Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Pengawal Licik itu pun kembali masuk dan membawa sebuah hadiah dan menyerahkannya kepada Nenek Sari.
"Yang Yang kemari lah" ucap Nenek Sari.
"Ini Gelang Yang sudah lama Nenek simpan untuk mu. Ayo di pakai, Nenek mau lihat"
Yang Yang langsung memakai gelang itu.
"Terima Kasih Nenek, Yang Yang suka" ucapnya dengan wajah ceria.
"Anak ini mirip sekali dengan Ayahnya, berbeda dengan Zhuzhu" Batin wanita paruh baya itu.
Zhuzhu kembali muncul di hadapan mereka, ia langsung duduk dan memeluk wanita paruh baya itu.
"Nenek, Nenek sekarang Kakak sudah kembali. Apa Nenek tidak sayang Zhuzhu lagi? keluarga ini tidak sayang sama Zhuzhu lagi" Zhuzhu memasang wajah cemberut.
"Dasar adik tiri yang bermuka dua" Batin Yang Yang.
Yang Yang pun ikut duduk dan memeluk sebelah tangan wanita paruh baya itu.
"Nenek, Yang Yang anak baik-baik kok. Yang Yang tidak akan merepotkan Ayah dan Nenek" Ucap Yang Yang tidak mau kalah dari saudari tirinya itu.
"Kalau kamu pintar akting, aku juga bisa. Asal aku bisa bersandiwara dengan baik, aku tidak akan kalah" Batin Yang Yang.
"Baik, baik, baik. Kalian berdua cucu kesayangannya Nenek. Kalian berdua harta keluarga Pratama" ucap wanita paruh baya itu dengan senyum tulus di wajahnya.
"Nenek tidak adil, Kakak sudah dapat dua hadiah, tapi Zhuzhu tidak ada. Mana hadiah Zhuzhu?" Zhuzhu kembali memasang wajah cemberut.
"Adik, Kakak juga punya hadiah untuk mu" Yang Yang mengeluarkan sebuah Boneka kecil berbulu, ia menyerahkannya kepada Zhuzhu.
"Aaaa,,, jangan" Zhuzhu menolak dan menutup hidungnya ia tiba-tiba saja bersin.
"Dasar Anak kurang ajar, masih kecil sudah nakal. Zhuzhu alergi sama bulu" Tegas pengawal yang berdiri di samping mereka.
Yang Yang langsung meletakkan boneka bulu itu di atas meja.
"Kepala Pelayan, kenapa kamu kasar sekali kepada Yang Yang, dia itu masih kecil, aku dan Yang Yang saja tidak tahu kalau Zhuzhu alergi bulu. Keluar sekarang!" Bentak wanita paruh baya itu.
Pengawal itu pun langsung bergegas keluar.
Devin, yang dari tadi memperhatikan keributan itu dia hanya terdiam. Dalam hatinya ia sangat ingin membela adik kecilnya itu. Tapi ia tidak berdaya.
"Nenek, kaki ku sakit. Aku mau ke kamar" ucap Devin
"Pelayan, antar Tuan Devin ke kamarnya" Perintah wanita paruh baya itu.
Pelayan pun bergegas mengantar Devin kembali ke kamarnya.
Dari luar pagar kediaman Pratama terlihat sebuah mobil mewah berwarna silver sedang terparkir.
Seorang wanita mengenakan gaun berwarna merah turun dari mobil.
Kepala Pengawal itu segerah menghampiri.
"Nyonya, untung Nyonya segerah kembali. Nona Zhuzhu ditindas oleh gadis kampungan itu" Kepala pelayan itu mengaduh.
"Apa? Dasar wanita jalang. Tidak akan kubiarkan kau menindas putriku Zhuzhu. Dasar anak kampungan. Kuberi pelajaran kau" Ucap Lu Xie ibu Zhuzhu.
Lu Xie berjalan masuk, Zhuzhu langsung berlari memeluk ibunya.
"Ibu, Zhuzhu kenapa? Zhuzhu, kenapa kamu menangis? Apa dia menindas mu?" tanya Lu Xie dengan tatapan tidak suka kepada Yang Yang.
"Yang Yang dia Lu Xie, ibu tirimu, Panggil dia Bibi Lu" Ucap wanita paruh baya itu kepada Yang Yang.
"Ini ibu tiri ku yang sudah berniat jahat kepadaku, dia sudah mau membunuhku sejak ayah menemukan ku" Ucap Yang Yang dalam hati.
"Ibu, Kakak tidak menindas ku, jangan salahkan Kakak" Ucap Zhuzhu berpura-pura dengan wajah liciknya itu. Lagi-lagi senyum licik itu terukir di wajah Zhuzhu.
"Yang Yang, apa yang kamu lakukan kepada Zhuzhu? Kenapa dia menangis? dasar anak kampungan. Berani-beraninya menindas putriku, jangan kau bawa tabiat kampung mu itu ke keluarga ini. Akan ku beri pelajaran kau". Ucap Lu Xie memarahi Yang Yang.
"Bibi Lu, Apa kamu tuli? Zhuzhu bilang aku tidak menindasnya. Apa telinga Bibi bermasalah? Punya telinga tapi tidak di fungsikan" Balas Yang Yang.
"Dasar anak kurang ajar. Pengawal kurung dia, Jangan berikan dia jatah makanan" tegas Lu Xie.
"Nenek" Yang Yang mengadu kepada Nenek Sari.
"Cukup, kalian lihat aku apa disini? Aku masih ada, apa kalian sudah tidak menganggapku ada?" Ucap Nenek Sari membela Yang Yang kecil.
"Pelayan Sri, Bawa Nona Yang Yang kembali ke kamarnya, jaga dia baik-baik" Ucap wanita paruh baya itu.
Yang Yang kembali menuju ke Kamarnya dengan di temani oleh pelayan Sri.
"Dasar saudari tiri bermuka dua, sama seperti ibunya tidak tahu diri, lihat saja nanti. Kalau kalian berani menindas ku coba saja. Aku Yang Yang tidak bisa ditindas siapa pun" batin Yang Yang sambil berjalan menuju ke kamarnya dengan di temani pelayan Sri.
"Ibu, kenapa ibu biarkan anak itu istirahat? Dia kan baru saja datang dari kampung, harusnya dia di ajari tata kerama keluarga ini. Supaya dia tidak melanggar peraturan di rumah ini, apalagi sampai menindas Zhuzhu" Jelas Lu Xie kepada wanita paruh baya itu.
Bruukkkk
Wanita paruh baya itu sontak memukul meja di depannya.
"Lu Xie cukup, jaga sikap mu, Yang Yang masih kecil" ucap Wanita tua itu.
"Ibu, justru Yang Yang masih kecil dia harus di ajari tata kerama, supaya tidak berbuat seenaknya di keluarga ini" balas Lu Xie membantah.
"Lu Xie, Yang Yang bukan anak kandung mu, Kamu tidak berhak mengendalikannya" Ucap wanita tua itu. Ia sangat menyayangi Yang Yang.
"Tapi Bu,,,"
"Sudah cukup, aku mau sendirian. Aku tidak mau ada keributan lagi di rumah ini" ucapnya sambil memijat kepalanya yang pusing karena mendengar ocehan-ocehan menantunya itu.
Lu Xie mengantar anaknya ke kamar.
"Ibu" ucap Zhuzhu.
"Zhuzhu, ibu tidak akan membiarkan siapapun menindas mu dan merebut kasih sayang keluarga ini. Kamu adalah pewaris satu-satunya keluarga Pratama. Dan anak itu, aku akan menghabisinya" Lu Xie memeluk anaknya dan tersenyum licik.
Sementara itu Yang Yang dan Bibi pelayan masih berada di kamar.
"Nona istirahat saja dulu, kalau perlu apa-apa, Nona bisa panggil saya" ucap Pelayan Sri.
"Terima kasih" balas Yang Yang
Pelayan itu berjalan keluar dari kamar Yang Yang.
Yang Yang melangkah ke arah tempat tidur, tiba-tiba langkahnya terhenti. Ia melihat ada sesuatu yang aneh. Ia melangkah perlahan ke arah tempat tidurnya.
"Sepertinya ada sesuatu di balik selimut ini" Gumamnya.
"Sepertinya ini adalah perbuatan Zhuzhu, dia pasti mau ngerjain aku. Rupanya kamu mau bermain-main dengan ku Nona Zhuzhu yang licik" ucap Yang Yang berbicara sendiri.
Ia melangkah perlahan mendekati benda aneh yang bergerak dibalik selimutnya itu. Yang Yang menarik selimutnya dengan cepat. Benar saja dibalik selimut itu ada sesuatu. Tiba-tiba seekor ular berbisa pun muncul. Yang Yang langsung kaget ia menutup mulut dengan kedua tangannya itu.
lanjut up lagi thor