terus dukung cerita ini dengan like dan komen jika kalian suka. agar cerita tidak mangkrak tengah jalan
"Mas Kenzo! Pocongnya kabur lagi!" teriak Srini sambil ngemil ceker ayam._
"Bukan waktunya makan, sri! Itu pocong bawa kabur anak kepala desa!"
Kenzo, dukun muda nyeleneh dan Srini, kuntilanak centil juga narsis , harus menghadapi Gerombolan pocong pemburu nyawa,Pengkhianatan makhluk gaib yang mereka percaya ,Rahasia mengerikan di balik kematian orang tua Kenzo.
misteri apa yang terjadi mengapa bisa ribuan pocong mengepung sebuah desa dan mengapa orang tua Kenzo bisa mati secara misterius. temukan jawabannya di buku ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the last shadow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Srini berbicara dengan penuh semangat sambil sesekali tertawa kecil, "Mas, tadi kamu keren banget! Gimana nggak? Tinggal bersin aja tuh pocong-pocong langsung musnah jadi abu. Gila sih, kalau nggak ngelihat langsung aku nggak bakal percaya!"
Kenzo mendengarkan dengan wajah datar, meski di dalam hatinya rasa penasaran terus berkecamuk. "Lalu bagaimana dia mati?" tanyanya sambil menunjuk pocong raksasa yang tergeletak tak bernyawa di tanah.
"Oh, itu gampang banget, Mas," Srini menjawab santai. "Pas dia frustasi nggak bisa ngelawan kamu, dia nyoba kabur. Eh, tiba-tiba kamu udah berdiri aja di depannya. Nggak sempat melakukan perlawanan, kepalanya langsung hancur!"
Kenzo terdiam. Penjelasan itu membuatnya bingung sekaligus terkejut. "Aku benar-benar nggak ingat apa yang terjadi," gumamnya dalam hati. Ada sesuatu yang janggal seolah-olah dia benar-benar melewatkan sebagian besar pertarungan. siapa sebenarnya sosok yang mengambil alih tubuhnya?.
Srini melanjutkan ceritanya tanpa jeda, "Terus tadi energi kamu gila banget, Mas. Sampai kita semua harus sujud karena nggak kuat nahan aura kamu. Mata kamu berubah jadi biru terang, terus tawa kamu bergema bikin telinga aku hampir copot."
Kenzo mencoba mengabaikan rasa cemas yang mulai muncul di dadanya. "Warga desa terkena sirep," ujarnya dingin. "Sebelum kita datang, mereka sudah disihir untuk tertidur semua."
Ia menatap Srini dengan tatapan tegas. "Lepaskan sirep itu sekarang. Bersiap untuk pulang ke rumah. Maya, kau dan pasukan lain bantu dia."
"Siap, Mas!" jawab mereka serempak dengan semangat.
Srini dan Maya, seluruh pasukan Kenzo mulai membersihkan hawa negatif yang menyelimuti Desa Sukasari. Mereka merapal mantra untuk mematahkan sihir sirep yang membuat para warga tertidur lelap. Secara perlahan, satu per satu warga mulai terbangun dengan ekspresi bingung, seolah baru terlepas dari mimpi buruk yang panjang.
Tak hanya itu, pasukan Kenzo juga membersihkan sisa-sisa pertarungan, termasuk mayat Ki Darmo dan Bimo yang terkapar di tanah. Bau anyir darah masih tercium menyengat, tetapi tak ada lagi hawa negatif yang menyelimuti desa.
"Kita apakan jasad mereka, Mas?" tanya Gawandra, genderuwo besar yang menjadi peliharaan setia Kenzo. Matanya yang merah menyala memandang penuh nafsu pada mayat Ki Darmo dan Bimo.
Kenzo menatap dingin tanpa ekspresi. "Terserah kamu mau diapakan."
Gawandra menyeringai lebar, memperlihatkan deretan gigi tajamnya. Tanpa basa-basi, dia membopong kedua mayat itu di pundaknya yang besar dan kekar. "Mereka akan jadi makanan enak buat pasukanku," katanya sambil terkekeh, lalu melangkah menuju hutan wingit tempat dia tinggal.
Kenzo hanya menghela napas panjang. Ada rasa lega karena ancaman di desa telah berakhir, tetapi rasa penasaran akan sosok yang merasukinya terus menghantui pikirannya.
"Mas, kamu nggak apa-apa?" tanya Srini dengan nada khawatir.
Kenzo menatap kosong ke arah langit yang mulai memerah saat fajar menjelang. "Aku baik-baik saja... mungkin," jawabnya pelan.
Namun dalam hati, ia tahu ada sesuatu yang harus segera dia ungkap. Sosok misterius yang muncul dalam dirinya tadi jelas bukan makhluk biasa. Siapa dia? Dan mengapa dia bisa mengambil alih tubuh Kenzo dengan begitu mudah?
Perjalanan mereka memang masih panjang, penuh dengan misteri dan tantangan yang belum terungkap. Namun satu hal yang pasti Kenzo tidak akan membiarkan dirinya terjebak dalam ketidaktahuan. Ia harus menemukan jawaban, apa pun risikonya.
feed back la yaa😍