NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Nona Muda

Obsesi Cinta Nona Muda

Status: tamat
Genre:Obsesi / Angst / One Night Stand / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Romansa / Tamat
Popularitas:404.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Yune

Bianca Davis hanya mencintai Liam dalam hidupnya. Apa pun yang dia inginkan pasti akan Bianca dapatkan. Termasuk Liam yang sebenarnya tidak mencintai dirinya. Namun, bagaimana bila Liam memperlakukan Bianca dengan buruk selama pernikahan mereka? Haruskah Bianca tetap bertahan atau memilih menyerah?

Ikuti kelanjutan kisah Bianca dan Liam dalam novel ini! ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Warning 21+

Sebaiknya dibaca pada malam hari. 🙈

.

.

.

Liam berusaha untuk mengabaikan keberadaan Bianca. Dia tidak ingin kembali tergoda dengan tubuh mulus Bianca. Yang sangat disayangkan, di apartemennya, hanya ada satu ranjang. Pria itu tidak terbiasa tidur di sofa. Jadi, dia memutuskan untuk tetap tidur di kamarnya.

"Aku akan memikirkan untuk membeli ranjang baru! Tidak mungkin aku akan terus menahan diri bila berada di dekat Bianca!" gumam Liam kemudian mengganti bajunya.

Sial bagi pria itu, wanita hamil di sampingnya tidur dengan tidak elit. Perempuan itu menyingkirkan guling yang ditaruh Liam di antara mereka. Kemudian, memeluk Liam.

Wangi tubuh Bianca tercium oleh Liam. Membuat tubuh Liam terasa panas. Dia kembali mengingat malam yang dilewatkannya dengan Bianca. Sejujurnya, bukan hanya Bianca yang melepaskan keperawanannya hari itu. Liam juga baru melakukannya pertama kali dengan Bianca.

"Aku sudah tidak tahan lagi!" gumam Liam kemudian tangannya meraba gund*kan bukit milik Bianca.

Tangan Liam menyingkap ling*rie hingga kain tipis yang menyelimuti sedikit tubuh Bianca ters*ngkap. Langsung saja pria itu mengamati setiap lekuk tubuh Bianca. Debaran dadanya tiba-tiba berdetak dengan cepat. Hal yang tidak pernah dirasakan ketika berdekatan dengan wanita.

Pria itu seperti terhipnotis dengan kecantikan wanita yang kini berada di bawah kungkungannya. Belum lagi, Liam masih dipengaruhi oleh alk*hol yang diminumnya. Pria tampan itu terus melancarkan aksinya hingga terdengar lenguhan kecil dari Bianca.

"Ehmmm.... Liam, kamu sudah pulang? Apa yang sebenarnya kamu lakukan?" tanya Bianca menahan dirinya sendiri.

"Kamu bertanya padaku? Padahal, sudah jelas ini rencanamu, kan? Kamu menginginkan kita melewatkan malam bersama bukan? Aku akan mengabulkan keinginanmu, Bianca," jawab Liam dengan kabut gairah menutupi matanya.

"Apa ya.... Ah...." Liam mengh***m dengan kasar.

Bianca meringis ketika menyadari miliknya menyatu dengan Liam. Wanita itu sudah sepenuhnya terbangun ketika Liam memompa tubuhnya. Pria itu terlihat sangat menikmati kegiatannya tanpa menyadari Bianca masih kesakitan.

"Pelan... Tolong... Perlahan... Li," rintih Bianca hingga dia menitikkan air matanya.

Tanpa mempedulikan keadaan Bianca yang merintih kesakitan. Liam terus saja melakukan kegiatannya. Selama ini, dia tidak pernah menanyakan kondisi kehamilan Bianca. Tentu saja, dia tidak tahu boleh atau tidak melakukan hubungan suami istri.

Bianca hanya memejamkan mata menunggu hingga Liam berhenti dengan kegiatannya. Perempuan itu memang merindukan sentuhan dari Liam, tetapi dia tidak menyangka Liam melakukan hal itu dengan sangat kasar. Tubuh Bianca sampai terguncang ketika Liam akhirnya mencapai klim*ksnya. Peluh menguar di tubuh mereka yang saat ini tidak tertutup oleh apa pun.

"Li, sakit ..." Bianca memegang bagian bawah perutnya.

Seketika Liam yang sedang mengatur napasnya terbelalak melihat sebercak darah keluar dari tubuh Bianca. Pria itu terlihat sangat panik mengingat Bianca sedang mengandung anak mereka. Walau selama ini, dia bersikap tidak peduli dengan kehamilan Bianca. Akan tetapi, tidak mungkin dia tega menyakiti Bianca.

"Kita ke rumah sakit, sekarang!" Liam memakai pakaiannya dengan cepat.

Matanya tertuju pada koper yang berisi pakaian Bianca. Dia mengambil dress yang dapat dipakai oleh istrinya itu. Pria itu membantu Bianca memakai pakaiannya. Kemudian, Liam menggendong Bianca yang masih merintih kesakitan.

Sesampainya di lobby apartemen, petugas keamanan yang melihat Liam menggendong Bianca secara menolong Liam. Bianca telah berada di dalam mobil, kemudian Liam langsung melajukan mobil tersebut ke rumah sakit.

Bianca menahan dirinya, dia memejamkan mata untuk meredakan rasa sakit yang menderanya. Sedangkan, Liam baru kali ini sangat mengkhawatirkan Bianca. Biasanya, pria itu tidak peduli dengan apa pun yang terjadi. Namun, melihat wajah kesakitan yang tercetak di wajah Bianca tidak dapat Liam abaikan begitu saja.

"Sabar, Bi. Kita akan segera sampai di rumah sakit," ujar Liam memperhatikan wajah Bianca yang sudah pucat.

Hatinya mencelos ketika Bianca hanya diam dan memegangi perutnya. Dia teringat dengan bercak dar*h yang keluar sesuai mereka berhubungan intim. Mungkin, Liam memang tidak mencintai Bianca. Akan tetapi, dia tidak mungkin tega bila sesuatu terjadi pada Bianca mengingat perempuan itu sedang mengandung buah hatinya.

Liam menghentikan mobilnya ketika telah mencapai lobby rumah sakit. Pria itu meminta pada petugas keamanan untuk memarkirkan mobilnya. Pria itu membuka pintu mobil belakang kemudian, menggendong Bianca dan meminta tolong pada petugas kesehatan untuk menangani istrinya itu.

"Tolong! Istri saya kesakitan, dia sedang hamil!" teriak Liam.

"Baringkan pasien di brankar, Pak," ucap petugas kesehatan.

"Cepat periksa istri saya, dari tadi dia mengeluh kesakitan!" seru Liam.

"Anda bisa menunggu di luar ruangan, Pak! Kami akan memeriksa kondisi pasien!" ujar petugas kesehatan.

"Aku ingin tetap di sini!" balas Liam.

Liam menggelengkan kepala, dia ingin berada di satu ruangan dengan Bianca. Perasaan bersalah muncul dalam dirinya. Tidak menyangka bila aktivitas mereka dapat membuat Bianca kesakitan.

"Tolong bersikap tenang, Pak. Bila Anda tetap berada di ruangan ini, kami tidak akan bisa memeriksa kondisi pasien," ucap seorang dokter pada Liam.

"Baiklah, tolong segera periksa istri saja." Liam menyerah, dia melihat Bianca yang memejamkan matanya.

Di ruang tunggu, dia merutuki kesalahan dirinya sendiri. Tidak dapat menahan diri untuk menyentuh Bianca. Padahal, selama ini dia selalu menolak keberadaan Bianca. Akan tetapi, baru sehari saja berada dalam ruangan yang sama dengan Bianca, dia sudah tidak bisa menahan diri untuk menyentuh Bianca.

"Si*l! Bagaimana bisa aku menyakitinya di hari pertama kami menikah?" Liam seolah lupa dirinya memang berniat untuk membuat Bianca menyerah pada pernikahan mereka.

***

Bersambung...

Terima kasih telah membaca. ❣️

1
ayu cantik
suka
Syamsiar Samude
program hamilx berhasil semoga segera hadir Liam junior, ternyata ayah Jessy lbh gila ambisix dr siapapun mau enak anakx yg dibikin tumbal dasar sinting malah lbh hancur
Syamsiar Samude
tdk di dunia novel dunia nyata pun fakta resiko laki2 yg sdh tampan kaya & pux sglax psti byk perempuan yg menghilangkan rasa malu dan harga dirix hax utk nafsu sesaat dan ambisi
Syamsiar Samude
tetap semangat utk author sehat sukses selalu dgn karya2nya 🤲🤗
Syamsiar Samude
James tdk sadar sifatx tdk jauh beda dgn Liam yg tlh mnyia2kn wanita yg mncintaix bgtu tulus dan nembuatx hamil krna awalx tdk mncintaix ditinggalkan malah bgt susah mengetahui keberadaanx mngkin dia jg sdh melahirkan n Liam lbh bruntung mudah mnemukn Bianca lgi yg tlh brhail mncintaix
Syamsiar Samude
James sikapx sllu tegas krna bgt mnyayangi , semoga dgn ungkapan cintax yg tulus dan dgn keteguhan Liam mencari istri n ankx mbuat Bianca luluh n tdk terjadi perceraian
Syamsiar Samude
akhirx Bianca sdh sampai batas sabarx smg Liam bisa merenungi semua sikapx yg bgt sulitx mngatakan cinta pdhl tdk mau kehilangan dasa bodoh bin tolol
Syamsiar Samude
Serena penyebab semua kericuhan kluarga Liam smg mndpt balasan lg dr James krna Liam sosok yg tdk tahu diri
Syamsiar Samude
semoga terkuak sifat burukmu Serena km psti sdh brhubngan dgn laki laki lain dan mencoba mendekati Liam ntah apa lgi rencanamu
Syamsiar Samude
Bianca lbh km prgi ke rumh keluargamu utk melihat sikap Liam apa dia akn merasa kehilangan agar tdk lg peduli dgn semua sandiwara Serena
Syamsiar Samude
Serena jadikan ibux umpan utk niat busukx smga saja Liam secepatx tahu niat busukx atau ibux yg kasih tahu Liam niat Serena yg sebnrx yg lbh gila dr Ivanka
Syamsiar Samude
ternyata Serena mau kembali krna kariernya jg usaha orang tuanx bangkrut hingga mau nekat mengganggu rumah tangga Liam hanya ambisi semoga sj Liam tdk mau lg peduli dgn masa lalux
Syamsiar Samude
semoga Liam tdk bgtu lg peduli dgn masa lalux & hax fokus dgn Bianca dgn calon bayix
Syamsiar Samude
ternyata Ivanka pux rasa takut jg setlh apa yang telah dia perbuat yg jelas km sdh berada di ambang kehancuran krna sifat egomu sendiri terimalh sanksinya
Syamsiar Samude
syukurlah James mengetahui semua dan mnolong Bianca ntah apa yg akn trjadi smg Ivanka mndpt balasan yg setimpal
Syamsiar Samude
semoga Ivanka mndpt sanksi dan hukuman yang setimpal dr prbuatnx dasar wanita licik pengadu domba untung Liam bisa selamat dr jeratan busukmu
Syamsiar Samude
semua yg dituduhkan Ivanka kepada Bianca ternyata dialah yg bgtu cuma irihati syirik dan dengki hingga sllu mbuat fitnah smga Laura segera tahu semuax & Bianca tdk knpa2 krna nekat menyusul Laura ke club
Syamsiar Samude
semoga Laura segera tahu semua kebusukan & kelicikan Ivanka hingga tdk terprovokasi lg
Syamsiar Samude
semoga secepatx mengetahui semua sifat buruk Ivanka semoga Bianca tdk kenapa2 saat ditinggal Liam dan sementara ditemani Laura tp ntah apa yg akn trjd selama ada Ivanka sbgai duri dlm rumah tangga mereka
Syamsiar Samude
liam awalx tdk suka Bianca krna terlalu posesif & di provokasi yg tdk benar oleh Ivanka & Laura jd Liam sllu merasa ragu tp mudahan dia akn berubah setelah tahu Bianca masih perawan & menghilangkan semua pikiran yg negatif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!