NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Melawannya

Zena yang dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Kedua orang tua angkat Zena terlihat begitu khawatir dan begitu juga dengan Samudra yang tidak bisa bohong meski sangat membenci Zena, tetapi dari tatapan matanya terlihat kekhawatiran yang besar.

Mereka memperhatikan bagaimana Dokter wanita yang saat ini memeriksa Zena.

"Dokter bagaimana keadaan putri saya?" tanya Amelia dengan kekhawatirannya yang begitu besar.

"Saya sudah memeriksa Nona Zena, pkisnya sedikit terganggu, mungkin ada sesuatu yang membuatnya trauma, sehingga membuat saraf otaknya tidak terkendali," ucap Dokter tersebut.

"Trauma? Maksudnya bagaimana Dokter?" tanya Faisal.

"Sebaiknya kita tunggu saja Nona Zena sampai bangun dan semoga saja tidak ada masalah apapun pada kesehatannya, untuk sekarang sebaiknya Nona Zena dirawat dulu di rumah sakit, agar kondisinya baik-baik saja," ucap Dokter.

"Saya sudah memberikan obat penenang dan ketika beliau bangun, bisa langsung diminum obatnya, semoga saja setelah ini kondisinya jauh lebih baik-baik saja," ucap Dokter.

"Baiklah kalau begitu saya ucapkan terima kasih," sahut Faisal.

"Kalau begitu saya permisi!" ucap Dokter menundukkan kepala dan kemudian langsung pergi.

Amelia mendekati Zena dengan memegang lengan Zena, terlihat bagaimana menantunya itu yang tampak begitu tenang saat mata terpejam, wajahnya masih memerah, cadarnya memang harus dilepas agar mendapatkan oksigen.

"Apa yang sebenarnya terjadi kepada kamu Zena, kenapa tiba-tiba kamu ketakutan seperti itu, apa kamu melihat hal-hal yang tidak-tidak membuat kamu tidak nyaman di tempat itu," ucap Amelia sejak tadi bertanya-tanya.

"Mama jangan berpikiran negatif dulu, mungkin karena pertama kali Zena menginjakkan kaki di tempat itu, jadi auranya terasa tidak nyaman, Papa saja berada di sana juga terkadang merasa tidak enak," sahut Faisal.

"Kenapa Zena tiba-tiba histeris di tempat itu, aku bahkan memegang tangannya, tangannya benar-benar dingin, wajahnya ketakutan dan kenapa aku juga merasa ada sesuatu pada tempat itu, apa benar yang dikatakan Papa bahwa aura di tempat itu memang tidak sehat," batin Samudra.

"Samudra!" Samudra kaget saat bahunya ditepuk.

"Iya. Pa?" tanyanya.

"Bagaimana kondisi istri kamu sebelum ini? apa dia baik-baik saja? Apa kesehatannya memburuk?" tanya Faisal.

"Kanapa tanya Samudra, mungkin saja ini karena Samudra kembali menjalin hubungan dengan mantannya, sudah pasti menjadi pikiran yang besar terhadap Zena," sahut Amelia menjawab secara langsung.

"Aku jika tidak tahu bagaimana kondisinya," sahut Samudra.

"Papa dengar sendiri bukan bagaimana jawabannya, bisa-bisanya tidak mengetahui bagaimana kondisi istrinya,"Amelia semakin kesal dengan Samudra.

"Sudahlah jangan memperpanjang masalah ini, sekarang kita sudah sama-sama tahu bagaimana kondisi Zena, kita sebagai orang tua dan begitu juga kamu sebagai suaminya harus menjaganya dengan baik, papa khawatir jika sebenarnya ada sesuatu yang disimpan oleh Zena," sahut Faisal.

Samudra tidak berkomentar apapun dengan matanya melihat ke arah Zena.

*****

Zena yang masih berada di rumah sakit perlahan membuka mata, Zena melihat di sekelilingnya, suasana di ruangan itu tampak terasa sepi, matanya menangkap sosok yang sedang tertidur di sofa yang tak lain adalah Samudra dengan satu tangannya berada di bawah kepalanya dan satu lagi di atas dahinya.

Zena memejamkan mata kembali dan mengingat apa yang terjadi kemarin. Zena ternyata kembali mengingat bagaimana kejadian kelam yang benar-benar terjadi di tempat itu.

Air matanya kembali jatuh, ketakutan kembali.

"Astagfirullah...."

"Astagfirullah....."

Zena berusaha untuk tenang, berusaha mengandalkan sang pencipta agar kondisinya baik-baik saja dan bisa melupakan kejadian itu.

"Zena kamu harus kuat, Zena kamu harus tenang, kamu pasti bisa," batin Zena terus berusaha untuk menenangkan diri.

Sampai akhirnya berhasil melawan traumanya dengan membuka mata tanpa menjerit dan mesti masih ada ketakutan dari sorot matanya.

Zena mengatur nafasnya yang naik turun dan berusaha untuk duduk, ternyata pergerakannya disadari oleh Samudra yang akhirnya membuka mata dan melihat bagaimana Zena berusaha untuk duduk.

Di tengah usaha Zena, tiba-tiba saja sebuah tangan membantunya yang membuat Zena kaget dan melihat Samudra.

Samudra tidak berbicara mengambil bantal dan meletakkan di belakang punggung Zena agar terasa nyaman untuk duduk, tetapi justru perlakuan suaminya yang dingin seperti itu membuat hati Zena semakin sakit.

Samudra mengambil obat dan kemudian memberikan kepada Zena.

"Dokter menyarankan untuk memberikan obat ini ketika kamu sudah bangun," ucap Samudra dengan satu alisnya terangkat dan arah matanya tertuju pada obat tersebut agar segera diambil Zena.

Zena menghela nafas, kesulitan menelan ludah dan kemudian mengambil obat tersebut, menelannya dan diberikan air putih oleh Samudra.

"Terima kasih, Kak," ucapnya setelah obat itu diminum.

"Mama dan Papa baru saja pulang dan kemungkinan besok akan kembali ke rumah sakit. Kamu sebaiknya istirahat," ucap Samudra.

Zena hanya menganggukkan kepala, Samudra kemudian kembali ke tempatnya dan sesekali masih menoleh Zena yang bersandar di kepala ranjang. Samudra menahan diri untuk tidak terlalu kepo apa yang terjadi kepada Zena saat berada di gedung tua tersebut.

*******

Beberapa hari kemudian.

Zena saat ini berada di salah satu Restoran outdoor bersama dengan sahabatnya Anggi, keduanya makan siang bersama dengan makanan yang sudah terhidang di atas meja dan mereka juga sudah menikmati makanan itu.

"Jadi kamu tetap memutuskan untuk gedung itu dijadikan tempat produksi terbaru kita?" tanya Anggi.

"Aku sudah memikirkannya," jawab Zena.

"Zena... Why, gedung itu membawa luka untuk kamu, kamu mendapatkan kesialan yang penuh kemalangan di tempat itu, jika kamu kembali ke tempat itu yang adanya kamu akan kembali trauma dan luka itu akan kembali ada, kamu harus memikirkan bagaimana kesehatan mental kamu, kita akan mencari tempat lain untuk sebagai tempat produksi produk kita," ucap Anggi tidak ingin sahabatnya mengalami hal yang buruk.

"Justru itu Anggi, aku tidak harus menghindari semua ini, kejadian di masa lalu terjadi di tempat itu, bukankah aku pernah mengatakan kepada kamu bahwa aku harus menemukan orang yang telah memperkosaku dan menunjukkannya kepada kak Samudra dan dengan begitu aku akan terbebas dari pernikahan ini," ucap Zena.

"Zena tapi apa yang kamu lakukan sama saja membuat kamu akan terus mengingat kejadian itu, kamu akan semakin terluka dan ini akan mengganggu mental kamu, kamu sudah berusaha untuk sembuh selama ini, berusaha untuk bangkit dan seharusnya kamu tidak mencari gara-gara untuk merusak mental kamu sendiri," ucap Anggi.

"Insyaallah, aku akan baik-baik saja, semua akan terbukti, aku harus melawan semua trauma ini dan ini demi kebebasanku atas keinginan suamiku," ucap Zena mencoba untuk meyakinkan sahabatnya yang penuh dengan keraguan.

"Kamu pasti kuat Zena dan katakan kepadaku dan mintalah bantuanku jika kamu memang membutuhkannya, jika memang keputusan ini sudah bulat, aku sebagai sahabat akan mendukung kamu dan akan terus membantu kamu," ucap Anggi.

"Terima kasih Anggi, kamu selalu menjadi orang yang paling baik untukku, selalu ada untukku, kamu tidak pernah meninggalkan aku, kamu tidak berhenti tidak mendukungku, kamu selalu ada," ucap Zena.

"Aku melakukan semua ini karena kamu tidak memiliki siapa-siapa dan aku juga pernah susah dan hanya kamu yang membantuku, kita berdua adalah sahabat dan sampai kapanpun kita berdua akan tetap menjadi sahabat," ucap Anggi dengan keduanya sama-sama tersenyum.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!