NovelToon NovelToon
Belle Dan Cinta Pertamanya

Belle Dan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resmi

Belle kembali ke rumah dinasnya Hugo. Rumah yang kurang lebih setahun ditempati. Tepatnya menempati salah satu kamar. Betul disana ada Yeni dan Hugo sedang berbicara. Ada juga Beni.

 Belle langsung masuk ke kamarnya. Hugo sempat melihat muka tidak bersahabatnya Belle. Jadi dia tidak mau menganggunya. Dia tahu bahwa berita penundaan itu yang membuat Belle seperti ini. Hugo tidak tahu, bahwa Belle tidak suka kepada perempuan yang ada di ruang makan. Dia kehausan mau keluar tetapi gengsi karena ada Yeni disana. Terpaksa dia meminta air mineral dari Jefry.

"Hai Jef, ayo makan bersama kami."

"Komandan, saya mau antar pesanannya Belle saja."

"Apa....?"

"Ini Dan."

Belle keluar cepat dan mengambil pesanannya. Mengucapkan terima kasih dan langsung masuk. Hugo merasa binggung karena dia menyiapkan banyak sekali air mineral buat mereka. Jefry juga sadar bahwa Belle lagi marah karena ada Kapten Yeni, yang seharian tadi membuat Belle jengkel dengan sindirannya.

"Kenapa Belle, Jef??"

"Seharian teman komandan itu menyindir Belle di posko. Menuduh yang tidak benar."

Akhirnya Hugo sadar. Dia sudah menyakiti hati Belle lagi. Jefry sudah kembali ke rumah yang dia tempati.

"Belle.... Are you ok??" Tidak ada respon dari Belle.

"Mungkin lagi sedih, karena proses penundaan itu." Sebenarnya Yeni mendengar berita itu tadi dari Hugo, hatinya tidak senang. Karena Belle adalah penghalang dirinya untuk mendekati Hugo.

"Sori Yen, aku tidak bisa mengantar kamu." Hugo tidak mengantar, karena dia harus berpikir mengurus Belle yang Hugo tahu lagi marah. Apalagi tadi dia melihat Yeni ada di rumah ini.

"Belle bagun makan." tidak ada respon dari Belle. Hugo terus mengetuk pintu agar Belle bangun makan. Dia tahu bahwa gadis kecilnya ini tidak tidur, karena ada dengar suara handphone.

"Adek... Buka, kalau tidak kakak dobrak ini pintu. Berarti selama sebulan kamu tidur sama kakak." Belle yang mendengar kata - kata Hugo, langsung bangun dan membuka pintu. Hugo langsung memegang muka gadis kecilnya itu di lihat matanya bengkak.

"Makan."

"Masih kenyang."

"Makan apa tadi."

"Di klinik tadi makan bersama teman - teman."

"Stop belajar berbohong." Hugo langsung memeluk tubuh itu dibawa ke kamarnya.

"Kakak jangan macam - macam. Buat apa bawa saya kesini??"

"Mau buat kamu lelah dan kemudian kamu lapar biar bisa makan."

"Kak jangan ya...."

"Kita selesaikan. Kak dengar tadi di posko Yeni membuat kamu marah."

"Kenapa kakak mesraan sama dia??"

"Mesraan apa dek??? Kamu cemburu??"

Belle sudah menangis. Hugo langsung memeluk dan mencium keningnya. Dipeluk tubuh yang lagi rentan itu. Baru saat ini dia melihat sosok seorang wanita tangguh itu menangis.

"Kakak mengundang dia makan disini, itu pun semua makanan kesukaan kamu yang kakak hidangkan. Maunya makan sama kamu. Tetapi kamu pulang langsung masuk kamar."

"Hatiku sakit di posko, aku tahan tidak melabrak dia. Sampai klinik dengar kabar penundaan kami di tarik ke pusat. Sampai rumah, liat kamu bermesraan dengan Yeni genit."

"Sttt.... Itu bukan bermesraan. Kakak ngak perna membuka hati ini buat wanita siapapun."

"Almarhumah??"

"Kakak ngak menaruh hati sedikit pun. Dan dia tahu itu. Hanya kamu perempuan yang kakak sayang." Saat ini, Hugo dan Belle sedang berpelukan di atas kasur. Belle itu, bahasa cintanya harus di sentuh. Jika di sentuh dia akan luluh. Hugo mengambil cincin berlian yang dia beli waktu dia ke Jayapura dan di bawa kemana - mana untuk melamar Belle. Dan dia sematkan di jari manis pada tangan kanan Belle. Dan Belle merasakannya. Tatapannya tertuju kepada Hugo.

"Mau kah kamu menikah dengan saya??"

"Kakak kalau melamar itu di tangan kiri bukan kanan katanya. Nanti kalau menikah baru di tangan kanan."

"Iya, nanti kakak pindahi. Mau kah kamu Belle Ursula Allo menikah denganku?? Aku sangat mencintai kamu. Aku ngak mau jauh dari kamu."

Belle langsung memeluk Hugo dan mencium bibir Hugo. Rencananya hanya cium singkat. Namun Hugo langsung memegang kepalanya dan terjadi ciuman yang lama dan dalam.

"Apakah ini jawabannya Iya??"

"Aku mencintaimu Harrell Hugo Tandean. Kamu itu cinta pertama yang tidak bisa dilupakan."

"Terima kasih sayang. Terima kasih." Hugo langsung memindahkan cincin itu ke jari manis di tangan sebelah kiri. "Ayo bangun, ganti baju kita makan diluar. Ini uda masih buka." Hugo langsung menelepon. Dan memang masih buka warung makan padang itu.

"Kakak kan sudah makan tadi."

"Kakak ngak makan banyak. Belum kenyang."

Belle langsung ke kamarnya dan berganti baju. Sedangkan Hugo sudah memerintahkan Beni mengambil makanan yang dia pesan dan bawa buat anggota yang jaga di pos makan.

Hugo dan Belle sekarang ada di pusat kota Mulia. Mereka makan dulu. Baru berbelanja keperluan di rumah. Mereka hanya menggunakan motor.

Di toko sembako mereka bertemu dengan Kapten Yeni. Hugo langsung mengandeng tangan Belle erat - erat.

"Kamu takut sayang??"

"Sama dia??? Ngak. Aku itu menghormati, karena aku tahu dia lebih tau dari aku. Namun otaknya seperti anak kecil."

Hugo hanya tersenyum. Hugo ingat waktu di lapangan voli, bagaimana Belle mengarahkan bola smesnya ke arah Almarhumah. Tidak tanggung - tanggung cepat dan keras, badan dan muka jadi sasaran. Info yang Hugo dapat waktu itu, bahwa mereka Nathalia dan Yeni ini yang memanaskan persaaan Belle.

Sementara Yeni, menahan sakit hatinya, dia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Selesai belanja Hugo membayar semua belanjaan Belle dan membawa keluar, serta menaruh di dalam mobil.

Informasi akan kedatangan panglima tinggi ke kota ini sudah terdengar kemana - mana.Pengamanan mulai di tingkatkan. Semenjak mereka sudah tahu kapan tanggal diresmikan markas angkatan darat menjadi Korem. Ketika Hugo mau menghidupkan mobilnya. Terdengar suara tembakan, aparat langsung bergerak. Hugo dengan cepat menggunakan rompi anti peluru pada dirinya kemudian dia membantu Belle memakainya.

"Sayang, kamu tetap di mobil. Ingat."

"Ita kak."

Korban adalah warga sipil biasa, penduduk asli disini dan korban laki - laki itu di larikan ke klinik nusantara. Anggota di markas langsung bergerak ke pusat perkotaan. Beni di perintahkan oleh Hugo untuk membawa Belle kembali.

"Sayang, Beni antar. Langsung masuk rumah. Kalau kamu tidak berdinas di klinik."

"Iya kak."

"Sayang ..... Ingat ya." Belle menganguk. Hugo mencium keningnya dan meminta Beni mengantar denga hati - hati. Peristiwa yang tadi dia lihat, menbuat tanda - tanya di otaknya. Namun begitu melihat cincin yang di beli di toko mas di kota Jayapura sudah melingkar di jari manis sebelah kiri Belle. Membuat Beni semakin tahu dan yakin, bahwa Komandannya sudah melamar cinta pertamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!