NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan / Tamat
Popularitas:810.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Langkah Arkana langsung terhenti. Jantungnya berdetak lebih cepat. Meskipun hanya sesaat, kalimat itu terdengar sangat jelas di telinganya.

Namun, Arkana tidak menoleh. Ia tetap melangkah keluar seolah tidak mendengar apa pun. Padahal pikirannya sudah dipenuhi berbagai pertanyaan.

Mantan suami? Bagaimana mereka bisa tahu? Apa Kanaya pernah menceritakan dirinya kepada para pegawai? Apa perempuan itu masih menyebut namanya? Masihkah dirinya memiliki tempat dalam cerita kehidupan Kanaya? Atau jangan-jangan hanya sebagai luka yang tidak pernah sembuh? Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di kepalanya.

Arkana menyadari satu hal yang membuat dadanya semakin sesak. Mungkin selama ini ia bukan satu-satunya orang yang tidak bisa melupakan masa lalu. Mungkin, Kanaya juga masih menyimpan cerita tentang dirinya. Entah sebagai kenangan, penyesalan, atau justru sebagai luka yang paling menyakitkan.

Kurang dari setengah jam kemudian, mobil Arkana memasuki sebuah kawasan perumahan elit. Area tersebut dijaga cukup ketat. Setiap kendaraan yang masuk harus melapor terlebih dahulu di pos keamanan. Setelah menunjukkan identitas dan menjelaskan tujuannya, Arkana akhirnya diperbolehkan masuk.

Semakin dekat dengan alamat yang tertulis di secarik kertas pemberian resepsionis tadi, semakin tidak tenang pula perasaannya. Jantungnya berdetak begitu keras hingga terdengar jelas di telinganya sendiri. Telapak tangannya mulai berkeringat meskipun pendingin udara mobil menyala cukup dingin.

Perasaan yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam perlahan kembali muncul ke permukaan. Rindu, takut, harapan, dan penyesalan. Semuanya bercampur menjadi satu, membuat dadanya terasa sesak.

Tak lama kemudian, mobil Arkana berhenti tepat di depan sebuah rumah besar yang berdiri anggun di antara taman-taman yang terawat rapi. Halaman depannya luas dengan deretan bunga berwarna-warni yang tumbuh subur. Rumah itu terlihat hangat dan nyaman, jauh dari kesan mewah yang berlebihan.

Arkana terdiam cukup lama di balik kemudi.

Tatapannya tidak lepas dari rumah tersebut. Tak pernah terlintas di benaknya bahwa suatu hari ia akan berdiri di depan rumah milik Kanaya.

Rumah yang dibangun perempuan itu tanpa dirinya.

Rumah yang menjadi saksi perjuangan Kanaya selama lima tahun terakhir. Rumah yang menyimpan begitu banyak cerita yang tidak pernah ia ketahui.

Perlahan Arkana keluar dari mobil. Ia berdiri beberapa saat, berusaha mengatur napas yang terasa tidak beraturan. Setelah mengumpulkan keberanian, ia melangkah menuju pintu utama.

Tangannya terangkat perlahan. Lalu menekan bel.

Di dalam rumah, suasana jauh berbeda. Abinaya dan Anaya sedang duduk lesehan di ruang keluarga sambil mewarnai gambar. Krayon berbagai warna berserakan di atas karpet. Sesekali terdengar suara mereka saling berdebat tentang warna yang paling bagus untuk digunakan.

Ting tong! Ting tong!

Suara bel membuat Anaya langsung mengangkat kepala. "Ada tamu, tuh," ujarnya.

Abinaya yang sedang fokus mewarnai pohon mangga di kertas gambarnya bahkan tidak menoleh. "Paling Om Shaka. Kan hari ini jadwal kita buat video konten."

"Iya, juga." Anaya mengangguk setuju dan sangat antusias.

Namun beberapa detik kemudian gadis kecil itu mengernyit. "Tapi..."

"Apa?" tanya Abinaya tanpa mengalihkan pandangan dari gambar.

"Sejak kapan Om Shaka datang ke rumah ini pencet bel?"

Kali ini Abinaya ikut berhenti mewarnai. "Benar juga."

Om Shaka sudah seperti keluarga sendiri di rumah itu. Pria itu biasanya langsung masuk lewat pintu samping atau memanggil dari halaman belakang. Karena rumah mereka bertetangga dan sudah dianggap keluarga sendiri.

Anaya menoleh ke arah pintu depan. "Kalau begitu, pasti tamu Bunda."

"Ya sudah." Abinaya kembali menunduk. "Sana buka."

"Enggak mau."

Abinaya langsung mendengus. "Kenapa?"

Anaya mengangkat dagunya dengan percaya diri. "Masa anak cewek yang nyambut tamu?"

Abinaya memutar bola matanya. "Lalu?"

"Itu tugas pria."

"Hah?"

"Iya." Anaya mengangguk mantap. "Kamu kan laki-laki."

Abinaya sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah saudara kembarnya itu. "Apa hubungannya membukakan pintu dengan laki-laki dan perempuan?"

"Pokoknya kamu yang buka. Karena kamu pria." Anaya bersikukuh dengan ajaran ibunya.

Abinaya menghela napas panjang. Kadang-kadang ia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Anaya. Namun, karena tahu perdebatan mereka bisa berlangsung sangat lama, akhirnya ia memilih menyerah.

"Iya. Iya."

Dengan wajah malas, anak laki-laki itu bangkit dari lantai. Ia meletakkan krayon yang sedang dipegangnya, lalu berjalan menuju pintu depan.

Sementara itu, di luar rumah, Arkana berdiri dengan perasaan yang semakin sulit dikendalikan. Jantungnya berdebar begitu cepat. Ia tidak tahu siapa yang akan membuka pintu.

Kanaya? Asisten rumah tangga? Atau mungkin orang lain?

Berbagai kemungkinan terus berputar di dalam kepalanya. Namun, beberapa detik kemudian, gagang pintu mulai bergerak. Arkana refleks menahan napas.

Pintu itu perlahan terbuka.

1
Elin Erliana
/Drool/
Ruwi Yah
luar biasa
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
🌸 Sunshine 🌸: sama-sama, Kak. Terima kasih sudah baca karya aku ini ❤️
total 1 replies
Mi Sebelas
cerita nya bagus
Julidarwati
salh komen slah arti TPI walaupun gitu kata ceraikan blm terucap dari arka
Dewa Nara
jadi Bu Winda gak tau bahwa Kanaya adalah mantunya
Dewa Nara
jadi Arkana kembar juga
Fatmawaty Hasan
😊🩷
Nani Te'ne
suka
Cici Sri Yunita
bsgus
v_cupid
👍
Miranti 09
karna kanaya sda menemukan laki" lain maka nya dy nda mau balikan
niktut ugis
bunda atau mama nech
echa purin
👍👍
PNC
kyk film india
Farida Dalle
Terimakasih thor, ceritanya sangat menarik dn menyentuh...aq sprti tdk membaca tp sedang menonton,suasananya sngt hangat,kekeluargaannya dapat banged,sekali lg terimakasih yah thor,semoga ttp diberi kesehatan dan ilham yg bnyk biar karya2nya lbh bgs dn berbobot,ttp semangat 💪💪💪


💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
🌸 Sunshine 🌸: Terima kasih sudah baca karya aku ini, Kak ❤️
total 1 replies
PNC
apa nikah siri ga pake orangtua ya
orangtua perempuan
apa Kanaya yatimpiatu
PNC
nikah siri
Farida Dalle
Nah kan😂klu mereka bahagia, prmbaca jg ikut bahagia, pokoknya thor jngn ada lg drama2 pisah antara Aya dan Arka, buat merreka bahagia, kasihan 5 thn terpisah🥰
Farida Dalle
tetaplh berjuang Arka, semoga hati Kanayah bisa luluh, klu bukan hari ini, siapa tahu besok atau lusa, hati orng tdk ada yg tahu, Allah Maha membolak balikkan hati manusia, jd jngn patah semangat yah... 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!