Hati sejatinya tak bisa terbagi...
Cinta tak seharusnya menyakiti...
Tapi ... Kenapa aku berani membagi hati?
Kenapa aku menyakiti dua lelaki yang mencintaiku? Bahkan dengan gila-nya aku mencintai sama rata mereka berdua!
__Simak aja yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanggung Jawab!
Kendrick membuka pintu ruangan dengan lebar ia berjalan masuk lalu menutup pintu dengan keras. Lelaki itu menatap tajam pada putranya. "Katakan apa yang terjadi?!"
Issac mengusap pipi yang ditampar Alexandra, ia menatap gugup Ayahnya.
"ISSAC!!" Kendrick bukan orang yang sabaran, saat melihat putranya masih diam ingin sekali dia menarik kerah baju putranya itu dengan kasar.
"A-aku... menodai Alex... Pah..." lirih Issac.
"Aku tak mendengar suaramu!" bentak Kendrick.
"Aku sudah menodai Alex, aku mem perkosanya! Aku--"
PLAKKK!
Dada Kendrick kembang kempis nafasnya menderu kasar menampar satu kali bahkan tak cukup meredakan emosinya.
Plakkkk!
Sekali lagi tangan besar sang Ayah mendarat di wajah putranya. "Kamu!!! Beraninya kamu!!!"
"Pa-papah... aku tau aku salah," suara Issac sarat penyesalan, kepalanya menunduk.
"Tanggung jawab! Nikahi Alexandra! Papa nggak mau dengar penolakan!"
"Pah! Aku masih 19 tahun! Menikah?! Tidak mau!" Issac menolak.
"Aku juga menolak! Aku tidak mencintai Issac bahkan kini aku sangat membecinya, Paman." timpal Alexandra seraya menatap benci Issac.
Kendrick menendang kursi dengan kuat, kursi itu terpelanting dengan keras ke lantai menimbulkan bunyi keras saat beradu dengan lantai.
Brakkk!
"Hahhhh... Hah...." Kendrick mengatur nafasnya kedua tangannya dia tekan di pinggiran meja agar tak memukul lagi putranya.
Dia menoleh menatap bergantian putranya lalu Alexandra, ia melihat mereka berdua sepertinya masih dengan keputusan mereka. Dia merogoh ponselnya menghubungi Rudi. "Halo, Rud?"
"Paman Kendrick!" Alexandra menggeleng.
Tapi Kendrick tak ingin menuruti keinginan perempuan itu. "Rudi, datanglah dengan Caroline kesini. Kalian harus datang secepatnya..."
"Ada apa Kendrick? Apa terjadi sesuatu pada Alexandra?"
"Ya, ini tentang Alexandra dan sangat penting! Datanglah hari ini juga!"
"Katakan ada apa?" tanya Rudi tak sabar.
"Putrimu sudah tidur dengan Issac, kita harus segera menikahkan mereka!" ujar Kendrick jujur.
"Apa?! Apa yang kau katakan? Kekasih Alexandra adalah Jefri!" teriak Rudi.
"Aku tau, tapi Issac..." Kendick sedikit ragu.
Issac menggeleng.
"Issac sudah menodai Alexandra, aku juga masih belum tau cerita keseluruhan nya tapi bisakah kau secepatnya datang kita bisa tanyakan bersama-sama pada anak kita."
"Aku akan pergi sekarang!"
Tuttttt.....
Lima jam kemudian dua keluarga besar berkumpul di ruang keluarga rumah besar Ameera, suasasa sangat menegangkan apalagi dari pihak Issac maupun pihak Alexandra tetap dengan pendirian masing-masing tak ingin menikah.
"Daddy bilang kamu harus menikah, ya menikah Alexandra." Ujar Rudi.
"Aku enggak mau, Dad. Aku nggak mau bersama lelaki brengsek ini!" tolak Alexandra.
"Aku akan bertanggung jawab, tapi bukan sekarang. Aku masih 19 tahun, Paman Rudi."
"Memangnya kenapa jika umurmu masih 19 tahun? Kau sudah menodai seorang perempuan yang masih perawan, kesuciannya direnggut olehmu Issac!" amarah Ameera tak terbendung lagi. Dia sudah curiga saat beberapa hari lalu mencium bau alkohol dari baju putranya tapi tak menyangka akibat dari alkohol itu putranya sudah melakukan hal bejat. Dia malu sebagai Ibunya!
"Alexandra, kesucianmu sangat berharga sayang. Terima permintaan kami ya." Ameera mendekati perempuan yang kini berusia 25 tahun itu berusaha membujuknya.
"Tapi tante, aku nggak mencintai Issac bahkan menyukainya pun tidak," Alexandra menggeleng.
"Bisakah dicoba dulu, perasaan tidak ada yang tau. Mungkin saja seiring waktu kalian bisa cocok dan bisa saling mencintai. Ya?"
"Alexandra, turuti perkataan kami." Sang Mommy ikut membujuk putrinya.
Akhirnya Alexandra mengangguk setuju dengan lemah.
Issac menghela nafasnya, sepertinya tak ada jalan lagi dia juga terpaksa harus setuju. Seketika ia menoleh pada Erza yang ikut datang, ini semua gara-gara lelaki brengsek itu!
Kebetulan Erza menoleh ke arah Issac, seketika ia terkejut melihat tatapan benci Issac padanya.
______ DIANTARA CINTA DUA LELAKI ______