NovelToon NovelToon
Kesepian

Kesepian

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

"Qay,, kenapa kamu melakukan ini semua padaku,, apa kamu telah melupakan kenangan indah kita selama ini?"

"Lalu,, apakah kamu tidak berfikir,,, apa yang membuatku seperti ini? bukankah setiap perubahan selalu ada sebabnya?"

Djani dan Qaynaya adalah sepasang kekasih yang telah berpacaran selama 5 tahun, karena kesibukan masing-masing, sepertinya mereka mulai bersikap cuek terhadap pasangan mereka sendiri.

Saat hubungan mereka kembali membaik, masalah baru muncul lagi karena Qaynaya dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Doni, yang merupakan sahabat Djani.

Setelah pernikahan Doni dan Qaynaya, apa yang akan dilakukan oleh Djani? apakah dia akan merebut Qaynaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Qaynaya menjatuhkan ponsel nya saat membaca pesan dari Reina, hatinya bagai disayat, terasa sangat menyakitkan, dia pikir masalah Reina sudah selesai, tetapi semua diluar dugaannya.

Qaynaya terus menangis bahkan melupakan waktu yang semakin siang, dan masih juga tidak bersiap untuk berangkat bekerja.

Djani menelepon nya untuk meminta membukakan pintu, karena dia membawakan sarapan untuk Qaynaya, kekasihnya itu berharap mereka sarapan bersama sebelum berangkat bekerja.

"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Djani membuatku bingung? kenapa dia membiarkan orang lain memakai ponselnya, lalu apa dan siapa yang harus aku percayai" batin Qaynaya.

Setelah cukup lama Djani menghubungi dan terus memencet bel, Qaynaya lalu mengirimkan pesan bahwa dia tiba-tiba merasa sakit kepala lagi dan tidak akan bekerja, membaca pesan dari Qaynaya, tentu saja Djani menjadi khawatir.

"Buka pintu nya sebentar saja, ini aku bawakan sarapan, kita makan bersama, setelahnya kamu bisa minum obat dan beristirahatlah" Djani kembali mengirimkan pesan karena Qaynaya masih tidak mau mengangkat teleponnya, Djani berfikir kalau Qaynaya pasti sedang sangat kesakitan.

Djani bahkan memanggil pengurus apartemen itu untuk membukakan pintu apartemen Qaynaya, saat pintu terbuka Djani mengucapkan terimakasih pada petugas itu dan langsung mencari kekasihnya, dia bahkan tidak perduli lagi kalau harus menerobos masuk ke dalam kamar kekasihnya itu.

Qaynaya yang menutupi wajahnya dengan bantal tidak mendengarkan saat pintu apartemen nya terbuka, tetapi saat Djani membuka pintu kamarnya, Qaynaya lalu langsung terbangun, Djani langsung memeriksa kondisi kekasihnya dan terus mengecek suhu tubuh Qaynaya.

"Tidak panas, apa sangat sakit? kenapa matamu bengkak? apa kamu menangis karena begitu kesakitan, ayo sekarang kita berangkat ke rumah sakit" Djani terlihat sangat panik, Qaynaya kembali menangis dan mengambil bantal untuk menutupi wajahnya.

Qaynaya begitu kebingungan dengan semua yang terjadi, kenapa Djani berbuat seperti ini padanya.

"Sayang, apa kamu tidak kuat lagi, biarkan aku menggendong mu kalau kamu sudah tidak kuat berjalan" Djani lalu mengambil bantal yang Qaynaya pakai untuk menutupi wajahnya.

Djani menghapus air mata kekasihnya itu dan berniat menggendongnya, tetapi Qaynaya menolak lalu menarik kerah kemeja Djani dan menciumnya sekilas, Djani begitu kaget dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu, karena selama ini Qaynaya sangat menghindari sentuhan.

"Bagaimana kalau kita break dulu saja, kita hidup masing-masing dulu untuk beberapa saat tanpa saling mengabari, saat perasaan kita masih ada, kita bisa kembali lagi bersama, tapi jika perasaan itu menghilang atau memudar, kita bisa mengakhiri hubung,,, hhhmmmmpppp" Djani membungkam mulut kekasihnya karena akan mengatakan sesuatu yang sangat tidak ingin dia dengar.

Awalnya Djani senang karena kekasihnya telah sedikit berubah dengan mau menyentuhnya, tetapi itu semua hanya permulaan dari suatu perkataan yang sangat tidak diharapkan oleh Djani.

Qaynaya mencoba mendorong Djani, tetapi Qaynaya semakin melemah karena semakin kuat Djani menciumnya, saat ini bahkan kedua anak manusia itu telah saling menindih diatas ranjang.

Perasaan yang baru bagi mereka, sensasinya sungguh sangat berbeda dengan ciuman pertama mereka, Djani semakin berani dan memasukkan tangannya pada baju Qaynaya yang masih mengenakan baju tidurnya.

Qaynaya terkesiap untuk sesaat, merasakan sentuhan tangan Djani pada perutnya, tetapi saat tangan Djani menuju semakin keatas menuju sebuah dua tonjolan di dada Qaynaya, dengan cepat Qaynaya menepis tangan Djani untuk melepaskannya.

"Stop Djani, berangkatkan bekerja, aku akan beristirahat" Qaynaya mengambil selimut untuk menutupi wajahnya, karena semua bantal sudah dilempar oleh Djani menjauh dari ranjang mungil Qaynaya.

Djani menatap sendu ke arah Qaynaya, matanya berkabut karena sentuhan nya dengan Qaynaya benar-benar memberikan sensasi yang lain ditubuhnya, Djani merasakan miliknya yang telah terbangun, dengan sedikit berharap, Djani menarik selimut Qaynaya.

"Bolehkah aku melakukannya?"

Perkataan Djani sungguh sangat membuat Qaynaya ketakutan, dia belum siap, bukan tubuhnya yang belum siap, karena tidak dipungkiri, dia juga menikmati sentuhan Djani tadi padanya.

Qaynaya menggelengkan kepalanya dan semakin meringsek mundur, tetapi tanpa dia sadari celana tidur yang dia pakai ternyata terlipat hingga memperlihatkan paha mulusnya, Djani semakin menjadi melihatnya dan langsung menerkam Qaynaya.

Dalam kungkungan tubuh Djani yang terus mencumbunya, akal sehat Qaynaya sedikit goyah, bibir mereka saling menyesap, saling mereguk manisnya, dan semakin lupa daratan, sampai mereka tidak menyadari kedatangan seseorang.

"Qayyy,,, Djaniii,,, apa yang kalian lakukan!!" teriak sebuah suara yang sangat familiar bagi Qaynaya.

Sontak saja mereka langsung memisahkan diri, Djani juga tentu paham suara siapa itu karena dia sudah sangat lama berpacaran dengan Qaynaya.

"Mama!"

"Tante!"

"Kenapa kelakuan kalian seperti binatang??" teriak Lilis yang merupakan mamanya Qaynaya.

Qaynaya dan Djani di interogasi oleh Lilis, mereka berdua seperti maling yang telah tertangkap, Lilis sungguh tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.

"Mama pikir kamu selalu menjaga diri seperti biasanya, sekarang katakan kepada mama, apa ini sering terjadi?"

"Tidak ma, maafkan aku" jawab Qaynaya singkat.

"Aku akan segera menikahi Qaynaya, maafkan atas kesalahan ku tante, ini murni kesalahanku yang menerobos masuk kedalam sini, Qay tidak bersalah" Djani mencoba untuk menjelaskan.

"Tidak semudah itu membicarakan pernikahan, apa lagi setelah ketahuan berbuat seperti ini" jawab Lilis tegas.

"Kalian sudah berpacaran sangat lama sekali, tidak ada kepastian apapun dari hubungan kalian, mama datang kesini karena ada suatu hal yang ingin segera mama sampaikan,, mama melihat tidak adanya keseriusan Djani padamu Qay,, tadi malam ada seorang pria dan keluarganya datang kerumah, mereka melamar dirimu, dan mama menerimanya karena tidak ada alasan bagi mama untuk menolaknya"

Perkataan mamanya membuat Qaynaya begitu terkejut, begitu juga dengan Djani.

"Kenapa tidak membicarakan terlebih dahulu padaku?" Qaynaya merasa frustasi dengan mamanya yang mengambil keputusan tanpa membicarakan nya terlebih dahulu dengannya.

"Ini kan mama sedang berbicara, sudahlah,, sudahi hubungan tidak sehat kalian ini, mama sudah sangat muak karena kalian tidak kunjung menikah, dan sekarang mama harus melihat kejadian seperti ini, sekarang juga keluarlah dari sini Djani"

Djani kaget karena dia diusir, Qaynaya terlihat menitikkan air matanya tidak tau lagi apa yang harus dia perbuat, karena dia sangat paham dengan sifat mamanya yang tidak mungkin bisa dibantah.

1
վմղíα | HV💕
baru Alex terdiam setelah tau siapa orang tua Aron
վմղíα | HV💕
qay teringat masa muda dia mendengar cerita anak dia
վմղíα | HV💕
qay sangat sabar menjawab pertanyaan anaknya
վմղíα | HV💕
sudah lupa mas jawab 😂
վմղíα | HV💕
guru mata duitan dikasih sogokan langsung bungkam.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu takut kalau ayah dia dalam bahaya.
mom mimu
dua 🌹🌹 penyemangat meluncur, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua iklan mendarat kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
aku mampir lagi kak 🤗🤗🤗
վմղíα | HV💕
masih bisa tertawa kamu pak tunggu saja kelanjutannya 🤭
վմղíα | HV💕
tunjukkan kau siapa Djani biar mereka tau😂
վմղíα | HV💕
bagus Djani kamu hebat 👍
վմղíα | HV💕
guru apa seperti itu, masak murid nya baku hantam diam saja.
վմղíα | HV💕
gitu baru bagus Aron kamu harus melawan.
վմղíα | HV💕
teman Aron minta ditabok mulutnya.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu lemah, Djani pasti membuat perhitungan kepada teman Aron yang mengejek dia.
վմղíα | HV💕
Aron mencoba membuat mama dia tidak terlalu kepikiran.
վմղíα | HV💕
mesranya mereka jadi iri melihat Djani sama Qay 😂
վմղíα | HV💕
Qay selalu berpikir positif tidak mau berburuk sangka
վմղíα | HV💕
3 iklan meluncur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!