Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Ceklek...
Eliano tersenyum saat mendengar suara seseorang membuka pintu ruangan VVIP di restoran tersebut, dia segera berdiri, ingin menyambut kedatangan Devina.
"Dev..."
Namun, dia berhenti bicara, senyumannya seketika memudar saat melihat siapa yang datang.
Ternyata, orang itu adalah Abian.
Tanpa Devina sadari, Abian telah menyadap ponselnya. Karena itu dia bisa membaca pesan dari Eliano, bahkan dia bisa membalas pesan dari pria itu seolah-olah Devina yang membalas.
Padahal kenyataannya, Devina sama sekali tidak membalas pesan dari Eliano.
"Untuk apa kamu datang kesini?" tanya Eliano dengan nada dingin.
Abian tersenyum smirk. "Seharusnya aku yang bertanya, untuk apa kamu mengajak istriku bertemu?"
Eliano mendengus kesal mendengar kata 'istriku' terlontar dari mulut Abian. Meski kenyataannya memang begitu, tapi dia tak rela mendengarnya.
"Kenapa kamu begitu bangga telah menyebut dia sebagai istrimu? Kamu lupa, dia menikah denganmu karena terpaksa. Dihatinya hanya ada aku," ucap Eliano dengan penuh percaya diri.
Abian menjawab dengan santai. "Aku tidak peduli. Yang pasti, saat ini Devina adalah milikku. aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku. Karena itu, jangan pernah mendekatinya lagi."
Eliano sangat merasa yakin, Abian tidak mungkin mencintai Devina, karena dia tahu mereka dari dulu tak pernah akur.
Apakah mungkin... Abian diam-diam mencurigai bahwa dia adalah penyebab Fanny meninggal?
Eliano sudah tahu bahwa Fanny adalah sahabatnya abian. Fanny adalah ketua OSIS di sekolah, saat itu Fanny tidak sengaja memergoki Eliano dan Jihan yang sedang bercinta di toilet sekolah.
Fanny menegur mereka, dia mengatakan akan melaporkan mereka ke kepala sekolah.
Eliano dan Jihan menjadi panik. Mereka tidak ingin dikeluarkan dari sekolah.
"Aduh, bagaimana ini? Nanti bisa-bisa aku diusir oleh ayah tiriku? Dan rencana kita akan gagal, kalau image kamu jelek di mata keluargaku," ucap Jihan saat itu.
Karena itu, Eliano terpaksa harus menyingkirkan Fanny. Dia merusak rem mobil gadis itu, hingga Fanny meninggal karena kecelakaan.
Dia tahu Abian adalah sahabatnya Fanny. Mungkin karena itu, dia rasa mungkin saja Abian mencurigainya atas kematian Fanny. Tapi dia harus terlihat tenang, dia yakin sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa memenjarakannya. Karena dia sudah menghilangkan semua bukti.
Abian memang mencurigai Eliano atas kematian Fanny, tapi selama dia tidak memiliki bukti, dia akan pura-pura tidak tahu. Yang pasti suatu saat nanti dia akan memenjarakannya.
Eliano berkata dengan tegas, "Oke, untuk saat ini Devina telah menjadi istrimu. Tapi pada akhirnya aku adalah pemenangnya. Devina akan kembali padaku."
Abian membalas dengan nada penuh percaya diri. "Simpan saja mimpimu itu. Karena aku pastikan semua itu tidak akan pernah terjadi. Apalagi, jika dia memiliki anak dariku."
Perkataan Abian membuat Eliano naik pitan. Dia langsung berdiri dan mencengkram kerah kemeja Abian. "Brengsek! Jika kamu berani menyentuhnya, aku akan memberikan perhitungan padamu."
Abian tersenyum smirk, dia telah berhasil memancing amarah Eliano. "Kenapa tidak boleh? Aku adalah suaminya. Aku bebas melakukan apapun padanya. "
Setelah berkata begitu, Abian menepis tangan Eliano, dia segera berdiri. "Aku harus segera pulang. Ada hal penting yang harus aku lakukan dengan Devina," ucapnya, sengaja memanasi Eliano.
Setelah Abian pergi, Eliano melayangkan tinjunya ke udara. "Sialan!"
Dia memandangi minuman yang telah dia campuri obat perangsang. Rencana dia untuk tidur dengan Devina malam ini telah gagal. Itu semua gara-gara Abian.
Eliano pun mengepalkan tangannya erat-erat. "Kenapa kamu datang terlalu cepat, Abian? Aku sengaja mengincar kekayaan keluarga Buana agar aku memiliki kekuatan untuk melawanmu. Tapi ternyata, kamu datang terlalu cepat."
Dari dulu, Eliano memang selalu mencari masalah pada Abian, membuat Abian emosi hingga menghajarnya. Hal tersebut membuat Devina salah paham, Abian tak seburuk yang Devina pikirkan.
Mengapa Eliano selalu mencari masalah pada Abian? Karena dia memiliki dendam pribadi pada keluarga Pratama.
"Jika bukan karena keluarganya, orang tuaku tidak mungkin menderita," ucap Eliano dengan penuh rasa dendam.
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡