NovelToon NovelToon
Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Status: sedang berlangsung
Popularitas:92
Nilai: 5
Nama Author: Elara Aisyah

Dianggap "gadis bangkrut yang beruntung", diperlakukan seperti janda selama tiga tahun pernikahan rahasianya. Tapi begitu Renata melepas cincin dan pergi, topeng demi topeng terbuka: peretas nomor satu, putri hilang konglomerat permata, penyelamat nyawa sang Kapten. Saat semua yang menghinanya bertekuk lutut—Kapten Nathan Halim justru jatuh paling dalam, mengejar istri yang telah ia sia-siakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Bab 7

Cincin yang Dijual

Laporan tentang jalur yang disentuh orang asing naik ke meja pimpinan Prima Aeroteknik pagi itu juga.

Selama satu minggu berikutnya, tim teknis mencoba mencari jejak si penyusup tanpa menemukan nama atau wajah. Sementara mereka sibuk mengejar bayangan JK, Renata mengambil keputusan lain yang tidak bisa ditarik kembali.

Ia membawa cincin kawinnya ke sebuah salon perhiasan privat di Menteng.

Tempat itu tidak memasang etalase mencolok. Pintu depannya hanya bertanda pelat kuningan kecil, sementara ruang konsultasinya tersembunyi di lantai dua. Setiap tamu diterima dengan janji, kopi, dan formulir kerahasiaan.

Renata duduk di hadapan seorang ahli batu mulia. Cincin berlian merah muda diletakkan di atas kain beludru hitam di antara mereka.

Bekas luka di lengan kirinya sudah mengering. Ia tidak lagi memakai perban.

“Ibu yakin ingin menjualnya?” tanya ahli itu untuk kedua kali.

“Saya datang untuk itu.”

Pria tersebut memasang kaca pembesar, memeriksa nomor kecil di bagian dalam cincin, lalu membuka arsip digital. Wajahnya perlahan berubah serius.

“Desain ini dibuat oleh perancang yang sudah pensiun. Setahu saya hanya ada satu.”

“Memang hanya satu.”

“Sertifikat aslinya?”

Renata menyerahkan amplop tipis. Semua dokumen disimpan bersama cincin sejak hari pernikahan. Nathan tidak pernah menanyakannya. Mungkin ia bahkan lupa benda itu ada.

Ahli tersebut membandingkan nomor sertifikat dan ukiran. “Keasliannya tidak diragukan. Kami perlu persetujuan direktur untuk transaksi sebesar ini.”

“Berapa lama?”

“Dua atau tiga jam.”

Renata mengangguk.

Uang dari pekerjaan Awan Group sudah menutup biaya rumah perawatan, tetapi utang Suryanto masih menumpuk. Ada cicilan dengan bunga yang jatuh tempo setiap bulan, tagihan lama yang muncul dari orang berbeda, dan biaya pengobatan Mama Yolanda yang tidak akan berakhir dengan satu kotak obat.

Menjual cincin itu bisa memberinya ruang bernapas.

Lebih dari itu, ia ingin berhenti menyimpan bukti dari sebuah pernikahan yang hanya diakui ketika Nathan membutuhkan kendali atas dirinya.

Seorang manajer masuk membawa hasil penilaian awal. Ia menyebut angka yang cukup untuk melunasi sebagian besar utang Suryanto.

“Kalau Ibu setuju, butik kami bisa membeli langsung. Namun untuk barang seunik ini, kami juga punya daftar klien privat yang mungkin memberi harga lebih tinggi.”

“Saya tidak mau menunggu pelelangan.”

“Kami bisa menawarkan kepada klien yang sedang berada di tempat.”

Pintu ruang konsultasi terbuka sebelum Renata sempat bertanya.

“Aku pikir benar kamu.”

Cheryl berdiri di ambang pintu bersama dua perempuan dari lingkaran sosialnya. Kacamata hitam bertengger di atas kepala, dan satu tas mahal menggantung di lengannya.

Tatapannya langsung jatuh pada cincin di atas beludru.

“Nona Cheryl,” kata manajer, sedikit gugup. “Ruang ini sedang digunakan klien.”

“Aku tahu. Kami pernah bertemu.” Cheryl berjalan masuk tanpa menunggu izin. “Cik Rena mau menjual sesuatu?”

Renata menutup amplop sertifikat. “Urusanku dengan butik.”

“Aku hanya penasaran.” Cheryl mendekati meja. Begitu melihat berlian merah muda itu dari dekat, senyumnya melebar. “Indah sekali.”

Salah satu temannya berbisik, “Ini yang cuma satu di dunia itu?”

Ahli batu mulia tidak menjawab, tetapi ketegangannya sudah menjadi jawaban.

Cheryl menatap Renata. Ia tahu dari mana cincin itu berasal. Ia pernah melihatnya di tangan Opa William sebelum pernikahan rahasia tiga tahun lalu.

“Barang pemberian keluarga Halim pun kamu jual?” tanyanya pelan, cukup rendah agar hanya orang di dekat meja yang mendengar.

“Sekarang barang itu milikku.”

“Berarti aku boleh membelinya.”

Renata tidak mengubah ekspresi. “Kalau kamu sanggup.”

Manajer mencoba menyela. “Kami belum menetapkan harga jual akhir.”

Cheryl menyebut angka yang membuat salah satu temannya menarik napas.

Dua puluh miliar rupiah.

Nilainya jauh di atas penilaian awal. Bahkan manajer butik terdiam beberapa detik.

“Saya perlu memastikan sumber pembayaran dan menyiapkan dokumen perpindahan kepemilikan,” katanya akhirnya.

“Lakukan sekarang.” Cheryl mengeluarkan kartu dan ponsel. “Aku nggak mau orang lain mengambilnya.”

Kalimat terakhir diarahkan kepada Renata, bukan kepada manajer.

Renata memandang cincin itu sekali lagi. Cahaya lampu memantul pada batu merah muda, sama lembutnya seperti ketika Opa William menyerahkannya dulu. Selama tiga tahun, ia mengira benda tersebut menyimpan janji. Ternyata logam dan batu hanya menyimpan apa yang manusia berikan kepada mereka.

Kalau pernikahannya sudah kosong, cincin itu tidak perlu terus berpura-pura bermakna.

“Saya setuju dengan harga itu,” kata Renata.

Senyum Cheryl goyah sepersekian detik. Ia tampaknya mengharapkan penolakan, air mata, atau setidaknya permintaan agar cincin tersebut tidak jatuh ke tangannya.

Tak satu pun datang.

Proses verifikasi berlangsung hampir satu jam. Dana dipindahkan melalui bank, komisi butik dipotong, dan Renata menandatangani dokumen pelepasan kepemilikan. Setelah transaksi dinyatakan sah, ahli batu mulia memasukkan cincin itu ke kotak beludru baru dan menyerahkannya kepada Cheryl.

Cheryl langsung memakainya di jari manis.

“Cocok, nggak?” tanyanya kepada dua temannya.

“Seperti dibuat untuk kamu.”

Cheryl mengangkat tangan di depan kamera ponsel. Ia mengambil beberapa foto, memilih satu yang menampilkan berlian dan tas mahalnya, lalu mengunggahnya ke Instagram Story.

Akhirnya jadi milikku. ❤

Salah satu temannya meneruskan unggahan itu ke grup WhatsApp sebelum mereka meninggalkan ruangan. Beberapa tamu butik yang melihat cincin bernilai puluhan miliar mulai berbisik tentang siapa yang memberikannya.

Cheryl menunggu Renata melihat unggahan tersebut.

“Orang pasti salah paham,” katanya, pura-pura khawatir.

“Itu yang kamu mau.”

“Aku nggak bilang begitu.”

Renata memasukkan bukti transfer ke tas. “Selamat menikmati barang bekas.”

Wajah Cheryl mengeras.

Renata mengucapkan terima kasih kepada manajer, lalu berjalan keluar tanpa menoleh lagi. Di belakangnya, bisik-bisik terus mengikuti, tetapi tak satu pun memiliki kekuatan untuk menahannya.

Di trotoar Menteng, udara siang terasa panas setelah ruangan berpendingin. Renata berhenti di bawah bayangan pohon dan membuka aplikasi bank.

Dana itu nyata.

Ia langsung membayar satu cicilan lama Suryanto yang paling mendesak. Setelah konfirmasi muncul, Renata mengirim voice note kepada Tania.

Sebelum menutup aplikasi, ia menelepon perusahaan pembiayaan yang selama ini menghubunginya hampir setiap pekan. Petugas memeriksa nomor kontrak, lalu mengonfirmasi bahwa pokok utang dan bunga tertunggak telah dibayar.

“Surat pelunasan akan dikirim paling lambat tiga hari kerja, Bu.”

“Tolong kirim juga rincian bahwa tidak ada tagihan lanjutan atas kontrak ini.”

“Baik. Setelah surat terbit, nomor Ibu akan kami keluarkan dari daftar penagihan.”

Renata menyimpan rekaman konfirmasi. Satu dari sekian banyak beban peninggalan Suryanto akhirnya memiliki ujung yang jelas, bukan sekadar janji akan dibayar bulan depan.

Barulah ia mengirim voice note kepada Tania.

“Utang lunas satu.”

Jari Renata terangkat ke leher. Rantai tipis itu masih ada, tetapi tidak lagi membawa cincin apa pun.

Ada rasa kosong. Tentu saja ada.

Namun untuk pertama kalinya, kekosongan itu tidak terasa seperti ditinggalkan.

Rasanya seperti ruang untuk pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!