Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Yun, suami kamu mana? Dia tidak pulang malam tadi?" Tanya bu Rima pada Yuni.
"Gak bu, aku telepon juga gak di angkat!" Jawab Yuni.
"Yun, kamu harus tegas sama Alan. Dia tidak ada tanggung jawab sama sekali sama anak istri!" Omel bu Rima.
Yuni hanya diam mendengarkan omelan sang ibu, apa yang di katakan oleh ibu nya memang benar. Tapi karena dia sangat mencintai Alan, dia menerima apa pun bentuk perlakuan Alan pada diri nya.
"Bu, hari ini kita akan mendatangi tempat tinggal Naila kan?" Tanya Yuni.
"Iya, enak saja dia tinggal di tempat yang bagus setelah mengambil rumah kita. Pokok nya kita paksa dia agar membawa kita tinggal bersama nya!" Ujar bu Rima.
Bu Rima dan Yuni berniat untuk mendatangi tempat tinggal Naila, mereka tidak mau terus tinggal dia tempat kumuh seperti ini. Jika kemarin Rivan gagal membawa Naila kembali, itu tidak masalah bagi mereka. Mereka bisa ikut tinggal di sana.
*******
Hari ini Naila pergi ke sebuah pusat perbelanjaan, dia di temani oleh Vina. Dia membeli barang - barang kebutuhan rumah tangga nya, Naila bisa membeli apa saja yang dia ingin kan tanpa takut di omeli lagi.
Tapi tak sengaja, Naila melihat wanita hamil yang beberapa waktu yang lalu bersama Alan.
"Vin, itu kan wanita yang aku lihat bersama Alan waktu itu!" Tunjuk Naila.
"Hah, jadi itu selingkuhan nya Alan juga?" Tanya Vina tak percaya.
"Iya, Alan tidak hanya selingkuh dengan satu wanita, tapi dengan beberapa wanita!" Naila berkata pada Vina.
"Memang ya keluarga itu tidak ada yang benar nya!" Vina berkata sambil menggelengkan kepala nya.
"Aku punya ide untuk membalas perbuatan mereka!" Naila berkata sambil tersenyum.
"Apa itu?" Tanya Vina.
Naila lalu membisikkan sesuatu ke telinga Vina, Vina pun tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.
"Aku setuju, laki - laki seperti Rivan harus di beri pelajaran!" Vina setuju dengan usul Naila.
Naila dan Vina lalu berjalan mendekati wanita hamil itu, wanita hamil itu tampak sedang asyik berbelanja.
"Mbak, istri nya Alan ya?" Tanya Naila tanpa basa - basi.
Wanita hamil itu menoleh pada Naila, dia mengernyitkan dahi nya karena dia memang tidak mengenal Naila.
"Mbak, kami ini adalah teman nya Alan! Saya Vina, dan ini teman saya Naila!" Vina langsung memperkenalkan dir mereka pada nya.
"Saya Ana!" Jawab Wanita itu sambil mengulurkan tangan nya.
"Mbak Ana, saya mau membicarakan hal penting dengan Mbak. Mau kah Mbak Ana ikut kami sebentar?" Tanya Naila.
Ana tampak berfikir sejenak, seperti nya di masih ragu.
"Mbak Ana, kami tidak bermaksud untuk berbuat jahat sama mbak Ana. Kami hanya mau membantu Mbak Ana mendapatkan hak Mbak dan juga anak yang ada di dalam kandungan Mbak!" Ujar Naila dengan lembut.
Setelah mendengar ucapan Naila, keraguan di hati Ana seketika langsung sirna. Sudah beberapa kali dia meminta kejelasan status nya dan juga anak yang ada di dalam kandungan nya, tapi Alan selalu menolak dengan berbagai alasan.
"Baik lah, saya akan ikut!" Jawab Ana pada akhir nya.
Naila dan Vina mengajak Ana kesebuah restoran yang ada di lantai bawah Mall itu, mereka bicara sambil menikmati makanan yang di pesan oleh Naila.
"Ana, apa kau tahu bahwa Alan memiliki istri dan anak selaik diri mu?" Tanya Naila.
"Iya, tapi dia bilang dia dan istri nya akan segera bercerai dan menikahi aku!" Jawab Ana.
"Ana, satu hal yang harus kau ketahui. Alan tidak hanya selingkuh dengan mu, tapi dia juga selingkuh dengan wanita lain di belakang istri nya dan juga di belakang mu!" Naila berkata lagi.
"Ana, benar sekali apa yang di katakan oleh Naila. Beberapa hari yang lalu, kami melihat Alan bersama wanita lain!" Vina juga ikut meyakin kan Ana.
"Ana, aku tahu kau tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh kami. Tapi aku punya bukti nya!" Ujar Naila lagi.
Naila lalu mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas, lalu dia menunjuk kan video dan juga beberapa foto yang di ambil nya beberapa waktu yang lalu. Foto dan video itu di ambil oleh Naila secara diam - diam saat Alan sedang makan di restoran yang sama dengan Naila.
Ana melihat foto dan video itu dengan seksama, dia sangat geram karena sudah di tipu oleh laki - laki seperti alan.
"Kurang ajar, dia belum mau menikahi ku dengan alasan dia mau mengambil semua perhiasan istri nya. Dia berjanji pada ku untuk memberikan semua perhiasan itu pada ku, rupa nya dia sudah menipu ku!" Guman Ana dengan geram.
"Ana, aku kasihan pada mu dan mbak Yuni. Kau dan mbak Yuni adalah korban dari keegoisan laki - laki bernama Alan itu. Selama menikah dengan Mbak Yuni, Alan jug tidak pernah memberikan nafkah yang layak untuk mbak Yuni dan juga anak nya!" Naila menjelaskan pada Ana.
"Benar itu An, dulu Naila pun tinggal bersama mereka. Naila adalah istri nya Rivan, adik dari Yuni istri nya Alan!" Vina pun menjelaskan pada nya siapa sebenarnya Naila.
"Selama ini kebutuhan Mbak Yuni dan Aira di tanggung oleh suami ku, sedang kan Alan dia lupa akan kewajiban nya. Dia malah sibuk bersenang - senang dengan banyak wanita di luar sana!" Ucap Naila lagi.
"Terima kasih, karena kalian telah memberi tahu aku siapa sebenarnya mas Alan. Jika kalian tidak memberi tahu ku, maka akau akan terus menunggu laki - laki yang tidak bertanggung jawab itu" Ujar Ana.
Ana merasa sangat beruntung bertemu dengan mereka, dengan begitu dia bisa tahu seperti apa sifat Alan yang sebenarnya. Dia berterima kasih pada Naila dan Vina, karena berkat mereka berdia dia tahu seperti apa Alan sebenar nya.
"Ana, kita para wanita adalah korban dari keegoisan mereka. Kehidupan ku juga tidak lebih baik dari mu selama ini, tapi sekarang aku tidak akan membiarkan diri ku di manfaatkan oleh laki - laki yang tidak bertanggung jawab seperti mereka.
'Alan, selama ini kau juga sudah jahat pada ku. Kau sudah mendukung mereka semua untuk menidas ku, sekarang bersiap lah. Aku akan menghancurkan kehidupan mu, tidak lama lagi Mbak Yuni juga akan mengetahui perselingkuhan mu!' Batin Naila di dalam hati.
Naila tidak sabar lagi menunggu kehancuran Alan, dua wanita itu akan memberi pelajaran pada laki - laki seperti Alan. Naila yakin, Ana pasti akan datang ke rumah Bu Rima dan membongkar semua kejahatan Alan di semua orang. Dengan begitu bu Rima dan Yuni akan merasakan sakit yang tak terkira, selama ini bu Rima dan Yuni memperlakukan Naila dengan begitu buruk nya. Kini giliran mereka mendapatkan balasan nya.
Yuni kamu harus bangkit demi Aira dan dirimu sendiri, jangan sampai kamu terseret hukum kasihan Aira,cari kerja atau usaha kecil"an dulu, minta modal sama Rivan sebelum dia bangkrut, atau tabungan mu buat buka usaha sendiri jadi gak harus ningalin Aira sama orang,