan kalimat yang menusuk tepat ke jantung harga dirinya, Sarah seketika meradang. Topeng kepolosan yang selama ini dia gunakan di depan Hanif runtuh total malam itu. Sarah maju satu langkah, menatap Hanum dengan pandangan mata yang dipenuhi kebencian yang mendalam. Sifat aslinya yang egois dan kasar kini keluar sepenuhnya.

​"Mbak Hanum, jangan merasa kamu paling suci dan berkuasa ya!" teriak Sarah dengan suara melengking, menunjukkan taring aslinya tanpa peduli lagi pada citranya di depan Hanif. "Kamu pikir aku bodoh?! Kamu sengaja kan menjebak kami sampai seperti ini?! Kamu menghina aku seolah aku ini perempuan matre! Dengar ya, sebelum aku jadi istri kedua Mas Hanif, hidupku jauh lebih tenang daripada sekarang! Sekarang setelah aku jadi istri sahnya, aku malah diseret ke rumah petak yang pengap, bau, dan harus menghadapi omelan ibunya yang tidak tahu diri itu setiap hari!"

​Sarah mendengus kasar, jarinya menunjuk-nunjuk ke arah Hanum dengan penuh emosi yang meledak-ledak. "Aku tidak peduli kamu mau menghina atau mencaci maki aku sampai puas malam ini! Silakan! Tapi hak Mas Hanif atas harta yang dikelolanya selama ini harus tetap keluar! Aku tidak sudi hidup menderita di dalam gang kumuh itu hanya karena ego kamu yang terluka sebagai wanita yang diceraikan! Mas Hanif punya hak atas uang itu, dan uang itu juga hakku sebagai istrinya sekarang!"

​Hanif sempat tertegun sesaat melihat bagaimana beringas dan kasarnya Sarah berbicara malam ini. Pemandangan itu sangat berbeda dengan sosok Sarah yang selalu menangis lembut dan manja yang dia kenal dulu. Namun karena posisinya yang juga butuh uang, Hanif memilih diam dan membiarkan Sarah menyerang Hanum.

​Hanum sendiri hanya menatap Sarah dengan pandangan mata yang sarat akan rasa iba sekaligus kejijikan yang mendalam. Dia melihat bagaimana sebuah hubungan yang dibangun di atas air mata orang lain, kini mulai saling mencakar ketika dihadapkan pada ujian kemiskinan yang sesungguhnya.

​"Oh, jadi ini wajah asli dari seorang wanita saleha pilihanmu, Hanif?" sindir Hanum pelan, melirik sekilas ke arah Hanif yang tampak canggung. Hanum kemudian kembali menatap Sarah dengan senyuman dingin yang sangat anggun. "Silakan berteriak sesuka hatimu, Sarah. Karena teriakanmu malam ini tidak akan pernah bisa mengubah isi draf pengadilan, dan justru akan mempermudah jalanku untuk menyeret suami barumu ini ke dalam penjara atas kasus penggelapan dana perusahaan besok pagi."

​Suasana di depan pagar seketika mencekam. Hanif dan Sarah terpaku mendengar ancaman hukum yang begitu nyata dari Hanum. Namun, ketegangan malam itu mendadak menggantung karena sebuah mobil sedan hitam lain tiba-tiba berhenti di belakang mereka dengan lampu sorot yang menyilaukan mata

1
Bundo yenti
Bagus banget ceritanya.... saya suka sikap tegas tokohnya
Noey Aprilia
Wjar aja kl hanum galau bgt....
lmaran aja pke map yg isinya ky proposal biar prshaan mau krjsma,mskpn yg ni isinya klebihan dia sndri sih...🤣🤣🤣...
jd pgn ngakak ngebyangin tiap hri ktmu,trs kl lg diskusi yg d bhas pke bhsa formal.....
Jetva
Tiaaaan..Tian..bagaimana cwq mau terkesan....lah kamu aza klo ngomong pake rumus fisika n kimia....🤣🤣🤣
susi ana
kira2 nanti setelah resmi pas MP nya pakek perhitungan korporat atau gravitasi atau medan magnet ya Thor?
aku tertawa sendiri membayangkan lanjutan ceritanya....
semangat💪
blcak areng: kak😁😁😁
total 1 replies
Muft Smoker
gx kebayang tuh penjual bunga tekanan darah ny naik apa malah turun drastis gara2 si tian Listrik ,, 😂😂😂
Muft Smoker
papa irwan totalitas marah nya ,, telan lgi aj pak ank ny ,, 😂😂😂😂
Meity Londok
bagus hanum.hancurkan musuh musuhmu
Noey Aprilia
Aku ngebyangin muka pnjual bunganya....antara pgn nyakar orng,sm gemes pgn nabok.....🤣🤣🤣....
Niken Ns
aduh udh ga sabar nunggu lamarannya
Jetva
🤣🤣🤣🤣HANIIIIIF....HANIF....KAGETAN KAYA, BANYAK DUIT...PENGEN PUNYA ISTRI LEBIH DARI 1🤣🤣🤣..ALASAN ISTRI GA ADA DI RUMAH....🤣🤣🤣 LAH..GILIRAN ISTRI ADA DI RUMAH, LU GA PUNYA APA" BUAT NYENANGIN ISTRI LU YG DUDUK MANIS DI RUMAH🤣🤣🤣🤣
Jetva
🤔Tian sebenarnya udah naksir dr awal...🤔🤔
🥀
suka karakter istri" yg begini
Jetva
🤣🤣Hanif dgn angkuhnya ngomong ke Hanum..kamu bisa tanpa aku......🤣🤣🤣..sekarang kamu merangkak seperti buaya...setelah persidangan, kamu akan merayap seperti ular...🤣🤣🤣
Muft Smoker
ni namany dingin dingin empuuk ,,
itu laa tian dingin di luar tetapi lembut di dalam ,, 😁😁😁😁😁
Muft Smoker
sebenarny tian tu kaku dingin Dan agak absurd dikit num ,, tp kalo soal tanggung jawab Dan perhatian dy gx main2 num ,,
Rahmawati Amma
itu temanilah suamimu dari nol 🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
rasain lo🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
balas aja hanum nanti menikah aja sama kakak tirinya si hanif🤣🤣🤣
PNC
ibunya Hanif kenapa sebenarnya
Jetva
logam bukan lembar, Thor.....klo kunci ya sebuah kunci...klo koin ya sekeping koin...
blcak areng: iya kak maaf🙏 kadang ngantuk pas nulis 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!