Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.
One Piece System.
Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.
Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.
Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.
Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1: Terbangun di Pulau Tak Dikenal
Hawa asin lautan dan bau pasir basah menjadi hal pertama yang menyapa kesadaran Rian. Rasa nyeri yang menusuk di kepala membuatnya meringis, memaksa matanya terbuka perlahan melawan sengatan terik matahari yang berada tepat di atas kepala.
Ia terbatuk pendek, memuntahkan sedikit air asin sebelum akhirnya berhasil duduk.
Di depannya, membentang lautan biru tanpa tepi. Di belakangnya, dinding tebing batu yang ditumbuhi pepohonan lebat menjorok ke arah pantai berpasir putih. Tidak ada jejak kaki selain bekas tubuhnya sendiri. Tidak ada pelabuhan, tidak ada dermaga, dan tidak ada tanda-tanda kapal melintas di garis cakrawala.
Rian menyapu wajahnya yang basah dengan telapak tangan, mencoba mengingat apa yang terjadi. Mengingat kehidupan lamanya di dunia modern—bunyi klakson, gemerlap kota, dan momen terakhir sebelum kesadarannya terputus secara mendadak—membuat otaknya terasa berdenyut.
"Ini... bukan kamar saya," bisiknya pelan, suaranya parau.
Ia berdiri dengan kaki gemetar, memeriksa kondisi fisiknya. Pakaian kasual yang ia kenakan kini koyak di beberapa bagian dan basah kuyup oleh air laut. Tubuhnya terasa lemah, kelaparan, dan mengalami dehidrasi ringan.
Saat Rian melangkah mendekati tepi hutan untuk mencari peneduh, sebuah suara berdenting datar menggema langsung di dalam kepalanya, diikuti oleh hamparan layar semi-transparan berwarna biru muda yang mengapung di udara.
[ONE PIECE REPUTATION SYSTEM: ACTIVATED]
[Pengguna terdeteksi dalam kondisi hidup. Mengakuisisi data lingkungan...] [Lokasi: Pulau Terpencil (Status: Belum Teridentifikasi)] [Status Awal Diberikan.]
Rian menghentikan langkahnya, menatap layar lunak itu dengan mata membelalak. Sebagai seorang penggemar anime dan fiksi fantasi, konsep antarmuka semacam ini sama sekali tidak asing baginya. Namun, membaca nama sistem yang tertera di panel utama membuatnya mengernyit heran.
"One Piece Reputation System?" gumamnya. "Bukan Chakra... bukan Shinobi... tapi One Piece?"
Sebelum Rian sempat merenungkan maksud dari nama sistem tersebut, panel layar berubah, menampilkan antarmuka utama yang sangat rinci.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Reputation: 0 Influence: 0
Strength: 8 (Rata-rata manusia dewasa: 10) Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 6 Intelligence: 14
System Point: 100 SP
Skill: -
Character: -
Achievement: -
Territory: -
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
"Statistik fisikku bahkan di bawah rata-rata orang normal," kata Rian seraya memijat pelipisnya. Ia tidak terkejut, mengingat gaya hidupnya di dunia sebelumnya jauh dari kata atletis.
Layar di depannya kembali bergeser menampilkan instruksi sederhana dari sistem.
[Mekanisme Utama Sistem:]
Reputation (Reputasi): Diperoleh melalui tindakan yang memengaruhi dunia di sekitar Host, baik melalui pembangunan faksi, penaklukan wilayah, kekalahan musuh, maupun pengaruh politik. Reputasi akan membuka tingkat perekrutan karakter (Character Recruitment) dan memperluas tingkatan Shop.
System Point (SP): Diperoleh dari peningkatan Reputasi, pencapaian Achievement, atau konversi sumber daya tertentu. Digunakan untuk membeli kemampuan, barang, dan fasilitas di Shop.
"Jadi, kunci utamanya adalah reputasi," Rian menganalisis informasi tersebut dengan tenang. "Tapi untuk mendapatkan reputasi, aku harus berinteraksi dengan dunia luar. Dan untuk berinteraksi dengan dunia luar, aku harus selamat di pulau ini terlebih dahulu."
Ia menutup layar sistem dan menatap ke dalam hutan yang lebat. Perutnya berbunyi keras, mengingatkan kebutuhan paling mendasar saat ini: air bersih dan makanan.
Rian memungut sebatang kayu keras yang terdampar di pantai sebagai senjata darurat. Ia mulai melangkah masuk ke dalam hutan, menjaga pandangannya tetap waspada. Suara deburan ombak perlahan digantikan oleh cicitan burung asing dan gesekan dedaunan yang ditiup angin.
Vegetasi di pulau ini sangat lebat. Pohon-pohon berukuran raksasa dengan akar menonjol menciptakan jalur yang sulit dilalui. Setelah berjalan sekitar sepuluh menit menanjak, telinga Rian menangkap suara gemericik air.
Rasa dahaga memaksanya mempercepat langkah. Di balik rimbunnya semak belukar, ia menemukan aliran sungai kecil yang jernih memotong bebatuan tebing. Tanpa ragu, Rian mendekat dan meminum air dingin tersebut menggunakan tangannya yang ditangkupkan.
"Segar..." ia menghela napas lega, merasakan staminanya sedikit pulih.
Namun, sebelum ia sempat beristirahat di pinggir sungai, suara semak-semak di seberang sungai berkresek hebat. Rian bersiap, menggenggam kayu di tangannya erat-erat.
Dari balik semak, muncul seekor babi hutan berukuran cukup besar. Matanya merah dan memiliki sepasang taring melengkung yang tajam. Binatang itu mengendus udara sebelum pandangannya terkunci pada Rian.
[Peringatan: Potensi Ancam Terdeteksi - Babi Hutan Liar]
Rian menyadari kondisi fisiknya yang buruk. Dengan Strength dan Speed di bawah rata-rata manusia biasa, bertarung secara terbuka dengan babi hutan sebesar itu adalah tindakan konyol.
Babi hutan itu menggaruk tanah dengan kaki depannya, mempersiapkan dorongan untuk menyundul.
Rian membuka menu Shop sistem secara cepat di dalam pikirannya.
[SYSTEM SHOP - CATEGORY: SKILL (BASIC)]
Rokushiki: Soru (Basic) - Cost: 100 SP
Rokushiki: Kami-e (Basic) - Cost: 100 SP
Basic Swordsmanship - Cost: 80 SP
Basic Martial Arts - Cost: 50 SP
"Satu-satunya modal awal cuma 100 SP..." Rian berpikir cepat. Babi hutan itu mulai melaju kencang menerjang sungai kecil menuju ke arahnya.
Mengambil Swordsmanship tanpa pedang yang memadai tidak berguna. Soru membutuhkan kekuatan fisik yang besar untuk menghentakkan kaki ke tanah, yang mana staminanya saat ini sangat terbatas.
"Beli Rokushiki: Kami-e (Basic)!" perintah Rian dalam hati.
[Membeli Skill: Rokushiki: Kami-e (Basic)... Berhasil.] [Sisa System Point: 0 SP]
Seketika, sebuah pemahaman intuitif mengalir ke dalam otot dan saraf tubuh Rian. Ia merasakan bagaimana cara melemaskan tubuh seperti kertas yang meliuk mengikuti pola aliran udara.
Babi hutan itu melompat dengan taring terarah tepat ke dada Rian.
Rian tidak mencoba menahan atau melompat menjauh. Pada detik terakhir, ia mengendurkan seluruh persendiannya. Tubuhnya tertekuk secara alami ke arah samping saat dorongan angin dari laju babi hutan mendesaknya, membuat taring tajam itu meleset hanya beberapa milimeter dari pakaiannya.
Babi hutan itu menghantam batang pohon besar di belakang Rian dengan keras hingga kebingungan.
Menggunakan sisa tenaganya dan kayu berujung runcing di tangannya, Rian memanfaat momentum tersebut untuk memukul bagian belakang kepala binatang yang sedang linglung itu sekuat tenaga. Kayu itu patah, namun benturan keras cukup untuk membuat babi hutan itu pingsan tergeletak di tanah.
Rian terduduk di tanah, napasnya memburu keras. Keringat dingin mengucur di dahinya. Kami-e tingkat dasar tadi menguras stamina fisiknya yang memang sudah rendah.
Denting sistem kembali berbunyi.
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: First Survival]
Bertahan hidup dari ancaman pertama di dunia baru.
Reward: +50 System Point, +1 Basic Hunting Knife.
Sebuah pisau berburu dengan sarung kulit muncul mengapung di udara sebelum jatuh ke pangkuan Rian.
Rian mengambil pisau tersebut, merasakan bobotnya yang pas di tangan. Ia menatap babi hutan yang pingsan, lalu memandang ke arah langit yang mulai berubah warna menjadi jingga keemasan.
Ia telah mendapatkan sumber air, makanan, senjata dasar, dan kemampuan bertahan hidup pertama dari dunia One Piece. Namun, misteri terbesar masih belum terpecahkan: Di bagian dunia mana pulau ini berada, dan siapa yang menguasai lautan di sekitarnya?
Rian menyarungkan pisaunya, bersiap untuk membuat perlindungan sementara sebelum malam benar-benar jatuh.