"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.
Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.
Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.
"Tolong jangan lakukan itu!"
"Tolong..."
"Tolong...."
Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.
"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.
Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.
Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.
Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 Ariana Mengamuk
Ariana terlihat duduk di bangku yang ada di bawah pohon tampak wajahnya ditacap-tacap karena saat ini sedang melakukan proses syuting.
Tiba-tiba saja perias tersebut menoleh ke sebelahnya ketika merasa ada seseorang yang berdiri dan ternyata sesuai dengan dugaannya. Amelia berdiri di sana dengan tatapan matanya yang terkunci pada Ariana.
"Maaf Ibu ingin mencari siapa?" tanya perias tersebut.
Amelia tidak berbicara sama sekali hanya tetap melihat ke arah Ariana.
"Maaf Bu, sebenarnya dilarang untuk datang ke lokasi syuting dan nanti ada waktunya untuk berfoto dengan idolanya," perias tersebut terus saja memberikan klarifikasi sampai-sampai membuat Ariana merasa terganggu dengan membuka matanya.
"Ada apa sih!" ucapnya masih belum melihat Amelia dan ketika melihat Amelia membuat Ariana kaget.
"Tante...." lirih Ariana benar-benar shock kemudian langsung berdiri dan mencium punggung tangan Amelia.
"Tante kenapa ada di sini? kenapa tidak mengatakan jika ingin bertemu dengan saya, ayo Tante duduk dulu!" Ariana terlihat begitu excited dan bahkan mengambil bangku untuk mempersilahkan duduk dan menyuruh perias tersebut pergi dengan menggunakan kode tangannya.
"Kamu tidak perlu repot-repot Ariana, kedatangan saya menemui kamu hanya ingin menanyakan sesuatu kepada kamu," ucap Amelia.
"Ingin menanyakan apa kepada saya?" tanya Ariana.
Amelia menghela nafas dan kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya dan memperlihatkan kepada Ariana mengenai foto antara dia dan Samudra.
"Apa maksudnya foto ini?" tanya Amelia.
"Jadi wanita itu benar-benar menunjukkan fotonya kepada tante Amalia," batin Ariana penuh dengan kekesalan.
"Kamu tidak mendengarkan saya dan masih menjalin hubungan dengan Samudra?" tanya Amelia.
"Tante saya bisa jelaskan tentang foto itu dan sebenarnya....."
PLAKKK!!!!!!
Ariana tidak sempat melanjutkan kalimatnya ketika satu tamparan keras mampir di pipinya dan tamparan tersebut membuat pusat perhatian orang-orang yang kaget dengan apa yang telah mereka lihat.
"Kemarin di depan kamu saya menampar putra saya karena saya menangkap kalian berdua yang bertemu secara diam-diam, jika saya sebagai seorang ibu bisa melakukan sendiri kepada putra saya yang tidak pasti untuk seorang wanita yang tidak tahu diri akan lebih parah saya lakukan!" tegas Amelia.
"Saya ingatkan kepada kamu Ariana terakhir kalinya, jika kamu tidak menjauhi putra saya dan saya tidak akan kehilangan kendali saya, sebagai seorang ibu saya akan melakukan apapun demi anak perempuan saya!" tegas Amelia.
Ariana hanya diam saja tidak mampu berkutik, dia benar-benar tidak percaya jika Amelia datang ke lokasi syuting dan mempermalukan dirinya, saat ini orang-orang di sekitarnya memperhatikan dengan bertanya-tanya siapa Amelia yang sebenarnya dan mengapa harus memberi tamparan kertas kepadanya.
"Sungguh sangat memalukan!" umpat Amelia kemudian langsung berlalu dari hadapan Ariana meninggalkan tempat tersebut.
"Ariana kamu tidak apa-apa dan siapa wanita itu?" tanya salah satu wanita yang merupakan manajer dari Ariana.
"Aku harus mempertanyakan apa maksudnya sebenarnya!" wanita tersebut ingin mengejar Amelia tetapi ditahan oleh Ariana.
"Jangan!" cegah Ariana.
"Ini hanya akan memperbesar masalah, aku tidak ingin masalah semakin banyak, semua ini gara-gara teman wanita bercadar itu, beraninya dia melakukan hal ini kepadaku, lihat saja dia akan menerima akibatnya dan akan menyadari jika salah besar karena berhadapan dengan orang seperti ku. Aku bukanlah lawanmu dan aku tidak akan pernah berhenti!" tegas Ariana bukannya kapok mendapat tamparan dari Amelia serta peringatan yang tajam dan justru memiliki dendam yang besar terhadap Anggi.
Ariana melihat di sekitarnya, sudah pasti para artis yang ikut bergabung dalam shooting tersebut bertanya-tanya dengan mereka saling melihat satu sama lain.
******
Karena Amelia telah menemui Ariana dan bahkan mempermalukan dirinya di lokasi syuting membuat orang-orang bertanya dan untung saja tidak ada paparazzi yang mengambil dokumentasi dari berita itu yang menjadikan berita viral dan namanya bisa menjadi rusak.
Ariana bertemu dengan Samudra di salah satu Restaurant. Ariana dengan penuh kekesalan sejak tadi sudah menunggu dan akhirnya pria yang dia tumbuh muncul juga dihadapannya.
"Arian kamu kenapa tiba-tiba mengajak bertemu? Ada apa?" tanya Samudra.
"Aku benar-benar sudah tidak tahan Samudra dengan sikap istri kamu kepadaku yang sudah berlebihan, dia mempermalukanku di lokasi syuting," jawab Ariana.
"Apa maksud kamu?" tanya Samudra dengan satu alisnya terangkat.
"Kamu ingat teman wanita bercadar itu yang waktu itu mengambil foto kita berdua saat di supermarket dan kamu tahu foto itu telah ditunjukkan kepada ibu kamu dan kamu tahu apa yang terjadi, ibu kamu datang ke lokasi syuting dan mempertanyakan hasil foto tersebut kepadaku dan lebih parahnya lagi dia menamparku di depan umum!" tegas Ariana menjelaskan panjang lebar membuat Samudra cukup kaget dengan pernyataan Ariana.
"Apa kamu bilang!" pekik Samudra.
"Aku tidak bohong dan banyak saksinya, untung saja tidak ada wartawan di sana dan jika ada aku tidak tahu bagaimana nasibku. Aku sangat yakin Samudra pasti istri kamu yang telah memerintahkan wanita itu atau justru dia sendiri yang telah memberikan foto itu kepada ibu kamu, kenapa kamu tidak menceraikan dia juga saat ini!" tegas Ariana benar-benar menuntut.
"Ariana kamu bisa diam tidak! Kamu tolong tenang dan jangan berbicara terus, tidak mudah untuk berpisah dengan Zena," ucap Samudra.
"Kalau kamu tidak ingin berpisah dengannya dan seharusnya kamu tidak datang kepadaku, kamu sadar tidak apa yang kamu lakukan sama saja sudah menggantung diriku, aku seolah-olah menjadi wanita jahat yang merebut suami orang lain dan sementara kamu yang menginginkan hal itu!" tegas Ariana tidak hentinya marah-marah.
"Ariana cukup, mama tidak membahas masalahnya denganku dan aku akan bertemu dengan mama dan menjelaskan semua ini jika ini bukan kesalahan kamu, ini hanya kesalahpahaman," sahut Samudra.
"Lalu kamu pikir ibu kamu akan berpihak kepada kamu dan juga aku, sudah pasti istri kamu yang telah merasuki pikiran ibu kamu, adik angkat kamu sejak dulu memang ingin menjadi nyonya di rumah kamu, ingin menjadi orang yang paling penting di rumah kamu dan terus menjadi seseorang di rumah kamu!" tegas Ariana.
Samudra terlihat semakin frustasi dia juga tidak menyangka jika Anggia yang mengambil foto tersebut dan menurut Samudra hanya sebagai ancaman saja dan ternyata foto itu benar-benar diberikan kepada ibunya.
Samudra memang belum pernah bertemu dengan Amelia ketika dia pulang bertugas, mungkin Samudra juga setelah ini akan mendapatkan masalah besar dari ibunya karena foto yang telah beredar.
"Lalu sekarang bagaimana? Samudra aku tidak ingin seperti ini terus menerus, tolong kamu harus memikirkan baik-baik, aku juga bisa mengambil tindakan yang parah!" tegas Ariana justru seolah-olah dia adalah istri saja yang ingin diprioritaskan.
"Sudah cukup Ariana, kepalaku semakin sakit dan saat ini aku harus kembali," ucap Samudra pergi begitu saja tanpa berpamitan.
"Lihatlah yang bisa kamu lakukan hanya datang lalu pergi tanpa memberi solusi apapun dan berusaha untuk menenangkan, wanita itu akan aku beri pelajaran agar dia tahu berhadapan dengan siapa dan siapa apa yang akan aku lakukan," batin Ariana menyimpan kemarahan yang besar kepada Anggia yang sudah mencampuri hubungannya dengan Samudra.
Nasib Ariana benar-benar sial, tidak pernah direstui hubungannya oleh Amelia dan selalu dianggap salah oleh Amelia.
Bersambung....
cepet terungkaplah kasusnya..
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..