NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.33. Apa yang aku lihat.

Kara berdiam diri di dalam kamar nya, sementara hari semakin gelap dan semakin gelap. Kara mencoba menghubungi ayah nya, tapi nomor nya tidak aktif..

"Ayah.." Gumam Kara, dia sangat ketakutan sekarang.

Tiba - tiba hujan turun.. hujan yang sudah beberapa hari itu tidak turun malam ini turun lagi. Dalam keadaan yang sedang hujan, Kara makin ketakutan karena suara petir yang begitu keras. Tapi.. ada yang aneh saat itu, Kara yakin dia belum lama masuk kedalam kamar nya.. tapi tiba - tiba dia mendengar suara jam ding dong yang berbunyi menunjukan jam 12 malam.

"Hah, kok udah bunyi." Gumam Kara..

Lalu secara mengejutkan, Kara mendengar ada suara anak - anak yang sedang tertawa seperti sedang bercanda, namun tak berapa lama suara itu hilang kembali. Kara yakin.. sekarang dia sedang mengalami hal yang tidak bisa di jelaskan menggunakan kata - kata.

Setelah itu Kara mendengar suara yang terdengar sangat mirip dengan suara ayah nya, Kara langsung bangun dan berlari membuka pintu karena dia pikir ayahnya sudah pulang. Tapi saat dia membuka pintu kamar nya, ruangan yang ada di depan nya tampak berbeda, penataan ruangan itu tidak seperti biasanya.

"Hh.. aku masuk ke alam lain?" Gumam Kara, dia mundur ketakutan dan hendak menutup pintu.

Sampai tiba - tiba Kara melihat ada dua prang laki - laki yang sedang bercanda, jika di lihat umur nya mungkin sekitar 20 tahun dan wajah nya tampak akrab di mata Kara meski agak samar karena berkabut. Kara yang penasaran akhir nya tidak jadi menutup pintu nya dan malah berjalan memperhatikan dua laki - laki itu.

Posisi laki - laki pertama menghadap ke arah Kara sehingga Kara bisa melihat dengan jelas wajah nya, sementara laki - laki yang satu lagi duduk membelakangi Kara jadi Kara masih belum bisa melihat wajah laki - laki itu.

"Nanti aku bakal ke Jakarta, aku akan kuliah, cari kerja, cari pengalaman, biar nggak di suruh lanjutin bisnis nya bapak."

Itu yang Kara dengar dari laki - laki yang duduk membelakangi Kara, saat itu Kara berdiri di ujung kamar nya dimana dia menatap ke arah ruang keluarga yang ada di lantai dua. Penataan ruangan itu berbeda dengan sekarang.. Kara yakin, kemungkinan Kara masuk ke masalalu seperti yang dia lihat saat ding dong ke 12 berakhir.

"Kamu mau tinggalin aku di rumah ini, A?" Ucap si laki - laki yang duduk nya menghadap ke arah Kara.

Kara yang mendengar itu merasa dejavu, dia merasa baru beberapa saat yang lalu dia juga mengatakan hal yang serupa pada Putri. Kara tetap diam berdiri di tempat nya, dia melihat si laki - laki yang menghadap ke arah nya itu menangis sedih.

"Kan aku sudah bilang, aku nggak mau lanjutin pekerjaan bapak. Aku mau mandiri dan bangun usahaku sendiri. Kamu kan nggak bisa kemana - mana, jadi kamu saja yang terusin usaha bapak." Ucap si laki - laki yang duduk membelakangi Kara.

"Tapi aku juga mau keluar, A! Kalo aa pergi, aku harus pergi juga! Kalo nggak, kita lanjutin usaha bapak bareng - bareng." Ucap laki - laki yang menghadap Kara.

"Kamu jangan licik, a! Aku tau kamu mau pergi dari rumah ini biar bisa bebas, kan!! Terus aku!?" Ucap si pria yang duduk menghadap ke depan.

Hening sesaat, Kara tidak tahu apa yang sebenar nya mereka bicarakan sampai seperti orang yang bertengkar. Yang Kara tangkap adalah mereka berdua kakak beradik yang memiliki jalan nasib berbeda. Sang kakak ingin pergi mengejar mimpi nya tapi sang adik tidak mau di tinggal.

Kara akhir nya berjalan makin maju dan makin maju, dan pada saat dia semakin berjalan mendekat itulah.. Kara akhir nya mengenali siapa anak laki - laki itu.. itu ayah nya, Kara pernah melihat foto masa muda ayah nya dan foto saat ayah nya menikah dengan ibunya dulu, wajah nya tak jauh berbeda.

"Ayah.. ini ayah?" Gumam Kara.

"Kan nanti aku bisa sering pulang, kalo kamu mau tinggal di sini dan nerusin usaha bapak, aa janji nggak akan minta apapun warisan bapak, semua nya buat kamu." Ucap laki - laki yang duduk membelakangi Kara.

Dan setelah mengatakan itu, laki - laki yang membelakangi Kara itu bangun dan berbalik. Saat itulah Kara makin terkejut ketika melihat wajah laki - laki itu, wajah nya sama dengan ayah nya!

"Ayah kembar!?" Gumam Kara, sambil menutup mulut nya.

Kara melihat kembaran ayah nya itu turun ke lantai satu dan meninggalkan ayah nya itu sendirian di lantai atas dengan wajah sedih dan marah. Kara bisa melihat tangan ayah nya mengepal, dan tiba - tiba ayah Kara itu bergegas berjalan cepak menyusul kembaran nya.

Disana Kara melihat ayah nya yang marah tadi mendorong kembaran nya smpai kembaran nya jatuh berguling menuruni tangga dengan kepala dan badan yang berulang kali membentur anak - anakan tangga.

"AAargghh!!"

Kara menutup mulut nya melihat itu, dia melihat ayah nya telah membunuh kembaran nya sendiri. Ayah Kara yang melihat sodaranya berguling jatuh menuruni tangga juga sempat terkejut sendiri, tapi saat melihat sodara kembaran nya tidak lagi bergerak, ekspresi wajah nya malah menunjukan ke puasan.

"Astagfirullah!"

"Astagfirullah!"

Gumam Kara, dia bergegas berbalik badan dan masuk kedalam kamar nya. Saat dia masuk ke kamar nya, dia sudah kembali ke alam nyata.. Dia sangat terkejut melihat kesadisan ayah nya, jantung nya bergemuruh hebat meski yang dia lihat itu bukan kejadian yang terjadi nyata di hadapan nya.

"Ayah punya kembaran?" Gumam Kara, dia sama sekali tidak tahu bahwa ayah nya punya kembaran.

Dan saat Kara yang sedang mengendalikan dirinya dan mencoba memikirkan apa sebenar nya yang terjadi.. dia kaget saat tiba - tiba pintu kamar nya di ketuk dari luar.

"Tok! Tok! Tok!"

"Hhhaa!!!" Kara berteriak kaget, sampai dia yang semula menyender di pintu lari menjauh dari pintu

"Dek, ini ayah! Kamu kenapa?"

"Tok! Tok! Tok!''

Kara kaget mendengar suara ayah nya, tapi kemudian dia ingat ayah nya pulang malam ini. Saat Kara melihat jam, ternyata itu masih jam 8 malam.

"Dek!" Panggil ayah nya lagi, terdengar ayah Kara yang terus mengetuk pintu kamar Kara itu sangat khawatir.

"I- iya, yah!" Jawab Kara, dia akhir nya membuka pintu kamar nya dan lega mendapati itu nyata ayah nya.

"Ya ampun, kamu kenapa dek? Kok basah kuyup keringat gini?" Tanya ayah nya khawatir.

Melihat ayah nya yang begitu sayang padanya dan juga mengingat bahwa ayah nya adalah family man yang begitu sayang pada keluarga nya.. Rasanya Kara tidak percaya dengan pengelihatan nya tadi, dan lebih - lebih lagi dengan adegan dimana ayah nya mendorong kembaran nya sampai jatuh di tangga dan meninggal.

"Dek?" Ayah nya bingung melihat Kara yang tampak linglung.

Karena terlalu bingung, Kara akhir nya menghamburkan dirinya kepelukan ayah nya.. entah tadi yang dia lihat itu apa tapi dia juga tidak pernah tau bahwa ayah nya punya sodara kembar.

"Nggak apa - apa, yah.. tadi aku.. aku abis mimpi buruk."

BERSAMBUNG!

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kenapa mintol ki barjo di tambah ustadz atw kyai
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor,
ayah kara apa terlibat dalam misteri kakeknya kara ini, mungkin tahu sesuatu sih..
Teuing Saha🙃
Ayahmu mengerikan, Ra
Iis Dawina
psikopat kali ayahnya ya
Teuing Saha🙃
Ayahnya Kara, masa gak khawatir sama sekali, sama anaknya🤔
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
thor jangan buat teman kara jadi korban ya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kenapa kara g bertanya nurma berapa bersaudara?
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lah yg kmrin itu nurmala jadu jadian dunk
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kara g ada teman ya, atau ustadz gitu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
semua masih misterius
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hadir kk aq ketingalan
di aku g ada notif lho kk
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sudah log out kayaknya mereka Ra 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayahnya bawa mayat meren 😱😱🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ottan bisa bahasa sunda juga?
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!