NovelToon NovelToon
Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Mekanik Rongsokan Menaklukkan Galaksi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
​Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
​Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Inti Evolusi dan Tatanan Baru

​Pengintai Kulit Besi itu melesat menembus kegelapan toko bagaikan bayangan maut. Empat kakinya yang berujung setajam pisau menusuk lantai dengan suara gemeretak yang mengerikan.

​Mata Yudha menyipit. Kelincahannya yang telah ditingkatkan membuat waktu seolah berjalan sedikit lebih lambat. Ia bisa melihat lintasan serangan makhluk itu dengan sangat jelas. Saat cakar depan monster itu menusuk ke arah dadanya, Yudha memutar tubuhnya ke samping, membiarkan cakar itu hanya merobek udara kosong.

​Tidak membuang kesempatan sedetik pun, Yudha mengayunkan pedang rakitannya, menebas sendi kaki depan monster tersebut.

​TRANG!

​Suara benturan logam memekakkan telinga terdengar. Tubuh Yudha tersentak mundur, tangannya mati rasa seketika. Bilah baja dari senjatanya bahkan tidak mampu menggores sisik makhluk itu, justru terpental seolah baru saja menghantam baja padat.

​Makhluk itu mendesis meremehkan, memutar tubuhnya yang ramping, dan menyabetkan ekor berdurinya ke arah leher Yudha.

​Yudha segera menunduk, merasakan angin tajam menyapu rambutnya. "Keras kepala juga kau," desisnya.

​Kekuatan fisik murni jelas tidak akan berhasil melawan pertahanan setebal ini. Ia mengubah kuda-kudanya, mengingatkan dirinya pada teknik bela diri dasar yang sering ia amati dari para petarung jalanan. Pertarungan jarak dekat bukan sekadar ayunan buta, melainkan seni mencari titik lemah.

​Monster itu kembali menerjang, kali ini membuka rahangnya lebar-lebar, siap menyemburkan racun kehijauan.

​Di saat yang sangat genting itu, Yudha justru melangkah maju. Ia membiarkan bahu kirinya bergesekan dengan cakar monster itu, mengabaikan rasa perih akibat goresan dangkal. Tangan kanannya mencengkeram erat gagang senjatanya, dan ia menusukkan bilah tumpul itu langsung ke celah sisik di bawah leher monster tersebut.

​Begitu ujung logam menyentuh daging, ibu jari Yudha menekan tombol pemicu.

​BZZZTTT!

​Cahaya biru menyilaukan meledak di tengah kegelapan. Tegangan sebesar lima ribu volt mengalir langsung ke sistem saraf monster itu tanpa terhalang sisik luarnya.

​Makhluk itu menjerit dengan suara lengkingan yang tidak wajar. Tubuhnya mengejang hebat, kaki-kakinya kaku, dan rahangnya terkatup paksa, membuat racun yang belum sempat disemburkan tertelan kembali. Kelumpuhan mutlak menyerang makhluk itu.

​Dalam dua detik yang berharga, Yudha mencabut senjatanya, melompat ke atas punggung monster yang sedang menegang itu, dan menghujamkan bilahnya tepat ke salah satu matanya yang tidak terlindungi sisik. Logam menembus hingga ke otak.

​Tubuh monster itu ambruk, menabrak rak televisi yang sudah hancur, lalu tidak bergerak lagi.

​[Entitas 'Pengintai Kulit Besi' (Tingkat 3) berhasil dimusnahkan.]

[+150 Poin Pengalaman.]

​Yudha terengah-engah, bersandar pada tembok yang dingin. Jantungnya berdegup kencang, memompa adrenalin ke seluruh tubuh.

​Saat ia bersiap untuk pergi, ia menyadari ada sesuatu yang berbeda. Dari dada bangkai monster itu, memancar cahaya putih redup yang menembus sisiknya.

​Didorong oleh rasa penasaran, Yudha mengambil golok cadangan dari rak di dekatnya dan membedah dada makhluk itu. Di balik tulang rusuk yang keras, ia menemukan sebuah kristal kecil sebesar kelereng yang berpendar terang.

​Begitu tangannya menyentuh kristal itu, sebuah pemberitahuan dari Sistem muncul di udara.

​[Inti Energi Kotor ditemukan.]

[Deskripsi: Pemadatan energi murni dari makhluk yang berevolusi. Dapat digunakan sebagai sumber daya mesin tingkat tinggi, atau diserap secara langsung untuk membersihkan dan memperkuat jalur saraf tubuh inang.]

​Mata Yudha berbinar. Ia baru saja menyadari kenyataan pahit dari pertempuran barusan. Senjata sehebat apa pun memiliki batasan, dan baterai perlengkapannya bisa habis kapan saja. Untuk bisa terus melangkah dan mendaki puncak piramida makanan di era kiamat ini, tubuh fisiknya sendiri harus melalui evolusi tanpa henti. Kekuatan otot dan kelenturan saraf harus ditempa langkah demi langkah, melampaui batasan biologis manusia biasa.

​Tanpa ragu, Yudha menggenggam kristal itu erat-erat dan memberikan perintah dalam benaknya untuk menyerapnya.

​Kristal itu melebur menjadi debu cahaya, meresap masuk melalui pori-pori telapak tangannya. Seketika, gelombang panas yang luar biasa menyapu seluruh tubuh Yudha. Ia menggertakkan gigi, merasakan energinya mendidih, mengalir deras melalui pembuluh darah dan jaringan sarafnya. Rasa sakit yang mematikan bercampur dengan kelegaan yang luar biasa, seolah sumbatan-sumbatan kasat mata di dalam tubuhnya baru saja dihancurkan secara paksa.

​Keringat hitam berbau busuk merembes dari kulitnya, membuang kotoran dari dalam tubuh. Ketika sensasi panas itu mereda, Yudha membuka matanya. Pandangannya terasa jauh lebih jernih, dan tubuhnya terasa ringan bak kapas, namun menyimpan daya ledak yang mengerikan.

​[Penyerapan Inti Energi berhasil.]

[Atribut Kekuatan +2, Ketahanan +1.]

[Jalur saraf tahap pertama telah dibersihkan. Pemulihan tenaga fisik meningkat sebesar 10%.]

​Yudha mengepalkan tangannya, mendengarkan derak buku-buku jarinya. Kekuatannya mengalir stabil. Ia mengerti sekarang. Ini bukan sekadar ajang bertahan hidup. Ini adalah jalur pendakian menuju puncak kekuasaan absolut.

​Ia melangkah keluar dari toko yang gelap itu, kembali menatap jalan raya yang dipenuhi lautan api dan hujan darah. Umat manusia di luar sana perlahan-lahan mulai berkumpul, membentuk kelompok-kelompok kecil yang ketakutan.

​Namun Yudha tahu, rasa takut tidak akan menyelamatkan siapa pun. Di masa depan, ketika kekacauan ini mereda, hanya mereka yang terkuat yang akan berkuasa. Jika ia ingin tenang merakit senjatanya dan menguasai semesta, ia harus membangun tempat berlindung yang tak tertembus. Lebih dari itu, ia harus mendirikan sebuah tatanan yang ketat—sebuah faksi besar dengan hierarki baja, di mana mereka yang lemah harus tunduk pada aturan yang ia ciptakan, dan mereka yang kuat akan menjadi pedangnya.

​Langkah pertamanya? Mencari markas yang tepat.

​Yudha menarik tudung jaketnya, menggenggam pedang kejutnya, dan menghilang ke dalam kegelapan malam yang diguyur hujan.

1
REY ASMODEUS
lanjut thor
Aisyah Suyuti
good
REY ASMODEUS
karya ini menarik untuk dinanti kelanjutannya. petualangan di dunia apocalipse sungguh membawa aroma baru untuk kalian yang haus ketegangan dan pertempuran epik. 10 Jempol untuk karya terbarumu othor badhot
REY ASMODEUS: othornya salh 🤣🤣🤣. othor bhodat
total 1 replies
REY ASMODEUS
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!