Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Formasi Surga dan Kemurkaan Serigala Darah
Ketika Ye Chen perlahan membuka matanya, hal pertama yang ia rasakan adalah paru-parunya seperti dialiri oleh air suci yang sangat menyejukkan. Ia terkesiap, menghirup napas dalam-dalam.
Pandangannya yang tadinya jernih kini terhalang oleh kabut putih pekat yang menyelimuti seluruh halaman Aula Bintang Jatuh. Namun, ini bukanlah kabut embun biasa. Setiap tetes kabut ini mengandung untaian energi spiritual murni!
«Gila... Ini benar-benar gila!» Suara Tetua Yan terdengar bergetar hebat di dalam pikiran Ye Chen. Sosok spiritual sang kakek melayang keluar dari cincin, mengulurkan tangannya yang tembus pandang untuk menyentuh kabut tersebut.
"Guru, ada apa dengan kabut ini? Mengapa energi di dalam tubuhku berputar dua kali lebih cepat hanya dengan bernapas?" tanya Ye Chen takjub. Ia baru saja menerobos ke Kondensasi Qi Tingkat 9, dan fondasinya langsung terasa sangat stabil berkat lingkungan ini.
«Ini adalah Formasi Pengumpul Roh Tingkat 3!» seru Tetua Yan, menelan ludah meski ia hanya sebuah jiwa. «Formasi tingkat ini hanya bisa didirikan oleh Master Formasi berskala agung. Bahkan di masa kejayaanku, sekte tingkat 5 sekalipun harus menguras separuh kekayaan mereka untuk membangun formasi seperti ini. Tapi Gurumu... dia menyulapnya dalam diam sambil duduk di dalam aula! Pemahaman spasial dan penciptaannya sudah mencapai taraf yang tidak bisa dilogika!»
Ye Chen menatap pintu utama Aula Bintang Jatuh dengan rasa hormat yang semakin mengakar di jiwanya. Ia merapikan jubah usangnya, lalu melangkah masuk ke dalam aula untuk memberi penghormatan.
Di dalam, Lin Xuan duduk dengan santai di atas takhta ketua sekte. Berkat umpan balik kultivasi, temperamen Lin Xuan kini telah berubah secara nyata. Ia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada efek Jubah Ilusi Surgawi. Aura dari Ranah Pembangunan Yayasan Tingkat 5 memancar secara alami dari tubuhnya, selaras dengan aura misterius jubahnya, menciptakan tekanan yang membuat siapa pun ingin bersujud.
"Murid memberi salam kepada Guru!" Ye Chen langsung berlutut. "Berkat anugerah Guru, urat nadi murid telah pulih, dan kultivasi murid telah mencapai puncak Kondensasi Qi!"
Lin Xuan membuka matanya perlahan. "Hanya Kondensasi Qi dan kau sudah bangga? Jalan menuju keabadian masih panjang, Chen'er."
"Murid mengerti dan akan berlatih lebih keras!" jawab Ye Chen cepat, sedikit menunduk malu.
"Bagus." Lin Xuan tersenyum tipis. Ia membuka panel Sistem secara diam-diam. Sisa Poin Sektenya sekarang hanya 100 Poin. Ia langsung membuka Toko Sistem dan mencari teknik bela diri elemen api termurah namun memiliki potensi pertumbuhan yang bagus.
[Pembelian Berhasil!]
[-100 Poin Sekte: Gulungan Seni Api Penyucian Sembilan Matahari (Bab Pertama). Teknik tingkat Bumi yang bisa berevolusi.]
Lin Xuan mengibaskan lengan bajunya. Sebuah gulungan giok merah melayang dari tangannya dan mendarat dengan mulus di telapak tangan Ye Chen.
"Kau memiliki Fisik Api Surgawi. Menggunakan teknik bela diri fana hanya akan menyia-nyiakan bakatmu. Ini adalah Seni Api Penyucian Sembilan Matahari. Pelajari ini dengan baik. Jika kau bisa menembus Ranah Pembangunan Yayasan dalam seminggu, Guru akan memberikan bab selanjutnya."
Mata Ye Chen berbinar-binar. Teknik yang bisa berevolusi? Bahkan keluarga penguasa kota pun hanya memiliki teknik tingkat fana. Ia menggenggam gulungan giok itu erat-erat. "Murid tidak akan mengecewakan Guru!"
"Pergilah berkultivasi di Paviliun Samping," perintah Lin Xuan lembut, mengusir muridnya. Begitu Ye Chen pergi, Lin Xuan menyandarkan punggungnya di takhta dan menghela napas panjang.
"Nol Poin. Aku benar-benar kembali miskin," keluhnya dalam hati. Namun, ia tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kesempatan baru, karena suara peringatan dari Sistem tiba-tiba berbunyi memekakkan telinga.
[🚨 PERINGATAN DARURAT!]
[Mendeteksi niat permusuhan ekstrem yang mengarah ke Sekte Bintang Jatuh.]
[Misi Pertahanan Diterbitkan: Serangan Darah Serigala!]
[Detail: Ketua Sekte Serigala Darah telah mengetahui kematian Tetuanya dan akan segera mengirimkan Pasukan Elite Penghukum untuk meratakan gunung Anda.]
[Tugas: Bantai semua penyusup dan lindungi murid Anda.]
[Hadiah: 1.000 Poin Sekte, Bangunan Fitur Baru (Paviliun Senjata), Pemanggilan Hewan Penjaga Acak (Tingkat Awal).]
Mata Lin Xuan menyipit. Alih-alih takut, senyum dingin justru tersungging di bibirnya. "Pasukan Elite? Bagus. Kebetulan sekali aku sedang butuh poin."
Di waktu yang sama, Markas Besar Sekte Serigala Darah.
Terletak di atas gunung yang berbentuk seperti taring serigala, sekte ini memancarkan kabut berwarna merah darah sepanjang tahun. Di dalam Aula Darah yang remang-remang, udara terasa sedingin es.
PRANG!
Sebuah cangkir giok hancur berkeping-keping akibat diremukkan oleh tangan besar berurat.
Duduk di kursi berlapis kulit iblis tingkat tinggi, Ketua Sekte Serigala Darah, Xue Tu, memancarkan amarah yang membuat para tetua di bawahnya gemetar. Kultivasinya telah mencapai tahap awal Ranah Inti Emas (Golden Core), menjadikannya salah satu sosok paling ditakuti di radius ribuan mil.
Di atas meja di depannya, terdapat dua benda: sebuah surat berdarah dari Keluarga Ye, dan sebuah lempengan batu giok jiwa yang telah terbelah dua. Lempengan itu adalah Giok Kehidupan milik Tetua Zhao Wu.
"Zhao Wu... mati? Di tangan bocah ingusan dari sekte bobrok itu?" Suara Xue Tu berat dan serak, seolah menggesekkan dua bilah pedang berkarat.
Seorang tetua berwajah tirus melangkah maju dengan hati-hati. "Ketua, surat dari Kepala Keluarga Ye menyebutkan bahwa ada seorang ahli berjubah putih yang misterius dan kejam. Ahli inilah yang kemungkinan besar membunuh Tetua Zhao Wu. Apakah mungkin... Sekte Bintang Jatuh mengundang kultivator pengembara dari luar untuk melindungi mereka?"
"Hmph!" Xue Tu mendengus dingin, melepaskan tekanan Inti Emas-nya hingga membuat tetua itu terhuyung mundur. "Sekte Bintang Jatuh sudah tidak memiliki harta sepeser pun. Ahli macam apa yang mau membela sekte rongsokan tanpa bayaran? Ini pasti sebuah trik!"
Xue Tu berdiri, matanya memancarkan kebrutalan.
"Bahkan jika ada ahli, dia paling tinggi hanya berada di puncak Pembangunan Yayasan. Menggunakan trik ilusi murahan untuk menakut-nakuti anjing kampung seperti Kepala Keluarga Ye tidak akan mempan padaku."
Xue Tu menunjuk tiga orang pria bertubuh besar yang berdiri di barisan depan. Mereka adalah Tiga Algojo Darah, semuanya berada di pertengahan Ranah Pembangunan Yayasan.
"Kalian bertiga! Pimpin seratus Pasukan Serigala Besi. Pergi ke Gunung Bintang Jatuh malam ini juga. Siapapun pria berjubah putih itu, potong anggota tubuhnya dan bawa kepalanya ke hadapanku! Aku ingin gunung itu bersih dari kehidupan sebelum fajar menyingsing!"
"Sesuai perintah Ketua!" seru ketiga algojo itu serempak, senyum haus darah menghiasi wajah mereka.