NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Pintu ke Benua Lain

Setelah Istana Langit Mengambang turun dan menyatu dengan puncak gunung, kabar tentang kebangkitan Jalan Akar menyebar ke seluruh penjuru benua dalam waktu singkat. Namun bagi Lin Mo, ini baru permulaan. Saat ia menyatukan kesadarannya dengan fondasi benua, ia merasakan sesuatu yang jauh lebih besar—di kedalaman yang belum pernah disentuh siapa pun, ada getaran yang memanggil, sekaligus menahan sesuatu yang sangat berbahaya.

Pagi itu, Penguasa Tanpa Fondasi—yang kini memilih nama baru: Penjaga Keseimbangan—datang menemui Lin Mo di halaman istana yang kini terbuka untuk semua orang.

"Aku baru mengingatnya setelah menyatu dengan fondasi," katanya dengan wajah serius. "Benua ini bukan satu-satunya daratan di dunia. Di kejauhan samudra yang tak terlintasi, ada benua lain yang namanya Tanah Terbelah. Ribuan tahun lalu, sebelum perang membagi jalan kita, kedua benua ini terhubung oleh Jembatan Bumi yang raksasa. Namun saat perang berakhir, jembatan itu hancur, dan sisa-sisanya kini terkubur di dasar samudra paling dalam."

"Dan apa yang ada di sana?" tanya Lin Mo.

"Kekuatan yang jauh lebih tua dariku," jawab Penjaga Keseimbangan. "Kekacauan yang dulu melahirkan aku, sebenarnya berasal dari sana. Mereka tidak membenci hanya Jalan Akar—mereka membenci segala bentuk keteraturan, segala bentuk kehidupan yang menetap. Jika fondasi di sana runtuh, kekacauan akan menyeberang dan menghancurkan apa yang baru saja kita bangun."

Lin Mo menatap ke arah timur, tempat samudra tak berujung membentang. "Lalu kita harus pergi ke sana."

"Perjalanan itu sangat berbahaya," sela Guru Shan yang baru datang. "Samudra itu dihuni makhluk laut raksasa, arusnya berubah tanpa pola, dan tidak ada yang tahu seperti apa Tanah Terbelah sekarang ini."

"Justru karena tidak ada yang tahu, kita harus melihatnya sendiri," jawab Lin Mo tegas. "Akar tidak hanya menumbuhkan satu pohon. Ia menghubungkan seluruh hutan."

Berita rencana perjalanan itu membuat banyak orang ingin ikut. Namun Lin Mo hanya memilih rombongan kecil: Meng Chao, Zhang Hao, Guru Shan, dan dua puluh pengikut Jalan Akar yang paling menguasai teknik penyatuan. Sebelum berangkat, ia berjanji akan kembali, atau mengirim kabar secepatnya.

Tiga hari kemudian, mereka berangkat menuju pesisir timur. Perjalanan kali ini terasa berbeda: di sepanjang jalan, tanah yang dulunya tandus kini mulai hijau, orang-orang menyapa dengan senyum, dan anak-anak berlari mengejar rombongan mereka sambil melambaikan tangan. Lin Mo berhenti sejenak, menekan telapak tangannya ke tanah, menanamkan benih kekuatan pelindung di setiap desa yang mereka lewati—agar tempat ini tetap aman meski mereka jauh.

Saat mereka sampai di pesisir, pemandangan samudra yang luas membuat mereka terdiam. Airnya berwarna gelap, ombaknya tinggi dan bergemuruh, seolah sedang marah.

"Jalan menuju sisa Jembatan Bumi tidak ada di permukaan," kata Lin Mo setelah merasakan getaran di dasar laut. "Kita harus berjalan di bawah air, menyusuri punggung gunung bawah laut yang sudah lama tenggelam."

Ia mengangkat tangannya perlahan. Air laut di depan mereka terbelah bukan karena terpisah paksa, melainkan karena tanah dasar laut perlahan naik membentuk lorong kering yang dilindungi dinding bebatuan alami.

"Siap?" tanyanya.

Mereka mengangguk mantap. Bersama-sama, mereka melangkah masuk ke dalam lorong gelap itu, menuju kedalaman samudra, menuju rahasia yang disembunyikan dunia selama ribuan tahun.

Di kejauhan, di balik kabut tebal di tengah samudra, sepasang mata raksasa yang terbuat dari karang dan cahaya ungu perlahan terbuka, menatap ke arah lorong itu.

"Akhirnya... ada yang berani datang lagi," suara berat bergema di dalam air. "Akan kulihat seberapa kuat akar yang kau bawa, anak muda."

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!