NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:80.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Saat kembali dari rumah sakit, Cakra tidak mendapati Risa ada di rumah. Cakra tahu ke mana Risa pergi, menemui sang mantan. Cakra juga tahu Andre adalah ayah biologisnya Zara. Kenapa ia bisa tahu? Sebab Cakra sudah menyadap ponsel Risa sejak ia mengetahui Risa memberi kalung untuk mantannya itu.

Berbulan-bulan lamanya Andre tidak menghubungi Risa, baru kemarin pria itu menghubungi Risa lagi untuk mengajak bertemu sebelum ia pergi ke luar negeri.

Risa masih beruntung, Cakra belum menyadap ponselnya di saat ia dan Andre mempunyai rencana untuk mencelakakan Disa dan si kembar. Kalau Cakra tahu rencana itu, mungkin sudah sedari awal Risa ditendang oleh Cakra.

Rasanya.... Ah sudah tidak bisa digambarkan lagi betapa marah dan luar biasa kecewanya seorang Cakra Aditama setelah mengetahui semua kelakuan istri yang ia pilih untuk menggantikan Disanya yang berharga.

Disa .... Betapa Cakra sekarang menyesal sudah melepasnya.

"Mas, jangan ceraikan aku. Jangan usir aku, tolong ... Aku janji akan berubah. Aku nggak akan pernah berhubungan sama Andre lagi, dia udah pergi. Aku cintanya sama kamu."

Sungguh tidak tahu malu, Risa masih saja merayu, memohon, mengiba belas kasihan Cakra.

"Jangan buat aku semakin marah sama kamu, Ris, aku bisa hilang kendali," geram Cakra yang berdiri membelakangi Risa. Bahkan ia sudah sudah tidak sudi menatap wajah perempuan itu.

"Aku udah nggak punya siapa-siapa lagi, aku sendirian Mas Cakra tolong...." mohon Risa.

"Itu bukan urusan aku!"

Tiga pekerja di rumah Cakra berbondong-bondong menuruni tangga. Yang dua membawa koper besar sementara yang satu—Santi—menggendong Zara.

Risa menatap nanar semuanya, koper-koper yang pastinya berisi barang-barangnya, dan Zara. Kepanikan langsung menyergap, bagaikan terjatuh dari tebing yang tinggi. Dalam sekejap, Risa akan kehilangan semua kemewahan ini.

"Kasihkan Zara ke ibunya," titah Cakra.

Yang disuruh, Santi, langsung mengangguk patuh. Wajahnya nampak tegang saat ia memindahkan Zara ke depan ibunya.

Risa menerima Zara dengan hati yang hancur. Lebih hancur lagi saat ia mendengar perkataan Cakra selanjutnya.

"Ayo! Aku antar kamu pulang sekarang. Aku nggak ada waktu banyak." dingin. Dingin sekali suara pria itu. Ia berbalik badan.

Risa bergeming, menggeleng kecil tanpa berpindah selangkah pun dari tempatnya berdiri. Ia dekap Zara erat-erat.

"Cepat Risa!"

"Nggak mau, Mas. Aku mau tetap di sini, sama kamu, tolong kasih aku kesempatan lagi. Aku janji akan berubah."

Cakra menggeram rendah, kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya. "Kamu pikir aku sudi ngerawat anak yang bukan dari keturunanku?"

"Aku bisa hamil lagi, Mas. Kamu nggak perlu ikut ngurus Zara, aku bisa urus dia sendiri."

"Terus, uangnya dari mana untuk urus Zara kalau bukan dari aku? Hm?"

Risa menunduk, tidak bisa menjawab.

"Aku udah lepasin Disa demi kamu, Ris. Berkali-kali aku lebih mementingkan kamu dibanding Disa dan si kembar. Tapi apa? Aku salah besar! Seharusnya dari awal kita nggak usah punya hubungan apa pun!"

"Aku minta maaf, Mas...."

"Aku nggak akan pernah iba sama kamu lagi! Ayo, sekarang aku antar kamu pulang!"

"Mas .... "

"Jangan mengikis kesabaran aku, Ris. Jalan sendiri atau aku seret kamu keluar dari rumahku!" tubuh Cakra sampai bergetar saking marahnya. Ia benar-benar inginkan Risa segera enyah dari rumahnya.

Nampaknya sudah tidak ada lagi yang bisa Risa lakukan untuk terus mempertahankan dirinya di rumah itu. Rayuan bentuk apa pun tidak akan mempan untuk Cakra. Ditambah lagi Yuni yang sebelumnya sangat menyayanginya, kini menatap jijik.

Tak ada pilihan lain, Risa melangkah pelan, mengikuti Cakra ke mobilnya. Dua pekerja tadi membantu membawakan kopernya dan memasukkan ke dalam mobil.

"Duduk di belakang! Jangan duduk di sampingku!"

Gerakan tangan Risa yang hendak membuka pintu depan, terhenti seketika mendengar nada ketus Cakra. Tak jadi menempatkan diri di samping pria itu, Risa membuka pintu mobil bagian belakang.

Sementara itu di dalam rumah, masih di ruang tamu, keadaan yang semula panas perlahan-lahan menjadi stabil. Yuni masih terisak pelan, dan Hadrian menemani di sisinya. Seorang pekerja datang membawakan teh untuk mereka.

"Minum dulu, Ma, biar tenang," suruh Hadrian, mengambilkan cangkir teh untuk istrinya.

Yuni hanya meminum sedikit.

"Kan papa udah bilang dari awal, hukum tabur tuai itu nyata adanya, Ma, kamu sih sama Cakra gak percaya. Cakra udah nyakitin Disa, dia gak bakal hidup bahagia setelah dengan sengaja menyakiti Disa yang saat itu masih jadi istrinya. Sekarang, terbukti kan? Kena batunya deh dia. Kamu juga sama. Gak pernah mau kalau diajak jenguk si kembar, katanya udah ada Zara, udah cukup, halah pret! Kenyataannya Zara yang kamu sayang-sayang sampai gak mau ketemu sama si kembar itu, bukan cucu kita, kan?"

Mendengar petuah dari suaminya, Yuni semakin terisak. Di hatinya mulai timbul rasa sesal. Menyesal sebab ia tidak pernah menjenguk si kembar dari sejak berada di dalam kandungan hingga mereka lahir.

"Sekarang gimana? Masih mau ketemu sama si kembar nggak?" tanya Hadrian.

Yuni tidak bisa menjawab, dadanya sangat sesak, hanya bisa terus terisak-isak.

"Semoga aja Disa mau ya, ngizinin mama ketemu sama si kembar."

Isakan itu terdengar semakin memilukan, teringat Cakra dan Disa sudah cerai dengan talak tiga. Mereka sudah tidak bisa rujuk, tidak ada kesempatan untuk Yuni bersama-sama dengan si kembar setiap harinya.

...****************...

1
Retno Harningsih
up
Yunita Sophi
sukurlah mereka akhir nya bertemu...
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah akhirnya ketemu
Vivi Zenidar
Alhamdulillah.... akhirnya ketika Risa
Maa Yanti Maa Yanti
raasaain loo cakraaa
Maa Yanti Maa Yanti
thorr ku sayang 💕😍 udh jdiian Rayyan ama dista biar s cakraaa nyeseeeellll bngett aplgi tau klau anak dri s ulet bulu itu bukn anak nya 🤣🤣🤣🤣
Vivi Zenidar
semoga Risa mendapatkan jalan keluar untuk semua permasalahannya
Yunita Sophi
semoga bu Rahmi menerina Risa dgn baik...kasian nasib nya Risa kurang beruntung..
Ma Em
Kalau Risa baik tdk jahat pada Disa dia berhak ditolong tapi kalau jahat hanya untuk membuat Disa dan Bu Rahmi celaka lbh baik dihindari saja biarkan Risa dgn hdp nya sendiri
Retno Harningsih
lanjut
sunaryati jarum
Sungguh hati Bu Rahmi dan Disa sangat baik,dan mulia,mau mencari anak pertama dari suaminya
Yunita Sophi
kasian Risa... baru sekarang aq kasian sama pelakor... semoga kamu bertemu lagi dgn Andre...
.semoga Andre mengakui anak nya
Retno Harningsih
up
Ma Em
Alhamdulillah Risa sdh sadar dari kesalahan nya dan mau meminta maaf pada Disa , semoga Risa segera mendapat kan pengganti Cakra lelaki yg baik serta sayang pada Risa juga Zara mungkin kalau bisa Risa bersatu dgn Andre saja agar Zara bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya .
Yunita Sophi
Alhamdulillah Risa sadar... semoga Disa dan Risa saling memaafkan
Vivi Zenidar
Semoga Risa dan Zara bisa memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Semoga mama Disa mau menerima kamu, dan Andre mau menikahimu Risa
Piyah
lanjutkan yg akur sm disa kasian zara
Yunita Sophi
ohh berarti Risa balas dendam yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!