Kisah cerita Cinta Dua Alam dimulai ketika Ana menemukan sebuah botol yang didalamnya terdapat tulisan Arab seperti ukiran Jawa berpadu padan dengan bahasa Arab. Tanpa Ana sadari bawah didalam botol itu ada jin yang selama ini disembah orang tua Ana, tanpa sepengetahuan Ana. Glen adalah jin yang ada di botol yang ditemukan Ana. Ana dan Glen saling jatuh cinta.
Glen makhluk gaib yang sangat mencintai Ana sehingga siapapun laki laki yang mendekati nya akan mati.
Ana sering disiksa Glen jika ada laki laki yang mendekati Ana. Ana dibanting, dicakar, dicekik bahkan dilempar keluar jendela hingga Ana mengalami patah tulang yang cukup parah.
Ana tidak boleh menikah jika menikah laki laki yang dinikahi Ana akan mati. itu janji Glen pada Ana tapi Ana tidak pernah memperdulikan Glen.
Ana 2 kali menikah dengan dokter dan kepala desa dan Glen membunuh semua suami Ana dengan caranya.
yuk baca selengkapnya di cinta dua alam
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dini Sulistyowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 9
Sesampainya di rumah, Ana langsung membantu Ibunya memberi makan Kambing peliharaan keluarganya. Setelah Ana selesai memberi makan Kambing datanglah Bu Lurah.
"Ana Ibumu ada"Ucap Bu Lurah
"Ada Bu, Ibu dibelakang sedang menyetrika baju" Ucap Ana
"Ana bilang pada Ibumu, Bu Lurah mau ambil cucian ya" Ucap Bu Lurah
"Iya Bu, sebentar Ana ambilkan dulu, Bu Lurah silahkan duduk dulu Bu" Ucap Ana
"Iya" Ucap Bu Lurah
Ana pun pergi ke belakang mencari ibunya.
"Bu, Bu Lurah mau ambil cucian Bu, Ibu"Ucap Ana tapi tidak ada jawaban
Ana pun mencoba mencari Ibunya di sekeliling rumah tapi Ibunya tidak ada, Ana pun mengambil pakaian Bu Lurah yang sudah selesai disetrika dengan rapi kemudian Ana memberikannya kepada Bu Lurah. Setelah Bu Lurah pergi, Ana kembali mencari Ibunya sesampainya Ana dikamar Ibunya, Ana menemukan Dupa yang sudah menyala. Ana terkejut dan bertanya-tanya kenapa selalu ada Dupa dikamar orang tuanya.
Ana masih terus dibuat penasaran dengan apa yang dia lihat, Ana selama ini masih belum dapat jawaban dari kedua orang tuanya.
Ana pun mengambil hp dan mencoba menelepon Ibunya. Namun ternyata Ibunya tidak membawa hp, ya hp Ibunya tertinggal dirumah. Ana melihat Jam, Jam sudah menunjukkan pukul 18:12 yang artinya sudah sore tapi Ayah dan Ibunya tak kunjung pulang. Ana pun mencoba melupakan semua rasa penasarannya.
Ana pun pergi ke kamar mandi dan setelah mandi. Ana langsung masuk kekamar nya dan berbaring sejenak sembari membayangkan Glen, ya sudah satu Minggu Ana tidak memikirkannya. Malam itu Ana mencoba memanggil Glen dalam hati.
"Glen... Glen..." Ucap Ana dalam hati
Sepanjang malam Ana memikirkan Glen namun Glen tak kunjung datang, Ana pun merasakan ada yang aneh hingga Ana mencoba mencari bunga mawar yang Glen berikan kepada Ana waktu itu.
"Aduh dimana bunga itu"Ucap Ana
Ana mencari semua tempat bahkan Ana mem bolak-balikkan koper nya namun Ana tidak menemukan bunga itu, Ana mulai takut dan resah, Ana takut jika tidak bisa bertemu dengan Glen lagi.
"Kenapa bunga itu hilang apa yang harus aku lakukan, aku sangat merindukanmu Glen, sungguh aku sangat rindu padamu Glen" Ucap Ana sambil menangis sejadi-jadinya.
Diluar rumah Ayah dan Ibunya Ana mendengar Ana menangis kemudian ibu Ana pun masuk kekamar Ana dan menanyakan apa yang membuat putrinya menangis.
"Ana anakku ada apa sayang " Ucap Ibunya
"Tidak Ibu Ana tidak apa-apa, Ibu dan Ayah darimana saja?" Ucap Ana
"Ibu dari rumah Bu Lurah Nak"Ucap Ibunya Ana
"Bohong tadi Bu Lurah kesini" Ucap Ana
Sontak Ayah dan Ibunya Ana saling menatap dan bingung mau membuat alasan apalagi.
"Gini Lo Nak, Ayah sama Ibu tadi mau kerumah Bu Lurah, tapi pas di jalan Ayah ketemu sama temennya Ayah jadi Ayah mampir ke rumah temannya Ayah"Ucap Ayahnya Ana
"Iya Nak betul apa kata Ayahmu, kamu menangis hanya karena Ayah sama Ibu tidak ada dirumah"Ucap Ibunya Ana
"Sudahlah Bu Ana tidak apa-apa, Ana hanya mencari barang Ana yang hilang"Ucap Ana
"Barang apa Nak coba kamu buka pintunya agar Ibu Carikan"Ucap Ibunya Ana
"Tidak usah Bu, aku lagi nggak mau ngomong" Ucap Ana
"Loh yang ngomong sama Ibu siapa bukannya kamu Nak" Ucap Ibunya Ana
"Sudahlah Bu, jangan membuatku marah" Ucap Ana
"Iya tapi kamu cepat keluar,Ibu sudah masakin makanan kesukaan mu Nak"Ucap Ibunya Ana
"Iya, nanti Ana makannya sendiri" Ucap Ana
"Kalau begitu Ibu sama Ayah ke dapur, ya Nak" Ucap Ibunya Ana
Setelah orang tua Ana pergi. Ana masih menangis dan sembari sesekali mencari bunga mawar yang Glen berikan kepadanya, Ana sangat takut bunga itu telah gugur dan Ana tidak sempat membakarnya, Ana takut tidak akan bertemu dengan Glen lagi.
Beberapa hari telah berlalu. Ana masih merasa ada yang hilang dari tubuhnya, Ana merasa hidupnya tak berarti lagi, entah mungkin Ana dan Glen sudah terikat satu sama lain, hari-hari Ana merasa sudah tidak bersemangat lagi hingga hari itu tiba saat dimana hari kelahiran Ana, ya Ana sekarang sudah masuk umur 18 tahun namun Ana sadar hari itu hari dimana usianya bertambah. Tapi Ana merasa biasa saja.
bersambung
....
walaupun ceritanya pendek tp ada hal yg bisa kita ambil adalah ga ada satu kekuatan pun yg bisa melewati kekuatan dan kebesaran Allah swt