NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Plak!!!

Jika tadi Erdio mendapat tamparan dari Mita, sekarang dia mendapat tamparan dari ayahnya.

Bakri dan Jumilah, kedua orang tua Erdio itu sangat geram dengan apa yang dilakukan anak mereka.

Meski awalnya bingung dengan apa yang diucapkan oleh Mita, namun ketika Erdio pulang bersama Medi dan Warsi, semuanya menjadi jelas.

"Bocah blangsak!! Bisa-bisanya kamu berbuat hal yang memalukan kayak gini!! MIta kurang apa sama kamu, Er!!!" pekik Bakri. Wajahnya merah padam. Langit yang malam dan rumah yang sepi itu semakin mencekam dengan kemarahan Bakri.

Sedangkan Jumilah, dia tak kalah marahnya. Namun karena tak bisa meluapkan amarahnya, Jumilah hanya menangis. Dia menangis dengan sangat pilu. Antara sedih dan malu kepada Mita meski anak itu tidak ada di sana.

"Kok bisa-bisanya lho kamu Er? Bapak nggak habis pikir sama kamu. Edan, kamu emang udah edan. Bapak nggak mau kamu sama wanita ini tinggal di sini. Dan Bapak nggak akan ngakuin dia dan anak yang sekarang dikandung dia sebagai menantu dan juga cucu. Menantuku cuma Mita, wanita ini, dia cuman pengganggu. Dan kamu hiduplah tanpa pernah menginjakkan kaki di rumah ini. Isin (malu) bapak punya anak kayak kamu. Minggat sekarang juga dari rumah ini!"

Erdio hanya diam. Dia tak bisa berkata apa-apa di depan ayah dan ibunya.

Erdio tak pernah menyangka bahwa dia akan mendapat tamparan begini dan bahkan tidak diterima oleh kedua orangtuanya.

Erdio adalah anak tunggal, dan rumah milik orang tuanya ini padahal sudah diberikan kepadanya. Akan tetapi baik Bakri dan Jumilah malah mengusirnya.

"Pak, Buk, tapi bukannya rumah ini udah Bapak dan Ibu berikan ke aku. Kenapa aku nggak bisa nempati nya?' protes Erdio. Dia takut sebenarnya namun saat ini dia memberanikan diri karena kebingungan, kemana mereka akan pergi dan tinggal setelah ini. Apalagi ini sudah malam. Mencari rumah kontrakan pasti tidaklah mudah.

"Waah bocah gemblung, bocah kurang ajar. Berani-beraninya ya kamu ngomong seperti itu. Hooh bener, rumah ini memang tak kasih ke kamu. Bener itu, tapi bukan buat wanita itu. Aku ngasih rumah ini ke kamu untukmu dan Mita, bukan untuk wanita simpenan kayak gini. Ndak sudi aku ngabarin rumah ini ditempati oleh mu dan simpenan mu itu. Minggat sekarang. Bapak empet lihat muka mu itu Erdio. Bocah kurang ajar, bocah blangsak. Ya Allah Gusti, salah opo aku sampai punya anak seperti ini."

Bakri menjatuhkan dirinya di kursi. Dunianya tiba-tiba menjadi suram ketika mengetahui perselingkuhan anaknya. Anak yang dibangga-banggakan itu, anak yang mencapai prestasi sebagai lulusan sarjana pertama di tempat tinggalnya dan mendapat pekerjaan dengan posisi yang bagus, dan bahkan memiliki istri yang pintar dan baik, tapi malah melakukan perbuatan yang menjijikkan. Dia selingkuh, dan wanita yang menjadi selingkuhannya adalah adik iparnya sendiri..

Bakri marah sekali dan merasa gagal sebagai orang tua. Pun dengan Jumilah. Jumi tak bisa berkata-kata. Saat ini yang ada dalam hati dan pikiran Jumi hanyalah rasa bersalah yang besar terhadap menantunya, Mita.

Tidak hanya itu, Jumi bahkan ingin mendatangi Mita dan melihat kondisi menantunya tersebut.

"Pak, ayo kita ke rumah Mita. Aku takut dia kenapa-napa,"ucap Jumilah.

Bakri langsung setuju. Dia tak peduli meski malam sudah sangat larut. Ia sama khawatirnya dengan sang istri mengenai istrinya.

Dengan menggunakan mobil pick up yang biasa digunakan untuk pergi membawa sayuran ke pasar, Bakri bersama Jumilah pergi turun ke kota untuk menemui Mita. Mereka sama sekali tidak memedulikan Erdio, Medi dan Warsi. Bahkan dengan sadar Bakri mengunci pintu rumah mereka setelah Erdio dan Medi tadi melangkahkan kaki ke luar rumah.

Brummm

Mobil pick up itu melaju di tengah gelap malam. Penerangan jalan yang minim tidak membuat Bakri dan Jumilah gentar. Yang mereka pikirkan hanyalah Mita untuk saat ini.

Sedangkan Medi, rahangnya yang sedari tadi mengeras karena marah namun di tahan kini melupakan kekesalannya kepada Erdio.

"Mas, ini edan sih. Kok bisa-bisanya bapak sama ibu kamu memperlakukan kamu kayak gini. Yang anak mereka kan kamu, bukan Mita!" pekik Medi. "Dan kok ya mereka kebangeten, aku lho lagi hamil tapi mereka sama sekali nggak peduli. Terus sekarang kita mau kemana ini, Mas. Nggak mungkin kan kita tidur di teras atau di mobil,"sambung Medi.

Erdio tampak tak peduli dengan ocehan dan rengekan Medi. Dia hanya menatap lurus ke arah mobil yang membawa kedua orang tuanya pergi itu.

Saat ini Erdio sedang tidak bisa berpikir apapun. Dia tidak percaya bahwa pernikahannya dengan Mita berakhir begitu saja.

Warsi pun juga hanya bisa diam. Ketika tadi Bakri dan Jumilah mencemooh Medi, dia juga sama sekali tidak bereaksi.

Warsi jelas tak bisa marah. Peruatan Medi salah, dan dirinya pun tak kalah salahnya. Warsi yang mengetahui perselingkuhan Erdio dan Medi, malah diam dan melindungi. Bukannya melaporkan kepada Mita. Jadi Warsi merasa bahwa tindakan kedua orang tua Erdio kepada Erdio dan Medi memang sudah sesuai.

Hanya saja Warsi sangat sedih. Dia tidak tahu putrinya menjadi seperti ini. Padahal dirinya sudah berusaha mendidik Medi dengan baik agar watak dan sikapnya tak menyerupai ayah kandungnya.

"Apa ini yang namanya bibit? Bibit dari pria buruk itu akhirnya menurun juga di Medi?" gumam Warsi. Dia mengusap wajahnya kasar. Sakit sekali hatinya ketika mengingat perbuatan masa lalu ayah kandung Medi. Dan sekarang malah hal itu dilakukan Medi. Lalu dengan bodohnya, dia diam saja seolah tak mengetahui apapun.

"Maafkan Ibu, Mita. Maafkan aku Mas, kamu pasti sangat kecewa sama aku karena menyakiti putrimu," gumamnya lagi.

"Mas, kita gimana ini!" pekik Medi. Dia sudah tak tahan lagi. Terlebih udara semakin dingin sekarang.

"Masuk mobil aja. Kita tidur di mobil untuk malam ini. Besok baru cari kos-kosan atau rumah buat dikontrak,"jawab Erdio.

Mata Medi langsung membelalak. Dia jelas tidak menyukai ide Erdio. "Kamu gila ya! Aku mana bisa nyaman tidur di mobil. Mas, aku lagi hamil lho ini. Di perut ini ada anakmu. Apa kamu tega sama istrimu ini!"

"Istri? maaf ya, aku nggak ada niat buat jadiin kamu istriku. Dan apa kamu tadi bilang, anakku? Jangan mengada-ada. Aku nggak yakin kalau yang ada di perutmu itu anakku. Kamu pikir aku goblok apa. Pas aku tidur sama kamu untuk pertama kalinya, milikmu itu udah loss. Jadi jangan pernah berandai-andai kamu bakalan jadi istriku dan berharap aku bakal mengakui anak itu."

Jegleeer

Kata-kata Erdio sangat mencengangkan. Medi bahkan sampai tidak bisa berkata-kata. Dia jelas sangat terkejut bukan main.

Tapi berbeda dengan Warsi. Ibu dari Medi itu malah bersikap biasa-biasa saja. Entah hatinya sekarang menjadi mati, atau dia teramat kecewa dengan putrinya. Tak ada yang tahu.

TBC

1
bibuk Hannan & Afnan
oh pantesan saudara dan ibu tiri ternyata makanya berhianat.
bibuk Hannan & Afnan
pasa=pasar
typo kak
Dew666
Loh loh tamat
Mala Sari
gudluc as always ya thor❤️
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: hihihi,,,, terima kasih KK buat semua karyamu
total 2 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya,ka semangat terimakasih sudah bertahan selama ini
total 4 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!