Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Cepat masuk!"
Brukk
Shen Moran mendorong Shen Yunan sampai jatuh ke lantai.
Shen Yunan melirik ke arah Shen Moran. Dia juga ingat apa yang dilakukan oleh kakak keduanya itu di kehidupan lalu. Pria itu selalu membela Shen Yuxiao. Bahkan sering mencambuk, dan memukul Shen Yunan di kehidupan lalunya. Padahal dulu, Shen Yunan menahan panah saat para penjajah mau menghabisinya yang melindungi putra mahkota.
Tapi, pada akhirnya pengorbanan itu sia-sia. Begitu kembali ke kediaman Marquis. Tetap saja Shen Moran selalu mendengarkan apa kata Shen Yuxiao dan terus menyakitinya.
'Kakakku yang baik, jangan harap aku melindungi mu nanti di perburuan. Aku pastikan panah itu akan menusukk tepat di jantungmu' geram Shen Yunan dalam hatinya.
"Apalagi ini?" Marquis Shen sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Shen Moran.
"Ayah, dia telah meracuni adik ketiga. Ayah harus bersikap adil, ayah harus menghukumnya!"
"Beritahu dimana penawarnya! katakan dimana penawarnya, Yunan. Jika dalam 40 hari, Yuxiao tidak dapat penawarnya, maka dia akan selamanya seperti itu. Cepat katakan Yunan!"
Gu Yuning bahkan menggoyang-goyangkan kedua bahu Shen Yunan. Itu sebenarnya sangat menyakiti Shen Yunan. Tapi Shen Yunan berusaha untuk tidak menunjukkan kalau itu menyakitinya. Bukankah tujuan Gu Yuning memang ingin membuatnya tersakiti. Kalau dia mengeluh, itu akan menunjukkan kalau Gu Yuning telah berhasil menyakitinya.
Mata Gu Yuning menatap mata Shen Yunan yang terlihat tidak takut sama sekali padanya.
"Jangan diam saja! cepat katakan!"
"Apa yang harus aku katakan? aku bahkan tidak tahu apa yang ibu maksud? penawar apa!"
Plakk
Sebuah tamparan mendarat di wajah Shen Yunan. Shen Yuxiao yang melihat itu tampak begitu puas.
Marquis Shen tampak menghela nafas kasar. Semuanya jadi kacau di depan perdana menteri.
"Lebih baik katakan saja yang sebenarnya, atau aku akan mencambuk mu!" ancam Shen Moran.
"Aku tidak melakukan apapun! menuduh juga perlu bukti kan? kenapa kalian terus menuduh ku tanpa bukti?" tanya Shen Yunan yang terlihat berusaha bangkit.
"Kamu masih berkilah, jelas-jelas pelayan Yuxiao yang mengatakan kalau pelayanmu datang ke dapur pagi-pagi sekali!"
"Kami hanya mengambil kue setelah koki memberitahu kalau kuenya sudah jadi! tanyakan saja pada kokinya..."
"Tuan, ini kokinya. Dia sudah mengakuinya, pelayan nona keempat yang sudah memberi racun di kue!"
Liu Yuting semakin terlihat tertarik dengan apa yang terjadi.
'Macan liar, sekarang aku mau lihat bagaimana caramu mengatasi masalah ini' batin Liu Yuting.
Brukk
Koki itu di dorong berlutut oleh pelayan dari Shen Moran.
"Ayah dengar sendiri kan? dia mengaku!"
"Benarkah? apa kamu benar-benar melihat dengan mata kepala mu sendiri kalau Cao Cao yang menambahkan bubuk racun di kue kakak ketiga?" tanya Shen Yunan dengan tatapan penuh selidik pada koki itu.
"I.... itu, itu... iya benar. Cao Cao yang membubuhkan racun!"
Liu Yuting menghela nafas panjang. Bukankah artinya Shen Yunan akan berakhir.
'Sama sekali tidak menarik!' batin Liu Yuting yang berniat hendak meninggalkan tempat itu karena pertunjukan itu terlalu membosankan.
Shen Yunan memejamkan matanya. Dia menghirup nafas dalam-dalam. Untungnya dia bukan lagi Shen Yunan yang tidak tahu apa-apa.
"Keterlaluan Shen Yunan! berani benar kamu melakukan semua ini!" pekik Marquis Shen.
Shen Yunan tidak menyerah begitu saja. Padahal Cao Cao sudah terlihat ketakutan di cekal oleh dua penjaga Shen Moran.
Shen Yunan menoleh ke arah tabib Han dari istana.
"Tabib Han, racun apa yang ada di dalam kue?" tanya Shen Yunan.
"Hong Zhen Sang..."
"Untuk apa bertanya, cepat tangkap dia. Kita hukum saja, lalu usir dari kediaman ini!" pekik Shen Moran sangat bersemangat.
"Aku tidak mengakuinya, aku tidak salah!" pekik Shen Yunan.
"Adik, kenapa tega sekali. Masih juga tidak mau mengaku salah!" Shen Yuxiao berusaha menambah bahan bakar untuk situasi yang sudah tidak bersahabat dengannya itu.
"Tabib, bukankah racun Hong Zhen Sang itu sangat pekat. Siapa yang menaburkan racun itu, jika tangannya terkena asap dupa cendana hitam bukankah akan berwarna biru?"
Langkah Liu Yuting yang sudah ingin beranjak dari paviliun Shen Yuxiao terhenti. Ucapan Shen Yunan menahannya. Darimana wanita desa itu tahu tentang hal seperti itu. Dia saja tidak tahu.
Tabib Han juga terkejut, tapi pria tua itu langsung mengangguk membenarkan.
"Itu benar!"
Shen Moran masih tidak terima.
"Ayah, jangan dengarkan dia!"
"Aku selalu mendengar tentang Marquis Shen yang selalu adil. Tidak akan menuduh orang tanpa bukti bukan?" tanya Shen Yunan.
Marquis Shen sangat perduli pada reputasinya dan keadilan. Pria paruh baya itu mulai terlihat bimbang.
"Suamiku, dia hanya berdalih. Hukum saja dia, jika tidak bagaimana bisa mendapatkan penawarnya! kasihan Yuxiao!"
Shen Yunan menatap Gu Yuning. Dia benar-benar muak dengan wanita yang bahkan tidak bisa di pungkiri telah melahirkannya itu.
"Di aula ada dupa cendana hitam, atau jika ayah tidak yakin. Silahkan periksa paviliun tempat tinggal ku!" Shen Yunan berusaha meyakinkan Marquis Shen.
Marquis Shen segera menoleh ke anak buahnya.
"Periksa!"
Sementara dia meminta pelayan wanita ingin mengambilkan dupa cendana hitam itu.
Shen Yuxiao masih sangat santai. Dia yang memang tidak pernah dengar tentang omong kosong Shen Yunan itu berpikir kalau Shen Yunan hanya menunda waktu hukumannya saja. Bagaimana pun, Lan Lan telah meletakkan sisa racun di kamar Shen Yunan. Mau bagaimana pun berkilah, Shen Yunan tidak akan bebas dari hukuman.
'Dasar perempuan desa bodohh. Dia malah minta paviliunnya diperiksa, benar-benar bodohh. Dan asap dupa bisa membuktikan racun? aku yang sekolah di perguruan kerajaan bahkan tidak pernah mendengar itu. Dia benar-benar meracau!' batin Shen Yuxiao yang sudah yakin kalau Shen Yunan pasti dihukum.
Bibi dari aula sudah datang. Dia menyerahkan dupa itu pada Marquis Shen.
"Bagaimana kamu akan membuktikan dirimu?" tanya Marquis Shen sambil memberikan dupa itu ke tangan Shen Yunan.
Shen Yunan mengambil tempat dupa. Dan menyalakan dupa itu.
"Cao Cao kemari!" kata Shen Yunan meletakkan kedua telapak tangan Cao Cao di atas dupa.
Dan setelah sepuluh detik, tangan Cao Cao sama sekali tidak berubah warna.
Tak lama, datanglah pengawal Marquis Shen.
"Tuan, tidak ditemukan racun apapun di kamar dan paviliun nona keempat!"
Shen Yuxiao dan Lan Lan langsung panik. Shen Yuxiao langsung melotot ke arah Lan Lan.
Marquis Shen menghela nafas.
"Siapa tahu dia sudah membuangnya!" pekik Shen Moran.
"Ayah, ijinkan aku memeriksa tangan Lan Lan!"
"Lancang! dia pelayan ku! adik kalau memang salah mengaku saja, kenapa harus..."
"Ayah, jika aku tidak bisa membuktikan aku tidak salah. Aku akan pergi dari kediaman Marquis!" ujar Shen Yunan dengan sangat tegas.
Liu Yuting yang melihat itu sampai menaikkan alisnya.
'Dia berani juga' batinnya.
***
Bersambung...
Gengsi aja di gedein.. Menggemaskan..🤣🤣🤣