Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.
《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.
Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.
Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PROLOG
Malam di dunia asalnya tak pernah sejernih ini. Di sana, di antara derak beton kota dan kepulan asap pabrik yang tak pernah tidur, langit hanyalah kanvas kelabu yang mati.
Namun, di tempat ini—di atas hamparan rumput basah yang memantulkan pendar biru keemasan—langit malam Jagaddhita adalah sebuah samudera bintang yang bernapas.
Bhaskara meregangkan jemarinya, merasakan sensasi dingin embun yang meresap ke kulit telapak tangannya.
Otaknya masih berdenyut nyeri, menyisa memori samar tentang kilatan cahaya liar, suara jeritan mekanis, dan sensasi tersedot ke dalam pusaran tanpa dasar sebelum ia terlempar ke atas tanah asing ini. Ia mendongak, menatap nun jauh di horison tengah benua.
Di sana, berdiri sebuah siluet menara kristal raksasa yang tampak retak di ribuan bagian. Kristal itu—yang kemudian ia ketahui sebagai Prisma Kirana—memancarkan urat-urat cahaya tipis yang meredup, seolah-olah tengah menghembuskan napas terakhirnya.
Dari celah-celah retakan kristal itu, kepekatan hitam merayap keluar pelan-pelan seperti tinta jahat yang mencemari air jernih. Kelam Abadi.
Tiba-tiba, udara di sekitar dada Bhaskara bergetar hebat. Merekah aroma wangi bunga kantil bercampur tanah basah sehabis hujan lebat, memotong keheningan malam.
Atmosfer di depannya membiaskan cahaya, terlipat secara ajaib hingga membentuk lembaran bening serupa ukiran prasasti emas yang melayang anggun di udara.
Tidak ada suara robotik. Tidak ada kotak piksel neon seperti gim konsol yang kerap ia mainkan di dunia asalnya. Hanya ada pendar tulisan bersulur puitis, terukir dalam bahasa kuno yang anehnya dapat dibaca oleh pikirannya.
> 《Cahaya tidak memilih yang terkuat. Cahaya memilih yang layak.》
> [SUBJEK: BHASKARA — PENGEMBARA DARI DUNIA SEBERANG]
> Peran: Sang Penjaga Cahaya Terakhir
> Tingkat Resonansi: Bara (Awal Pembangkitan)
> Kapasitas Batin: 100 / 100 Prana
> [STATUS SIMPUL TAKDIR: 0 / 5]
> 🔥 Putri Anala (Kerajaan Agnivara): 🤍 Asing
> 💧 Putri Nirmala (Kerajaan Tirtamaya): 🤍 Asing
> 🌿 Putri Sekar (Kerajaan Aranyani): 🤍 Asing
> 🌪️ Putri Samira (Kerajaan Bayusena): 🤍 Asing
> ⚡ Putri Vajra (Kerajaan Vajragiri): 🤍 Asing
Bhaskara mengepalkan tangannya rapat-rapat, menghembuskan napas panjang hingga berhembus kabut tipis dari mulutnya. "Pengembara dari dunia seberang..." bisiknya lirih.
Ia bukan seorang pahlawan. Di dunianya yang lama, ia hanyalah seorang pria biasa yang berjuang bertahan hidup di tengah kerasnya takdir.
Namun, keberadaan Prasasti Gaib di depannya membuktikan bahwa nasib tidak melemparkannya ke Benua Jagaddhita tanpa alasan. Sesuatu yang sangat besar, sebuah tragedi kuno yang belum sepenuhnya ia pahami, telah memilihnya untuk berdiri di barisan paling depan.
Lontar emas di udaranya bergetar sekali lagi. Tulisan berkedip, berganti bentuk membentuk baris-baris instruksi baru yang memancarkan pendar merah keemasan hangat—seperti bara api yang siap meletup.
> 《Misi Pertama: Takdir Negeri Api》
> Prisma retak dan Sang Penjaga telah terbangun. Namun, Bara pertama tidak akan menyala di tempat yang aman. Putri Anala berada dalam genggaman marabahaya di Pegunungan Pawaka. Selamatkan Sang Putri sebelum matahari ketiga terbenam, atau cahaya Agnivara akan padam selamanya.
> 《Prisma mengamati pilihanmu.》
"Selamatkan Putri Anala..." gumam Bhaskara sambil membaca bait demi bait petunjuk itu.
Ia tersenyum tipis, sebuah senyum getir penuh kewaspadaan. Dari sedikit pengetahuan yang ia tangkap sejak tersadar di dunia ini, Agnivara adalah benteng pertahanan terkuat Jagaddhita, sebuah kerajaan yang dihuni oleh para ksatria tangguh penempa pusaka dan dikelilingi benteng magma yang tak tertembus.
Jika seorang putri dari kerajaan semegah itu berada dalam bahaya, musuhnya tentulah bukan sekadar monster liar yang berkeliaran di dalam hutan. Petunjuk ini terlalu sederhana untuk sebuah ancaman yang nyata.
Sistem di depannya tidak pernah berbohong, tetapi entitas gaib ini juga tidak pernah murah hati untuk memberikan seluruh kebenaran di awal.
Ada intrik yang tersembunyi, ada racun di dalam cawan emas, dan ada pengkhianatan yang mungkin tengah mengintai sang putri dari balik dinding istananya sendiri.
Bhaskara berdiri tegak. Ia merapikan pakaian kain tebal berhias sulaman melati yang melekat di tubuhnya—pakaian khas Jagaddhita yang entah bagaimana sudah terpasang saat ia terbangun.
Ia menyentuh dada kirinya, merasakan kehangatan samar yang berdenyut selaras dengan detak jantungnya. Inti Prisma di dalam tubuhnya telah memercikkan Bara pertama.
Di kejauhan, di balik barisan puncak pegunungan yang menjulang tinggi di sebelah timur, langit malam bersemburat warna merah keemasan yang mencekam.
Asap tebal membumbung tinggi melintasi rembulan, menandakan bahwa sang raksasa api—Pegunungan Pawaka—sedang tidak tenang.
"Aku tidak tahu mengapa aku yang dipanggil ke dunia ini," ujar Bhaskara pada kegelapan malam, melangkah maju menerobos tingginya rumput liar menuju arah timur.
"Tetapi jika cahaya ini memang membutuhkan seorang penjaga, maka aku tidak akan membiarkan malam menguasai bumi ini tanpa perlawanan."
Di bawah naungan langit Jagaddhita yang terluka, langkah pertama sang pengembara resmi dimulai. Simpul takdir yang terputus selama berabad-abad, kini perlahan-lahan mulai bergerak menanti untuk dipertautkan kembali.
Di balik nyala bara, gemuruh ombak, bisikan angin, rimbunnya bumi, dan gelegar petir, lima putri pewaris telah menunggu tanpa pernah mengetahui bahwa takdir mereka terikat pada seorang pemuda asing dari dunia lain.
Sementara itu, di kedalaman kegelapan, sesuatu yang telah lama tertidur mulai membuka mata. Ia tidak takut pada pedang, tidak gentar pada sihir, bahkan tidak gentar pada para raja. Yang ditakutinya hanya satu...
Cahaya yang kembali bersinar.
Dan ketika lembaran emas Sistem Kirana memancarkan pesan pertamanya, roda takdir akhirnya berputar.
《Misi Utama Dimulai.》
Temukan Putri Api.
Rangkai kembali Simpul Kirana.
Selamatkan Jagaddhita.
Sejak saat itu, setiap langkah Bhaskara bukan lagi sekadar perjalanan, melainkan awal dari legenda yang kelak akan dikenang sebagai kisah tentang enam negeri, lima putri, dan seorang Penjaga Cahaya yang menantang takdir itu sendiri.
...****************...