NovelToon NovelToon
The Dark Lord

The Dark Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Vampir
Popularitas:555
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Arthur Fabian Kell adalah vampir yang dianugerahi kekuatan terlarang dari Lucifer. Bukannya dipuja, ia justru dibenci oleh klannya sendiri dan ditolak oleh ayahnya, pemimpin Dark Moon.

Saat sang ibu mengorbankan nyawanya demi menyelamatkannya, Arthur berubah menjadi sosok kejam yang hidup hanya untuk membalas dendam. Untuk menyempurnakan kekuatan hitamnya, ia harus meminum darah manusia yang diberkahi.

Setelah berabad-abad menunggu, Arthur akhirnya bertemu Sonja, gadis yang memiliki darah tersebut. Namun, alih-alih membunuhnya, ia justru jatuh cinta.

Kini Arthur harus memilih, menyempurnakan dendamnya atau mempertahankan satu-satunya orang yang mampu menghidupkan kembali hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hutan Fork

Mobil itu akhirnya berhenti. Kemudian Arthur turun, disusul oleh Sonja, juga ketiga vampir itu pun sudah mulai keluar dari mobilnya, Arthur segera menghampiri Sonja, lalu memegang erat tangan gadisnya."Tetaplah berada di dekatku," bisik Arthur sambil terus menempelkan Sonja pada tubuhnya.

"Ini di mana?" tanya Sonja. Dia begitu asing dengan hutan yang cukup menyeramkan ini.

"Hutan Fork. Kita akan mengunjungi para Werewolf," jawab Arthur dingin.

Seketika tubuh Sonja menegang. Werewolf, makhluk mitos lainnya yang ternyata memang ada.

"Jangan takut, Sonja," ucap Arthur berusaha menenangkan, tentu saja dia langsung menyadari aura ketakutan Sonja.

"Aku tidak takut," Sonja mengelak.

"Bagus kalau begitu. Selagi kau bersamaku tidak ada yang perlu kau takutkan," jelas Arthur dengan arogan. Sonja hanya membalas dengan tatapan malas. Dia sedang berusaha menenangkan jiwanya, agar tidak takut pada apa pun. Lagi pula, yang seharusnya dia takutkan adalah pria yang saat ini menggenggam erat tangannya.

Sementara itu, ketiga vampir yang berjalan di belakang mereka memandang dengan tatapan geli pada kedua sejoli yang sangat serasi itu, pimpinannya terlihat begitu protektif pada Sonja. Pemandangan yang cukup langka bagi mereka, karena jarang sekali Arthur begitu peduli dan terlihat begitu tertarik pada seorang perempuan. Bahkan ketika dia disodorkan pada wanita sekelas Lady Cassa, putri dari pemimpin klan Werewolf yang memiliki wajah sangat cantik saja, Arthur menolaknya mentah-mentah. Entah apa yang akan terjadi kalau Lady Cassa melihat Arthur dan Sonja.

"Mereka terlihat seperti sepasang kekasih." Yuno berjalan dengan santai sambil memperhatikan Arthur dan Sonja. Victoria terlihat tersenyum kecil melihat interaksi dua sejoli itu.

Dan ketika rombongan sedang berjalan, mereka tiba-tiba saja dihadang oleh sekawanan serigala yang berhasil membuat Sonja menjerit dan langsung menempel pada Arthur, berusaha sembunyi pada tubuh tinggi kekasihnya. Ini pertama kalinya dia melihat wujud dari manusia serigala. Tubuh Sonja bergetar ketakutan. Arthur bisa merasakan itu.

"Kalian membuat gadisku takut." Suara Arthur terdengar cukup tajam, lalu dengan sekejap para serigala itu berubah wujud menjadi seperti manusia.

"Ampuni kami, Pangeran. Kami tidak bermaksud membuat dia takut." Salah satu dari mereka langsung mendekati Arthur dan menunduk untuk meminta maaf. "Selamat datang kembali, Tuanku. Damian sedang menunggu kedatangan Anda," lanjutnya dengan wajah yang masih tertunduk.

Tanpa menjawab Arthur melangkah pergi melewati para manusia serigala itu. Dia merasa agak jengkel dengan kehadiran yang sangat tiba-tiba dari para Werewolf itu sehingga membuat Sonja memekik ketakutan. Bahkan saat ini gadis itu masih mencengkeram erat tangan Arthur. "Mereka tidak akan menyakitimu, Sonja," ucap Arthur berusaha menenangkan.

Kemudian Arthur kembali berjalan diikuti Sonja yang terus menempel padanya. Sesekali gadis itu berusaha mengintip dari celah matanya yang sedari tadi tertutup, ketika melihat wujud para serigala yang sudah berubah menjadi wujud manusia, barulah Sonja berani membuka mata dan berusaha melepaskan genggaman tangannya pada tangan Arthur, namun pria itu sepertinya tidak berniat untuk melepaskan tangan Sonja.

"Kukira kau tidak takut pada apa pun, Sonja," sindir Arthur.

Sonja berdeham."Mereka sangat menakutkan," bisiknya. yang membuat Arthur tersenyum tipis. Dia mengira Sonja akan menyangkal seperti biasanya. Namun kali ini, rupanya gadis mungil itu benar-benar sangat ketakutan.

"Selamat datang kembali di rumah kami, Pangeran Arthur," ucap seorang pria yang terlihat sudah cukup menua, dia langsung menyambut kedatangan Arthur.

"Terima kasih atas sambutanmu, Damian dan Cassa."

Kemudian manik hitam Arthur tertuju pada wanita cantik yang juga sedang menatapnya, wanita yang tak lain adalah putri dari Damian sang Pemimpin Klan. Sejak Arthur mendapat julukan Pangeran Kegelapan dari Klannya, dan dimusuhi oleh seluruh keluarganya, Arthur melakukan persekutuan dengan para Werewolf, dia bersahabat baik dengan para manusia serigala itu.

Klan Werewolf meyakini jika Pangeran Kegelapan adalah calon pemimpin sejati para manusia serigala, dan mereka sendirilah yang datang menghampiri Arthur untuk membangun persekutuan, yang tentu saja disambut baik oleh Arthur. Namun hubungan Arthur dan Damian sempat merenggang ketika pria itu menolak keras keinginan Damian yang ingin menjodohkannya dengan putrinya.

Lady Cassa.

Karena putrinya memiliki ketertarikan yang sangat besar pada Arthur. Tetapi dengan sangat dingin pria itu mengatakan bahwa dia sama sekali tidak tertarik pada Cassa. Untunglah seiring berjalannya waktu, Damian bisa menerima keputusan dari calon pemimpinnya itu, karena rasa cinta memang tidak bisa dipaksa, mungkin sudah nasib dari putrinya kalau cintanya tidak terbalas.

Sementara itu, Cassa terlihat mengalihkan pandangannya dari Arthur dan langsung menoleh pada sosok mungil yang ada di samping Arthur. Wajah cantik Cassa tampak berubah menjadi suram ketika melihat tangan Arthur saling bertautan dengan tangan gadis itu.

"Damian, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu?" suara Arthur langsung memecah keheningan yang sempat terjadi.

"Silakan, Pangeran, tanyakan apa pun, semoga aku bisa menjawabnya," jawab Damian dengan penuh hormat.

"Tidak di sini. Kita akan bicara empat mata."

Lalu Arthur melepaskan tangan Sonja."Vic, kemarilah," perintah Arthur pada Victoria yang terlihat terus menjauh, wanita itu masih belum menyukai aroma para manusia serigala, namun mau tidak mau Victoria akhirnya mendekat, dia langsung menempel pada Sonja, tanpa perlu dijelaskan Victoria sudah mengetahui tugasnya.

"Aku tidak akan lama, tetaplah di dekat Victoria," bisik Arthur pada Sonja, pria itu sedikit khawatir, karena Cassa terus saja menatap Sonja dengan tatapan membunuh. Sedangkan Sonja hanya diam ketika melihat kepergian Arthur. Sebenarnya dia merasa sedikit tidak nyaman berada di tempat itu.

"Bisakah Anda menghentikan tatapan membunuh itu, Lady Cassa, karena sepertinya Sonja merasa tidak nyaman," ucap Victoria. Dia begitu geram dengan tingkah Cassa yang seolah sengaja ingin membuat Sonja takut dengan tatapan tajamnya.

Mendengar ucapan sarkas dari Victoria membuat Cassa langsung memalingkan wajah, dengan cepat dia mengganti ekspresi wajahnya yang awalnya tajam menusuk menjadi semanis mungkin."Maaf, aku sudah tidak sopan. Mari, aku akan menyambut kalian dengan makanan yang lezat," suaranya terdengar begitu merdu.

"Kami tidak makan, hanya bisa minum." Victoria masih menajamkan suaranya.

"Vic, sudahlah. Sepertinya Sonja memang butuh makan karena dari kemarin dia belum sempat mengisi perutnya." Yuno berusaha mencairkan suasana yang mulai sedikit memanas.

Cassa hanya tersenyum kecil, lalu dia terlihat menghampiri Sonja. Walaupun Victoria berusaha menutupi tubuh Sonja tetapi tidak membuat Cassa menghentikan langkahnya. Dan akhirnya mereka saling berhadapan.

"Jadi, namamu Sonja?" tanya Cassa sambil memamerkan senyuman manisnya.

Sonja hanya mengangguk.

"Perkenalkan, aku Cassa... Lady Cassa." Wanita itu mengulurkan tangan putihnya pada Sonja, dan dengan sedikit ragu Sonja menerima uluran tangan itu.

"Aku adalah calon pendamping Pangeran Arthur," jelas Cassa, yang langsung membuat tubuh Sonja bergetar.

Pendamping Arthur..

1
Firkoh
menegangkannya dapet, cepet update ya kaka author
Saasaa: Terimakasih 🙏 Update tiap hari
total 1 replies
Firkoh
ngeri banget loe thur
Firkoh
kaaaaan bener
Firkoh
ikut tegang Cuy
Firkoh
jangan2 Arthur nih pangeran kegelapannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!