"Aku melakukan semua ini hanya untuk menguji cintanya. Apa dia dapat bertahan dengan aku yang penderita kanker dan miskin. Kalau tidak dapat bertahan, itu artinya dia tidak tulus. Dan tidak pantas memasuki keluarga Wiguna."
Felicia tertegun mendengar percakapan kekasihnya dengan teman-temannya. Dirinya melakukan dua pekerjaan sekaligus, hanya untuk mengobati kekasihnya yang menderita kanker. Hampir setiap hari memakan mie instan hingga sempat mengalami radang usus.
Tapi dua tahun itu hanya pengujian cinta?
Nona muda yang kabur dari perjodohan hanya untuk kekasihnya ini. Ternyata cintanya dianggap begitu murahan.
Dalam keputusasaan, Felicia mengemasi barang-barangnya. Memalsukan kematiannya agar tuan muda keluarga Wiguna tidak mencarinya lagi.
Dirinya menghubungi keluarganya, untuk pertama kalinya setelah 2 tahun.
"Ayah, aku bersedia menikah dengan Gabriel."
Wanita yang berkemas, akan ada saatnya meninggalkan segalanya.
"A...aku tidak akan mencintainya lagi..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembalasan
Gabriel tidak bisa terus bersama dengannya. Pemuda itu menemaninya dan merawatnya selama 3 hari. Hingga dokter benar-benar mengatakan keadaannya stabil. Bahkan sebenarnya, Felicia sudah dapat pulang di hari kedua, hanya saja Gabriel yang memaksanya untuk kembali menjalani rawat inap.
Anggaplah dirinya gila, tapi siapa yang tidak gila sudah dipermainkan selama 2 tahun. Wanita yang bahkan kurang tidur, wanita yang bahkan tidak bisa makan teratur. Seorang nona muda yang dimanjakan dari kecil, harus hidup sengsara demi cinta omong kosong.
Karena itu, ketika kekasihnya bermain. Maka dirinya akan mengikuti permainan ini.
Wanita yang membawa rantang dipenuhi dengan makanan. Perlahan wanita itu melangkah, mendekati kamar inap yang ditempati oleh Citra.
Tommy, Dwika, dan Rio berada di sana. Tentu saja Romi juga berada di sana, mereka berempat memang merupakan sahabat yang tidak mengetahui batasan.
“Sudah beberapa hari ini kamu tidak menemui Felicia. Kamu tidak khawatir dengan keadaannya?” Tanya Dwika kepadanya.
“Felicia memiliki tubuh yang kuat, berbeda dengan Citra yang biasa dimanja dari kecil. Mungkin sekarang Felicia sudah kembali mulai bekerja. Nanti aku tinggal memberikan beberapa hadiah padanya, maka dia akan kembali melekat dan mencintaiku seperti semula.” Itulah yang diucapkan oleh Romi, pria yang tengah mengupaskan buah apel untuk Citra.
Citra tersenyum kemudian menerimanya. Matanya melirik ke arah keberadaan Felicia yang berada di ambang pintu. Mereka belum menyadari keberadaan Felicia tapi Citra sudah.
“Romi, maafkan aku, aku terlalu lemah. Hingga mengganggu hubunganmu dengan Felicia.” Citra memegang jemari tangan Romi kemudian memeluknya.
Sedangkan Romi membalas pelukan Citra, menepuk-nepuk punggungnya perlahan.”Tidak apa-apa, Felicia sangat pengertian. Dia akan mengerti dengan semuanya. Lagi pula dia akan menjadi nyonya keluarga Wiguna. Tentu saja harus memiliki rasa cinta yang dalam padaku dan hanya setia padaku.”
“Terima kasih Romi…” kalimat yang diucapkan oleh Citra.
Ketiga teman Romi saling melirik, mereka memang memiliki firasat dua orang ini merupakan pasangan yang serasi. Romi yang memiliki sifat bebas, terlalu kontras dengan Felicia yang memiliki sifat terlalu kaku.
“Tapi serius Bagaimana jika Felicia meminta putus denganmu? Bagaimana jika Felicia benar-benar meninggalkanmu?” Tommy menyipitkan matanya ingin mengetahui tanggapan sahabatnya.
“Di kota ini Felicia tidak memiliki keluarga. Setahuku keluarganya ada di kota lain. Itupun juga sudah pasti berasal dari keluarga miskin. Pertama kali aku bertemu dengan Felicia, Felicia berkata orang tuanya tidak menyetujui hubungan kami. Sehingga aku membawa Felicia kabur ke kota ini. Seorang gadis miskin tanpa perlindungan sepertinya. Hanya memiliki aku di sisinya. Jika dia menghilang aku akan mencarinya. Setelah menemukannya aku akan tetap mendidiknya untuk menjadi nyonya keluarga Wiguna yang baik.” Kalimat demi kalimat penuh penekanan dari pria itu.
“Benar! Zaman sekarang banyak wanita materialistis. Ketika melihat uang akan menjadi kalap. Kamu harus melakukan lebih banyak pengujian padanya.” Dwika memberikan saran kepada sahabatnya.
“Iya! Anggap saja donor darah semalam juga merupakan pengujian untuknya.” Rio menyetujui pendapat mereka.
Sementara Citra menatap ke arah pintu yang sedikit terbuka. Wanita itu benar-benar berada di sana dan mendengar semuanya.
Dalam hatinya begitu senang, cepat atau lambat wanita tidak tahu diri ini pasti akan menyerah. Karena…Romi hanya miliknya.
Tapi.
Benar-benar di luar dugaan Citra, wanita itu mengetuk pintu. Romi segera mengatur posisi, pria itu menelan ludah kemudian duduk menjauhi Citra.
Benar saja, Felicia masuk dengan wajah penuh senyuman.”Maaf aku terlambat menjengukmu. Aku harus menjalani pengobatan beberapa hari, karena anemia yang aku alami.”
Wanita yang membawa rantang yang dipenuhi dengan sup daging.
“Kamu…anemiamu benar-benar kambuh?” Romi menelan ludahnya hendak mendekat.
Tapi Felicia hanya kembali tersenyum kemudian menggeleng.”Tapi aku sudah tidak apa-apa sekarang. Benar-benar sudah tidak apa-apa.”
“Romi, kamu tidak menggunakan baju pasien lagi. Apa ada perkembangan dengan kondisimu?” Kalimat yang diucapkan oleh Felicia pelan.
“Sebenarnya aku…” kalimat Romi terhenti, salah satu temannya, sedikit menyenggol lengannya bagaikan memberikan kode untuk melanjutkan permainan ini. Bagaikan sebuah permainan untuk menguji coba pasangannya. Seberapa setia Felicia.
Romi kembali menghela nafasnya.”Biaya perawatannya kurang, karena itu aku dikeluarkan dari rumah sakit.”
“Kurang berapa?” Felicia bertanya pelan padanya, bibirnya terlihat bergetar untuk berucap.
“10 juta…” jawaban dari Romi, sebenarnya tidak tega kepada Felicia. Tapi yang dikatakan oleh teman-temannya ada benarnya. Ibunya juga menyarankan hal yang sama, untuk menguji Felicia.
“Kamu tenang saja aku akan meminjam uang dari temanku. Aku berjanji akan bekerja lebih keras lagi. Itu semua untuk kesembuhanmu…” wanita yang masih dapat tersenyum.
Sedangkan Citra mengepalkan tangannya. Wanita itu menghela nafas berkali-kali. Bagaimana caranya untuk menghancurkan wanita ini? Bagaimana caranya untuk membuat wanita miskin ini menyerah?
Pada akhirnya Citra menunduk perlahan. Wanita itu berakting bagaikan menjadi begitu lemah lembut. Kemudian berucap dalam tangisannya.”Felicia, kamu selalu membahas bahwa kamu dirawat di rumah sakit pasca memberikan donor darah. Apa kamu menyalahkanku? Aku benar-benar tidak sengaja terjatuh dari tangga. Keadaan sebelumnya benar-benar mengancam nyawaku.”
Citra memaksakan dirinya bangkit dari tempat tidur. Kemudian berlutut di hadapan Felicia.”Ini semua salahku, kamu Jangan menyalahkan Romi. Kalian adalah pasangan kekasih sejati. Aku sebelumnya benar-benar tidak kuat. Mohon Jangan menyalahkan aku…”
“Felicia, kamu membuat Citra yang sudah begitu baik padamu menjadi merasa bersalah. Seharusnya kamu meminta maaf padanya.” Suara yang begitu tegas dari Romi kepadanya.
Ada alasan tersendiri Kenapa dirinya bersedia melakukan ini. Itu karena semakin baik pasanganmu, semakin menyakitkan ketika kamu kehilangannya. Masa hidup Felicia selama 2 tahun ini sama sekali tidak dapat diganti. Tapi semuanya akan dapat ditebus dengan penyesalan.
“Aku sama sekali tidak menyalahkan Citra…” wanita yang berucap penuh keyakinan.
“Tapi kamu terdengar seperti menyalahkan nya!” Kembali pria itu menatap begitu tegas ke arahnya.
Biasanya, jika terjadi hal seperti ini di mana dirinya tidak salah tapi harus meminta maaf kepada Citra. Maka, dirinya akan beradu argumen dengan Romi.
Tapi sekarang tidak sama sekali. Felicia berlutut, kemudian menggenggam jemari tangan Citra.”Romi benar, kalian benar, di sini akulah yang paling bersalah. Aku yang salah karena membahas anemiaku yang kambuh. Keadaanmu jauh lebih berbahaya daripada apa yang aku alami. Seharusnya aku lebih bersimpati padamu.” Felicia berlutut, benar-benar berlutut di hadapan Citra.
Sedangkan jemari tangan Romi mengepal. Felicia terlihat berbeda hari ini, wanita itu menjadi jauh lebih penurut. Membuatnya merasa bersalah, karena 3 hari ini tidak menemani Felicia sama sekali.
“Felicia aku…” Romi ingin mengatakan sesuatu. Tapi bibirnya bungkam tidak tahu harus mengatakan apa. Hanya mempercayai kata-kata ibunya dan teman-temannya.
Ini sepadan…pengujian cinta sepadan. Saat Felicia berhasil lolos dari pengujian cinta ini. Maka mereka dapat menikah dan hidup bahagia untuk selama-lamanya.
Felicia, wanita yang hatinya diliputi oleh dendam. Semakin kamu mencintai seseorang, semakin orang itu baik padamu. Maka rasa kehilangan itu akan semakin menyakitkan.
Rasa sakit dan dipermalukan 2 tahun ini. Romi benar-benar harus membayarnya.
kyk lame turah dapat bahan baru buat konten gosip nya 🤣🤣🫣
kebenaranpun menemukan jalannya
saya yg tegang