Bagaimana kalau tubuh laki-laki seorang pembunuh bayaran berakhir di tubuh perempuan yang tidak ia kenal. Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
“Hazel lo Hazel kan? Teman kuliah dulu” pekikan seorang pria yang menghampiri Hazel.
Hazel merasa malu dan bingung tiba-tiba ada orang yang berteriak memanggil namanya dan memeluk dirinya saat di kantin kantor jam makan siang. Semua para karyawan menatap ke arah Hazel dan sosok laki-laki tersebut.
“Ck, murahan” gumam Raga tidak sengaja melihat Hazel di peluk oleh laki-laki lain lalu ia pergi meninggalkan kantin kantor yang awalnya ingin makan siang di kantin namun tidak jadi gara-gara melihat pemandangan yang tidak patut di lihat.
“Lepas”suara dingin Hazel menyuruhnya untuk melepaskan pelukannya.
Orang tersebut langsung melepaskannya dan menatap bingung Hazel ada apa dengannya tidak seperti Hazel yang dia kenalinya.
“Lo Hazel kan? Hazel teman kuliah dulu” ucapnya berulang kali.
‘Apa dia benar-benar temannya Hazel dulu tapi kenapa Hazel tidak memberiku ingatan tentangnya’ batin Hazel masih menatap laki-laki tersebut.
“Maaf gue lupa ingatan jadi tidak ingat siapa lo” balas Hazel.
Laki-laki tersebut terkejut ‘lupa ingatan?’
“Lo gak bercanda kan Zel?” Laki-laki tersebut berpikir Hazel sedang mengerjai dirinya.
“Gue serius. Seminggu yang lalu gue pulang dari rumah sakit”.
“Astaga jadi lo beneran lupa ingatan? Lo kecelakaan? Dimana?” Kaget laki-laki itu.
“Jatuh dari tangga, mansion gue, jadi lo siapa?”.
“Ya ampun pasti ada yang dorong lo dari atas Zel, gue Kavian temen kuliah lo, lo masih ingat sama temen gue yang dingin itu gak? Yang pernah suka sama lo”. Kavian teman kuliah Hazel mereka sempat dekat karena dulu Hazel pernah mencoba kabur dari jeratan Raga dan Kavian yang menolongnya saat Hazel sekujur tubuhnya luka dan Kavian membawanya ke rumah sakit, Kavian tahu pasti ini semua ulah suami Hazel walaupun Hazel tidak pernah bercerita kepadanya. Kavian ingin melaporkan Raga ke polisi namun Hazel mencegahnya dia tidak ingin masalah ini membuat perusahaannya hancur dan merusak nama baik ibunya.
“Lo lupa gue amnesia huh! Mana gue ingat” sentak Hazel.
“Ah iya gue lupa Zel hehe… terus lo ada disini ngapain?”.
“Rebahan gue, ya kerja lah”.
“What kerja? Kerja di perusahaan l-
Hazel langsung membekap mulut cerewetnya Kavian agar semua karyawan tidak ada yang tahu siapa Hazel.
“Lama-lama mulut lo gue karetin, bawel amat kayak mulut tetangga” Hazel langsung melepaskan tangannya dari mulut Kavian.
“Ck, emang kenapa sih biar pada tahu lo itu yang punya perusahaan ini bukan suami congek lo itu” ucap Kavian.
“Lo kerja disini?”tanya Hazel dia tidak menggubris pertanyaan Kavian tentang dirinya.
“Gue hanya mampir di suruh sama temen gue, lo gak tanya kabar temen gue Zel? Dia masih jomblo lho, bahkan dia sakit hati lihat lo nikah sama Raga, gara-gara itu dia setiap hari gila kerja bahkan semua karyawannya hampir setres ngadepin sikap gilanya dia”.
‘Kasihan sekali dia kalau dia tahu Hazel sudah lama mati apa dia gak semakin gila, bodohnya Hazel malah memilih cowok brengsek kayak Raga’ batin Hazel.
“Emang ada ya orang kayak gitu?”
“Adalah buktinya temen gue sendiri tuh, dahlah we will meet again sometime, Zel… nih nomor telepon gue kalau lo butuh sesuatu, mana ponsel lo” ucap Kavian sambil menodong ponsel Hazel.
Hazel langsung merogoh ponselnya dari dalam saku nya lalu memberikannya ke Kavian.
Kavian langsung mengetik nomornya di ponsel boba milik Hazel.
“Nih gue udah taruh nomor gue di ponsel lo, gue pergi dulu ya…takut kena sembur dia kalau telat lagi, bye Hazel cantik”. Pamit Kavian sambil memberikan ponsel Hazel kembali.
Sepeninggal Kavian pergi Hazel menatap nomor Kavian.
“Geli gue kalau tuh temannya suka sama gue masak iya cowok suka sama cowok”. Dirinya belum sadar kalau sekarang jiwanya masuk ke dalam tubuh perempuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Lo dari mana hah! Udah jam 1 lewat”sentak seseorang yang melihat Kavian baru masuk kedalam ruangannya.
Kavian baru saja sampai di kantornya dia harus berjalan dengan buru-buru agar tidak di semprot oleh temannya sebagai bosnya. Dan benar saja baru saja masuk udah kena semprot. Ck, dasar bujang karatan.
Kavian duduk di sofa sambil membuka minuman soft drink yang ada di meja.
“Lo tahu gak tadi gue bertemu sama siapa?” Kavian malah mengajak tebak-tebakan.
“Gak mau tahu paling juga pacar lo yang ke 1000, cepetan mana berkasnya”. Ketus orang tersebut menagih berkas.
“Yaelah, bentar napa gue nafas dulu daritadi nafas gue udah kayak pompa galon yang manual, bukan cewek gue tapi Hazel, lo masih ingat kan Athan?”
Athan Mikaelson adalah Ceo dari MN Group’s sekaligus orang yang menyukai Hazel sejak pertama kali Athan melihatnya di kampus, mereka satu kampus walaupun Athan dan Hazel beda jurusan, Hazel hanya mengenal nama Athan saja dan dia sempat menolak Athan saat Athan menyatakan perasaannya kepada Hazel, siapa yang gak shock melihat orang yang tidak ia kenal lalu tiba-tiba dia menyatakan perasaannya. Hazel kenal dengan Kavian karena dulu temannya Hazel pernah menjalin hubungan dengan laki-laki buaya karbitan itu entah temannya Hazel pacar ke berapa Kavian, tapi Hazel tidak mengenal Athan karena Athan jarang berkumpul dengan Kavian jika Hazel di ajak oleh temannya bertemu dengan Kavian di tempat tongkrongannya dulu pasti tidak pernah bertemu dengan Athan.
Bagaimana kalau Athan tahu soal Hazel? Apakah dirinya akan semakin bertambah gila atau sebaliknya?
Athan seketika membalikkan badannya dan menatap Kavian yang tengah menatapinya.
“Hazel? Lo lihat dimana?”. Mata Athan membulat saat mendengar nama orang yang bikin hatinya hancur.
“Di kantornya lah” senyum smirk Kavian.
“Lo kangen ya sama dia, tapi kayaknya hidup dia nggak bahagia setelah menikah dengan Raga” Kavian memicingkan matanya ia ingin tahu reaksi Athan seperti apa.
Athan yang mendengarnya ada rasa kecewa dan sekaligus rindu sudah lama tidak bertemu dengan Hazel. Di otaknya terbesit kenapa Hazel bisa menyukai laki-laki brengsek seperti dia.
Kenapa Athan tahu Raga adalah laki-laki brengsek, karena tanpa di sengaja Athan pernah berpapasan dengan Raga di hotel, Raga sedang bersama Elora adik sepupu Hazel, bahkan Raga sendiri berani memeluk mesra Elora di depan umum awalnya Athan marah melihat Raga telah mengkhianati Hazel rasanya ingin menghajar namun ia lupa dirinya pernah di tolak mentah-mentah oleh Hazel, buat apa Athan menghajar Raga, toh Hazel tidak kenal sama Athan dan lagi pula Hazel pasti akan lebih percaya Raga daripada orang asing seperti Athan.
“Bodoh” gumam Athan sekilas mengingat kejadian saat ia bertemu dengan Raga di hotel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Kavian...
...Athan Mikaelson...
udah ngerbut raga dari Hazel eh tapi malah bagus dong baj•ngan sama lacu•r sama sama cocok jadi satu
manuk diobral nang cangkeme wong wedok gak nggenah..
eh apa msh aktif jd pembunuh bayaran Thor?
koq gak pernah liat aksinya lagi..?