NovelToon NovelToon
Maharaja Harem: Sistem Penguasa Jagat

Maharaja Harem: Sistem Penguasa Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: RIOR

Dibuang dan dibiarkan mati di kegelapan Alas Purwo, Satria Pamungkas justru membangkitkan "Sistem Penguasa Jagat". Di dunia Nusantara Kuno yang kejam, kesaktian adalah segalanya. Satria tidak peduli pada moralitas; ia menghancurkan musuh hingga ke akar-akarnya dan melipatgandakan energinya setiap kali menaklukkan wanita-wanita paling berpengaruh di jagat raya. Dari seorang buangan, sang anti-hero bangkit menembus ranah dewa, membangun imperium harem tak terbatas, dan memaksa seluruh Dwipantara bertekuk lutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIOR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Badai Laut Selatan dan Perburuan Armada Ghaib

Angin badai menderu-deru di wilayah perairan dalam Samudra Selatan, menggulung ombak hitam setinggi pohon kelapa.

Langit di atas hamparan air yang ganas itu tertutup rapat oleh awan kumulonimbus kelabu yang pekat, sesekali dibelah oleh sambaran petir keunguan yang menggelegar.

Ini bukan lagi wilayah laut fana; ini adalah garis batas terluar dari domain spiritual utama Faksi Bajak Laut Laut Selatan, sebuah kawasan terlarang yang dijuluki Segoro Getih karena banyaknya pelaut dan pendekar yang tewas mengambang di sini.

Di tengah amukan badai tersebut, sebuah kapal perang bertiang tiga melaju dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Kapal itu tidak terombang-ambing oleh ombak, melainkan seolah-olah meluncur di atas punggung gelombang.

Di sekeliling lambung kapal, sekat pelindung transparan berwarna perak keemasan menyala redup, meredam setiap hantaman air laut beracun yang mencoba menerobos masuk.

Satria Pamungkas berdiri tegak di anjungan depan kapal. Topi caping bambunya telah ditarik agak rendah, menyembunyikan sebagian wajah tampannya, namun tidak bisa menyembunyikan sepasang mata dengan kilatan emas tipis yang menatap tajam ke arah cakrawala malam.

Di punggungnya, Pedang Bintang Delapan Kosmik Kedewaan yang baru saja ditempa ulang bergetar samar, memancarkan hawa dingin kosmik yang bertolak belakang dengan atmosfer laut yang panas oleh energi belerang ghaib.

Sudah lima hari sejak mereka meninggalkan Pulau Tengkorak Hitam. Mengikuti rute merah yang tertera pada peta rahasia mendiang Adipati Bhre Wirabhumi, Satria sengaja mengemudikan kapal ini langsung ke jantung pertahanan musuh.

Pragmatisme dinginnya tidak mengenal kata defensif; alih-alih menunggu armada perompak ghaib itu membalas dendam atas kematian Tetua Surogati, ia memilih untuk menjadi pemburu yang mendatangi sarang serigala.

[Bip! Memasuki wilayah perairan 'Segoro Getih' (Domain Utama Faksi Laut Selatan).]

Deteksi Skala Besar: Teridenteksi barisan patroli depan berupa Armada Gurita Hitam.

Jumlah Target: 12 Kapal Perang Ghaib Menengah, sekitar 800 Kultivator Ranah Satria, dan 2 Wakil Tetua Ranah Senopati Tahap 1.

Estimasi Nilai Poin: ~95.000 Poin Sistem jika dimusnahkan secara total.

Saldo Poin Saat Ini: 97.500 Poin.

Melihat kalkulasi poin yang berkedip cerah di layar batinnya, kilatan keserakahan yang dingin muncul di mata Satria. Jika ia bisa menyapu bersih barisan patroli ini, saldonya akan kembali melonjak mendekati angka 200.000 poin, membawa dirinya semakin dekat dengan pembukaan Toko Kategori 4 yang berisi teknik-teknik Ranah Raja dan material tingkat kosmik yang lebih tinggi.

"Satria, mereka telah mendeteksi keberadaan kita," suara Dyah Sekar Ayu terdengar dari belakang, memecah keheningan di atas anjungan. Sang putri berjalan mendekat dengan langkah mantap meskipun kapal bergerak cepat. Selendang sutra hijaunya telah melilit pergelangan tangannya, siap untuk dilepaskan kapan saja. Esensi Darah Suci Dewi Sri di dalam tubuhnya tampak beresonansi dengan ketegangan di udara, memancarkan aroma harum bunga melati ghaib yang menenangkan.

"Aku tahu," jawab Satria datar tanpa menoleh. "Mereka sengaja membiarkan kita masuk ke dalam formasi pengepungan mereka. Taktik kuno yang membosankan."

Tepat setelah Satria menyelesaikan kalimatnya, dari balik kabut hitam di depan mereka, belasan lampu suar berwarna hijau keunguan menyala serentak. Dua belas kapal perang raksasa yang terbuat dari kayu kapal karam kuno muncul dari kegelapan. Lambung kapal-kapal tersebut dilapisi oleh tengkorak makhluk laut dan memancarkan energi hitam yang pekat.

KREEEET... BUM!

Dua belas kapal tersebut langsung bergerak memutar, membentuk formasi lingkaran sempurna yang mengunci kapal Satria di titik tengah. Di atas geladak kapal utama musuh, ratusan perompak ghaib berpakaian zirar kulit hiu hitam berdiri dengan tombak dan busur panah besar yang ujungnya telah dilapisi oleh api ghaib pengikis jiwa.

Dua sosok pria paruh baya bertubuh kekar dengan tato gurita raksasa di sekujur lengan mereka melompat naik ke atas anjungan kapal utama musuh. Mereka adalah Wakil Tetua Guntur dan Wakil Tetua Geling, sepasang saudara kembar yang mengomandoi armada patroli luar, keduanya berada di Ranah Senopati Tahap 1.

"Penyusup bodoh dari daratan!" raung Wakil Tetua Guntur, suaranya menggelegar mengalahkan suara gemuruh badai. "Kau telah membantai saudara-saudara kami di Pulau Tengkorak Hitam dan mengira bisa melarikan diri lewat samudra ini? Hari ini, darahmu akan menjadi sesembahan bagi Yang Mulia Pemimpin Besar!"

"Jangan banyak bicara, Guntur! Langsung tenggelamkan kapal rongsokan mereka!" tambah Wakil Tetua Geling dengan tawa kejam. Ia mengangkat tangan kanannya, memberi aba-aba kepada ratusan pemanah di sekelilingnya. "Formasi Panah Hitam Peleleh Sukma... Tembak!"

WUSH! WUSH! WUSH! WUSH!

Ribuan anak panah berapi hijau keunguan melesat ke langit malam, membentuk tirai kematian yang menukik tajam ke arah kapal Satria. Energi korosif yang dibawa oleh ribuan panah tersebut cukup untuk melelehkan sebuah benteng batu pertahanan dalam hitungan detik.

"Sekar Ayu, pertahankan kapal ini. Biarkan aku yang memanen kepala mereka," perintah Satria pendek.

"Baik, Satria. Serahkan perlindungan belakang kepadamu," jawab Sekar Ayu patuh. Ia langsung melompat ke tengah geladak, menyilangkan kedua tangannya di depan dada sembari merapalkan mantra tertinggi keluarganya.

Mantra Cundamani: Kubah Agung Pelindung Jiwa!

BOOM!

Sebuah kubah cahaya putih keemasan berdiameter tiga puluh meter meledak dari tubuh Sekar Ayu, membubung tinggi membungkus seluruh struktur kapal perang mereka. Ribuan panah api hitam yang menghantam kubah tersebut langsung meledak hancur, tidak mampu menembus pertahanan esensi dewi bumi yang dihadirkan oleh sang putri.

Di saat yang sama, Satria Pamungkas tidak lagi berada di anjungan. Dengan satu hentakan kaki yang memicu ledakan Prana Emas kecil di bawah telapak kakinya, tubuhnya melesat tegak lurus ke udara, menembus badai panah yang gagal mendarat.

Sreeeeeng!

Pedang Bintang Delapan Kosmik Kedewaan ditarik dari sarungnya. Begitu bilah hitam keunguan itu terekspos ke udara malam, delapan permata rasi bintang menyala dengan kilau perak murni yang sangat pekat. Efek pasif Kosmik Presesi langsung aktif; tekanan udara di radius lima ratus meter di sekeliling Satria mendadak menjadi sangat padat dan berat, mengunci pergerakan udara dan memperlambat laju ombak di bawahnya.

Para perompak ghaib di atas kapal-kapal patroli mendadak merasa tubuh mereka seolah-olah ditimbun oleh bongkahan batu gunung ghaib. Gerakan mereka untuk mengisi ulang anak panah melambat hingga setengah kecepatan normal. Bahkan kedua Wakil Tetua Ranah Senopati itu pun terbelalak merasakan distorsi ruang yang menekan meridian mereka.

"Tekanan ruang macam apa ini?! Dia... dia bukan Ranah Senopati biasa!" Guntur berteriak panik, mencoba menggerakkan Prana-nya yang mendadak tersendat.

Satria yang melayang di udara menatap ke bawah dengan pandangan sedingin es. "Kalian semua... hanyalah angka di dalam daftarku."

"Ajian Pedang Pembelah Lautan... Tebasan Kelima: Pusaran Bintang Penghancur Armada!"

Satria memutar tubuhnya di udara, mengayunkan pedang kosmiknya dalam gerakan melingkar horizontal yang penuh tenaga. Sebuah piringan cahaya perak raksasa setebal satu meter dan berdiameter ratusan meter melesat keluar dari mata pisau pedangnya, berputar cepat bagai gergaji kosmik yang memotong garis cakrawala malam.

CRAAAAAASH!

Cahaya perak itu memotong menembus tiang-tiang layar, lambung kapal, dan tubuh-tubuh kultivator di atas dua belas kapal perang ghaib tersebut tanpa hambatan sedikit pun. Kekerasan kayu ghaib dan zirah kulit hiu mereka tidak lebih dari sekadar kertas di hadapan ketajaman Tingkat Ghaib Puncak pedang Satria.

BOOM! BOOM! BOOM!

Ledakan energi kosmic menghancurkan struktur kapal-kapal tersebut. Enam kapal perang di sisi kanan langsung terbelah menjadi dua bagian yang rapi sebelum akhirnya meledak memuntahkan kabut darah hitam ke udara. Ratusan kultivator Ranah Satria tewas seketika, jiwa-jiwa mereka tersedot hancur oleh hawa dingin rasi bintang pedang Satria sebelum sempat keluar dari jasad mereka.

[Bip! Anda telah memusnahkan 450 Unit Kultivator Ranah Satria dan 6 Kapal Menengah.]

[Mendapatkan: 45.000 Poin Sistem!]

"Sialan! Geling, gunakan teknik penggabungan tubuh! Kita harus keluar dari sini!" raung Guntur yang beruntung bisa melompat mundur dari kapal utamanya sebelum kapal itu terpotong. Kaki kanannya telah hancur tergores sisa energi tebasan Satria.

Namun, Satria Pamungkas tidak memberikan ruang untuk bernapas bagi mangsanya. Sifat anti-hero-nya yang kejam menuntut penyelesaian yang instan dan total.

Menggunakan momentum gravitasi, ia menukik tajam ke arah dua Wakil Tetua yang sedang panik tersebut, meninggalkan jejak garis cahaya perak murni di langit malam badai laut selatan.

Pertempuran di garis depan Segoro Getih baru saja dimulai, dan bau kematian akan segera tercium hingga ke takhta tertinggi sang Pemimpin Besar Faksi Laut Selatan.

1
Anata diya
/Smile//Smile//Smile/
Ranah Pengangguran Bintang 5
Semangat Thor!!! Jangan Sampai Putus Ditengah Jalan....
Tante Mimi
Bagus.. ceritanya seru, tapi sayang bab-nya masih sedikit /Sob/ semangat, jangan lupa update yang banyak/Chuckle/
RIOR'CC
Jangan Lupa Follow & Like Guys 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!