NovelToon NovelToon
KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
​Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 - Runtuhnya Pertahanan sang Guru

Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah-celah jendela kayu paviliun milik Tetua Ling Er, menyinari tumpukan gulungan kitab kuno yang menggunung di atas meja giok. Han Yu duduk bersila dengan tenang, menghirup aroma dupa esensi penenang jiwa yang menguar di ruangan tersebut. Setelah gertakan balik yang dilancarkannya kemarin malam, Tetua Ling Er benar-benar menepati ancamannya. Pagi-pagi sekali, puluhan kitab baru yang membahas tentang struktur Formasi Pengunci Sukma Purba telah diletakkan di hadapannya dengan maksud untuk menguji sekaligus menghukum kelancangannya.

Namun, alih-alih merasa tertekan oleh tumpukan tugas yang tidak manusiawi tersebut, sepasang mata biru jernih milik Han Yu justru memancarkan kilat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Dia perlahan memejamkan matanya, membagi fokus kesadarannya untuk masuk ke dalam Ruang Meditasi di alam batinnya. Di bawah naungan awan spiritual batin yang sunyi, Han Yu mengaktifkan teknik Komunikasi Penyelaras Rasa. Kali ini, dia tidak menggunakannya untuk berbicara dengan orang lain, melainkan untuk menyelaraskan frekuensi jiwanya sendiri dengan getaran aksara kuno yang tertulis di dalam kitab-kitab tersebut.

Hanya dalam waktu beberapa jam meditasi mendalam, aliran energi merah muda dan keemasan berputar-putar aktif di dalam benaknya. Sistem batin Kaisar Pesona bekerja dengan presisi tinggi, menguraikan setiap sandi formasi yang rumit dan kaku menjadi pengetahuan dasar yang sangat mudah dia pahami. Ketika Han Yu kembali membuka kedua matanya di dunia nyata, seluruh isi dari sepuluh kitab tebal tentang formasi pelindung Lembah Lingshu itu telah terpatri sempurna dan menyatu di dalam memori otaknya. Kenaikan pemahaman ini secara otomatis memberikan asupan pengalaman baru pada fondasi kultivasinya.

Langkah kaki yang halus dan anggun terdengar mendekat dari arah pintu aula yang dilapisi tirai sutra. Tetua Ling Er melangkah masuk dengan jubah sutra ungu mudanya yang melambai indah ditiup angin, menonjolkan lekuk pinggangnya yang ramping serta sepasang payudara besar yang membusung anggun di balik kain sutra ketat. Wajah cantiknya sengaja dipasang sedingin mungkin, sebuah upaya keras untuk menyembunyikan rasa salah tingkah dan rona merah yang masih tersisa dari peristiwa godaan kemarin malam. Sepasang mata hijaunya penting menatap tajam ke arah Han Yu yang tampak duduk santai tanpa beban.

"Bagaimana, Muridku? Apakah kamu sudah menyadari kelancanganmu kemarin setelah dihadapkan pada kerumitan ilmu formasi kuno klan kami?" tanya Tetua Ling Er dengan nada suara yang sengaja dibuat berwibawa, menekan, dan berbobot tinggi. "Ilmu Formasi Pengunci Sukma ini membutuhkan waktu puluhan tahun bagi kultivator biasa dari ras manusia untuk bisa memahaminya, bahkan murid klan dalam sekalipun membutuhkan bimbingan bertahun-tahun."

Han Yu tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Dia hanya menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang sangat tampan, lalu bangkit berdiri dari posisi duduknya dengan gerakan yang sangat fleksibel, tegap, dan penuh keanggunan seorang pangeran bangsawan. Dia melangkah perlahan mendekati meja giok tempat Tetua Ling Er berdiri, membiarkan karisma bawaan dari jalur Kaisar Pesona menguar tipis ke udara bebas, secara tidak sadar menciptakan ketegangan asmara yang sangat padat di antara mereka berdua.

"Guru, aku tidak berani berbohong atau membual di hadapan Anda. Seluruh formasi kuno di dalam kitab-kitab yang Anda berikan ini sebenarnya tidaklah serumit yang Anda bayangkan," ucap Han Yu dengan nada suara yang sangat dalam, lembut, dan merdu, merayap masuk ke dalam indra pendengaran Tetua Ling Er seperti melodi harpa surgawi.

Han Yu kemudian mengangkat tangan kanannya yang kokoh. Sambil menatap lurus ke dalam sepasang mata hijau gurunya, dia mulai mengalirkan seberkas energi batin kegelapan tipis di ujung jarinya, lalu mulai melukis struktur Formasi Pengunci Sukma di udara terbuka secara terbalik dengan kecepatan konstan. Menyaksikan presisi mutlak, lekukan pola yang sempurna, dan kecepatan luar biasa dari gerakan tangan Han Yu, sepasang mata hijau Tetua Ling Er langsung terbelalak lebar penuh keterkejutan yang amat sangat. Bibir indahnya sedikit terbuka tanpa suara, menyadari bahwa murid barunya yang memiliki garis darah iblis ini tidak hanya sekadar membaca, melainkan telah menguasai esensi terdalam dari teknik pertahanan tingkat tinggi klan mereka hanya dalam waktu satu malam saja.

"I-ini tidak mungkin... Bagaimana mungkin struktur meridian iblismu mampu menyelaraskan energi formasi suci klan kami tanpa adanya penolakan?" Tetua Ling Er bergumam lirih dengan raut wajah yang dipenuhi oleh rasa tidak percaya yang mendalam. Seluruh pertahanan wibawanya sebagai seorang Penatua Kebijaksanaan yang disegani runtuh seketika di hadapan bukti kejeniusan mutlak Han Yu.

Han Yu memanfaatkan momen keterpanaan dan kelengahan mental gurunya untuk melangkah lebih dekat lagi, hingga jarak di antara tubuh fisik mereka kini hanya tersisa satu telapak tangan saja. Hawa hangat yang memancar dari tubuh kekar Han Yu dan aroma keharuman maskulin alami yang sangat memikat langsung menyerang indra penciuman Tetua Ling Er, membuat jantung wanita matang itu berdebar kencang tak beraturan dengan dada yang naik turun tidak stabil.

Secara bersamaan, Han Yu meledakkan kombinasi dari tiga teknik dasar spiritualnya sekaligus: Seni Pemikat Jiwa, Paras Sempurna, dan teknik Sentuhan Lembut Surgawi yang dialirkan tersembunyi. Dia mengulurkan telapak tangan hangatnya yang kapalan, meraih pergelangan tangan halus milik Tetua Ling Er dengan gerakan yang sangat lembut namun posesif, lalu menatap lurus ke dalam sepasang mata hijau wanita itu dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh afeksi yang menghanyutkan sanubari.

"Guru, aku telah mengerahkan seluruh jiwa dan raga aku untuk menyelesaikan tugas berat ini demi tidak mengecewakan harapan besar Anda," berbisik Han Yu tepat di dekat telinga panjang Tetua Ling Er yang lancip, mengembuskan napas hangatnya di sana yang seketika membuat seluruh tubuh wanita itu bergidik hebat menahan rangsangan. "Apakah sekarang... Guru yang jelita tidak berniat untuk memberikan sebuah penghargaan yang pantas atas pencapaian muridmu yang setia ini? Hatiku akan sangat hancur jika Anda kembali melarikan diri meninggalkan diri aku sendiri."

Sentuhan fisik yang dialiri energi Sentuhan Lembut Surgawi itu seketika mengirimkan getaran gelombang kenikmatan batin yang sangat dahsyat melintasi seluruh jalur meridian tubuh Tetua Ling Er. Efek instan dari teknik Kaisar Pesona itu bekerja meruntuhkan sisa-sisa pertahanan energi murninya. Seluruh persendian kakinya mendadak terasa lemas kehilangan kekuatan untuk menopang berat tubuh, membuat tubuh matangnya yang seksi refleks terhuyung ke depan dan jatuh bersandar sepenuhnya di atas dada bidang Han Yu yang kekar, kokoh, dan hangat.

Kedua pipi Tetua Ling Er langsung merona merah padam seperti api yang membara. Dia terpaksa mengatupkan gigi-giginya rapat-rapat, berjuang dengan sisa kesadarannya untuk menahan suara erangan manis yang hampir saja lolos dari sela bibirnya akibat gelombang kepuasan instan yang menjalar dari telapak tangan Han Yu di pergelangan tangannya.

"K-kamu... dasar murid nakal yang kurang ajar dan tidak tahu sopan santun!" Tetua Ling Er memaki dengan nada suara yang sangat lirih, manja, dan bergetar hebat. Dia sama sekali tidak memiliki daya fisik maupun niat batin lagi untuk mendorong tubuh kekar Han Yu menjauh dari diri aku. Kebijaksanaan dan sifat dinginnya telah meleleh sepenuhnya menjadi genangan hasrat.

Han Yu menyeringai tampan melihat keluluhan total dari gurunya yang terkenal tegas itu. Tangan kirinya perlahan bergerak meluncur turun ke bawah, merengkuh pinggang ramping Tetua Ling Er dengan sangat erat hingga tubuh mereka menempel tanpa ada jarak pembatas lagi. Sementara itu, telapak tangan kanannya mulai bergerak mengusap lembut bagian punggung halus hingga turun meraba bagian pinggul sensual wanita dewasa tersebut, menyalurkan stimulasi energi pesona yang semakin pekat dan memabukkan.

Napas Tetua Ling Er menjadi sangat sesak, memburu panas di atas permukaan dada Han Yu, sepasang mata hijaunya yang jernih kini telah beralih sepenuhnya oleh kabut gairah dan rasa ketertarikan yang luar biasa dalam kepada sang murid pribadi. Rasa cemburu atau keraguan yang sempat melintas di kepalanya mengenai identitas iblis Han Yu lenyap tak berbekas, digantikan oleh rasa lapar akan sentuhan fisik yang lebih intim.

Di luar jendela perunggu paviliun, beberapa peri kecil ras roh suci yang sedang melintas berniat mengantarkan buah spiritual hanya bisa terbelalak kaget. Mereka segera menutup mata mereka menggunakan sepasang sayap tembus pandang sambil terkikik geli dan berwajah merona merah, merasakan atmosfer kehangatan asmara yang sangat padat dan intim mulai membakar seluruh ruangan ruang kitab paviliun tersebut.

Han Yu menarik tubut Tetua Ling Er mendekat ke arah dipan kayu cendana yang terletak di sudut ruangan, merebahkannya dengan sangat lembut di atas hamparan kain sutra ungu. Wanita matang itu hanya bisa mendesah pasrah dengan mata sayu, membiarkan jemari tangan Han Yu mulai melucuti ikatan tali jubah sutranya satu per satu, mengekspos keindahan kulit putih seputih pualam dan bentuk tubuh seksinya di bawah naungan cahaya pagi. Han Yu tahu pasti bahwa benteng pertahanan terakhir dari sang Penatua Kebijaksanaan kini telah runtuh sepenuhnya dan berada di bawah kendali mutlak sukmanya, siap untuk disatukan dalam penyelarasan jalur kultivasi ganda yang membara sepanjang hari.

1
Blue Manusia Biasa
jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!