Cerita ini merupakan cerita sambungan atau sequel dari Kisah Cinta Dalam Perjodohan (Tian dan Bianka) yang memiliki dua anak Fillio dan Fillona.
Dan kali ini akan menceritakan kisah kehidupan Fillona atau Lona dengan suami (Zicko) juga Anak mereka (Zilo).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zi_08
Lona kembali harus menghela napas kala Sang Putra Zilo malah berlibur bersama Opa dan Oma nya, sementara dirinya harus pulang lebih dulu bersama Zicko karena ada hal yang harus Zicko urus di Jakarta.
Sebenarnya Lona sudah mengajak putranya, namun Zilo malah masih ingin berlibur dan membuat Tian juga Bianca menemani nya.
" Jadi aku cuma sendiri di rumah hari ini " Ucap Lona menampilkan wajah yang sangat menggemaskan.
Zicko tersenyum dan menarik istrinya lalu memeluk nya,,
" Mau ikut aku ke Hotel ?"
Lona mendongak dan langsung mengangguk, lebih baik dia ikut bersama suaminya dari pada harus sendiri di rumah. apalagi tidak adanya Zilo , rumah terasa sangat sepi.
" Aku siap siap dulu " Ucap Lona yang sangat semangat.
Zicko menggeleng dan berjalan menunggu istrinya.
" Aku sudah siap " Ucap Lona berdiri menghampiri suaminya.
Selalu saja Lona membuat Zicko terpesona, walau mereka sudah memiliki dua anak namun tetap saja Lona terlihat cantik dan tidak akan ada yang menyangka dengan statusnya sebagai seorang Ibu.
" Kenapa kamu selalu Cantik, Jadi malas Aku untuk pergi.. kita di rumah saja ya " Ucap Zicko yang langsung memeluknya dan mengecupi tengkuk leher Lona.
Hampir saja Lona terbuai dengan sentuhan Zicko saat itu dan untungnya bunyi ponsel Zicko membuat keduanya sadar.
****.. Umpat Zicko dan mengambil ponselnya..
Lona menggeleng dan membenarkan rambut nya yang sudah berantakan oleh suaminya.
" Ya,, Saya segera ke sana sekarang."
Zicko menutup telponnya dan menatap Lona yang malah tersenyum,,
" Kita lanjutkan nanti malam Sayang " Bisik Zicko dan mengandeng tangan Lona .
Mereka berjalan turun dan langsung menuju mobilnya, Zicko yang merupakan pemimpin Brians Hotel sudah di tunggu di Hotel.
Salah satu orang penyewa kamar Hotel melakukan sesuatu dan mengharuskannya datang.
Dengan melajukan mobilnya Zicko terus menggema tangan Lona tanpa melepaskan dan mengganggu nya.
Lona hanya bisa tersenyum dengan sikap dan tingkah suaminya yang kadang seperti anak kecil.
Hingga mereka sampai di Hotel yang langsung di sambut Oleh salah satu Staff.
" Dimana mereka " Ucap Zicko
" Di ruangan Mas,, "
Zicko mengangguk dan berjalan menuju Ruangan nya.
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat dua anak remaja yang duduk di sana dengan pandangan yang menunduk.
Ya mereka adalah siswa/siswi SMA yang bolos sekolah dan malah datang ke Hotel untuk Check in.
Namun peraturan di Brian's Hotel tidak memperbolehkan anak dini menginap di sana bahkan mereka tidak bisa menunjukkan KTP .
" Kalian masih memakai Seragam sekolah dan kenapa malah datang ke Hotel bukan ke sekolah untuk belajar. " Ucap Zicko duduk di hadapan mereka bersama Lona.
Mereka tidak berani menatapnya dan hanya terus menunduk takut .
Lona tersenyum sembari menatap Keduanya, inilah Pergaulan anak jaman sekarang dengan mudahnya bisa Check in tanpa adanya status hubungan yang jelas.
" Siapa Nama kalian " Ucap Lembut Lona membuat keduanya saling tatap.
" Tenang saja, Saya hanya ingin tau nama kalian" Lanjut Lona seakan tau apa yang di pikirkan kedua remaja itu.
" Saya Mika dan dia Bagus Kak "
" Kalian pacaran ?"
Lagi dan Lagi mereka hanya diam, terlihat wajah mereka yang ketakutan.
" Kalian tenang saja , kami tidak akan membawa kalian ke Kantor polisi ataupun ke Pihak sekolah, Tapi dengan satu syarat jika Ini adalah pertaman dan terakhir kalian bolos sekolah dan malah ingin Check ini di Hotel.
Jadi menurut kalian, apa lebih bagus dan menyenangkan berdua di dalam Hotel dari pada belajar dan mencapai cita cita kalian.
Kalian juga harus tau, bagaimana orang tua kalian bekerja keras di luar demi bisa membiayai sekolah Kalian.
bagaimana hancur nya mereka saat tau kalian malah bolos dan lebih parahnya akan menginap di hotel."
Lona terus berusaha memberikan penjelasan kepada keduanya,,
Ya Lona memang sangat dewasa dalam hal ini, bahkan beberapa Staff yang masih berada di sana pun menatap kagum dengan kedewasaan Istri Bosnya itu.
Zicko terus menatap istrinya yang masih berbicara, tidak ada ucapan kasar ataupun keras, Lona berbicara sangat halus dan lembut sama seperti saat Lona memberi penjelasan kepada anak anaknya.
" Maafkan kami Ka, Kami menyesal karena sudah melakukan ini."
" Minta maaflah kepada Orang tua kalian, Dan jangan kembali melakukan seperti ini."
" Baik Ka. "
" Pulanglah ke rumah dan ingat jangan malah kalian pindah Hotel lain, karena jika saya tau dan melihat nya , Saya akan pastikan kabar ini sampai di sekolah juga keluarga kalian. Ucap Zicko membuat keduanya mengangguk.
Mereka berjalan keluar,,
" Kami permisi Mas, Mba " Ucap Staff yang juga mengikuti kedua remaja itu keluar.
Lona menghela napas nya dan menyandarkan kepalanya pada tepi sofa.
sementara Zicko masih setia menatapnya dengan senyuman kagum terhadap sikap Lona yang sangat luar biasa.
" Kenapa Liatin aku gitu " Ucap Lona membenarkan duduknya.
" Tidak Sayang,, Aku hanya kagum dengan cara kamu menanggapi mereka. Kamu begitu dewasa dan bisa membuat mereka ketakutan."
Lona tersenyum dan menggeleng kan Kepalanya.
" Ya terus aku harus gimana Dad, Marah marah atau bawa mereka ke sekolah juga rumahnya, itu bukan solusi yang tepat yang ada malah mereka semakin nakal dan terus melakukan hal itu."
Zicko mengangguk,,
Tok,,
Tok,,
" Permisi Mas , "
" Ya Masuk "
" Ini Laporan Hotel selama beberapa hari kemarin."
Zicko mengangguk..
" Baik terima kasih "
" Sama sama Mas Zicko, Saya permisi."
Lona menatap sebuah Map di tangan suaminya,,
" Kerjain dulu semua pekerjaan di Hotel, aku akan menunggu di sini "
Zicko tersenyum,,
Cup,,
Zicko mengecup singkat pipi Lona dan beranjak..
" Aku cek semua laporan sebentar " Ucapnya beranjak bangun .
Lona mengangguk dan membiarkan suaminya untuk bekerja, sementara dirinya mengambil ponsel yang sedari tadi bergetar.
Senyuman terukir saat Bianca mengirimkan pesan juga beberapa foto Zilo selama berlibur dengan mereka.
Zilo tampak sangat senang,,
Andai Ade masih hidup dan berkumpul bersama kami, sudah pasti Ade akan sebahagia Kakak berlibur bersama Oma dan Opa..
Maafin Mommy sayang karena lalai saat kamu sakit. coba jika saat itu Mommy lebih cepat membawa Kamu ke Rumah Sakit, pasti kamu masih bersama kami.
Lona menyeka air matanya yang sudah menampung di sudut kelopak matanya.
Dia tidak mau jika suaminya menyadari dirinya kembali bersedih.
Bagaimana dulu Zicko membuatnya bangkit dari rasa sedih dan bersalah nya atas kepergian Ara.
bagaimana Keluarnya yang selalu menguatkan dirinya untuk sabar dan terus berdiri, bagaimana Zilo yang selalu ada menemani nya, membuatnya kembali bangkit jika ada dirinya yang masih harus di jaga.
Zicko yang sedang menatap Laporan sesekali melirik Istrinya,,
tangannya menyambar ponsel dan mengetikan sesuatu di sana.