NovelToon NovelToon
Permaisuri Hebat Milik Si Jendral Perang

Permaisuri Hebat Milik Si Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Time Travel / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa Fantasi
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: elinachyyy

Yin Xiao Xiao seorang wanita berumur dua puluh tahun, menyamar sebagai pria dan bekerja sebagai agen pembunuh bayaran, mengalami hari yang buruk tepat di ulang tahunnya yang kedua puluh tahun, hari ulang tahun itu sekaligus menjadi hari kematiannya.

sementara di dunia lain, tepatnya di Dinasti Ming abad ke 13, seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri di puncak gunung Yelan dengan tubuh yang bersimbah darah dan nafas nya bahkan sudah hampir tidak terdengar.

Yin Xiao Xiao di beri kesempatan untuk merubah kehidupan nya di dunia lain, Ia hidup di tubuh seorang wanita lemah dari keluarga bangsawan di era Dinasti Ming, wanita lemah dengan kekuatan spiritual yang berada di titik terendah, serta tidak mempunyai seni bela diri yang kuat, membuat sang pemilik tubuh asli ini bisa di tindas dengan begitu mudah oleh adik tirinya, Yaitu Shen Rouyun. Selain itu Shen Xiao Xiao harus merasakan sakitnya di khianati oleh kekasihnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elinachyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Batalkan Pernikahan ini!

"heh, master spiritual tingkat tiga apanya?? Hanya seorang wanita lemah yang bisa aku lenyap kan, kapan pun aku mau."

Deg! Ucapan itu membuat Yiyi dan Ayi menoleh dengan raut wajah terkejut, ini pertama kali bagi mereka mendengar nona nya ingin membunuh, biasanya nona yang mereka lindungi di kenal polos dan sangat penakut, tapi apa yang terjadi dengan perubahan sikap nona nya benar-benar di luar dugaan.

"Nona..." Belum selesai mereka berdua berbicara, Shen Xiao sudah mendorong mereka ke tanah saat melihat Shen Rouyun bangkit dan berniat untuk menyerang kedua pelayan nya.

"Apa kau sedang mencoba melindungi dua pelayan rendahan mu itu??"

"Lawan mu adalah aku, lebih baik kau tidak mengganggu mereka!!"

"Kau lawan ku? Itu memang benar, tapi apakah kau memiliki kekuatan spiritual yang seimbang dengan ku??tidak, bahkan kekuatan spiritual mu lebih rendah dari kedua pelayan rendahan itu." Shen Rouyun tertawa mengejek.

"Nona, biar kami..."

"Diam, aku akan menyelesaikan semua nya malam ini." Perintah Shen Xiao dengan tegas. Malam itu langit sangat terang namun suasana nya sangat sepi, hanya ada beberapa penjaga yang berjaga di gerbang utama.

Shen Rouyun menggerakkan kedua tangannya, dengan mulut yang tampak seperti sedang mengucapkan sesuatu seperti mantra sihir, detik berikutnya ia menjentikkan jari nya, hingga keluar bola api berukuran cukup besar yang mengarah ke Shen Xiao.

Shen Xiao memejamkan mata nya sesaat, lalu mencabut kipas pasuo yang menggantung di baju nya, satu kipasan membuat api di depannya padam di gantikan dengan dedaunan di sekitar gugur, dua kipasan membuat angin berhembus kencang, hembusan ketiga membuat dedaunan itu menjadi runcing. Dan langsung mengoyakkan kulit wajah Shen Rouyun yang terawat.

"Kau berani menyerang wajah ku?!"

"Apa adik Shen lebih memilih kehilangan kesucian dari pada harus kehilangan wajah yang cantik??"

"Kau!!"

"Tapi sekarang adik Shen tidak bisa memilih, karena sudah kehilangan kedua nya."

"Nona, kurasa nona Shen Rouyun lebih memilih kehilangan kesucian nya, karena jika dia kehilangan wajah cantiknya, para pria di negeri ini tidak ingin memilikinya." Timpal Ayi yang langsung dapat anggukan setuju dari Shen Xiao. Dinasti Ming Tian memiliki hukum pemerintahan yang ketat, salah satu nya adalah wanita yang di bawah umur delapan belas tahun tidak boleh berada di dalam satu ruangan dengan lawan jenis. Dan jika ada seorang wanita berpasangan dengan seorang pria yang sudah berusia delapan belas tahun melakukan hubungan terlarang, maka ia akan di asingkan dari negeri nya.

"Ada keributan apa ini?!" Shen Gouzhi melangkah dengan tergesa-gesa, karena melihat tembok paviliun yang di tabrak oleh Shen Rouyun mengalami keretakan.

"Ayah, ayah aku terluka, ini menyakitkan pasti luka ini sangat dalam." Shen Rouyun menoleh saat mendengar suara ayah nya, ia lari ke dalam pelukan Shen Gouzhi dengan tangisan kecil yang sengaja ia buat.

"Apa yang terjadi? Siapa yang berani melakukan ini pada mu?"

"Kakak pertama yang melakukan nya."

"Kau kembali lah ke kamar mu, minta tabib untuk mengobati lukamu, ayah akan menghukumnya."

"Baiklah, pastikan ayah memberikan hukuman yang berat!" Setelah berkata seperti itu Shen Rouyun pergi dari Paviliun Fengxi.

"Kenapa kau menyerang adik mu?"

"Ayah, bisakah kita membahas nya besok saja?? Aku bersedia memberi penjelasan di paviliun utama besok, sekarang aku hanya ingin memakan sesuatu lalu beristirahat lebih awal, kalian tidak memberiku waktu untuk beristirahat sejak aku kembali tadi pagi."

"Ayah harap, kau tidak mengingkari ucapan mu."

"Tidak akan, tapi kenapa ayah tiba-tiba ada di Paviliun Fengxi??"

"Hanya berkeliling sekalian memastikan apa kau benar-benar ada di paviliun ini atau tidak."

"Sekarang ayah sudah melihat ku, lebih baik kembali ke Paviliun utama, ini sudah larut, istirahat lah."

"Baiklah, ayah akan pergi."

Shen Xiao kembali duduk di tangga, menatap punggung Shen Gouzhi yang perlahan menghilang dari pandangan nya. Mata nya menyipit namun raut wajah nya cukup rumit untuk di gambarkan, ia mengeluarkan sebuah benda berukuran kecil dari saku tangan nya. Itu adalah sebuah kamera yang tersimpan sebagai chips, berukuran kecil namun mampu merekam semua objek di sekitar jika di aktifkan, chips ini ia temukan pagi tadi saat akan mengganti pakaian, chips ini juga salah satu benda terakhir yang ia bawa saat acara pelelangan Pil Kuno di dunia modern.

"Heh, beruntung chips ini ikut dengan ku ke zaman kuno." Shen Xiao menimang-nimang benda di tangan nya.

"Nona, benda apa itu??" Ayi yang melihat benda itu di pasang di kamar tuan muda Qi, sangat penasaran dengan benda kecil yang seperti nya sangat berharga.

"Hanya benda biasa yang tidak sengaja aku temukan di gunung Yelan." Memasukan kembali chips nya, Shen Xiao bangkit dan masuk ke dalam Paviliun nya, di ikuti Yiyi dan Ayi.

"Dimana makanan ku??"

"Akan segera kami siapkan nona." Shen Xiao mengangguk setuju, hingga tak terasa waktu makan sudah habis, dan kini ia beristirahat di sebuah kamar yang sangat luas, yang di tempati ibu nya saat ia masih kecil. Dengan membuka jendela dan memandang indah nya langit malam di Era Dinasti Ming Tian yang di penuhi bintang.

"Ibu, tidak peduli aku sebagai Yin Xiao Xiao atau Shen Xiao Xiao, aku sangat merindukan sosok ibu." Gumam Shen Xiao dengan suara yang parau, cairan bening itu keluar dari mata nya, dengan penuh kerinduan.

"Ibu, maaf kan aku karena telah membiarkan tempat ini jatuh ke tangan orang yang salah, aku hanya mengira selir Shen adalah orang yang baik, dan dia bisa menjaga sekaligus merawat ku serta Paviliun ini."

"Aku benar-benar tak menyangka, selir Shen adalah orang yang jahat, dia sering menyiksaku, ibu aku benar-benar minta maaf, biarkan aku menebus semua kesalahan yang sudah aku perbuat."

Gadis tangguh itu berubah menjadi gadis yang cengeng malam ini, dengan tubuh yang terus bergetar, duduk di antara jendela kamar yang besar, tidak mempedulikan dingin nya angin malam yang menelusup masuk ke sela tubuh nya yang rapuh. Shen Xiao duduk di sana hingga pagi tanpa bergeser sedikit pun.

"Tidak peduli ini sebuah kesalahan atau bukan, aku akan memperbaiki dan mengembalikan semuanya ke posisi semula!"

"Shen Rouyun dan para bedebah licik lainnya, mereka terlalu lama bersenang-senang!" Shen Xiao melompat dari jendela yang ia duduki, lalu tangan nya menarik sebuah kursi , di depannya ada sebuah cermin besar yang di penuhi oleh kosmetik dari zaman kuno.

"Benda ini pasti milik Shen tang, hehe pemilik tubuh asli ini tidak pernah memakai kosmetik karena menjaga kulit nya yang mulus, itu bagus."

"Nona, sudah waktunya Anda membersihkan diri." Yiyi dan Ayi memanggil, Shen Xiao keluar dan melihat banyak nya pelayan yang membawa air hangat di dalam sebuah wadah besar.

"Untuk apa air sebanyak ini??"

"Untuk mengusir roh jahat."

"Yiyi..."

"Saya bercanda nona."

Shen Xiao menghela nafas panjang saat para pelayan mulai membuka pakaian nya satu persatu, Yiyi dan Ayi menuangkan wewangian yang tidak di ketahui nama nya, namun memiliki aroma yang sejuk dan menenangkan.

"Nona, tuan besar mengundang anda untuk menikmati sarapan bersama di paviliun utama." Ayi berkata dengan membantu Shen Xiao untuk berendam.

"Ayah??"

"Saya dengar, tuan muda Qi juga sudah berada di sana."

"Hehe, mereka begitu tidak sabar." Gumam Shen Xiao.

"Baiklah, siapkan pakaian yang layak untuk ku."

Ayi mengangguk paham, hanya butuh waktu dua puluh menit untuk Shen Xiao mempersiapkan diri, hanfu berwarna peach bermotif bunga sakura melekat pas di tubuh nya yang sempurna, lalu tak lupa giok milik ibu nya serta kipas pasuo yang tidak di ketahui dari mana asal usulnya, sudah menggantung rapi di baju nya. Dengan rambut yang di ikat sederhana di pasang beberapa pernak-pernik cantik juga menghiasi kepala nya.

"Mari kita pergi." Shen Xiao berkata penuh dengan tekad, ia melangkah kan kaki nya dengan anggun, di ikuti dengan Yiyi dan Ayi di belakang nya, jarak dari Paviliun Fengxi menuju Paviliun utama ini cukup jauh, butuh waktu sekitar dua puluh menit jika berjalan kaki. Seorang pelayan membuka pintu aula utama, Shen Xiao menggigit bibir bawahnya sebelum masuk, ia melangkah kan satu kaki nya begitu pintu di buka, lalu menatap sekitar tanpa ragu.

"Xiao Xiao memberi salam kepada nenek dan ayahanda." Shen Xiao menunduk untuk memberikan penghormatan.

"Duduklah, tidak usah bersikap seperti itu."

"Terimakasih ayah."

Jamuan makan pun berjalan dengan sepi dan sunyi, membuat semua orang sedikit kebingungan, mereka menatap Shen Xiao yang acuh tak acuh terhadap sekitarnya, hanya menikmati makanan yang ada di piring nya.

"Xiao Xiao, kau tidak menyapa tuan muda Qi, apa kalian sedang bertengkar??" Shen Gouzhi sedikit tidak paham dengan perubahan putrinya yang tiba-tiba, Xiao Xiao nya akan selalu menempel layak nya lem jika sudah bertemu dengan kekasih nya, tapi kenapa sekarang seolah tidak peduli??

"Harus kah aku menyapa nya??"

"Apa yang kau katakan?? Kalian akan segera menikah, tidak baik jika terus berantem seperti ini, tanggal pernikahan kalian sudah di tentukan."

"Aku tidak tertarik dengan pernikahan, tuan muda Qi, mari berpisah." Shen Xiao mengatakan perpisahan, seolah perpisahan tidak berarti apa-apa untuk nya.

"Shen Xiao!"

"Kakak."

"Argh kalian benar-benar membuat ku muak." Shen Xiao menyimpan sendok nya di atas piring, Qi yun yang berada di depan Shen Xiao merasa tidak enak, raut wajah nya semakin pucat.

"Shen Xiao, kau tidak bisa membatalkan pernikahan ini sesuka mu! Kedua belah pihak sudah menyetujui nya!"

"Ayah bilang pernikahan ini tidak bisa di batalkan karena kedua pihak keluarga besar sudah menyetujui nya?? Baiklah, karena sekarang aku tidak menyetujui nya pernikahan ini tidak bisa di lakukan!"

1
"Candy75
lanjut thor. Tetap jaga kesehatan
Mdede91
up lg thorr..ceritanya menarik
senja timur
Mengapa terlalu bodoh pemeran utama wanitanya
IndraAsya
👣👣👣 jejak 💪💪💪😘😘😘
Lyana Zuelaa
Bilang aja jendral Yi dah mulai jatuh cinta sama xiao xiao, gengsi amat
Lyana Zuelaa
Hallo author, salam kenal, Lya mampir membaca karyamu☺️
Isabel Hartono
lanjut
Maria Ulfa
it's so interesting 🤔
Exsli Lander Ethelind
Lanjut lagi??
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
wehhh katanya tuan muda Qi orang bermoral mana ada orng bermoral main celap celup ma adik tunangannya
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
lanjuut thor
Hikmah Cahya X
lanjut kak up nya
Hikmah Cahya X
semangatt kak..
lanjut up terus kak
Hikmah Cahya X
lanjut donk kak..
sllu semangat yah
Pitri Rahayu
lanjut
Exsli Lander Ethelind
lanjut??
Intan Aprilia Rahmawati
lanjut dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!