NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 04

Setelah puas mengisi perutku dengan makanan mewah yang luar biasa nikmat itu, aku bergegas kembali ke kamar. Kubaringkan tubuhku di atas kasur empuk yang rasanya seperti awan.

​'Nanti malam... pesta apa, sih? Kok di novel kemarin enggak ada infonya, ya?' batinku bertanya-tanya.

​Namun, belum sempat aku memutar otak mencari jawabannya, getaran ponsel dari dalam tas ransel tomboi milik Elsa mengejutkanku.

​Drreett... Drreett...

​Aku gegas bangkit dan merogoh tas tersebut. Dahiku berkerut dalam saat membaca nama yang tertera di layar datar itu. "Jihan". Aku menekan tombol hijau lalu menempelkan ponsel ke telinga.

​"Halo..." ucapku ragu.

​"Halo, El! Nanti sore jangan lupa datang, ya!" seru suara seorang wanita di seberang sana dengan nada heboh.

​"Ke... kemana?" tanyaku bingung.

​"Loh, kamu lupa? Nanti sore kan acaraku. Aku mau nikah sama Luqman!" ucapnya gemas.

​Otakku langsung berputar cepat. Jihan dan Luqman! Ingatan Elsa langsung memberikan jawaban. Mereka adalah sahabat masa kecil Elsa—orang-orang baik yang di dalam novel aslinya nanti akan membantu Elsa melarikan diri dari amukan Tama saat kedok perselingkuhannya dengan Ardana terbongkar.

​"Oh... oke. Tapi, aku mau dijemput dong," ucapku cepat memberi alasan. Padahal sebenarnya, aku meminta dijemput karena sama sekali tidak tahu di mana letak rumah Jihan.

​"Sip! Nanti aku suruh adikku buat jemput kamu. Oh iya, baju bridesmaid khusus untukmu kemarin sudah diambil, kan?" tanyanya memastikan.

​Aku terkejut lagi. "Hah? Ah... iya, bentar."

​Sambil menjepit ponsel di antara telinga dan bahu, aku dengan cepat mengobrak-abrik isi lemari jati. Di bagian sudut, tanganku menemukan sebuah kotak cantik. Begitu kubuka, isinya adalah sebuah kebaya brukat berwarna biru lembut yang sangat anggun.

​"Oh iya, aman kok! Sudah ada di kamarku," ucapku bernapas lega.

​"Oke, kalau begitu cepat siap-siap, ya. Percantik dirimu!" goda Jihan bercanda sebelum mematikan sambungan telepon.

​Aku mengambil kebaya itu, lalu membentangkannya di depan tubuhku sambil berkaca. "OMG... cantik banget," ucapku lirih. Setidaknya baju ini jauh lebih normal dan anggun daripada kaos oblong milik Elsa yang lain.

​Setelah puas mengagumi kebaya itu, rasa bosan mulai melanda. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan keluar kamar, menyusuri koridor rumah yang megah hingga langkahku tembus ke area pintu belakang.

​Begitu pintu terbuka, aku langsung terpukau. Halaman belakang rumah ini sangat luas, dipenuhi dengan hamparan tanaman sayur dan pohon buah yang tertata rapi. Rupanya, rumah mewah milik Juragan Tama ini berdiri kokoh di tengah-tengah perkebunan yang asri.

​"Sejuknya..." ucapku lirih, memejamkan mata menikmati embusan angin segar yang menerpa wajahku.

​Namun, baru saja aku hendak berbalik untuk masuk kembali, tubuhku menabrak sesuatu—atau lebih tepatnya seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah samping.

​"Mm–maaf... maaf, Nona! Saya benar-benar tidak sengaja," ucap pria itu dengan gugup. Dia buru-buru mundur selangkah sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Aku tersenyum tipis melihat kepanikannya. "Belum apa-apa sudah minta maaf. It's okay... enggak masalah kok," ucapku santai.

​Mendengar jawabanku yang ramah, pria itu mendongak. Dia tampak salah tingkah, lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Wajahnya tipikal cowok imut, manis, dan punya senyum yang polos.

​Tiba-tiba, sebuah suara bariton yang berat dan dingin memecah atmosfer di antara kami, membuat bulu kudukku otomatis berdiri.

​"Ardana! Sedang apa kamu di sini?!"

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!