Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Helaan nafas terdengar seiring Bai Ningyuan yang berusaha untuk bangkit dan duduk.
Xuan Ziyuan berjalan perlahan menghampiri wanita yang dulu pernah menjalin persahabatan yang cukup dekat dengannya. Bahkan keduanya sempat saling menyukai. Hanya saja, kala itu putra mahkota yang bertemu dengan Bai Ningyuan, berkata sangat menyukai Bai Ningyuan. Dia mengajukan permohonan pernikahan pada mendiang kaisar.
Keduanya mendapatkan titah pernikahan. Alhasil, rasa cinta itu harus dikubur dalam-dalam oleh Xuan Ziyuan yang kala itu memang tak pernah dilirik mendiang kaisar, karena memang hanya anak selir rendahan.
"Aku sudah dengar semuanya, apa yang terjadi padamu!"
Bai Ningyuan menatap Xuan Ziyuan dengan mata merah. Terlihat seperti memendam kemarahan yang begitu besar.
"Lihat apa yang mereka lakukan pada ayah dan keluargaku? mereka bahkan mengatakan ayahku lalai, kenapa pengorbanan dan pengabdian tulus keluarga Bai berakhir seperti ini Ziyu Gege..."
Xuan Ziyuan tak bisa menahan dirinya. Pria yang seharusnya menjaga jarak dari istri kaisar itu bahkan mendekat dengan sangat dekat ke arah Bai Ningyuan. Memeluk wanita yang tengah mencurahkan rasa sakit hatinya karena pengabdian ayahnya dianggap debu oleh orang-orang berkuasa di kerajaan Huaming ini.
Panggilan akrab itu, panggilan selama 17 tahun itu juga membuat pertahanan Xuan Ziyuan runtuh.
Bahkan tangan pria yang seharusnya tidak menyentuh sehelai rambut pun dari Bai Ningyuan itu memeluk erat punggung Bai Ningyuan yang terisak di pelukannya.
"Maafkan aku Ning'er, maafkan aku!" lirih pangeran Ziyu.
Pangeran Ziyu juga tidak bisa berbuat banyak. Dia bahkan harus dilindungi oleh pasukan Bai Mitan. Pecahan pasukan yang selama ini tidak diketahui sama sekali oleh pihak kerajaan yang memang dikhususkan menjaga orang-orang yang dikehendaki keluarga Bai. Hanya segelintir orang saja yang mengetahui keberadaan pasukan itu. Bahkan Bai Ningyuan pun tidak mengetahuinya.
Jenderal Bai Chengfeng, yang memberikan plakat khusus untuk memimpin pasukan itu kepada Pangeran Ziyu. Dan saat ini, pangeran Ziyu aka Xuan Ziyuan, juga sudah mengumpulkan lebih banyak pasukan yang dilatih oleh pasukan elit Bai Mitan itu.
Ibaratnya, satu orang pasukan elit Bai Mitan, kekuatannya, kecerdasan, dan kemampuannya menggunakan senjata seperti pedang, panah dan tombak setara dengan 49 pasukan milik kerajaan. Mereka memang elit khusus yang disiapkan untuk melindungi Xuan Ziyuan sejak awal. Latar belakang pangeran Ziyu, memang hanya anak seorang selir. Tapi ibunya selir Meng Xuyan, juga bukan seseorang yang memiliki latar belakang sederhana.
Kalau saat ini jumlah pasukan elit Bai Mitan itu ada 125 orang. Maka bisa dibayangkan jika satu orang melatih ratusan pasukan lain. Awalnya, Xuan Ziyuan sama sekali tidak tertarik dan berebutan kekuasaan. Tapi, setelah apa yang terjadi pada keluarga jenderal Bai. Dia tahu, kalau dia tidak bisa diam saja. Dia mulai merencanakan banyak hal.
Sebenarnya, terasing dengan status pangeran yang tidak bisa lagi ikut dalam perebutan kekuasaan. Juga bagus untuknya, dengan demikian tidak ada yang akan menyadari kalau dia diam-diam bahkan sedang membangun pasukannya sendiri.
Bai Ningyuan mendorong Xuan Ziyuan dengan sangat keras. Sampai pria itu hampir terjatuh dari tepi tempat tidur.
"Apa gunanya maaf itu? tak ada yang tersisa dari keluarga Bai ku!" lirih Bai Ningyuan.
Semua kata-kata dalam kalimat Bai Ningyuan itu penuh dengan rasa sakit dan dendam yang begitu dalam.
Xuan Ziyuan sedih sekali melihat wanita yang sangat dia cintai bicara seperti itu.
"Ning'er... apa yang bisa aku lakukan, untuk membuatmu..."
"Carikan aku obat itu!" sela Bai Ningyuan.
Xuan Ziyuan terdiam. Obat apa yang saat ini diminta oleh Bai Ningyuan, dia sebenarnya juga belum tahu. Tapi, dari tatapan wanita yang ada di hadapannya itu. Rasanya apapun itu, obat itu sangat berbahaya.
"Obat yang bisa membuat seseorang tidak memiliki anak untuk selamanya. Obat yang tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna!"
"Kamu akan memberikannya pada permaisuri Su?" tanya Xuan Ziyuan.
Bai Ningyuan menggelengkan kepalanya perlahan beberapa kali.
"Tidak pangeran Ziyu! aku akan berikan obat itu pada pengkhianat itu! Xuan Pingyan!" tegasnya dengan tatapan penuh kebencian.
Xuan Ziyuan tertegun, kejahatan seperti itu bahkan akan membuat tujuh generasi keluarga di habisi. Xuan Ziyuan tidak ingin Bai Ningyuan dan keluarga Bai semakin terkena masalah. Sedangkan dirinya saat ini juga tidak sedang diam saja. Dia juga sedang berusaha memberikan keadilan pada keluarga Bai.
"Ning'er, aku sedang berusaha untuk..."
"Mau atau tidak?" sela Bai Ningyuan yang dari tatapan mata dan ekspresi wajahnya, benar-benar tak bisa diajak tawar menawar lagi.
"Ning'er..."
"Kalau tidak mau, maka aku akan cari sendiri!" tegas Bai Ningyuan.
Xuan Ziyuan menghela nafas berat. Justru dengan Bai Ningyuan berusaha mencari obat itu sendiri, hal itu malah akan lebih berbahaya daripada dia yang mencarinya.
"Keluarga Bai sudah menyokongnya dengan nyawa, bahkan membersihkan nama keluarga Bai yang sengaja dicemari oleh-oleh orang-orang serakah itu saja dia tidak bisa. Dia tidak pantas!" geram Bai Ningyuan.
Xuan Ziyuan akhirnya menganggukkan kepalanya perlahan.
"Aku akan cari obat itu!"
"Bagus! pergilah!" sahut Bai Ningyuan dengan dingin.
"Ning'er!"
"Pergi!" seru Bai Ningyuan tanpa menoleh ke arah Xuan Ziyuan.
Xuan Ziyuan menghela nafas berat sekali lagi. Tapi, dia juga memang harus pergi dari tempat itu.
"Baiklah, jaga dirimu. He An akan datang membawa seseorang yang bisa meniru tulisanmu. Dia akan menyelesaikan 200 lembar salinan kitab Dewi untukmu!"
Bai Ningyuan tidak menjawab. Bagaimana pun juga, dia benar-benar kesal saat ini. Dan meskipun ada di pihaknya, Xuan Ziyuan tetap bermarga Xuan. Dia benar-benar tidak suka pada semua yang bermarga Xuan.
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭